Story Of Azellea

Story Of Azellea
SHAQIRA


__ADS_3

"K...kenapa...a..aku...bu...bukannya..ta...tadi...kamu nyelamatin..aku?" Tanya gadis itu gagap karena pistol yang di genggam Zee nyaris menempel di jidatnya.


"Karena lo udah ngerepotin gue."


"Ta..tapi..kan aku gak minta ditolongin sa...sama kamu..." Ujar gadis itu sambil kembali terisak.


Kening Zee berkerut,apa dia menakuti gadis itu barusan. "Ckkk!!! Cengeng banget sih lo!! Lagian kalau tadi gue gak datang nolongin lo,mungkin aja sekarang lo udah mati di tangan adik tiri gue. Jadi harusnya lo makasih,gak usah ngelunjak!!"


"Maaf...." Ujar gadis itu lirih tanpa berani menatap Zee.


"Ckkk....pantes aja dijadiin bahan bullyan. Diginiin aja udah mewek. Lemah!!"


Ucapan Zee membuat gadis itu sontak menatap Zee lekat. Dengan mata yang masih berkaca-kaca dan suara yang sudah serak gadis itu kembali berkata.


"Kamu ngomong gitu karena dia adik kamu? Kalau gitu kamu belain aku buat apa? Apa biar aku gak laporin adik kamu ke polisi?"


"Cihh,ngomong mau laporin. Udah gue bilang kan,kalau gue gak datang ke sini tadi lo udah pingsan,koma atau bahkan mati di tangan Sassya. Jadi gimana cara lo laporin dia sedangkan lo juga gak punya bukti. Lo pikir walaupun lo ngadu ucapan lo bisa di percaya? Lo lupa Sassya siapa?"


"A...anaknya pak William?"


"Pinter!! Dia bisa aja pake kekuasaan papa buat nyelasain ini semua kalau dia mau."


"Ja...jadi ka..kalian bakalan biarin dia t..terus ngebully orang-orang." Tanya gadis itu mulai berani. Apalagi setelah Zee menarik pistol dari hadapannya dan menyimpannya kembali ke jaket. Gadis itu mulai berani menatap Zee.


"Ckkk....lo kira keluarga gue jahat!! Gak,yang jahat cuma Sassya sama Melissa. Mereka itu....argh udah lah,lo gak perlu tahu,lo bukan siapa-siapa."


Hampir saja Zee keceplosan menceritakan tentang Sassya dan Melissa. Entah kenapa ia mendadak banyak bicara di depan gadis polos yang itu.


"Mending sekarang lo bangun deh,terus pulang. Dicariin ortu lo entar."


"T...tapi kaki aku sakit,mo..mobil a..aku juga masih di kampus." Ujar gadis itu dengan suara sedikit bergetar, sepertinya ia akan menangis lagi membuat Zee heran sendiri. Gadis itu terlalu cengeng.


"Ckkk,terus gimana? Lo kira gue mampu gendong lo? Lo gak liat badan gue bahkan kecil dari lo."


Mendengar ucapan Zee gadis itu spontan tertawa kecil. Entah apa yang di tertawakannya tapi itu cukup membuat Zee tersinggung.

__ADS_1


"Lo ngetawain gue?"


"I..iya,kamu lucu soalnya. Aku kira kamu dingin,kayak di kampus. Ternyata enggak,kamu keliatan imut kalau lagi marah."


"Ohh,imut lo bilang." Ujar Zee dingin,sembari mengeluarkan pistol yang tadi ia simpan di saku bajunya. Tentu saja itu hanya sebagai gertakan,karena setelah gadis itu menunduk Zee kembali memasukkan pistol ke saku jaketnya lagi.


"Mending lo sekarang diam,gue lagi mikirin cara ngeluarin lo dari sini hidup-hidup."


♡♡♡


Tak lama setelah Zee berbicara,suara sirene terdengar nyaring dari luar gang. Buru-buru Zee berlari keluar tanpa mengatakan sepatah katapun membuat gadis itu menjerit ketakutan. Ia takut ditinggal di situ sendirian. Apalagi tadi matanya ditutup sewaktu ke situ,ia takut tidak tahu jalan pulang.


Namun ketakutannya berangsur hilang,karena beberapa menit setelahnya ia bisa melihat siluet Zee yang berjalan mendekat,namun kali ini Zee tidak sendiri. Ada satu cewek lagi yang penampilannya mirip dengan Zee hanya lebih tinggi saja dari Zee.


"Nah ini Sandra...temen gue. Mungkin dia yang bakal anter lo pulang."


