
Like vote koment guys!! Kok makin ke sini like sama komen kalian sepi banget sih. Kemarin-kemarin ramai,aku jadi ngerasa cerita aku ngebosenin ya buat kalian? Please donh jangan cuek,aku gak bisa diginiin😪😁
♡♡♡
Mata William menajam melihat istri serta anak angkatnya yang berlutut di hadapan Zee dan Davian."Apa-apaan ini!!" Tanyanya tajam.
Sementara Zee menatap datar kedua orang di hadapannya ini. Kemudian menatap papanya dan Davian bergantian dengan ekspresi yang sulit diartikan.
Zee mengghela napas malas."Mau membuat drama apa lagi?" Tanyanya datar.
"Kak..a...aku mau minta maaf soal kejadian di kampus tadi. Aku tau aku salah,aku khi..."
"Khilaf? Lo mau bilang gitukan? Alasan klasik!!"
Potong Zee cepat membuat Sassya makin sesegukan.
"Zee,dengerin mama ya!! Tadi Sassya udah cerita semuanya sama mama. Sassya tau dia salah,dan mama juga tidak membela dia. Tapi bukannya kita keluarga? Gak ada salahnya kalai kita saling memaafkan,iyakan?" Pinta Melissa lembut.
"Tapi ma!! Sassya itu salah,kesalahan yang dia buat fatal. Mama tau gak kalau pacar Vian jadi korban bullying di sekolah karna ulah dia tadi di kampus tadi pagi. Vian gak bisa terima ma,dia juga lukain Zee. Mama taukan Zee baru keluar dari rumah sakit!! Mati-matian Vian rawat dia ma,dan Sassya dengan mudahnya lukain Zee. Mama pikor itu wajar?" Geram Davian.
__ADS_1
William yang tadi kebingungan dengan apa yang anak-anak dan istrinya bahas jadi geram sendiri saat mendengar Zee kembali terluka.
"SASSYA!! Benar apa yang dibilang sama Davian? Sejak kapan kamu jadi brutal begini?"
Sassya yang tadinya menangis semakin sesegukan mendengar bentakan William.
"Sassya minta maaf pa!! Sassya gak sadar ngelakuik itu semua. Sassya tau Sassya salah, Sassya iri liat bang Vian yang sekarang lebih perhatian sama Kak Zee dan pacarnya ketimbang Sassya. Sassya akui Sassya salah."
"JADI BENER KAMU BULLY PACAR DAVIAN? KAMU JUGA LUKAI KAKAK KAMU SENDIRI?" Tanya William dengan nada membentak.
"Pa,maafin Sassya mama mohon. Dia anak kita, anak aku. Kamu gak mungkinka macam-macam sama dia,dia ini masih butuh bimbingan aku sadar aku salah terlalu memanjakan dia selama ini. Kita bisa perbaiki semuanya pa,papa kasih ya kesempatan buat Sassya." Melissa memohon bahkan berlutut di hadapan kaki William.
"Hal begini anda bilang sepele? Lantas bagaimana dengan beberapa kejadian dulu yang tidak ada orang lain tahu. Entah bagaimana juga jika saya bilang anak anda ini pernah membully seseorang sampai seseorang itu meninggal?" Tanya Zee dingin membuat mata Sassya dan Melissa membulat takut.
"Gosip lo bilang? Gosip apa? Bukannya selama ini gak ada yang berani gosipin lo karna mereka bakalan lo bully? Gue dapet info akurat langsung dari seseorang yang bersangkutan atau mau gue tunjukkin buktinya." Ancam Zee dingin,ia hanya mengancam lantaran ia juga sebenarnya tidak memegang bukti. Buktinya ada di Sandra tapi juga belum terkumpul semua lantaran supir truk yang waktu itu menabrak Salma melarikan diri dari penjara. Sedangkan beberapa saksi mata tidak memberi informasi akurat membuat semuanya sulit. Bahkan rekaman cctv jalanan pun hilang jadi semuanya harus benar-benar di rangkai ulang.
Tapi ada beberapa bukti yang memang menunjukkan Sassya pelakunya dari beberapa rekaman suara dimana Sassya pernah mengancam Salma serta beberapa pesaan ancaman yang dulu pernah Sassya kirimkan pada Salma.
