Story Of Azellea

Story Of Azellea
4 VS 1


__ADS_3

Catatan: Di part ini sebenarnya udah aku usahain buat greget. Tapi entah feelnya dapat atau enggak di kalian. Jadi kalau gak greget,bayangin  aja kalau kalian lagi main Mobile Legend,pas timnya terus musuh ngelord. Kira-kira gitu deh!!🗿😁


♡♡♡


"Sebelum baca jangan lupa like dan komen setelah membaca. Terimakasih😉"


♡♡♡


Mata Zee berbinar saat melihat kunci motor mereka masih melekat di motor. Ia punya cara lain sekarang.


Sekuat tenaga Zee berlari kembali ke arah motor mereka yang berada tak jauh di samping mobilnya.


Ia yakin Qira sudah menghubungi Kaivan,tapi tetap saja ia harus melawan sampai bantuan datang.


"Mau kemana lo!!"


Salah satu dari mereka menahan bahu Zee. Dengan sigap, Zee memutar tubuhnya dan menedang perut pria tersebut membuat pria itu mundur beberapa langkah.


Dari arah samping,satu buah kayu panjang melayang hampir megenai kepala Zee. Untuk Zee lincah, alhasil kayu tersebut terlempar ke belakangnya.


Zee mengambil helm dan melemparkannya ke arah mereka. Setelah itu barulah ia melompat menerjang perut salah satu dari mereka hingga tumbang.


Dari belakang,satu orang berhasil menahan lengan Zee dan menguncinya. Namun Zee tidak diam,ia langsung menyikut ulu hati pria tersebut. Posisi berbalik,Zee lang yang kini mengunci pergerakan pria itu.


"Bukkk!!"


Pipi Zee di tonjok dari samping. Pegangan Zee pada pria tadi terlepas. Zee mengusap bibirnya kasar,rasa asin dan amis membuat Zee sadar jika bibirnya berdarah.


Tak tinggal diam,Zee membalas pukulan pria tersebut dengan bringas.  Pertarungan 4 lawan 1 berlangsung sengit. Kadang Zee jatuh,namun gadis itu langsung bangun.


Hampir sepuluh menit melawan,dua orang dari mereka sudah terkapar di tanah. Mungkin mereka pingsan atau mungkin tidak punya tenaga lagi untuk bangun. Namun ada dua orang lagi yang cukup mampu mengimbangi Zee.


"Brukk"


Zee tumbang setelah kakinya di tendang dari belakang. Zee merasa pantatnya panas karena terhempas di atas aspal.


Mata Zee membulat saat sebuah pistol diarahkan  ke kepalanya. Dapat Zee pastikan riwayatnya tamat malam ini jika pelatuk tersebut di tekan .


"Ayo lawan?? Gue denger lo Queen geng motor!! Mana nyali lo tadi?"


"Uhh,sebenarnya gua gak tega sih. Habisnya lo cakep,gimana kalau kita main dulu?" Orang tersebut berbisik di telinga Zee.


Kesempatan tersebut Zee gunakan untuk melawan,Zee langsung menarik bahu pria tadi dan mengunci lengannya ke belakang.

__ADS_1


Kini posisi Zee sedang duduk di belakang pria tadi dengan pistol yang sudah diambil alih oleh Zee.


Salah satu dari teman pria tadi yang masih mampu berdiri,berjalan tertatih dengan sambil mengeluarkan pistol dari sakunya.


Namun belum sempat ia menembak, peluru dari Zee sudah lebih dulu bersarang di betisnya.


"Cihh!! Gue gak mau bunuh orang sebenarnya."Ujar Zee sinis,ia bahkan semakin kuat menekan kepala pria yang berada di bawahnya tadi.


"Lihat!! Teman lo udah bolong betisnya,haruskah kepala lo gue bolongin juga?" Ujar Zee sambil memainkan pistol dengan cara diputar-putar di tangannya.


"Gadis bajingan...!!!"


Zee menoleh kaget,dua orang yang tadi ia kira pingsan malah sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan membunuh.


"Auchh...." Pekik Zee kaget saat tubuhnya terkelentang. Pria di bawahnya menyerah Zee saat ia lengah. Hampir saja perutnya diinjak,jika saja ia tidak berguling ke samping.


Zee langsung melakukan kick up(berdiri langsung dari baring kalau dalam ilmu beladiri),dan berlari ke arah salah satu motor yang paling dekat dengan jangkauannya.


Tanpa memakai helm Zee membawa motor tersebut melaju dengan kecepatan penuh di jalan raya. Dapat ia lihat jika ternyata ia di susul oleh tiga orang pria tadi.


