
"Licik" Batin Zee.
♡♡♡
"Aku senang kakak datang." Sassya tau-tau sudah nemplok di lengah sebelah kanan Zee membuat Zee berada di tengah antara Davian dan Sassya.
Zee hanya diam tak merespon ucapan Sassya. Pandangannya masih fokus ke depan,hingga beberapa detik MC kembali membuka suaranya.
"Jadi teman-teman seperti yang sudah kalian dengar. Di hadapan kita kali ini sudah berdiri pemilik resmi kampus tercinta kita yang ternyata adalah anak kedua dari tuan William. Mungkin sebagian dari teman-teman di sini penasaran dengan sosok nona muda kedua ini? Ada yang penasaran?" Tanya MC tersebut yang di sambut riuh oleh tamu undangan yang juga taknkalah penasaran dengan sosok gadis cantik di depan mereka itu.
"Oke,saya yakin semua dari kita pasti sudah kenal dengan sosok Sassya dan Bellevara William dan Davian Ardana William,tapi saya yakin rata-rata dari kita di sini pasti baru melihat Azellea William Michelle. jadi ada baikknya kita beri Michelle sedikit pertanyaan ya. Setuju guys??" Tanya MC kembali dengan nada lebih bersemangat bersemangat.
Tamu undangan terdengar menjawab setuju secara kompak.
"Oke,karena teman-teman kita udah setuju sekarang kita tanya Michellenya ya."
"Michelle, keberatan kalau kita kasih sedikit pertanyaan?" Tanya MC pria tersebut yang di sambut gelengen oleh Zee pertanda ia tak keberatan. Bagaimana pun juga Zee punya kewajiban menjaga nama baik papanya.
"Oke,pertanyaan sekaligus sedikit permintaan ya. Pertama bisa Michelle perkenalkan diri Michelle secara personal,lalu kenapa selama ini kami tidak pernah melihat Michelle bersama Davian atau Sassya,terakhir dimana sebelumnya Michelle kuliah dan kenapa baru pindah ke Universitas Vripagold?"
Zee terdiam sebentar,sebelum akhirnya mengambil alih mikrofon di hadapannya.
"Halo semuanya,saya Azellea William Michelle dari fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Bisnis. Seperti yang sudah di bilang sebelumnya,saya baru saja pindah ke kampus ini beberapa hari yang lalu. Sebelumnya saya memang berkuliah di kampus yang berbeda dengan kedua saudara saya. Sebelumnya saya berkuliah di Unvesitas Andalanesia hingga seminggu yang lalu papa meminta saya untuk berkuliah di kampus ini." Jelas Zee panjang lebar.
"Lalu tadi pertanyaan kedua,kenapa saya tidak pernah terlihat bersama Davian dan Sassya. Alasan sederhana,saya pribadi sebenarnya tidak suka menjadi perhatian publik,saya rasa semua dari kalian pun tahu bagaimana kehidupan dari keluarga kami yang akan selalu menjadi sorotan media,karena itu selama ini saya mencoba untuk tidak terlibat dalam urusan apapun yang melibatkan media. Di samping itu,saya juga sedikit keberatan jika harus menyandang nama besar keluarga saya setiap saat."
"Mungkin kalian bingung dengan alasan saya,tapi saya rasa setiap anak punya pilihan masing-masing termasuk saya. Terimakasih." Tutup Zee dengan singkat. Setelahnya gadis itu memilih memundurkan tubuhnya agar kembali sejajar dengan Davian dan Sassya.
MC tadi memilih menyudahi sesi pertanyaan. Mungkin rasa penasaran mereka sedikit terjawab dengan penjelsan dari Zee barusan. Hingga akhirnya acara kembali berlanjut namun kali ini Zee tidak di biarkan turun dari podium. Ia lebih dulu di tarik Davian untuk duduk di kursi khusus tamu VIP.
Sebelum duduk Zee melirik sedikit ke arah para tamu VIP lain. Matanya menangkap sosok salah satu sahabatnya Kai yang juga merupakan tamu VIP karena dirinya salah satu anggota BEM. Pria itu tengah menatap Zee dengan tatapan yang sulit di mengerti bahkan oleh Zee sendiri.
__ADS_1
Lain halnya dengan dua pria yang berada di samping Kaivan. Mereka justru menatap Zee penuh arti seolah gadis tersebut adalah sebuah taruhan yang harus dimenangkan.
