Story Of Azellea

Story Of Azellea
Terjawab


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa puluh menit,mereka akhirnya sampai di depan mansion DarkNight. Mansion yang tidak terlalu besar dengan halaman luas dan ratusan motor terpakir rapi di halamannya membuat Qira yang baru dibopong keluar menatapnya kagum.


Tanpa berlama-lama Zee langsung mengajak ketiga orang itu masuk. Di dalam anggota DarkNight yang tadinya sibuk dengan aktivitas masing-masing langsung terdiam saat Zee,Kai dan Sandra masuk ke ruangan.


Namun tatapan mereka tampak heran melihat sosok gadis yang berada dalam gendongan Kai. Sampai akhirnya suara Zee menyadarkan mereka.


"Ambilin P3K,terus obatin dia. Anterin dia ke kamar gue,suruh dia mandi dan ganti baju. Setelah itu kasih makan. Gue ada urusan sama Kai dan Sandra."


Setelah memberi perintah lengkap. Zee langsung berjalan ke arah ruang komputer diikuti Sandra dan Kai di belakangnya.


♡♡♡


Di ruang komputer.....


"Jadi gimana?" Ujar Zee setelah duduk di sofa panjang yang di sediakan di ruangan tersebut.


"Nyokap lo,upss Melissa maksud gue. Gue sama anak-anak udah nyelidikin dan dia emang selingkuh sesuai dugaan lo." Ujar Sandra sambil menghidupkan komputer dan mulai mencari data-data yang kemarin mereka kumpulkan.


"Yups,dan lebih parahnya yang jadi selingkuhannya malah bokap lo." Lanjut Kai,yang ikut menunjukkan beberapa foto Melissa dan seorang pria bahkan ada Sassya di beberapa scan fotonya.


"Maksudnya bokap gue? Gimana?"


"Ckk,jadi bokapnya Sassya itu masih idup. Sehat malahan,lebih parahnya bokap nya Sassya itu masih jadi suami nyokapnya Sassya sampai sekarang."


"Seriusan lo? Jadi 13 tahun ini....?"


"13 tahun ini,keluarga lo biayain keluarganya Sassya dengan baik. Kayanya lo perlu kasih apresiasi sih buat bokap dan abang lo. Kurang baik apa coba,mereka udah makmurin keluarga orang lain di luar negeri sana." Ujar Kai geram.


"Ada lagi?" Ujar Zee masih bersikap tenang.


"Banyak,asal lo tau kemarin Melissa dan salah satu karyawan di kanton Vian habis gelapin dana 400 juta dari perusahaan Vian. Dana proyek yang waktu itu lo ganti,itu semua di pake Melissa buat investasi ke perusahaan Alex bokapnya Melissa." Ujar Sandra sambil menunjukkan beberapa foto dan bukti-bukti transaksi yang entah bagaimana cara mereka mendapatkannya.


"Jadi udah sejauh ini ya mereka bertindak?"


"Jauh banget malah!! Mungkin dari nyokap lo masih ada. Lo tau kan kalau nyokapnya Sassya itu kerja sama bokap lo dari Davian sama lo masih kecil. Dia juga akrab sama mama lo,dan ternyata semua itu ada alasannya. Waktu lo sama Sassya umur lima tahun nyokap lo ketabrak,Melissa ada di sana waktu itu. Parahnya setelah kejadian itu Melissa masuk ke keluarga lo dan jadi parasit di sana."


"Iya bener!! Dan yang sadar cuma nenek lo dan tante lo!! Tapi lihat setelahnya,nenek lo juga meninggal. Sedangkan tante lo dan suaminya malah dibuang sama papa lo .Dan sekarang,lo yang berada dalam pengawasan mereka."


"Maksudnya onty Cleo dan uncle Edward?"

__ADS_1


"Iya,gue kira lo gak tau soal itu."


Tangan Zee sudah terkepal erat mendengar penjelasan yang secara bergiliran ia dengan dari mulut Sandra dan Kaivan.


"Tapi gue aneh sama papa,ngapain dia memperkerjakan sekretaris yang udah punya anak. Kalau menurut cerita mamanya Delice,Melissa itu diangkat jadi sekretarisnya papa dari gue umur 2 tahun. Berati Sassya sama gue seumuran dong saat itu."


"Iyups,bener!! Lo sama Sassya seumuran dan bisa aja saat itu Melissa datang ke situ dengan pura-pura bilang bokapnya Sassya udah meninggal. Terus mereka butuh banget kerjaannya buat biaya hidup. Atau gimana lah,namanya juga orang jahat Zee."