Tampaknya hanya yang tertembak yang tidak mengejar Zee. Gadis itu masih sempat berpikir apa Qira akan baik-baik saja di tinggal di sana. Padahal yang harus di khawatirkan itu dia bukan Qira.


Motor Zee melewati jalan raya yang mulai ramai membuat Zee terpaksa menurunkan kecepatan motornya. Lagian Zee yakin mereka tidak seberani itu menghentikannya di jalan raya.


Ia sedikit menaikkan ban depan motornya. Kemudian berputar-butar membuat asap dari ban belakang tampak menutupi area dirinya.


Dan begitu 3 orang tadi sudah menyusulnya. Zee melaju motornya ke arah mereka,dan menyalip dari tengah. Zee membuka kakinya lebar lebar menendang kedua motor tersebut. Dua orang penjahat yang tadi berboncengan tumbang terlebih dahulu.


Namun motor satunya hanya oleng membuat Zee mengacungkan jari tengahnya ke arah orang tersebut.


"Cittttt!!!" Ban motor belakang Zee terangkat karena Zee mengerem menggunakan rem depan secara mendadak.


Dua buah motor berwarna senada dengan motor tadi tampak menghadang Zee. Namun karena sudah capek dan tidak ingin melawan,Zee mengeluarkan pistol yang tadi sempat ia simpan di sakunya.


Tanpa rasa kasihan sedikitpun Zee melepaskan dua tembakan yang masing-masing tepat sasaran di lengan 2 pria malang yang baru saja datang tadi.


Zee turun dari motor,dengan angkuh ia berjalan ke arah dua pria malang tadi yang sudah terkapar sekaligus tertimpa motor. Karena tadi Zee menembak saat keduanya masih di atas motor.


"Ayo sini maju!!" Ujar Zee dingin pada 3 orang pria tadi yang sudah berhasil menyusulnya.


"Gak capek? Mau gue bunuh dulu baru kalian berhenti?"


"Siapa yang nyuruh kalian?"

__ADS_1


"Bukan urusan lo!!!"


"Dor!!"


Argghh!!" Satu tembakan lepas diiringi teriakan saat peluru mengenai betis pria yang sudah berani menjawab Zee barusan.


"Bisa kita ngomong baik-baik." Tawar salah seorang yang sudah ciut melihat keganasan Zee.


"Cuihh!! Harusnya dari tadi kalau kalian mau ngomong baik-baik." Ujar Zee sambil memasukkan pistol ke saku jaketnya.


Zee lantas berjalan mendekat ke arah dua pria yang tampak menatapnya ngeri. Di tambah melihar kondisi dua temannya yang hanya bisa meringis tak berdaya karena sudah dilumpuhkan oleh Zee.


"Bukkkk!!"


"Bukkkk!!"


Dengan dua gerakan T dan K yang sudah ia pelajari. Zee berhasil membuat dua lawan terakhirnya terkapar mengenaskan di aspal.


"Plakk!!"


"Plakkk!!"


Bunyi tamparan begitu nyaring,membuat wajah dua pria tadi bonyok dengan sudut bibir berdarah.


"Impas!! Karena kalian udah bikin wajah gue lecet."


Setelah selesai,Zee memilih mundur beberapa langkah dari sana. Ia berjalan ke dekat salah satu motor mereka dan bersandar di sana.


Tangannya mulai terasa nyeri


dengan darah segar yang merembes keluar dari telapak tangan dan buku-buku jarinya .


setelah itu ia meraba sudut bibirnya yang tadi sempat berdarah. Ternyata sudah mengering. Namun masih nyeri jika di sentuh,tulang pipi dan jidatnya juga nyeri,bisa Zee pastikan itu akan lebam besok atau mungkin sudah lebam.


Kakinya juga terasa nyeri dan kebas. Untung saja napasnya tidak tersengal-sengal. Zee memang ahli dalam mengatur pernapasan,ia sudah belajar ilmu beladiri sejak SMP.


Setiap ilmu beladiri pasti mengajarkan teknik pernapasan,dan sewaktu berkelahi tadipun Zee langsung menyerang beberapa titik inti,dan serangan tadi membuat Zee tidak terlalu mengeluarkan banyak gerakan yang melelahkan dan menguras napasnya.


Hanya sajaa....


"Abang!! Papa!! Zee hausss......Huaaaaaaa!! Ar.....gue capekkk!!!"


♡♡♡

__ADS_1


Like,vote,coment. Terimakasih😉


__ADS_2