
Mobil Arkhan baru saja meninggalkan halaman mansion keluarga William. Namun baru saja Zee akan menutup gerbang mansion. Sebuah mobil mendadak masuk ke dalam tanpa klakson membuat Zee kaget dan hampir terjungkal ke belakang.
Beruntunglah dua bodyguard yang tadi membuntutinya dengan sigap menahan tubuh munggil Zee.
"Nona anda baik-baik saja?" Tanya Bella khawatir.
Sedangkan Zee mendengus kesal. Ia hanya kaget bukan tertabrak,kenapa juga wanita itu harus khawatir.
"Gue baik-baik aja!!" Sahut Zee ketus.
Ia masih penasaran dengan pemilik mobil yang seenaknya masuk ke rumah mereka tersebut.
"Per..." Baru saja tangan Zee terulur untuk mengetuk pintu,namun sang pemilik sudah menurunkan kaca mobilnya.
Alis Zee mengernyit melihat pria setengah bule yang rasanya baru kali ini ia lihat. Karena merasa pria itu akan keluar dari mobil,Zee memilih mundur beberapa langkah ke belakangnya. Memberi jalan agar pria itu bisa keluar dari mobil.
"Excusme? Apa benar ini rumah keluarga William. Maaf saya baru pertama kali ke sini,tapi sepertinya kedatangan saya membuat anda sedikit kaget ya? Maaf tadi saya lupa membunyikan klakson sebelum masuk."
"Iya gak papa!!"
"Oh iya,saya ke sini mau menemui Sassya. Kemarin nyonya Melissa menghubungi orangtua saya,meminta saya datang ke sini untuk menemani Sassya berangkat ke pesta."
"Ya terus? Kenapa lo masih di sini?"
"Maksud anda? Anda mau berangkat sekarang? Bukannya pesta baru mulai nanti sore ya? Kenapa kita tidak jalan-jalan dulu supaya lebih akrab?"
"Hah gimana? Kita? Jalan-jalan? Hei tuan!! Anda sudah pernah bertemu Sassya sebelumnya?"
"Belum" Ujar pria itu sambil menggeleng kaku.
"Anda punya foto Sassya?"
"Tadi orangtua saya ada mengirimkannya pada saya. Sebentar saya lihat dulu." Pria itu berkata sambil membuka HP miliknya.
Setelah beberapa saat ia tampak menatap Zee dari atas hingga ke bawah. "Aneh,anda tidak mirip sama sekali dengan yang di foto. Tapi saya senang,karena nyatanya anda lebih cantik dari foto anda sendiri."
__ADS_1
Pria itu dengan polosnya tertawa membuat ketampanannya bertambah. Tapi jangan kira Zee akan tergoda,ia malah tambah gedeg karena ternyata pria itu tidak ngeh juga kalau ia adalah Zee bukan Sassya.
"Hei tuan muda yang saya tidak tau siapa namanya ini. Dengar ya!! Saya bukan Sassya. Saya Azellea William Michelle,anak kedua tuan William. Jadi apa sekarang anda paham kenapa saya tidak mirip dengan foto itu?"
"Tu..tunggu dulu? Maksud anda?"
"Ckkk,dasar aneh!!"
"Hei Ray? Kamu sudah datang rupanya!! Ayo masuk,mama sudah menunggu sedari tadi. Tadi orangtua mu juga sudah menghubungi katanya kamu mau ke sini,terimakasih ya sudah datang."
Zee kaget saat Sassya tau-tau sudah berada di belakang mereka.
"Dan lo? Ngapain masih di situ?" Sassya bertanya dengan nada sinis.
"Siapa? Gue?" Zee yang merasa pertanyaan tadi untukknya malah bertanya balik.
"Ckk modus ya lo dekat-dekat sama pacar gue? Gak cukup lo ngerebut Arkhan dan Davian dari hidup gue?"
Mata Zee membulat tak terimai dikatai begitu oleh Sassya." Maaf ya nona!! Saya tidak tertarik sedikitpun dengan orang ini,satu lagi saya bukan perebut. Anda saja yang berhayal ketinggian!!"
Setelah berkata begitu,Zee memilih mundur membiarkan Sassya bersama dengan pria aneh barusan. Namun sebelum pergi Zee sempat meneliti dua orang tersebut dari atas hingga kebawah.
♡♡♡
Zee berjalan pelan begitu langkahnya tiba di ruang tamu. Ia melihat sekeliling ternyata ruang tamu kosong. Tidak ada abang ataupun papanya di sana,dan hal itu membuat Zee cukup senang. Karena dengan begitu,ia tidak perlu mendengar omelan Davian ataupun William mengenai kejadian kaburnya ia semalam.
"Gue mau ke kamar!! Gak kabur lagi kok tenang aja,kalian berdua boleh balik ke mana aja terserah. Gue mau mandi!!"
