Story Of Azellea

Story Of Azellea
Pembullyan


__ADS_3

Guys i,m back wkwwk. Maaf ya upnya telat,sebenarnya aku mau up kemarin pagi. Cuma jaringannya gak mendukung wifi di rumahku lemot. Mau online pake data buat buka APK aku gak punya kuota😂😂. Mau keluar rumah mager,so akhirnya aku tunggu sampai jaringannya normal dan untung aja Jaringannya udah bagus jadi aku bisa UP.


Ok sebelum baca like vote comentnya ya,karna itu berguna banget buat nyemangatin aku hehe😁😁


♡♡♡


"Delice gue..."


"Lo siapa? Gak usah sok asik deh!! Gue gak suka di sapa orang munafik yang kerjaan doyan makan temen sendiri."


BangKai sialan,liatkan Delice ngambek!! Gue jadiin camilan kucing Sassya beneran tu orang nanti. Awas aja!!"~Batin Zee tambah geram,namun raut wajahnya ia buat senormal mungkin.


"Lo salah paham Lis!! Gue sama bangkai lo itu gak ada hubungan apa-apa!!"


"Maling emang gak ada yang mau ngaku!! Kalau maling pada ngaku penjara penuh!!"


"Gua bukan maling Elis!! Bokap sama abang gua banyak duit ngapain gua maling!!" Zee mengatakan dengan raut wajah dingin. Ia salah paham dengan pepatah yang Delice maksud.


"Itukan cuma pepatah,gak usah ngeluarin aura dingin lo juga bego ~_~!!" Gerutu Delice dalam hati,sebenarnya ia mau ngakak melihat keluguan Zee. Tapi sebisa mungkin ia tutupi dengan tampang juteknya.


"Guys pulang kuliah nanti kalian berdua main ya ke rumah gue!! Kita ngerjain tugas kuliah bareng."


Delice berbicara tanpa menoleh pada Zee yang jelas-jelas berdiri di depannya saat ini. Seolah sengaja membuat Zee terabaikan.


"Lis!!" Ujar Zee,namun diabaikan oleh Delice.


Zee beralih pada Agatha dan Clara yang tampak tak berniat membantunya."Clar!!! Tha!!"


Namun dua orang itu juga tampak mengangkat bahu acuh,membuat Zee frustasi sendiri. Untung ia masih bisa mengontrol wajah dengan ekspresi biasa saja padahal dalam hati ia terus saja mengumpati teman-temannya,yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.


Pertengkaran kecil mereka tadi tanpa sadar menarik perhatian beberapa orang yang memang kebetulan melihat kelakuan keempat most wanted kampus itu. Terutama seorang wanita yang tampak merekam pertengkaran kecil mereka tadi,kemudian mengirimkan pada seseorang.


"Sepertinya Zee sedang ada masalah dengan teman-temannya." Bunyi caption yang dikirim perempuan tadi pada seseorang.


Sementara di kelas lain,seseorang tampak tersenyum licik."Dikit lagi lo bakal punya musuh selain gue!!"


♡♡♡


"Drtttt." Getaran HP di saku hoodie Zee mengalihkan antensinya dari dosen yang sedang menjelaskan di depan kelasnya.


Mata Zee membulat sempurna saat melihat isi pesan orang tersebut."Gue punya kejutan deh buat lo,lo tau gak kalau papanya Clara itu mantan koruptor!! Dia sekarang lagi di penjara buat nebus kesalahannya. Sayangnya gak ada yang tau berita itu karna mamanya Clara yang merupakan model papan atas berhasil  membungkam mulut media. Tapi ada satu orang terdekat lo selain sahabat lo itu yang tau tentang ini. Dia adalah Davian,abang lo sendiri. Awalnya gue gak peduli sih tentang masalah ini,tapi kayaknya seru kalau gue sedikit main-main!! Gue harap mereka gak tambah benci ya sama lo!!"


"Degg!!" Rasanya jantung Zee ingin meledak dari tempatnya. Matanya menajam dengan tangan terkepal. Sassya mau menjebakknya dan Davian saat ini. Ini tidak bisa dibiarkan,bisa hancur hubungan Davian dan Clara,apalagi hubungan pertemanan mereka dengan Zee.

