Story Of Azellea

Story Of Azellea
Pertengkaran Dua Orang Sahabat


__ADS_3

Guys hari ini aku bom up ya. Mungkin ada beberapa efisode yg lama reviewnya tapi aku usahain hari ini end. Thanks for you support selama ini.....


♡♡♡


Hampir jam sepuluh malam,Zee meluncur turun dari balkon kamarnya dengan bantuan seutas tali,ia berhasil turun dari balkon lantai tiga dan mendarat di kebun samping yang berada tepat dibawah kamarnya.


Setelah memastikan keadaan aman,Zee kembali berjalan mengendap-endap menuju gudang belakang. Ia harus mengambil tangga di sana agar bisa memanjat ke luar tembok yang membatasi rumahnya dengan jalan raya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tappppp!!!"


Bunyi hentakan sepatu terdengar memecah kesunyian begitu Zee mendarat di jalan raya,setelah berhasil memanjat tembok rumahnya sendiri.


"Aman kayaknya,gue cuma perlu jalan dikit ke depan. Taxinya pasti udah di sana." Zee bermonolog pada dirinya sendiri.


Sambil membersihkan tangan dan lututnya yang sedikit kotor terkena debu jalanan,Zee melanjutkan langkahnya menuju persimpangan jalan,dimana tadi ia memberitahukan sopir taxi agar menunggu di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Begitu sampai di persimpangan jalan,tampak sebuab taxi sudah stay menunggunya di sana. Setelah mengucapkan permisi,Zee langsung masuk dan duduk di kursi penumpang.


"Jalan pak,ke minimarket di jalan xx" Zee menyebutkan nama salah satu minimarket yang berada di dekat mansion DarkNight.


Di sepanjang perjalanan Zee memilih mendengarkan musik dari headset yang sedari tadi sudah terpasang di telinganya


Hingga tak terasa taxi sudah berhenti tepat di depan minimarket yang di tunjuk oleh Zee tadi. Namun Zee yang masih larut dengan musiknya,tidak sadar jika taxi sudah berhenti. Sampai akhirnya suara sang sopirlah yang menyadarkan Zee.


"Udah sampai neng,mau turun di sini kan?"


Suara sopir taxi menyadarkan Zee dari lamunannya.


Dengan kondisi setengah megantuk,Zee mengangguk pelan. Setelah membayar ongkos taxi barulah ia berjalan keluar mobil dan langsung masuk ke dalam minimarket.


Di dalam minimarket Zee membeli cukup banyak makanan ringan dan beberapa cup mie instan. Zee sengaja membeli banyak,karena ia yakin anak-anak DarkNight pasti masih banyak yang berkumpul di markas.


♡♡♡


Usai berbelanja,Zee memilih berjalan santai menuju mansion DarkNight yang memang berjarak beberapa meter dari belakang minimarket tadi.


Hingga kurang lebih sepuluh menit, Zee akhirnya tiba di depan gerbang mansion. Sesuai dugaannya,banyak anak DarkNight yang belum pulang. Padahal sudah hampir jam sebelas malam,mungkin saja mereka menginap. Begitu pikir Zee.


♡♡♡


"Ekhmm!!"


Suara deheman Zee yang baru saja masuk membuat teman-temannya yang sedang asyik bermain kartu di ruang tamu menjadi sedikit kaget.


"Loh Zee? Lo ke sini? Sama siapa?"


Salah satu anak DarkNight,tampak terkejut melihat kedatangan Zee di tengah malam begini.

__ADS_1


"Sendiri!! Biasa gua kabur!!" Ujar Zee sambil tertawa kecil.


"Kalian gak pulang?" Tanya Zee sambil berjalan melewati teman-temannya,dan duduk di salah satu sofa yang ada di situ.


"Kita nemenin Kai,tu anak udah dua hari gak pulang dari sini."


Zee sedikit kaget mendengar penuturan temannya barusan. Tidak biasanya Kai seperti itu cowok itu lebih senang menemani adik dan mamanya di rumah, kecuali ia ada masalah barulah ia menginap di mansion.


"Edgar lo tahu masalah Kai?" Zee bertanya sambil melempar sebungkus snack pada salah satu temannya yang dikenal cukup dekat dengan Kai selain Bara dan Rafa.


Edgar yang ditanya,malah bertanya balik."Bukannya dari dulu Kai kalau ada masalah cerita sama lo? Kita malah ngira lo ke sini karena tau Kai ada masalah."


Alis Zee mengernyit mendengar jawaban Edgar."Kai gak cerita apa-apa sama gue. Sekarang dia dimana?"


"Kamar kayaknya!!"


"Kalau gak di taman ya di balkon."


"Biasanya kan dia ke rooptop juga."


Zee melotot mendengar jawaban teman-temannya yang malah terlihat seperti tebak-tebakkan. Padahal katanya mereka disitu untuk menemani Kai,tapi dimana keberadaan Kai saja mereka tidak tahu.


"Somplak lo semua!! Mending makan sana. Gue mau nyari Kai!!" Zee beranjak dari tempat duduknya sambil melempar 2 kantong kresek berisi camilan,yang di sambut sorak-sorai dari teman-temannya di situ.