"A..aku gak pernah ngelakuin itu semua. Kak Zee bisa aja salah informasi,banyak yang iri sama aku diluaran sana kak. Mereka pasti sengaja nyebarin berita itu biar kakak tambah benci sama aku."
__ADS_1
"Gue memang udah benci sama lo dari dulu. Begitupun elo!! Gak usah beralibi seakan-akan lo korban di sini. Gue memang membenci lo dari dulu,apalagi nanti saat gue sudah dapat bukti yang pasti kalau lo yang udah bunuh mama dan nenek gue!! Gue jamin gue bakalan lenyapin lo dan mama lo saat itu juga!!"
"Azellea!! Ngomong apa kamu? Apa yang kamu bahas!! Jangan sangkut pautkan kematian mama kamu dengan mereka. Mama kamu kecelakaan karna menyelamatkan kamu. Kamu lupa?"
"Kecelakaan mama di sengaja!! Zee yakin mereka pelakunya. Papa terlalu bodoh selama ini. Papa terlalu percaya sama mereka..."
"Zee!!" Bentak William kesal.
"Zee kamu ngomong apa nak? Mama gak ngerti, mama minta maaf kalau kamu ngerasa mama ngerebut posisi mama kamu di sini. Mama minta maaf." Ujar Melissa tersedu-sedu.
Zee mendelik malas membuat tangis Melissa dan Sassya makin menjadi."Vian kamu percayakan sama mama? Mama sama Sassya gak mungkin lakuin itu sayang. Kamu tau gimana sayangnya mama sama kalian selama ini." Kini Melissa mencoba menarik simpati Davian.
Davian yang di tanya mengusap wajahnya kasar. Kenapa masalahnya jadi rumit begini, bukan ini yang mau ia bahas tadi. Ia mau Sassya dapat hukuman yang setimpal dari papanya. Tapi apa sekarang? Mereka malah membahas orang-orang yang sudah tidak ada, lalu ucapan Zee dan Melissa apa yang harus ia percaya. Mereka sama-sama tidak punya bukti. Tidak ada apapun yang bisa membuat Davian harus percaya atau tidak.
"Zee kita pulang sekarang!! Di sini tidak mengubah apapun. Gue pusing dengan semua pembahasan yang kalian bahas. Bukan ini yang gue mau!! Kalian merambat kemana-mana,gue bingung." Gerutu Davian sambil menarik Zee agar bangun dari sofa dan mengajaknya pulang.
Zee hanya menanggapinya datar. Tidak menolak,memang belum saatnya. Ia dan Sandra masih harus menyelesaikan beberapa hal sebelum menghadapi kelicikan Sassya dan Melissa.
"Kalian memang sebaiknya pulang dulu. Papa tidak suka ada keributan di rumah papa!! Kalau kalian datang ke sini hanya untuk membuat keributan lebih baik jangan kesini." Ujar William dingin.
__ADS_1
Davian tersentak mendengar ucapan William. Kenapa jadi seolah-olah ia dan Zee yang salah, padahal di sini Zee adalah korban. Ia jadi ingat dulu juga setiap Zee dan Sassya bertengkar pasti akan berakhir Zee yang salah. Bedanya dulu ia juga ikut menyalahkan Zee. Tapi sekarang ia tau siapa yang salah. Tapi mengatakannya sekarang pun tidak akan membuat papanya percaya. Ia jadi berpikir apa selama ini ia di manipulasi oleh Sassya dan Melissa,apa selama ini ia salah. Apa Zee korban selama ini,apa Salma juga korban? Lalu mama dan neneknya? Kenapa makin ke sini ia semakin merasa jika alasan Zee membenci mereka itu murni karna alasan tersendiri. Bukan karna iri.
"Kita pulang sekarang!! Maaf menganggu waktu kalian!!" Ujar Davian dingin,ia memilih diam dulu. Banyak hal yang harus ia tanyakan pada Zee supaya ia tidak bertindak gegabah. Sepertinya Zee benar,Melissa dan Sassya adalah orang yang patut di waspadai keberadaannya.