Sementara di sudut ruangan seseorang memperhatikan Zee dengsn tatapan misteriusnya.
"Kita bertemu Azellea William Michelle. Gue jamin lo gak bakalan bisa ngelak lagi kali ini." Batin seseorang.
♡♡♡
Acara terus berlangsung dengan meriah,dari pemotongan kue dan lain sebagainya. Hingga yang terakhir,tibalah mereka di acara penutupan atau lebih tepatnya acara bebas di mana ini adalah sesi yang paling di tunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa dan mahasiswi Vripagold yang sudah punya pacar dan pasangan.
Acara tersebut tak lain adalah pesta dansa. Zee memutar matanya ke sana kemari saat melihat lampu sudah di padamkan dan di ganti dengan paduan cahaya lilin dan beberapa lampu tumbler yang sudah di pasang membuat suasana hiruk pikuk tadi berubah jadi romantis. Kecuali untuk para jomblo tentunya.
"Gue mau pulang ." Ujar Zee memecah kesunyian di antara ia,Davian dan Sassya.
Davian dan Sassya yang masih duduk di samping Zee tampak menoleh ke arah gadis itu secara kompak.
"Kenapa pulang? Acaranya kan belum selesai. Lo pulang bareng gue dan Sassya aja."
"Gue bawa mobil,lagipula jebakan kalian berhasil kan? Gue udah datang ke sini,semua orang di kampus juga udah tau siapa gue bahkan mungkin orang-orang di luaran sana. Jadi apa lagi?" Tanya Zee dingin.
"What are you doing dad?" Tanya Zee dengan nada kaget.
"Mana kunci mobil kamu? Papa mau pinjam buat pulang."
Zee melotot mendengar ucapan papanya.
"Big no!! Aku mau pulang sendiri. Papa pake aja mobil bang Vian atau minta jempur supir,apa susahnya sih."
"Zee,kamu tidak mau papa geledah di depan banyak orang kan?" Tanya William mengintimidasi.
Zee menghela napas berat."Nih!" Ucap Zee yang dengan terpaksa meletakkan kunci mobil Porche miliknya ke tangan sang papa.
__ADS_1
"Good girl." Davian dan William berbarengan menepuk pucuk kepala Zee yang langsung di tepis dengan kasar oleh Zee.
"Nikmati aja pestanya kak. Mau Sassya ambilin minum?" Tanya Sassya lembut.
"Gak usah sok baik." Balas Zee dingin.
Sementara itu di kursi sudut,Kaivan masih tampak mengawasi Zee dengan mata elangnya. Di sebelahnya Arkhan yang tak sengaja menoleh ka arah temannya jadi agak aneh melihat tatapan Kaivan yanh seperti hendak memakan Zee hidup-hidup.
"Kai!!" Arkhan menepuk pundak Kaivan dengan pelan.
Kaivan menoleh dengan raut datarnya."Kenapa?" Tanyanya.
"Lo ngapain liatin future gue kayak gitu?" Tanya Arkhan to the poin.
Sepasang mata elang milik Kaivan langsung menatap Arkhan dengan pandangan marah sekaligus kaget.
"Jadi Michelle cewek yang waktu itu lo maksud?" Tanya Kaivan.
"Iyalah,siapa lagi. Lo gak liat,rambut dia coklat,mata biru. Dia itu cewek yang gue ceritain beberapa hari yang lalu."
"Kalau jodoh emang gak kemana ya Ar." Nathan yang berada di samping Arkhan tau-tau ikut menimbrung.
"Yoi bro!! Andai kan di situ gak ada abangnya. Udah gue gendong tuh cewek ke lantai dansa." Ucap Arkhan dengan kedua mata berbinar dan tidak lepas dari sosok Zee.
"Gak sekalian ke kamar?" Goda Nathan yang langsung mendapat pukulan di belakang kepalanya.
"Jangan ngajarin adik gue hal yang gak bener." Tegur Zergan dingin.
Sebenarnya sedari tadi Zergan sudah setengah mati menahan rasa panas yang mendadak menjalar di relung hatinya.
Sementara itu di sisi lain Kaivan sudah memasang wajah datarnya kembali,namun jauh di dalam lubuk hatinya ia juga merasakan hal yang sama seperti yang Zergan rasakan.
__ADS_1
"Menarik." Batin seseorang.
♡♡♡