Story Of Azellea

Story Of Azellea
Diantar Papa


__ADS_3

Hallo semua,maaf sebelumnya,jangka waktu update aku yg tidak menentu dan terlalu lama mungkin membuat kalian bosan. Tapi walau begitu aku senang,karena ternyata masih ada dari kalian yang menyimpan novel ini di rak favorit.


Seperti yang aku bilang di novel sebelah kemarin. Aku gak up karena sakit,tapi sekarang udah gak. Sebenarnya udah hampor seminggu ini sembuh beberan,dan ketikan ini sebenarnya udah dari kemarin aki draff-in dan baru sempat up. Jadi langsung aja ya wkwkw😁.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sedikit lagi..." Batin Zee sambil tersenyum kecil. Sebelum akhirnya memilih pamit ke kamar dengan alasan belajar.


.............


Sekitar jam sepuluh malam,barulah Zee selesai mengerjakan tugas-tugas kampusnya. Ia bahkan sudah menguap beberapa kali karena menahan kantuk sedari tadi. Beberapa hari ini Zee memang lebih mudah mengantuk,mungkin karena terlalu lelah harus bekerja dan kuliah. Tapi Zee tidak mempermasalahkannya.


Kegiatannya saat ini jauh lebih baik,ketimbang dirinya dulu yang lebih sering kelayapan tidak jelas,bahkan terkadang ikut tawuran tidak jelas,nongkrong di tempat yang tidak sewajarnya. Semua pernah Zee rasakan dengan alasan untuk mendapatkan ketenangan.


...****************...


Selesai membereskan beberapa barang yang akan ia bawa ke kampus besok pagi. Zee pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk menggosok gigi sebelum tidur. Setelah selesai barulah ia naik ke atas tempat tidur.


Sepuluh menit berlalu,Zee hampir saja tertidur jika notifikasi handphonenya tidak berbunyi dan mengganggu pendengarannya. Dengan nyawa yang setengah di alam sadar,Zee berusaha memicingkan matanya untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan di tengah malam begini.


Bukan apa-apa,hanya saja ia tak punya banyak kontak ataupun grup di HP nya. Jadi jika ada yang mengirim pesan,pastilah itu dari orang-orang terdekatnya,dan bisa jadi hal itu penting. Karena itu Zee tidak akan mengabaikannya.


...----------------...


..."New Message"...


📩Kaivano .A.


"Vidio🎥"


"Kemungkinan Melissa punya


selingkuhan di Singapura!!"


"Ada beberapa vidio yang gua


dapet dari orang suruhan gua"


"Itu salah satunya!!"


"Kalau lo ada waktu,bsk ikut gua


ke markas."


^^^^^^📤Azellea .W.M.^^^^^^


^^^"Gua temuin lo di markas^^^


^^^besok,sepulang dari kantor."^^^


...----------------...


Selesai membalas pesan dari Kai,Zee langsung menjatuhkan HPnya ke bawah bantal dan tertidur. Sungguh rasa penasaran di otaknya,tidak mampu mengalahkan kantuk yang sudah melanda kedua matanya.

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩ


Pukul lima pagi,Zee kembali terbangun karena suara gaduh alarm yang cukup mengaung di dalam kamarnya. Zee ingin mengumpati dirinya sendiri karena menyetel alarm terlalu keras,dan berujung membuatnya kaget sendiri.


Dengan setengah kesadaran yang sudah terkumpul,gadis itu langsung beranjak dari tempat tidur,dan menyambar handuk di depan kamar mandi,kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan rutinitas pagi,sebelum berangkat kuliah.


Kurang lebih 15 menit Zee keluar dari kamar mandi dengan handuk bertengger di kepalanya. Memang sudah kebiasaan Zee untuk keramas di pagi hari jika ia tidak buru-buru. Karena bagi Zee keramas di pagi hari,justru membuat kepalanya dingin dan ia akan lebih fokus saat kuliah dan bekerja nantinya.


Sambil mengeringkan sisa air yang menempel di sekitar leher dan lengannya,Zee masuk ke dalam walk-in closet untuk mengganti pakaiannya kemudian keluar lagi untuk mengeringkan rambutnya serta merias penampilannya.


