Story Of Azellea

Story Of Azellea
Arkhan Cemburu


__ADS_3

Sebelum lanjut author mau minta maaf ya,otor kemarin gak up beberapa hari karna kita di sini lagi ada musibah banjir,terus ada pemadaman listrik dan jaringan 5 hari kemarin jadi baru bisa on sekarang. Gitu doang sih skipp ke ceritalah wkwk😁


♥♥♥


Hari beranjak siang ketika Davian,Zee serta Arkhan keluar dari pusa perbelanjaan. Dengan menenteng sejumlah paper masing-masing mereka bertiga memilih mencari tempat untuk bersantai siang sekaligus jalan-jalan,karna nanti sore mereka bertiga akan pulang. Bagaimanapun juga mereka bertiga sudah beberapa hari tidak kuliah.


♡♡♡


Di perjalanan......


"Bang kita cari cafe outdoor ajalah ya. Biar sekalian makan siang sambil nikmati pemandangan,gimana?" Usul Zee pada Davian yang kini tengah mengemudi.


"Ngikut aja,lo tau tempatnya dimana?"


"Tadi gue udah cari info di google, coba abang liat jauh gak lokasinya dari sini." Ujar Zee sambil menyerahkan HP~nya yang langsung sambut oleh Arkhan karna Davian masih menyetir.


"Gak sih,dikit lagi nyampe nih 2 belokan lagilah. Gimana?" Tanya Arkhan memberi tahu Davian.


"Ya udah kesana aja kalau gitu. Lo juga maunya kesana kan?" Tanya Davian yang tentu ditujukan untuk Zee.


"Hm" Jawab Zee singkat.


♡♡♡


Kurang lebih 15 menit,mobil yanh dikendarai mereka sampai di depan cafe yang tampak elegen dengan desain outdoor yang pastinya instagramable di kalangan milenial.


"Wihh,mantap tampilan nih cafe. Sabilah buat di tiru. Kalau target pasarnya anak muda desain kayak gini sih untung banyak!!" Kagum Arkhan,Zee hanya mengangguk membenarkan ucapan Arkhan.


"Ada tempat buat main skeatboard juga tuh,di pinggir sana." Tunjuk Davian membuat Zee dan Arkhan menoleh ke arah sana secara bersamaan.


"Wah!! Beneran ada ternyata!! Udah lama banget gue gak main skeatboard, abis makan siang gua kesana ya bang." Ucap Zee penuh semangat.


"Panas-panas gini? Lo yakin?" Tanya Davian ragu.


"Bentaran doang,gak sampe satu jam deh. Kan nanti juga balik ke Jakarta, sabilah gue main dulu. Pleaseeeeee!!" Pinta memelas.


"Ya udah iya!!" Jawaban singkat dari Davian membuat Zee melompat kegirangangan.


"Thanks bang Vian,lo emang baik deh sekarang!!" Pekik Zee sambil mencubit gemess pipi Davian,membuat Davian meringis. Bukan karna sakit tapi karna malu banyak orang lalu lalang yang melihat interaksi mereka.


"Gak usah cubit-cubit ngapa dek!! Malu tahu diliatin orang lewat!!"


"Udah!! Udah!! Daripada lu berdua ribut di sini,mending kita masuk le cafe deh. Gue pengen liat-liat menu di dalam siapa tahu bisa di tiru buat cafe gue." Lerai Arkhan sambil nyengir di akhir kalimatnya.


"Kuylah,gara-gara bang Vian nih jadi panjang urusannya." Ucap Zee seenaknya membuat Davian melongo.


"Salah gue dimana bambang!!"~batin Davian protes.

__ADS_1


Tak mau memperpanjang urusannya dengan Zee,Davian memilih masuk mendahului Zee dan Arkhan.


"Kalau lama-lama debat sama Zee,bisa-bisa kita di sini sampe sore. Dasar cewek emang gak mau kalah!!" Kesal Arkhan dalam hati.


