Story Of Azellea

Story Of Azellea
For Tomorrow


__ADS_3



Zee pov : Haii,nona muda Azellea William Michelle kembali dg visual baru😏.....(dlm hati : Thx visualny thor)


otor pov : (Dlm hti : sami-sami). Sorry kemarin gk up otor capekk bgt jdi kta lanjut hri ini.


Zee pov : Blg aja magerr!!


Me : Salah satunya🙂


Zee😶


Me & Zee :Like,vote,comen biar lanjutt ya para readerss yang budiman😁😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Baju yang ini bagus gak?"


"Nah gimana kalau yang ini?"


"Gue cocok gak pakek kayak gini? Gak keliatan cupu kan?"


"Ya ampun ini bajunya kekecilan buat badan lo!! Kenapa gak sekalian beli baju bayi!!"


"Heh ini terlalu terbuka,lo mau gue digantung Vian!!"


"OMG....!! Yang ini imut banget!! Pasti tambah gemes kalau gue yang pake."


...****************...


Mata Zee mengerjab-ngerjab takjub melihat pakaian yang sudah dipilih oleh teman-temannya. Bukan main-main,mereka berlima sudah seperti orang yang mau memborong isi mall. Sedangkan dirinya....


Zee menatap nanar tangannya yang hanya memegang 2 papper bag yang isinya jaket dan sepatu. Hanya itu,ia bahkan bingung kenapa mereka bisa membeli barang sebanyak itu,padahal Zee yakin di rumah mereka pasti sudah memiliki banyak baju. Apalagi teman-temannya itu anak pengusaha berkelas semua,mustahil saja bila mereka kekurangan baju.


"Zee ayo kita ke sana....!! Gue mau beli make up!! Kayaknya gak seru deh kalau ke pesta lo besok pake make up lama. Gak ada sensasi!!"

__ADS_1


Delice kembali menarik Zee menuju tempat perlengkapan make up. Begitupun dengan keempat temannya yang menyusul dengan antusias.


Sementara di sudut lain,kedua bodyguard Zee yang sedari tadi mengikuti dari belakang mulai kelelahan. Dapat dilihat dari wajah mereka yang sudah sedikit berkeringat,padahal mereka berada dalam ruangan ber AC.


"Zee menurut lo lipstik ini bagusan yang warna soft pink,nude,atau peach? Atau yang ini,ini gloosy!! Gimana menurut lo?" Kali ini Agatha tampak menunjukkan beberapa lipstik pada Zee.


Zee yang ditanya tampak kebingungan,ia mana tahu hal begituan. "Biasa aja,gak ada yang bagus." Jawab Zee seadanya.


Ia tidak suka make up. Ia hanya memaka lip balm agar bibirnya tidak kering,suncreen jika perlu dan beberapa produk make up agar wajahnya tidak kering. Itu saja,tidak lebih,ia tak suka make up. Merepotkan!


"Ihh Zee,masa gak ada yang bagus sih!! Ya udahlah gue ambil semua." Agatha akhirnya membawa lipstik yang ia pilih tadi untuk di beli.


"Lo gak mau beli apa gitu? Parfum mungkin?"


"Atau softlen,gimana? Biar besok lo makin bersinar di acara keluarga lo?"


Qira dan Clara mulai menyarankan beberapa barang pada Zee yang tampak tak antusias membeli apapun.


Padahal jika ia mau,mungkin ia bisa membeli apapun di situ.


"Mata gue udah biru!! Mau diganti gimana lagi?" Zee tampak melebarkan matanya memamerkan dua bola matanya yang memang biru alami.


"Gue patahin tangan lo ya!!" Zee menepis tangan Sandra dan memilih berjalan ke arah rak kaca dimana ada ratusan botol parfum berjajar di sana.


"Gue beli yang ini !!" Zee mengambil tiga botol parfum dengan merk Bottega Veneta Pour Homme tampak menarik perhatian teman-temannya.


"Ngapain lo beli parfum cowok?" Clara bertanya heran melihat parfum yang di pegang oleh Zee. Belum lagi harga parfum tersebut cukup mahal.