****************


Tepat setelah Zee selesai mengeringkan rambutnya, pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang. Kali ini Zee tidak mau menebak itu Davian,karena ia ingat semalam papanya menginap di sini. Ia tidak mau salah orang lagi.


Sambil menenteng tas berisi buku dan laptopnya Zee menyambar kunci mobil yang di letakkan di samping pintu sembari membuka pintu sekaligus memastikan siapa yang baru saja mengetuk,dan benar saja dugaan Zee. William sudah tersenyum lebar dengan apron yang masih melekat di tubuhnya. Seolah meyambut kedatangan Zee.


Tidak seperti biasanya,kali ini Zee membalas senyuman William dengan sebuah sapaan selamat pagi yang selama tigabelas tahun ini hampir tidak pernah Zee lakukan.


"Pagi pa!!" Sapa Zee canggung,sembari tersenyum kikuk. Bahkan kedua pipinya terasa panas hingga ke telinga saking gugupnya. Sumpah baru kali ini Zee ingin menenggelamkan dirinya ke laut karena malu dan canggung.


"Morning my little girl!! papa a préparé le petit déjeuner pour toi et davian." (Selamat pagi gadis kecilku. papa sudah buatkan sarapan untukmu dan Davian).


"Thanks dad." Jawab Zee singkat,karena masih sedikit malu atas tindakannya barusan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Sedikit catatan.....


"Zee itu blasteran,ya!! Neneknya dari Perancis,dan kakeknya dari London. Jadi papanya bule beneran,but karena waktu itu papanya ketemu sama mama Zee yang dapat beasiswa di London(Ada ceritanya dipart awal2 dulu),akhirnya Zee gak jadi bule,tapi blasteran Indo-Eropa. Begitulah kehaluanku😉🙂😁"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Lu udah bangun?!!" Tanya Zee pada Davian dengan begonya.


"Belum!!" Jawab Davian dingin. Sudah jelas sedari tadi ia berdiri di situ memperhatikan keduanya.


"Ishh!!" Gerutu Zee kesal. Membuat William tersenyum, ia tidak bisa membayangkan bagaimana kegiatan Zee dan Davian selama mereka tinggal bersama. William bahkan tak yakin apa mereka pernah akur dengan segala tingkah keduanya saat ini. Seketika William kembali menyesal karena sedari dulu tidak mencoba memperbaiki hubugannya dengan Zee.


"Buruan sarapan!! Gua ada kuliah pagi!!" Ujar Davian greget karena Zee dan William yang malah kembali mematung dengan perhatian tertuju padanya.


"Ishh...!! Lo pikir gua gak? Lagian siapa suruh lo di situ. Dapur kan di sana,bukan di pojokan situ,lo bisa duluan makan di sana." Jawab Zee sekenanya sambil berjalan ke arah dapur di ikuti William di belakangnya.


"Banyak bacot!! Udah syukur gua nungguin lo!! Lagian lo mesti berangkat kuliah bareng gua hari ini." Jelas Davian panjang lebar begitu sampai di depan meja makan.


Alis Zee langsung berkerut aneh...."Lah gua kan punya mobil,ngapain bareng lo?"


"Ban mobil belakang lo ban bocor pas gua pakai buat belanja semalam. Jadi tadi pagi udah gua kirim ke bengkel."


"Hah!!? Bukannya kuncinya ada gue? Kok bisa lo pake?"


"Kan kuncinya emang di gue dari setelah lo sakit. Kunci yang di elo kan cuma kunci cadang."


"Lalu?? Kenapa gua gak bawa mobil lo aja? Lo naik taxi sebagai bentuk hukuman udah pake barang gua dan gak di jaga."

__ADS_1


"Gak bisa!! Gua jemput Clara pagi ini!! Dia kan juga ada kuliah pagi,lo lupa?"


"Heh!! Gua sama dia satu kelas bego!! Lo pikir gua betah jadi nyamuk dan satu lagi,lo bawa mobil lemot!!"


"Lo...."


"Vian...!!.....Zee.....!! Bisa berhenti berdebat,kalian bisa terlambat ke kampus kalau terus berdebat di sini."


"Dad,h**e sucks!!"


"Lo yang nyebelin!! Gua udah kasih jalan tengah!!"


"Stop it!!!" Bentak William geram.


