Story Of Azellea

Story Of Azellea
Bab 12 : Sandra Amelia Guanna


__ADS_3

Raut datar Zee berubah sempurna setelah mendengar seluruh kalimat yang terucap dari bibir gadis di depannya ini. Bagaimana ia bisa tau informasi tentang seseorang sedetail itu? Apa dia mata-mata? Atau detektif kah?


Belum lagi perihal hacker,Zee saja tak tahu jika ia punya kemampuan di bidang satu itu. Seingatnya dulu ia memang pernah belajar ilmu komputer sewaktu SMP. Tapi ia bukan hacker.


Saat itu Zee hanya tak sengaja tergabung di sebuah komunitas hacker secara virtual bersama ribuan anggota lain. Zee masuk ke sana dengan menggunakan identitas palsu,dan selama satu tahun ia belajar banyak hal termasuk coding. Tapi hanya sampai di situ.


Hingga ketika masuk SMA Zee keluar dari komunitas. Sebelum keluar,Zee di peringatkan oleh coachnya untuk tidak menggunakan ataupun memberitahukan kemampuannya pada sembarang orang karena akan berbahaya untuk keselamatannya.


Keberadaan Zee justru bisa jadi incaran orang-orang. Apalagi di dalam komunitas,Zee termasuk mahir walaupun dirinya tergolong newbie. Ya Zee dulu memang cukup mahir di bidang informatika,seingatnya.


Mendengar peringatan sang coach membuat Zee justru takut dan akhirnya tak pernah menggunakan kemampuannya lagi. Apalagi dulu Zee selalu terancam oleh keberadaan Melissa,jadilah Zee benar-benar terbatas dalam melakukan apapun.


Tapi kini,setelah belasan tahun ia terkurung di rumahnya sendiri. Tiba-tiba ada seseorang yang datang dan tahu hampir segalanya tentang Zee,jadi sebenarnya siapa gadis ini?


"Siapa lo??" Tanya Zee dingin.


Gadis itu mengulurkan tangannya ke depan.


"Gue Sandra Amelia Guanna,kakak kembarnya Salma Amelia Guanna. Lo mungkin gak kenal gue,tapi gue jamin abang lo dan Sassya kenal sama kembaran gue. Salma."


Zee mengernyit dengan raut wajah heran.


"Hubungannya sama gue?"


"Zee denger ya!! Adik gue Salma meninggal karena di bully oleh seseorang semasa dia SMA dan gue yakin kalau orang yang ngebully dia itu Sassya. Gue punya bukti,tapi kurang lengkap karena itu gue butuh bantuan lo."


"Gue gak kenal mereka. Lo salah orang." Elak Zee.


"Zee!! I,am serious."


"Lo pikir gue becanda. Sorry bukan tipe gue." Jawab Zee setenang mungkin.


Sandra menggeleng."Mata lo gak bisa bohong Zee dan karena itu gue tahu kalau lo itu Zee."


"Gue bukan Zee!!"


Tegas Zee dingin,gadis itu mendorong tubuh Sandra dengan kuat hingga Sandra terjatuh ke jalanan.


"Jangan temuin gue lagi!!" Tegas Zee penuh ancaman.


Zee langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Sandra yang masih terbaring di jalan menahan rasa sakit di bahunya karena terbentur aspal jalanan.


"Sialan,itu manusia apa banteng. Kuat banget tenaganya." Batin Sandra.


♡♡♡


Sementara itu di jalan Zee masih memikirkan ucapan Sandra tentang dirinya dan juga memori kelamnya dulu. Belum lagi perihal amnesianya. Setahu Zee yang tahu masalah itu hanyalah keluarga dekatnya juga orang mansion. Tapi tadi kenapa Sandra bisa tahu? Sudah berapa lama gadis itu mengawasinya?

__ADS_1


Sebelum pukul delapan malam Zee akhirnya tiba di rumah. Begitu masuk,seorang pelayan menghampiri Zee dan memberitahunya agar segera ke ruang kerja sang papa karena beliau sudah menunggu di sana bersama Davian.


Dalam hati Zee mendengus."Apalagi yang pria tua itu inginkan??" Batin Zee.


♡♡♡


Zee berjalan melewati ruang keluarga dan tak sengaja melihat Melissa tengah bertelponan dengan seseorang di balik pilar saat itu. Kelakuan Melissa yang tampak mencurigakan membuat Zee jadi penasaran.


Diam-diam gadis itu mengendap-endap ke samping dinding yang tak jauh dari tempat Melissa berdiri untuk mendengar apa yang sedang di bicarakan wanita itu.


Namun karena dinding yang terlalu tebal,Zee hanya bisa mendengar pembicaraan Melissa secara samar-samar. Ia sedikit mendengar jika Melissa membahas masalah janji dua puluh lima persen saham perusahaan dan masalah menjaga rahasia.