"Buat papa gue,buat abang gue,buat Arkhan." Jawab Zee datar! Tanpa menunggu teman-temannya,Zee berjalan ke meja kasir untuk membayar belanjaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai berbelanja,keenam gadis tadi melanjutkan kegiatan mereka di salon yang juga berada di lantai atas mall tadi. Sesuai rencana,mereka akan melakukan spa dan kegiatan lainnya mungkin,sedangkan Zee hanya ikut-ikutan.


Yeah,tidak ada salahnya juga Zee terlibat dalam kegiatan rempong yang di lakukan teman-temannya ini. Setidaknya itu membuatnya menjadi cewek normal yang tau rasanya shopping dan sebagainya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Usai shopping dan melakukan beberapa perawatan di salon,barulah Zee dan teman-temannya pulang ke rumah masing-masing. Bahkan Zee sampai tertidur di dalam mobil,hingga sampai di rumahnya pun Zee masih tertidur.


Kedua bodyguardnya yang tidak tega membangunkan Zee,memilih memberi tahu William,namun yang keluar malah Davian. Akhirnya dialah yang menggendong Zee sampai ke kamar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hoaammmm!!" Zee menguap selebar-lebarnya setelah beberapa saat tertidur. Begitu terbangun gadis itu langsung terduduk dengan bingung.


"Gue dikamar? Lah bukannya tadi di mobil? Sekarang jam berapa?" Zee berkata sambil melihat jam di tangannya,ternyata sudah menunjukkan pukul 21.25.


"Baru jam sembilan ternyata,gue mandi dulu lah." Akhirnya Zee memilih pergi ke kamar mandi. Urusan siapa yang membawanya ke kamar sudah ia abaikan,lagian jika bukan papanya pasti abangnya. Ini di mansion utama tidak semua orang bisa masuk jika bukan tuan rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai mandi,seperti biasa Zee mengenakan stelan piyama doraemon. Tak lupa sendal doraemon,setelah itu ia mengambil HP-nya dan memesan taxi online. Malam ini ia akan tidur di mansion DarkNight. Jika siang tadi ia diawasi ketat,maka malam ini ia bisa keluar. Tapi jika menggukan mobil,ia yakin pasti bodyguard yang khusus berjaga malam di luar sana akan memergokinya. Jadi solusinya adalah menyelinap.


Sebelum pergi,Zee memilih memeriksa keadaan di luar kamarnya. Ia berjalan ke luar,lalu turun ke lantai satu. Beralih ke dapur dan berpura-pura mengambil minuman.Namun Zee justru tak sengaja bertemu sang abang yang tampaknya baru keluar dari ruang kerja papanya.


"Ngapain lo ngendap-ngendap di dapur?" Suara Davian membuat Zee baru mau membuka kulkas mengurungkan niatnya.


"Mau ambil minum!!"


"Bukannya di kamar lo ada kulkas? Ngapain mesti ke bawah?"


"Cih suka-suka gue lah!! Lagian kulkas di kamar gue kosong. Kayaknya bibi lupa ngisi!!" Zee memilih berbohong,menutupi alasan jika ia ke dapur untuk mengamati keadaan.


"Papa udah tidur?" Zee bertanya karena tidak melihat William menyusul keluar dari ruang kerja.


"Udah! Gue juga mau tidur,tapi tadi masih ada kerjaan. Ini baru selesai,dan lo sebaiknya tidur juga. Biar besok sore pas acara lo ngantuk,siang besok mungkin gak sempat istirahat. Jadi istirahat bener-bener malam ini."


Sambil menguap Davian berjalan ke arah Zee dan mengusap kepala Zee dengan lembut. Setelah itu ia menarik tangan Zee lembut dan membawa Zee kembali naik ke atas. Zee yang di tarik pasrah saja,lagian ia memang harus kembali ke kamar karena ia akan keluar rumah melewati balkon kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Huaaaa,akhirnya besok yang sesungguhnya datang!! Mungkin akan jadi beberapa sampai end dan epilognya. Terimakasih untuk kalian yang setia mengikuti novel ini dari awal sampai menjelang akhir!!


Sayang kaliannnn😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


Apalagi kalau like,vote,comen,pasti aku makin lope kalian😆😘😘😘😍


__ADS_2