"Zee kamu papa anter!! Davian berangkat sendiri,sekarang kalian berdua sarapan yang tenang. Papa mau mandi dulu!!" Putus William seraya menarik bangku dan mendudukkan Zee di sana. Kepalanya sudah terlalu pusing melihat kelakuan Zee dan Davian sepagi ini.


"Tapi....."


"GAK ADA PENOLAKAN!!" Potong William saat mendengar Zee yang sepertinya hendak protes.


Akhirnya Zee dan Davian sama-sama diam sepeninggalan Davian. Keduanya langsung bertingkah bak anak penurut yang kini dengan patuhnya memakan pancake buatan William dalam diam. William yang belum benar-benar masuk ke dalam kamaranya sontak tersenyum saat melihat tingkah Zee dan William yang malah terkesan lucu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sarapan sudah selesai,Davian pun sudah lebih dulu berangkat. Tinggallah Zee yang belum meninggalkan meja makan dan memilih memainkan handphonenya sambil menunggu kedatangan William.


Tak lama kemudian William sudah keluar dengan stelan kemeja putih dan celana panjang berwarna hitam membuat pria paruh baya itu tampak semakin gagah. Bolehkah Zee bilang jika papanya itu sangat keren dan tidak pernah tua di matanya saat ini. Aneh memang,baru kali ini Zee merasa kagum dengan sosok papanya sendiri.


"Davian sudah berangkat?" Tanya William sembari merapikan kancing kemeja di bagian tagannya kemudian duduk di samping Zee.


Zee hanya mengangguk,kemudian melihat jam yang melingkar di tangannya,baru menunjukkan pukul tujuh kurang. Sedangkan kuliahnya baru di mulai jam delapan. Ia tidak heran kenapa Davian berangkat awal, tentu saja karena cowok itu ingin berlama-lama di dalam mobil bersama Clara. Itulah salah satu alasan kenapa Zee malas berangkat bersama Davian.


"Papa sarapan dulu deh!! Zee masuk jam delapan." Ujar Zee berusaha berbicara sebiasa mungkin dengan William.


"Beneran gak apa-apa? Gak akan bikin kamu telat kan?"


"Gak kok!! Lagian kalaupun berangkat jam setengah delapan Zee pasti datang tepat waktu." Ujar Zee bangga. Sepertinya ia lupa jika sedang berbicara dengan papanya,dan sekarang ia tidak sadar membuka aibnya yang suka kebut-kebutan.


"Zee suka ngebut ya?" Pancing William sambil memasukkan potongan pancake ke mulutnya.


Dengan polosnya Zee mengangguk.


"Iya...gua juga pernah.....!!.....e..eh..." Detik berikutnya Zee sudah sadar berbicara dengan siapa. Untung saja ia tidak melanjutkan ucapannya jika ia pernah di tilang polisi akibat ngebut.


"Zee tunggu di ruang tamu aja deh!! Kalau papa udah selesai kita berangkat!!" Ujar Zee sambil buru-buru beranjak meninggalkan William yanh tampak terkekeh kecih melihat kelakuannya.


...----------------...


"Mulut sialan!! Ngapain lo pakai ngomong sih!! Dasar gak bisa jaga rahasia!!" Geram Zee sambil menepuk-nepuk mulutnya.


"Ting"


Notifikas di HP Zee berbunyi. Ada dua pesan masuk,yang satu dari Kai yang mengingatkan Zee untuk ke markas sore nanti. Satunya lagi dari Arkhan yang menanyakan apakah ia sudah berangkat. Zee memilih membalas pesan Arkhan terlebih dahulu dengan mengakatakan ia akan diantar William. Awalnya cowok itu sempat heran,bagaimana William bisa ada di situ,namun Zee langsung menjelaskan secara singkat membuat Arkhan mengerti.

__ADS_1


Barulah setelahnya Zee membalas pesan Kai,tak lupa ia menyuruh cowok itu agar membawa motornya ke kampus. Ia tidak mungkin meminta Davian atau Arkhan mengantarnya ke markas,apalagi papanya. Bisa-bisa misinya dan Kai terbongkar,sedangkan Zee tak mau melibatkan banyak orang karena takut timbul masalah baru.


__ADS_2