♡♡♡


Seperti sudah diberi petunjuk,Zee berjalan menaiki tangga mansion yang mengarah ke rooptop. Begitu sampai di ujung tangga,dapat Zee lihar pintu rooptop memang tidak ditutup membuat Zee yakin jika ada seseorang di sana.


"Lo di sini ternyata!!"


Zee berjalan dengan tangan terlipat di dada. Menghampiri Kaivan yang tampak tengah menikmati sebatang rokok ditemani sebotol wine dengan kadar alkohol yang cukup tinggi membuat Zee yakin jika cowok itu sedang banyak pikiran. Karena Kai bukan perokok dan penikmat alkohol aktif,ia akan melakukan itu jika sedang banyak pikiran.


"Kok lo bisa di sini? Lo kabur dari rumah ?" Kai berkata sambil mematikan rokoknya yang tinggal separuh dan membuangnya ke bawah.


Zee mengabaikan pertanyaan Kaivan,ia justru mengambil bungkus rokok yang masih tersisa di meja. Kemudian menyimpan di saku jaketnya sendiri.


"Koreknya mana?" Zee bertanya dengan tangah terulur meminta benda yang ia sebut.


"Ckkk...nih ambil!!" Kaivan pasrah memberikan koreknya pada Zee,dan sedetik kemudian.


"Krak!!" Korek api yang tadinya utuh sudah termutilasi di tangan Zee.


"Chelle jangan yang itu,ma..ha..ll..."


"Prang!!!" Botol wine tadi juga sudah tak berbentuk karena di hempaskan cukup kuat di lantai rooptop.


"Berapa sih harganya? Perlu gue ganti? Mahalan mana sih sama kesehatan lo?"


"Ckk!! Lo gak perlu peduli lah,gue baik-baik aja. Pikiran masalah lo sendiri!!"


Suara Kaivan terdengar meninggi,hal yang tidak pernah Kai lakukan pada Zee. Ia belum pernah membentak Zee sama sekali jika dalam keadaan sadar. Sepertinya cowok itu sudah terpengaruh alkohol.

__ADS_1


"Kayak gini lo bilang baik-baik aja? Harus berapa kali sih gue bilang? Kalau lo ada masalah cerita Kai!! Gue gak suka lo yang kayak gini!!"


"Kayak gini gimana? Gue baik-baik aja Michelle!! Lo gak usah khawatir!! Mending lo pulang,nanti lo dimarahin papa atau abang lo lagi atau mungkin pacar kesayangan lo itu!!"


"Ckk!! Gak usah ngalihin pembicaraan!! Lagian gue ke sini,karena mungkin ini hari terakhir gue bebas main sama kalian. Setelah ini pasti gue sibuk sama tugas gue di perusahaan papa. Gue mau ngehabisim waktu bareng kalian,sahabat sekaligus keluarga kedua gue. Tapi lihat!! Gue datang ke sini,lo malah kayak gini!! Lo bikin gue kecewa Kai!!"


Nada suara Zee ikut meninggi,habis sudah kesabaran gadis itu menghadapi Kaivan yang sudah mulai mabuk.


"Lo kecewa sama gue? Terus lo pikir gue enggak? Sedari dulu gue mati-matian berjuang buat lo,selalu ada buat lo,ngelakuin apapun asalkan lo bahagia. Gue selalu nerima apapun keadaan lo bahkan saat gue tau kalau lo adik Vian hal yang jelas gak pernah lo ceritain sama gue sebelumnya. Bahkan gue berusaha biasa aja setelah lo kenal Arkhan dan lebih akrab sama dia,bahkan saat gue tau lo pacaran sama dia. Gue coba ikhlas dengan deketin Elis. Tapi gue gak bisa!! Sakit Chelle ngelihat orang yang gue sayang malah suka sama temen gue sendiri!! Lo selalu bilang rasa sayang lo dan gue sebatas adik kakak, tapi lo salah!! Gue sayang lo lebih dari itu!! Gue mau lo jadi bagian dari hidup gue selamanya!! Bukan sebatas sahabat!! Sekarang gue tanya? Gue kurang apa sama lo? Gue harus kayak gimana biar pantas jadi pacar lo? GUE 


HARUS GIMANA MICHELLE??BILANG GUE HARUS APA!!!


Zee melongo kaget mendengar ungkapan hati Kaivan,apalagi saat cowok itu tau-tau sudah berlutut di hadapannya membuat Zee semakin merasa bersalah.


Dengan sedikit gemetar karena masih kaget,Zee ikut berlutut memposisikan dirinya sejajar dengan Kaivan. Dari dekat,dapat Zee lihat mata Kaivan memerah sepertinya cowok itu menangis sedari berbicara tadi.


"Tapi Kai,kita udah pernah omongin masalah ini. Lo dulu juga pernah bilang kalau kita hanya sebatas adik kakak? Kenapa sekarang malah lo ungkit lagi dengan alasan yang lain?"