~♥♥♥~


"Wihh ademmm banget pemandangan dari sini ternyata." Ujar Zee kagum dengan desain interior cafe,yang bener-bener kekinian dan menyejukkan mata.


"Sering-seringlah kita ke sini,kalau hari libur bang. Tapi gak usah ajak Sassya ya,kita doang." Pinta Zee spontan.


Tak lama pelayan cafe datang ke meja mereka,ketiganya pun langsung menyebutkan pesanan masing-masing dan pelayan tadi pun pergi untuk mengambilkan pesanan.


Setelah beberapa saat pesanan mereka datang. Lagi-lagi Zee antusias melihat tata letak makanan yang di cafe tersebut.


"Kalau tampilan cakenya kayak gini, gue jadi gak tega buat ngunyah." Lirih Zee sambil menatap sendu dessert yang ia pesan barusan.


"Ya udah,lo makan steak aja kalau gitu. Dessertnya buat gue sama Davian juga boleh." Ucap Arkhan santai,membuat mata Zee melotot.


"Cihh,mending gue makan sendiri. Daripada cake selucu ini masuk ke mulut lo,gak ikhlas gue!!" Ujar Zee sambil menggeser cake di hadapannya ke samping minuman mililknya supaya jauh dari jangkauan Arkhan.


Arkhan dan Davian hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah Zee yang kadang,kekanak-kanakan.


~♥♥♥~


"Akhirnya dengan berat hati kemakan juga dessert gue." Pekik Zee sedikit kecewa dengan mulutnya namun juga berbinar karna tekstur cake yang benar-benar lembut di mulutnya.


Davian hanya bisa mengangguk pasrah,sementara Arkhan menepuk pundak Davian iba.


"Lo gak sekalian nyusulin Zee?" Tanya Arkhan kemudian.


"Gak usah,kalau dia udah nitip sesuatu kayak gitu. Berati dia gak mau di susulin,jadi kita tunggu di sini aja sampai ntar." Jawab Davian sambil menyeruput minuman di depannya.


Arkhan mengangguk paham.


~♥♥♥~


"Bang di sini kalau main skeatboard kudu beli atau nyewa?" Tanya Zee pada seseorang yang sepertinya  menyediakan perlengkapan bermain skeatboard dan juga sepeda di situ.


"Beli bisa,kalau mau nyewa juga boleh." Jawab orang tersebut ramah.


"Gua beli skeatboardnya satulah." Jawab Zee setelah berpikir sebentar.


Setelah melakukan pembayaran,Zee langsung meluncur ke arena permainan dengan gesit.


"Bentar pakai headset dulu,kayaknya gua bawa deh tadi di saku." Guman Zee pelan sambil meraba-raba saku hoodienya.


"Nah dapat!!" Pekik Zee girang,sampai tak menyadari jika dirinya sedang berdiri di atas papan skeatboard. Alhasil keseimbangannya goyah dan....

__ADS_1


"Brukkkk...." Zee menabrak seorang pemain yang juga sedang meluncur deras kearahnya.


"God,skeatboard gue!!" Pekik Zee sambil berlari mengejar skeatboardnya yang masih meluncur deras.


Orang yang baru saja di tabrak oleh Zee meringis melihat kelakuan Zee sekaligus menahan perih luka lecet yang barusan di dapatnya.


"Nah kan ketangkep,makanga jangan lari-lari!!" Ujar Zee sambil menepuk-nepuk badan skearboard yang baru saja di ambilnya.


Dengan langkah santai ia berjalan ke arah orang baru saja di tabraknya tadi."Gimana bang? Enak nyungsepnya? Makanya jangan ceroboh,udah tahu gue lagi sibuk nyari headset lo main ngeluncur aja nabrak gue!!" Omel Zee seenaknya pada cowok yang barusan ditabraknya.


"Lah,salah gue? Bukannya elo yang ceroboh." Ujar cowok tadi sambil bangun dari posisinya dengan sedikit tertatih."Lo yang gak liat jalan kok jadi gue yang salah,harusnya lo minta maaf sama gue. Lo liat lutut gue lecet,siku gue juga berdarah."


