
Sekitar jam enam sore,Zee pamit pada papanya untuk pulang dan mengantar Qira. Awalnya masih di tahan oleh William yang menyuruhnya menungu sampai makan malam dan nanti pulang diantar sopir. Namun Zee menolak dengan alasan tak mau Davian makan malam sendiri di apartemen.
Lagian tujuan ke rumah tadi adalah untuk mampir meledek Sassya sekaligus mengambil boneka doraemonya di kamar. Sebenarnya ia mau mengambil sedari kemarin hanya belum ada waktu.
♡♡♡
Setelah mendudukan boneka doraemon yang lebih besar dari badannya di kursi penumpang,Zee kembali keluar dari mobil dan mengajak Qira ke paviliun terlebih dahulu. Ia mau berpamitan pada bik Ijah kepala pelayan rumahnya dan juga bik Surti baby sister yang merawatnya sedari kecil.
Usai berpamitan barulah keduanya benar-benar meninggalkan mansion besar milik William tersebut.
"Jadi,di mana rumah lo?" Tanya Zee sambil saat keduanya sudah berada di jalan raya.
Qira pun menyebutkan alamat rumahnya,dan Zee menjalankan mobilnya sesuai arah yang dituju.
Tempat tinggal Qira ternyata cukup jauh dari rumah papanya ataupun apartemen Davian. Butuh waktu kurang lebih 45 menit ke sana,belum lagi jika macet. Bisa-bisa satu jam atau mungkin lebih.
Akhirnya Zee membuka google map mencoba mencari jalan lain,siapa tau ada jalan alternatif atau jalan pintas yang lebih dekat ke sana tanpa harus terjebak macet.
Di perjalanan Qira meminta izin menyetel musik dan Zee mengiyakan saja. Dapat Zee dengar Qira mulai menyanyi mengikuti alunan lagu,sebenarnya suara gadis itu standar saja namun lumayan lah untuk di dengar.
♡♡♡
Sekitar 20 menit berjalan,Zee mulai merasa nyeri pada kakinya yang tadi siang tersangkut di semak, ternyata kakinya lecet mungkin juga karena terkena gesekan sepatu di area mata kakinya membuat lecetnya bertambah.
Mobil keduanya mulai memasuki beberapa gang yang lumayan sepi dan tidak padat pemukiman. Ada juga beberapa kios dan ruko kosong yang sudah terawat menbuat jalanan terkesan horor jika dilewati sendiri.
Dari spion tengah,dapat Zee lihat ada 4 buah motor yang melaju dari jarak beberapa meter di belakangnya. Sebenarnya Zee sudah sadar sedari tadi. 4 buah motor itu sudah membuntuti mobilnya sedari beberapa menit setelah ia keluar dari mansion William.
Namun Zee tak menyangka jika motor tersebut masih mengikutinya. Sepertinya memang di sengaja,entah siapa dalangnya masih belum Zee pikirkan.
Jarak antara mobil Zee dan motor tadi semakin menipis membuat Zee semakin yakin jika orang-orang memang mengincarnya untuk tujuan yang belum Zee tahu.
"Qira pasang sabuk pengaman lo dengan benar,pegangan yang erat. Gue bakaln ngebut." Titah Zee.
__ADS_1
Belum sempat Qira bertanya untuk apa,Zee sudah melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Ia sengaja menjalankan mobilnya zig-zag untuk mengecoh motor dibelakangnya.
Benar saja motor di belakang tampak kesulitan mengimbangi kecepatan mobil Zee. Namun tidak berati mereka ketinggalan jauh,keempat motor itu masih melaju di belakang motor Zee.
Sementara itu di samping Zee. Qira tampak pucat tanpa bersuara sedikitpun,ia menatap Zee nanar seperti pasrah apapun yang terjadi. Apalagi saat ia sadar jika Zee melakukan itu karena mereka diikuti.
"Cihh,pengecut!!" Ujar Zee saat melihat salah satu pria diatas motor tersebut mengacungkan senjata api ke atas dan menembakkan ke udara beberapa kali.
Dari spion dapat Zee lihat jika penjahat di belakangnya kembali akan menembakkan pistol,namun kali ini bukan ke udara. Namun diarahkan ke mobil Zee,sepertinya orang itu memang berniat menghabisi Zee malam ini.
"Dor!!" Satu tembakan nyaris mengenai ban mobil Zee namun berhasil Zee hindari. Tapi tak hanya satu orang yang menembak,karena satu orang lagi tampak mengeluarkan pistol.