"Hah? Kok gue?" Kaget Sandra,ia tidak tahu apa-apa. Tapi kenapa malah terlibat.


"Ckk,nanti deh ceritanya. Intinya lo bawa dia ke mansion DarkNight. Gue sama Kai,dia lagi otw."


"Kenapa dia ikut ke mansion,bukannya itu private? Lo baru kenal sama...emm siapa namanya?"


Bahkan Sandra pun akhirnya mengakui kebegoan Zee,bagaimana gadis yanh dijuluki Queen itu bisa menolong orang yang sama sekali tidak ia kenal dan lebih begonya lagi ia dengan santainya tidak bertanya nama orang yang barusan ia tolong.


"Terlalu bego untuk ukuran manusia."  Ujar Sandra tak bisa menahan geram di hatinya.


"Ckkk,gue cuma lupa." Kilah Zee.


"Jadi siapa nama lo?"


"Hah? eh?" Ujar gadis itu gagap,tidak kah Zee tau jika gadis itu sudah kebingungan mendengar percakapan Zee dan Sandra barusan.


"Nama lo siapa?" Kini giliran Sandra yang bertanya.


"Ooh,aku Shaqira. Panggil aja Qiqi atau Qira." Ujar gadis itu dengan senyum manis di balik wajah kucelnya. Bahkan ia berusaha berdiri walau sedikit terpincang dengan tangan terlulur mengajak Sandra berkenalan.

__ADS_1


"Gadis manis,gue Sandra. Salam kenal ya." Ujar Sandra ikutan sok manis membuat Zee gedek sendiri.


"Emm,ka..kamu gak mau kenala juga?" Tanyanya pada Zee.


Zee yang di tanya mengangkat alisnya sebelah. "Bukannya lo udah tau siapa gue? Tai nama gue di sebut sama Sassya."


"Ta..tapi itu gak resmi. Kalau itu,semua orang kampus juga tau siapa kamu."


"Ckk,bacot banget deh lo Zee." Geram Sandra.


"Nih kenalin,dia Azellea William Michelle. Atau biasa dipanggil Zee umur 19 tahun. Dingin,cuek,plus bego juga." Ujar Sandra,sembari menarik tangan Zee agar menerima uluran tangan Qira.


Setelah beberapa detik bersalaman,Zee buru-buru menarik tangannya dari tangab Qira.


"Ribet!! Ayo keluar,di sini banyak nyamuk. Gue risih di semak-semak gini." Ujar Zee sambil berjalan keluar gang tanpa mempedulikan Sandra yang berusaha membantu Qira berjalan karena gadis itu tampak kesulitan menggerakan kakinya.


Begitu sampai di depan gang,tampak Kaivan bersandar di depan mobil sembari memainkan HP. Pria itu terlalu fokus bahkan tidak sadar kalau Zee sedang berjalan ke arahnya.


"Ckk...gue kira lo bawa motor." Ujar Zee begitu sampai di hadapan Kai. Sontak saja cowok itu menoleh ke arah Zee sambil menggaruk belakang telinganya.


"Salah ya gue?" Tanya Kai polos.


"Gak,bagus malah. Jadi lo bawa dua beban itu ke markas,yang satu perlu di obati,yang satu perlu di kremasi." Ujar sambil menunjukkan ke arah Sandra yang tampak kesulitan memapah tubuh Qira.


Kai yang melihat keadaan barusan langsung paham. Ia berjalan ke arah Sandra dan menggantikan gadis itu membopong tubuh Qira,bahkan pria itu tanpa segan menggendong tubuh Qira ala bridal style.


"Jadi siapa yang ikut gue?" Tanya Kai setelah mendudukkan Qira di kursi penumpang.


"Sandra."


"Zee aja!!"


Sandra dan Zee saling menoleh satu sama lain. Dengan cepat Zee berjalan menaiki motor milik Sandra tadi dan langsung memakai helmnya tanpa basa-basi.


"Ini emang motor lo,tapi lo anggota baru di DarkNight jadi nurut sama gue. Sini kuncinya." Paksa Zee yang mau tidak mau membuat Sandra terpaksa menyerahkan kuncinya.

__ADS_1


Mereka bertiga pun akhirnya berangkat ke markas DarkNight tanpa berdebat lagi.


Mobil yang Kai kendarai berjalan di depan,sedangkan Zee memilih mengikuti dari belakang,ia sengaja memperlambat laju motornya untuk menikmati perjalanan. Lagian sudah lama ia tidak bebas  keluar,semenjak tinggal di apartemen dan berpacaran dengan Arkhan kehidupan Zee serba diawasi oleh sang abang dan pacarnya.


__ADS_2