Kedua alis Zee bertaut berusaha mencerna apa yang sedang Melissa bahas dengan lawan bicaranya di seberang sana. Namun percuma,otak Zee tak dapat mengerti apapun.


"Kira-kira saham perusahaan siapa yang di maksud reptil satu itu??" Batin Zee.


"Ah,bodolah. Gue ada urusan yang lebih penting dari itu." Batin Zee lagi.


Zee menarik napas sedalam mungkin untuk menetralkan rasa penasarannya sebelum akhirnya gadis itu melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja William.


Saat masuk ke dalam ruang kerja Zee di kagetkan dengan keberadaan Melissa yang ternyata juga ada di sana.


"Apa yang di lakukan kadal kecil ini di sini?" Batin Zee heran.


"Zee kamu sudah datang. Ayo duduk dulu,ada yang mau papa bicarakan." Ujar William lembut.


William menghela napas pendek melihat Zee yang tampak risih dengan keberadaan keluarganya sendiri.


"Papa mau membicarakan masalah perusahaan kita. Mungkin kelihatannya terlalu dini tapi papa hanya ingin kamu tau kalau pemegang lima puluh persen saham perusahaan kita adalah atas nama kamu,lalu lima puluh persen lagi masih atas nama papa."


"Lalu?"


"Zee,mama kamu kemarin berbicara serius dengan papa. Paman kamu di Singapura,yang merupakan sepupu mama kamu memberitahu bahwa ia mau membantu mengelola 25 persen saham perusahaan yang atas nama kamu itu."


"Alasannya sederhana,papa sekarang sangat butuh bantuan orang untuk mengelola perusahaan sebesar itu sedangkan sampai saat ini kamu belum pernah siap setiap papa tanya tentang perusahaan. Jadi papa rasa ada baiknya kita menerima tawaran sepupu mama kamu itu."


"Hm"


"Zee papa serius!!"


"Ya lalu Zee harus apa??"


"Ckk. Lo pikir semua itu gak butuh tanda tangan dan persetujuan dari lo??" Tanya Davian sarkas.


Zee menggeleng."Bukan urusan gue. Kenapa gak lo aja yang gantiin posisi gue?"


"Sejak awal juga lo udah tau kalau gue bertekad bangun perusahaan sendiri tanpa campur tangan papa. Jadi memang tugas lo buat bantu perusahaan papa."

__ADS_1


"Kadal kan ada." Jawab Zee ringan.


Davian mengernyit."Kadal siapa??"


"Tuh yang di samping lo." Tunjuk Zee dengan dagunya ke arah Sassya.


Davian menghela napas."Sassya mau jadi designer dan juga model. Itu impian dia,kita gak bisa maksa kehendak dia."


"Lalu,menurut kalian gue gak punya mimpi gitu? Atau mimpi gue udah kalian atur??"


"Tepatnya sudah di atur dan sayangnya lo gak punya pilihan." Ujar Davian.


"Lebih tepatnya atas permintaan nenek kamu sebelum dia meninggal. Kamu memang pewaris satu-satunya yang papa punya,andai mama kamu dulu tidak keguguran hingga empat kali kemungkinan semuanya tidak akan sesulit ini. Kamu bisa berbagi dengan adik kamh yang lain. Tapi kenyataannya mama kamu sudah tidak bisa hamil lagi dan kamu lah harapan satu-satunya." Ujar William serius.


Zee menghela napas pendek."Akan Zee pikirkan." Ujarnya mengalah.


Davian dan William tersenyum lega mendengar jawaban Zee.


"Thanks karena lo udah mau ngertiin posisi papa." Ujar Davian tulus.


Zee tak bereaksi sedikitpun mendengar ucapan Davian.


"Sudah selesai kan?" Tanya Zee dingin.


William mengangguk namun Davian dan Sassya menggeleng.


"Ada yang mau Sassya bicarakan." Ujar Sassya setelahnya.


Zee melirik Sassya dengan raut malas."Apa?" Tanyanya.


Sassya langsung menyodorkan kartu undangan berwarna gold ke hadapan Zee. Zee menerimanya dan langsung membacanya. Di sana tertera undangan untuk acara aniversarry kampus Vripagold yang akan dj adakan tiga hari lagi dan Zee akan datang sebagai tamu VIP.


"Gila ya?? Lo mau bongkar indentitas gue? Tanya Zee sinis.


"Apa maksud kamu??" Tanya William heran.


"Glegh" Zee menelan ludahnya dengan kasar.


"kenapa malah keceplosan."Batinnya.


♡♡♡


Like vote komen. Kalau gak fix kita musuhan.🙄


Readers : Bentar bentar thor. Tadi si Zee kok bisa ada di belakang Sandra tiba-tiba. Dia keluarnya dari mana.


Otor : Itulah gunanya otak samping dan pintu samping🙂

__ADS_1


__ADS_2