__ADS_1


"Pak!! Saya permisi ke toilet!!" Ujar Zee dingin,tanpa menunggu jawaban dosennya Zee langsung membawa tasnya keluar kelas membuat anak-anak di kelas bingung termasuk dosennya. Katanya mau ke toilet tapi malah bawa tas,kan aneh.


Tidak hanya dosennya yang bingung, Ketiga sahabatnya juga tampak curiga ada sesuatu yang sedang dikejar Zee. Karna dari raut wajah dan cara berjalan Zee tampak terburu-buru.


♡♡♡


Jam kuliah pertama berakhir,namum Zee bel juga kembali ke kelas sedari tadi. Namun ketiga sahabatnya masih belum berniat menyusul ataupun mencari Zee demi kesempurnaan rencana mereka dalam mengerjai Zee.


Mereka bertiga memilih ke kantin lebih dulu,toh nanti juga Zee bisa menyusulkan?. Begitu pikir mereka.


Namun ada yang aneh saat ketiganya keluar kelas,karna seluruh pandangan mata tampak tertuju pada mereka sepanjang koridor kampus. Sebenarnya bukan hal yang asing jika Delice&genk jadi pusat perhatian karna mereka most wanted. Tapi kali ini tatapannya berbeda terutama pada Clara,tatapannya terlihat jijik dan mengintimidasi.


"Mereka kenapa ngeliat kita sinis gitu ya?" Bisik Agatha pelan pada kedua sahabatnya.


"Gak tau,padahal biasanya gak gini!!  Apa mereka sewot karna kita gak bareng Zee?" Delice mencoba menebak.


"Masa gara-gara itu doang mereka natap kita kayak mangsa!! Tapi coba liat lagi,mereka gak natap kita deh,mereka natap Clara!! Coba liat bener-bener!!" Bisik Agatha lagi.


"Gue? Kenapa gue?" Clara langsung mengamati penampilannya siapa tau ada yang aneh.


"Perasaan hari ini penampilan kayak biasanya,make up lo juga gak ketebalan. Apa coba yang salah? Atau mereka marah karna lo jadian sama Davian?" Tanya Agatha dengan nada masih berbisik.


"Gak taulah,bodo amat!! Selagi gak nyentuh kita gak usah di hirauin!! Ujar Clara cuek.


Mereka terus berjalan sampai ke kantin. Namun saat mau duduk di tempat mereka biasa duduk di situ sudah di isi oleh beberapa anak perempuan yang seangkatan mereka namun berbeda jurusan. Agatha tentu tidak terima tempat duduk mereka yang selama ini tidak pernah di isi orang lain malah sekarang diambil alih.


"Udahlah Tha,cari kursi lain kan bisa." Tegur Clara tak enak karna kini sebagian atensi teralih pada mereka.


"Dengerin tuh,temen lo aja tau kalau kalian memang gak pantes duduk di sini. Terutam yang ngomong barusan. Mungkin sadar kali,kalau anak kuroptor gak pantes duduk di sini. Bahkan kuliah di sini. Ngerusak citra kampus aja." Ujar salah satu cewek tadi sambil menatap Clara sinis.


"Brak!! Maksud lo apaan? Gak usah sembarangan ngomong. Kita bisa tuntut lo atas pencemaran nama baik ya!!" Delice langsung berang saat mendengar hinaan yang jelas ditujukan untuk Clara. Ia tau fakta itu,tapi ia tidak terima jika ada yang menghina Clara. Itu bukan salah Clara.


"Sayang sih,dulunya gue kira Clara emang pantes buat diidolain. Cantik,pinter,tapi pas tau bokapnya gak bener,gue jadi takut kalau anaknya gak beda jauh. Maklum buah jatuh gak jauh dari pohonnya." Suara anak lain terdengar ikut mencemooh Clara.


"Pergi sana!!"


"Dasar anak koruptor!!"


"Gak pantes lo ngampus di sini!!"


"Apaan sih jijik banget gue liatnya!!"


"Kalau gak salah nyokapnya model!! Pasti nyokapnya juga gak bener,pakai cara haram buat dapetin polularitas!!"