"Dor!!" Kali ini tidak bisa sepenuhnya Zee hindari. Alhasil,spion kanan mobil Zee pecah membuat Qira menjerit ketakutan.
"Diam Qira!! Jangan ganggu konsenterasi gue!! Tutup mata lo!!"
"a...aku takut!!"
"Cihh,lagian kalau mereka berhasil negejar kita,gue usahain gue yang mati bukan lo." Tegas Zee dengan tatapan yang fokus ke depan.
"Dor!! Dor!! Dor!!" Tiga tembakan beruntun dan sepertinya mengenaik belakang mobil mereka,namun belum membuat Zee menyerah. Dengan berani gadis itu membuka atap mobil yang memang bisa dibuka seperti mobil sport kebanyakan.
Tak lupa ia menyalakan fitur auto-pilot. Setelah itu Zee berdiri menantang sambil mengeluarkan pistol yang dibawanya tadi siang, langsung saja Zee bidik kearah empat penjahat yang sedari tadi menguji kesabarannya itu.
"Dor!!" Tembakan Zee tepat sasaran,berhasil menumbangkan satu buah motor dari salah satu penjahat tersebut. Dapat Zee lihat jika salah satu dari tiga orang yang selamat itu turun menyelamatkan temannya yang jatuh.
Namun karena ia sendiri,sedangkan penjahat yang mengejarnya masih ada dua dan salah satu dari mereka kembali menembakkan peluru ke arah ban mobil Zee.
Tepat sasaran,mobil Zee oleng tak terkendali. Zee sendiri hilang keseimbangan dan terjerembab di kursi kemudi. Pistol milik Zee jatuh,membuat Zee tak punya pilihan lain selain menutup kembali atap mobilnya.
Ia tidak menyerah,Zee kembali beralih ke kemudi dan mencoba bergerak selincah mungkin untuk mengendalikan mobilnya yang sudah oleng parah.
Namun Zee tentu saja kalah tenaga dengan mesin,namun tak terlalu fatal. Zee berhasil membawa mobilnya ke tanah lapang dan terdapat pohon beringin yang cukup besar di situlah Zee mengerem paksa mobilnya.
__ADS_1
Mobil berhenti,dengan bagian depan yang bisa dipastikan penyok karena menghantam pohon besar tersebut. Beruntung keduanya tidak terluka.
Zee mengusap wajahnya dengan kasar. "Lo tunggu di mobil,ini HP gue. Paswordnya 210803 itu tanggal lahir gue. Begitu gue keluar nanti hubungi kontak Kaivano,minta bantuan sama dia. Gue harus keluar buat alihin perhatian mereka. Kalaupun gue di sini mereka juga gak akan pergi,bisa aja mobil kita di bakar."
Setelah berkata panjang lebar,Zee beralih ke kursi penumpang. Ia membuka tasnya dan mengambil sebotol minuman kemudian meneguknya dengan kasar.
Sebelum keluar ia sempat mengusap kepala Qira,sambil berkata."Di jam tangan gue ini ada GPSnya. Jadi lo bisa lacak gue nanti. Satu lagi,titip boneka gue ya. Kalau gue mati lo harus jagain dia. Ujar Zee lebih serius di akhir kalimatnya.
Setelah selesai barulah Zee keluar dari dan langsung mengunci mobilnya. Setidaknya antisipasi agar Qira aman seperti janjinya tadi.
♡♡♡
Baru Zee mau meregangkan tantannya,tiga buah motor berhenti di depannya. Empat orang turun membuat Zee meneguk ludahnya sendiri. Ia kira,ia sudah berhasil melumpuhkan dua orang sebelumnya.
Namun Zee salah nyatanya dua orang yang tadi sempat ketinggalan, sekarang malah baik-baik saja. Ternyata hanya motornya yang Zee lumpuhkan.
"Mampus sih gue!!" Guman Zee lirih.
♡♡♡
"Cakep ternyata man!!" Ujar salah satu dari keempat orang itu sambil menatap Zee takjub.
"Jadi gak tega gua kalau harus ngerusak muka dia."
"Tapi,cakep-cakep gini masih sempit gak? Kalau masih kan enak buat dijadiin mainan."
Salah satu pria semakin mendekat mendekat membuat Zee terpojok diantara badan mobil dan pria tersebut.
"Wah sial!!"
"Bruk!!!"
Zee menendang salah satu dari mereka tepat di area sensitiv pria tersebut.
__ADS_1
"Hancur,hancur deh masa depan lo!!" Ujar Zee meledek,sambil naik ke atap mobil dan melompat kebelakang mencari area yang lebih luas untuk melawan.