Zee mengernyit meneliti badan cowok yang barusan ditabrak olehnya."Hehe gue minta maaf deh,terus harus gimana? Nganterin lo ke rumah sakit? Gue gak bisalah bang,ntar sore gue mau balik ke Jakarta. Gak sempat kalau harus jagain lo di sana,lagian kita impaslah skeatboard gue rodanya bengkok nih." Ujar Zee mencoba bernegoisasi dengan menunjukkan roda skeatboardnya yang sudah bengkok.


"Atau lo mau gue kasih duit aja buat berobat? Gue telpon abang gue dulu deh." Zee buru-buru mengambil HP di sakunya,pria di depannya hanya memandang Zee dengan tatapan datar.


"Bang Vian,lo sama Arkhan bisa samperin gue gak? Gue bikin masalah nih di lapangan skeatboard,sekalian cake gue dibawa abis ini kita pulang." Semprot Zee dari seberang telpon tanpa melupakan cakenya.


"Beres,habis ini abang gue datanh buat tanggung jawab. Lo tenang aja gak lama kok,abang gue makan di cafe situ." Jelas Zee sambil menunjuk ke arah cafe tempat ia makan siang tadi. Cowok di depanya mengikuti arah telunjuk Zee.


"Bukannya itu cafe gue? Jadi nih cewek habis makan di situ,terus dia minta di bawain cake. Dia suka cake? Menarik juga nih cewek." Batin cowok tadi sambil tersenyum dalam hati. Namun ekspresi diluarnya tetap datar.


"Gak usah tanggung jawab,gue gak butuh. Gue bisa ke rumah sakit sendiri." Ujar cowok tadi dengan nada datar. Tak lama setelahnya Arkhan dan Davian datang di susul oleh satu cowok di belakangnya.


"Farrel lo gak papa??"


"Zee lo gak papa??"


Dua pertanyaan berbeda meluncur bersamaan membuat kedua pemilik nama saling bertatapan. Kemudian berbalik menatap orang-orang yang barusan datang.


"Ngapain lo ke sini Sat?" Tanya cowok yang di panggil Farrel tadi.


"Nyamperin lo lah, itu lutut lo sama siku lo kenapa berdarah??" Tanyanya heran.


"Ehhh... Itu gara-gara gue!! Sorry ya gak sengaja tadi." Ucap Zee pelan sambil menunduk karna malu.


Arkhan dan Davian yang melihat itu hanya bisa garuk-garuk kepala."E...uhmm..maafin adek gue ya,dia emang ceroboh kadang-kadang." Ujar Davian gugup, karna tak enak hati. Sementara Zee hanya bisa nyengir kuda.


"Sans,gapapa." Jawab cowok yang di panggil Farrel tadi dengan ekspresi datar.


"Gue antar lo ke rumah sakit deh,sekalian kita pulang. Boleh kan bang Vian?" Tanya Zee sekali lagi.


"Gak usahlah,udah Satria di sini. Lagian rumah gue deket sini,lain kali hati-hati kalau lagi main skeatboard." Ujar Farrel dengan nada lebih ramah pada Zee.


"Sorry juga udah ngerusak skeatboard lo. Kapan-kapan gue ganti deh kalau ketemu lagi,gue gak bawa sekarang." Ucapan Farrel tadi membuat Zee tersenyum lega. Setidaknya ia tidak terlalu merasa bersalah.


"Kita pamit balik ya udah mau sore soalnya." Ujar Zee sambil menarik tangan Davian dan Arkhan agar kembali ke mobil.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan Arkhan lebih banyak diam,hatinya sedikit dongkol melihat Zee bersikap manis pada orang-orang tadi. Ia ingat bagaimana kasarnya Zee dulu saat pertama kali bertemu dengannya tapi tadi dengan senyum manisnya Zee meminta maaf pada orang yang baru di kenalnya. Jujur saja ia 'cemburu'."


__ADS_2