"Atau bisa jadi,keluarga lo emang udah jadi target incarannya mereka. Secara kalau gak salab,nyokap lo dulu satu sekolah sama nyokapnya Delice. Bisa aja malah satu sekolah juga sama Melissa. Bisa aja semuanya udah di setting. Kalau enggak,gak mungkin kelakuan mereka bisa tertutup serapi ini Zee."


"Ok..ok gue paham. Tapi apapun itu,gue senang kita udah punya bukti kuat. Jangan lupa salin beberapa bukti ke beberapa akun berbeda,buat situs berbeda. Biar berkasnya aman sampai perayaan anniversarry mereka tiga hari lagi."


"Kalau itu lo tenang aja,Kai sama gue udah urus semuanya."


"Bagus deh!! Kayaknya gue harus nyiapin sesuatu sebagai ucapan terimaksih buat kalian semua yang udah terlibat."


"Soal itu sih terserah lo. Tapi ada hal lagi nih yang pengen gue kasih tau." Ujar Sandra lagi.


"Lagi?"


"Melissa dan Alex punya rumah mewah Singapura. Ada villa pribadi juga,beberapa mobil mewah,dan perusahaan. Banyak juga barang-barang mewah dan beberapa saham di beberapa perusahaan yang mungkin seharusnya itu hak lo dan keluarga lo. Jadi gue saranin amanin dulu semuanya sebelum lo bongkar senuanya. Gue takut mereka yang duluan ngamanin semuanya kalau lo gak duluan bertindak."


"Pacar sama abang lo maksudnya?"


"Hmm"


"Ya bisalah,asal ada bonusnya." Gurau Sandra.


"Gampang itu. Kalau udah gue mau keluar jenguk tu bocah."


"Siapa? Qira?"


"Hmm"


"Oh iya,tadi ada vidionya Sassya yang gue kirim ke wa lo. Gabungin sama barang bukti lain ya. Biar tambah lengkap."


"Siap bu!!"


Zee hanya mengangkat jempolnya, kemudian berlalu keluar ruangan. Tak lama kemudian Sandra dan Kaivan menyusul di belakangnya.

__ADS_1


♡♡♡


"Mana tu bocah?" Tanya Zee begitu sampai di ruang tengah,tempat anggota DarkNight berkumpul.


Beberapa anggota DarkNight yang paham siapa bocah yang Zee maksud langsung saja menjawab.


"Di kamar lo masihan. Tadi abis makan dia ke kamar lo lagi. Katanya di situ adem."


"Hmm"


Setelah mendapat jawaban,Zee kembali berlalu ke kamarnya untuk melihat keaad Qira. Namun beberapa beberapa langkah berjalan,teleponya berbunyi. Ternyata Arkhanlah yang menelpon, membuat Zee bingun harus di jawab atau tidak. Dan akhirnya Zee memilih untuk mengangkat telepon dari Arkhan.


"Lo dimana,lo baik-baik aja kan,kenapa gak bales chat gue tadi?" Suara Arkhan terdengar khawatir di seberang telepon membuat Zee merasa sedikit bersalah.


"Gue baik-baik aja. Tadi gue ke cafe ada sedikit kegiatan. Abis ini mau kerumah papa,ada yang mau diambil." Ujar Zee berbohong. Tidak mungkin juga ia bilang ia ada di markas atau pergi dengan Kaivan. Bisa ngamuk Arkhan nantinya.


"Siapa Zee??" Tanya Kai yang datang dengan dua botol minuman di tangannya.


Kedatangan Kaivan langsung di sambut pelototan mata dari Zee.


Bagaimana tidak suara pria itu cukup kencang dan berisiko di dengar oleh Arkhan. Bisa saja pria itu curiga nantinya.


"Lo lagi sama siapa? Lo dimana sih?"


Tuh,kan benar dugaan Zee.


"Di cafe,ini baru keluar. Itu tadi ada orang yang lewat."


"Bener,tapi kenapa nyapa lo?"


"Iya,udah dulu ya. Gue mau nyetir,bahaya kalau nelpon." Ucap Zee yang langsung memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban Arkhan.


♡♡♡


"Lain kali jangan sembarang manggil Kai. Apalagi kalau gue lagi nelpon. Sekarang ada hati yang harus gue jaga!!" Ujar Zee serius,setelah itu ia langsung pergi ke kamar tanpa menunggu jawaban dari Kaivan.


Sedangkan Kaivan hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Zee. Namun ia sedikit lega,karena seoarang Azellea mulai berani membuka hati untuk sesuatu yang bernama cinta. Sesuatu yang dulu tidak di Zee percayai sama sekali.


"Kayaknya giliran gue yang harus belajar buka hati buat cewek selain lo Queen." Ujar Kaivan dalam hati dengan senyum yang berusaha terukir di wajah tampannya.

__ADS_1


__ADS_2