Story Of Azellea

Story Of Azellea
Something


__ADS_3

"Hari ini lo ada kegiatan apa Zee?" Tanya Delice saat mereka sudah keluar dari kelas,usai mata kuliah pertama.


"Gak tau." Jawab Zee acuh.


"Ckk,gak asik banget sih lo. Gimana kalau kita ke cafe lo? Udah lama gak kesana,semenjak lo berantem sama mantan si Clara." Lanjut Delice lagi.


"Liat nanti ya,gue lagi gak mood."


"Ayolah Zee,hari ini doang. Besok lo udah mulai jalanin hukuman dari kita,otomatis lo gak bebas buat kemana-mana karna lo harus ikut salah satu dari kita." Ujar Agatha ikut-ikutan membujuk gadis cuek itu.


"Lain kali juga bisa,lagian salah siapa ngehukum gue."


"Ckk...lo...."


"Drttt....drttt...drtt.." HP Zee berbunyi menghentikan ucapan Agatha yang hendak protes,karna Zee kini sudah fokus mengangkat teleponnya.


"Hallo bi Surti?"


"..."


"Kenapa?"


"...."


"Oh,makasih infonya bi. Nanti sore Zee pulang ke rumah,bibi jangan kasih tau papa. Zee pulang diam-diam."


"..."


"Iya,nanti Zee bakal kasih alasan ambil foto-foto mama yang ketinggalan di sana."


"..."


"Ok,bi makasih."


Zee menutup telepon dan memasukkannya ke saku jaketnya. Kemudian pandangannya beralih pada ketiga temannya yang sedang menatapnya bingung.


"Gue nanti sore ke rumah papa,ada yang mau ikut? Kita nginap di sana,gimana?"


"Emang boleh? Papa lo gak larang?" Tanya Clara takut-takut.


"Tenang aja,papa gue masih tau etitud. Setidaknya dia gak bakal sampai ngusir gue,apalagi gue bawa temen."


"Lo manfaatin kita,buat tameng gitu?" Tanya Agatha dengan gemas.


"Kenapa enggak?" Jawab Zee santai sambil tertawa kecil. Kemudian berjalan mendahului teman-temannya menuju kantin.


♡♡♡

__ADS_1


"Ayo pulang bareng!!" Seru Arkhan yang baru saja sampai di parkiran dengan setengah berlari menghampiri Zee dan teman-temannya. Di belakangnya juga ada Davian,Nathan,Zergan,dan Kaivan yang mengikutinya.


"Gue pulang ke rumah papa sore ini." Jawab Zee sambil membunyikan central lock mobilnya.


"Kok gue gak tau kalau papa nyuruh pulang?" Tanya Davian heran,karna biasanya dirinya yang lebih dahulu diberitahu sang papa.


Zee menggeleng,"Bukan papa yang nyuruh. Gue emang pengen pulang, ada yang mau gue ambil." Jawab Zee berbohong.


"Gue ikut kalau gitu." Ujar Davian sedikit memaksa,dan Zee membiarkan saja. Toh juga ada baiknya Davian ikut,dengan begitu tamengnya bertambah.


"Kita semua ikut nginap di rumah Zee,nanti malam kita nyusul Zee." Ujar Agatha memberi tahu semuanya.


"Lo ikut dek?" Tanya Arkhan pada Delice dan Delice mengangguk.


"Gue berangkat sama Agatha nanti,gak papakan?"


"Terserah sih,asal gak ngebut-ngebutan." Jawab Arkhan acuh.


"Jangan lupa izin bunda,ayah juga udah pulang kayaknya." Ujar Zergan ikut mengingatkan sang adik.


"Iya twins bawel!!"


"Kamu gak ikut?" Tanya Davian pada Clara,yang sedari tadi tidak ikut meminta izin seperti yang lainnya.


"Ikut kok,cuma nanti ke rumah dulu izin sama mama,lagian aku harus ambil baju. Mana kemarin gak balik ke rumah juga."


"Iya gue duluan,udah janji sama bi Surti."


"Perlu gue anterin?" Tanya Arkhan pada pacar datarnya itu. (Dikira tembok kali😂)


"Gak usah,lu bukan supir gue."


Tolak Zee mentah-mentah.


"Memang bukan,abang gue kan pacar lo bambang!!" Geram Delice,dan sialnya Zee hanya mengangkat bahu acuh.


"Gue duluan ya." Ujar Zee sambil masuk ke dalam mobil dan berjalan meninggalkan area parkir.