Zee berkata dengan satu tangan bergerak seperti memburu lalat. Ia sengaja mengusir dua orang itu,lagian memang tujuannya ingin ke kamar dan mandi. Tadi pagi begitu bangun ia langsung ke bawah menemui Kaivan,setelah itu Arkhan dan terakhir dua makhluk aneh tadi. Ia belum sempat menyentuh air sepagi ini,terbiasa mandi di pagi hari membuat Zee risih jika belum mandi padahal hari sudah menjelang siang.
Beruntunglah kedua bodyguardnya itu menurut,setelah memastikan Bella dan Jullie sudah pergi dari hadapannya. Barulah Zee naik ke lantai tiga menuju kamarnya.
Di dalam kamar,Zee memilih langsung mandi. Setelah mandi,Zee memilih membuka papper bag pemberian Arkhan tadi.
Papper bag pertama berisi sepatu berwarna putih dengan tepian lembut dan tumit yang tidak terlalu tinggi. Sementara paper bag kedua berisi kotak perhiasan,di dalamnya terdapat sebuah kalung emas yang bertulis inisal A&Z.
__ADS_1
Zee tersenyum kecil melihat pemberian Arkhan yang pertama kalinya setelah mereka berpacaran. Menurut Zee,Arkhan itu terlalu romantis dan susah di tebak. Kadang ia kekanak-kanakan kadang ia dewasa.
"Emmm,gimana kalau gue coba pakai bajunya sekalian?" Zee berguman sambil berjalan ke dalam walk in closet besar miliknya.
Ia mengambil sebuah gaun pesta berwarna putih dengan motif bunga anggrek berwarna ungu muda di sekitar punggungya membuat gaun itu tampak cantik dan elegan.
Zee menggaruk kepalanya sendiri begitu gaun tadi menempel di badannya. Ia menatap penampilannya di depan cermin dengan aneh. Pasalnya baru kali ini ia mengenakan gaun dengan ekor yang cukup panjang dan sedikit terbuka di bagian dada dan lengannya.
Ya,gaun yang Zee kenakan memang berbentuk V di begian lehernya. Dengan lengan pendek yang hanya menutupi sedikit dari bahunya.
"Ishh,ini pasti ulah si Melissa yang pesan baju kurang bahan gini. Ini bisa tuker pakai jaket gak sih? Gue risih sumpah!!"
Zee mengomel sendiri di depan cermin besar miliknya. Baru ia mau protes lagi,namun bunyi ketukan di pintu membuat Zee urung.
Zee berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang ke kamarnya. Begitu pintu dibuka,tampak Davian sedang berdiri dengan tatapan yang sulit Zee tebak.
Namun tak lama wajah aneh Davian berganti dengan senyuman,seraya berkata.
"Nah gini kan cantik,feminim lagi. Gak salah memang gue minta bantuan Clara buat pilih model baju lo kemarin." Davian tampak puas dengan penampilan Zee.
"Ishh!! Jadi baju ini lo berdua yang pilih? Kok gue gak tau? Bukannya kemarin gue ikut ke butiq? Perasaan gak ada Clara deh?"
"Emang gak ada Clara,kan gue minta bantuan sama dia di telpon. Tepat sebelum hari fitting baju. Lagian masih bagus punya elo ada lengannya,sengaja gue pilih biar gak merosot. Soalnga dada lo rata,kalau pakai baju you can see(tanpa lengan) bisa-bisa merosot hahaha...."
Davian tanpa berdosa menertawakan Zee yang sudah memasang tanduk di kepalanya. "Dasar mesum!! Mata abang ya rata!! Sana keluar liatin dada Clara atau Sassya sekalian,punya mereka dijamin besar!! Pelototin sekalian !! Dasar mesum!!"
Dengan sekuat tenaga Zee mendorong tubuh Davian keluar,namun ketika ia mau menutup pintu. Tangan Davian lebih dulu menahan agar pintu tidak tertutup.
"Gak usah marahlah dek,kan emang itu faktanya hahaha...." Davian kembali tertawa jahat membuat Zee langsung membanting pintu dengan keras dan menguncinya dari dalam.
"Pergi sana lo!! Gak usah ngomong sama gue!! Dasar cowok mesum!! Aneh!! Bukan abang gue lo!!"
Zee berteriak kesal dari balik pintu. Sedangkan Davian,pria itu malah masih tertawa di depan pintu kamar sang adik. Hingga beberapa menit kemudian,barulah suara tawa Davian tidak terdengar.
Namun itu hanya bertahan sebentar,karena setelahnya suara Davian terdengar lagi. "Jangan di kunci pintunya Zee,bentar lagi MUA-nya datang buat dandanin lo. Ingat janga insecure kalau dada MUA-nya lebih gede dari punya lo... Hahahaha...."
__ADS_1
Suara tawa Davian bergema kembali membuat Zee melempar sendal tidur doraemon miliknya tepat mengenai pintu yang masih tertutup.
"Pergi dari depan kamar gue atau gue granat kamar lo nanti!!"