__ADS_1


Banyak lagi cemoohan lainnya yang terdengar dari ratusan mahasiswa yang berada di kantin. Bahkan beberapa sengaja melempari Clara debgan sedotan bekas,bahkan makanan bekas.


"Woi!! Gila ya lo semua!! Clara gak salah!! Bokapnya yang korupsi kenapa Clara yang kalian hujat!!


Agatha merentangkan tangannya di depan Clara yang sudah menangis sesegukan. Clara bahkan sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya karena malu.


"Gak usah di belain!!"


"Heran,masih aja ada yang mau temenan sama manusia sampah kayak gitu!"


"BERHENTI,SIAPA YANG IZININ KALIAN BIKIN TINDAKAKAN BULLYING DISINI!!" Teriakan seseorang yang baru saja datang membuat mereka di situ berhenti membully Clara.


Davian yang tadi berniat makan bersama Clara malah mendapat pemandangan tak mengenakan yang membuat darahnya mendidih. Tanpa aba-aba ia langsung menarik badan Clara yang sudah basah kuyuk terkena siraman air ke dalam pelukannya.


Begitupun dengan Agatha dan Delice yang langsung di tarik oleh Kaivan dan Arkhan. Sedangkan Nathan ikut menghampiri Clara yang tampak gemetar.


"Bubar lo semua!! Ngapain masih di sini!! Kalian pikir kita lagi buat sirkus??" Teriak Arkhan berang,bagaimana tidak adik kesayangannya ikut jadi korban.


"Mana tadi yang berani bully adek gue?? Maju sini?? Bully lagi,gue mau lihat sehebat apa kalian sampai berani bikin adek gue berantakan kayak gini."  Nathan maju ke tengah kantin,menatap satu persatu orang di situ. Tidak ada yang menjawab semuanya tampak berbisik satu sama lain kemudian bubar satu persatu.


"Kelakuan kalian yang kayak anjing ini gak pantes,buat kuliah di kampus sini. Masih ada yang gak bubar dari sini,gue lemparin kursi lo pada!!" Ujar Kaivan dingin,tangannya bahkan sudah memegang sandaran kursi yang siap di lemparkan pada objek manapun yang berani mengusiknya.


Ancaman Kaivan rupanya ampuh, terlihat satu persatu orang bubar. Sampai akhirnya menyisakan mereka bertujuh di situ.


"Michelle mana?" Tanya Kaivan tiba-tiba membuat mereka di situ tampak menoleh satu sama lain. Davian bahkan baru sadar kalau adiknya tidak ada di situ.


"Zee tadi kita kerjain,sampai dosen masuk dia izin ke toilet tapi sampai sekarang belum balik." Agatha menjawab sambil mengingat kejadian pagi tadi.


"Ngerjain gimana? Lo pada gak ada yang niat nyusul dia? Kalian sahabat dia bukan sih!! Kalau dia kenapa-napa gimana? Lo pada lupa Zee belum lama keluar dari rumah sakit!!" Gerutu Arkhan sedikit emosi.


"Maaf!!" Lirih Agatha,Delice,dan Clara berbarengan.


Ditengah obrolan mereka tampang seoarang cowok dengan postur tinggi berlari tergesa-gesa  menghampiri mereka.


"Davian!! Azellea berantem sama Sassya!!"


♡♡♡


Yahhh digantung lagi😂😂😂


Lanjut gak nihhhh? Double up gak nih?😂😂 Jangan deh ya,lain kali aja double up nya. Kasian novel otor yang lain dianggurin hehe.


Otor juga gak bisa dipaksa ngetik terlalu banyak. Kasian tangannya tremor wkwkwk.

__ADS_1


Like vote coment ya guys.


Aku senang deh kalian antusias banget di cerita ini. Diantara tiga novelku. SOA yang viewnya paling banyak. Tapi gak ada salahnya ya kalau kalian mau baca novel aku yang satunya lagi. Genrenya CEO guys klik profilku. Kalau yang satu lagi gebre fiksi remaja baca juga ya,itu novel baru hehe😁😁😁


__ADS_2