"Sabar ya bang!!" Ujar Delice iba,namun wajahnya meledek.


Membuat Arkhan mendengus dan lantas menyeret Delice agar masuk ke mobilnya untuk di bawa pulang,.


"Bukan gue doang yang harus sabar,lu juga harus sabar,dari jaman zigot digantung mulu." Sindir Arkhan setelah sang adik masuk ke dalam mobil,yang lain hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua yang memang absurd.


"Kesindir gak tuh!!" Ledek Agatha seraya ngeloyor menyenggol bahu Kaivan,kemudian berdiri di samping Nathan,yang di sindir hanya mengangkat bahu acuh.


"Balik gih semua!! Jangan bikin gue enek!!" Ujar Kaivan acuh sambil berlalu ke mobilnya,begitupun dengan yang lain.

__ADS_1


♡♡♡


Pukul  lima sore,mobil Zee sampai di gerbang mansion keluarga William. Seperti biasa ia mengambil remote control untuk membuka gerbang rumahnya itu.


Setelah memarkirkan mobil di parkiran,barulah Zee berjalan masuk ke rumah utama. Ia sengaja tidak membawa mobilnya ke dalam garasi,karna dirinya memang ingin singgah ke paviliun terlebih dahulu.


Kalian masih ingatkan kalau mansion utama keluarga Zee ini berada di belakang paviliun,biasanya Zee memang langsung membawa mobil ke gerbang utama karna memang tujuan untuk pulang saja,tapi kali ini tidak. Ia pulang karna ada tujuan lain.


"Sore om-om!!" Sapa Zee ramah pada jejeran bodyguard yang berjaga di depan paviliun. Sontak saja kedatangan Zee yang tak terduga membuat mereka kaget dan langsung membungkuk hormat.


"Non Zee kemana aja? Jarang banget keliatan." Tanya salah satu bodyguard pada anak majikannya itu.


"Gak kemana-mana,masih stay di bumi kok." Ujar Zee sedikit bercanda.


"Zee boleh masuk gak nih?" Tanyanya lagi,membuat semua bodyguard mengangguk kompak. Mana mungkin melarang majikan masuk ke rumah sendiri.


"Bi surti di dalamkan?" Tanya Zee sambil berjalan menuju paviliun,dan belum sempat mereka menjawab ucapan Zee. Suara klakson dan panggilan seseorang berbarengan menghentikan langkah Zee.


"Tin...tin..."


"Non ayo sini!!"


Suara teriakan bi Surti berbarengan dengan klakson mobil William yang sepertinya baru pulang dari kantor.


"Loh Zee,kamu pulang nak? Kok gak kasih tau papa dulu?" Tanya William yang tau-tau sudah turun dari mobil dan berjalan menghampiri Zee.


Zee yang kepergok hanya menatap papanya datar."Memang saya gak boleh pulang?" Tanya Zee datar dan sinis.


William tersentak mendengar ucapan anak bungsunya ini. Ternyata kebencian Zee padanya masih ada walau gadis itu mengatakan sudah memaafkan dirinya.


"Bukan gitu maksus papa,kalau papa tau kamu pulang hari ini papakan bisa kembali dari kantor lebih cepat.


Ngomong-ngomong abang kamu mana?" Tanya William berusaha akrab. Sebebarnya ia sedikit malu diacuhkan oleh anak sendiri di depan para bodyguardnya tapi mau bagaimana lagi,Zee begitu juga karna dirinya bukan?


"Dia nyusul." Jawab Zee singkat.


"Ya udah kalau gitu kita ke rumah utama,bareng mobil papa aja. Mobil kamu tinggal di parkiran sini saja, gak bakal hilang kok."


"Hm." Jawab Zee malas-malasan, William yang merasa tanggapan Zee adalah bukti persetujuannya, langsung menggadeng tangan Zee dengan senang hati ke dalam mobil.


"Ayo jalan." Suruhnya pada sang supir,dan supir tersebut mengangguk seraya menjalankan mobil menuju gerbang utama.


Suasana dalam mobil kembali hening, tidak satupun dari mereka membuka suara. Bahkan saat mobil sudah berhenti di depan rumah utama,Zee langsung melenggang turun begitu saja.


William hanya bisa menarik napas berat melihat kelakuan Zee.


"Sampai kapan kamu mengacuhkan papa nak?" Gumam pria paruh baya itu di dalam hati. Dengan langkah gontai ia segera menyusul Zee yang tengah sibuk memindai sensor sidik jari di depan pintu rumahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2