"KARENA GUE LIHAT LO LEBIH BAHAGIA SAMA ARKHAN!! LO PIKIR GUE GAK SAKIT SAAT NGUCAPIN ITU?? SAKIT CHELLE,DAN ITU MASIH KERASA SAMPAI SEKARANG!!"


"Gak!! Enggak!! Ini gak bener!! Lo gak harusnya kayak gini!! Lo bisa nyakitin tiga orang sekaligus dengan tindakan lo ini. Lo bisa nyakitin Delice yang udah naruh harapan sama lo,lo bakal nyakitin Arkhan sahabat lo sendiri,dan terakhir....n!!"


Zee menjeda ucapannya,ia berdiri dari posisinya dengan kedua tangan menarik kerah jaket Kaivan mau tak mau membuat cowok itu ikut berdiri.


"Yang terakhir!! Lo ngecewain gue!! Gue udah percaya kalau kita bisa sama-sama mulai hidup baru. Gue bakal keluar dari cerita masal lalu gue yang buruk dan gue mau gue sama li sama-sama bahagia. Bahagia dengan hidup kita masing-masing!! Kita gak harus jadi pasangan Kai!! Gue masih bisa jadi adik lo,gue lebib senang kalau lo bahagiain Delice dan biarin gue sama Arkhan. Kita bakalan bangun keluarga impian kita kayak yang pernah kita bayangin dulu. Kita bakal buat cerita baru yang beda sama keluarga kita saat ini? Gak ada lagi perceraian atau rasa gak adil di keluarga yang kita bangun, itu kan yang dulu lo mau? Lo pernah bilang itu Kai!!"


"Iya gue pernah bilang itu!! Tapi keluarga yang gue maksud itu keluarga yang gue bangun sama lo!! Keluarga KITA ada GUE dan LO,bukan keluarga masing-masing kayak yang lo pikir!! Lo ngerti gak sih!!"


"ENGGAK!! Gue gak ngerti dan gak mau ngerti,karena sampai kapanpun di mata gue lo tetap sosok kakak sekaligus papa yang selama ini ngelindungi gue. Gue sayang sama lo sebabagi mereka,bukan sebagai Arkhan. Dia beda,lo gak bakal bisa sama kayak dia di hati gue!! Tapi lo tetap punya tempat istimewa di sana. Please Kai,balik ke diri lo yang dulu yang selalu anggap gue sebagai adik lo Jangan rubah pandangan lo terhadap itu,karena kalo lo rubah,akan banyak orang yang terluka kedepannya."


Setelah berucap panjang lebar,Zee perlahan melepaskan cengkramannya pada kerah baju Kaivan.


"Gue pulang ya!! Jangan lupa datang ke pesta keluarga gue besok!! Gimanapun,lo sama Sandra harus hadir buat lihat hasil kerja keras kita semua selama ini. Makasih bantuannya,tanpa lo berdua,gue gak akan bisa apa-apa."


Dengan memaksakan senyumannya. Zee berlalu meninggalkan Kaivan yang masih termenung di tempatnya. Bahkan saat Zee sudah menuruni tangga menuju ke dalam mansion,tidak terdengar tanda-tanda Kaivan akan menyusul.


♡♡♡


Hingga sampai Zee sampai ke bawah pun Kaivan tak nampak menyusulnya. Sepertinya hubungan mereka akan sedikit renggang untuk beberapa saat kedepan.


Lain halnya dengan teman-teman DarkNight yang lain. Mereka tampak bingung melihat raut wajah Zee yang tampak lebih muram dari sebelum ia pergi menemui Kaivan. Dapat mereka pastikan jika dua pimpinan mereka itu habis bertengkar,jadi dari pada diamuk. Begitu Zee sampai di hadapan mereka,masing-masing dari anggota DarkNight memilih menunduk.


"Guys!! Gue cabut!!"  Zee berjalan melewati teman-temannya dengan raut wajah yang sulit dijelaskan. Namun tak lama kemudian,Zee kembali berbalik.


"Gue pinjem motor lo Ed,besok gue balikin ke sini."


Edgar sontak mendongak begitu namanya di sebut oleh Zee. Dengan sedikit tergesa-gesa ia berjalan menghampiri Zee dan menyerahkan kunci motornya.


Setelah menerima kunci motor,tanpa sepatah katapun Zee langsung berjalan keluar mansion. Dan suara motor yang yang dipacu Zee cukup kencang meninggalkan halaman mansion membuat teman-temannya semakin yakin jika Zee sedang dalam mode marah.


Belum habis rasa penasaran dari teman-temannya tentang apa yang membuat Zee marah,suara hentakan sepatu seseorang dari arah tangga membuat anak-anak DarkNight kompak menoleh.

__ADS_1


Tampak Kaivan turun dengan sedikit tergesa-gesa. Raut wajah pria itu juga tak berbeda jauh dari raut wajah Zee tadi,malah lebih menyeramkan. Sama seperti Zee,Kaivan pun keluar mansion tanpa berpamita. Sampai akhirnya suara auman motor lah yang seolah memberi tahu kepergiannya.


__ADS_2