
"Ekhmmm!!" Suara deheman seseorang membuat Zee dan Arkhan yang masih berpelukan sontak sama-sama menoleh ke sumber suara.
"Ngapain lu meluk adek gue lagi? Jangan mentang-mentang gue udah baik sama lo,lo bisa semena-mena ya di sini." Sindir Davian sambi berjalan kearah mereka berdua dan langsung duduk di tengah-tengah Arkhan dan Zee membuat jarak diantara mereka.
"Udah deh bang,daripada lo ngomel-ngomel mulu. Mending kita belanja sekarang. Sekalian sarapan diluar lah,gue udah keburu laper Arkhan gak jadi pesen makanan tadi." Pinta Zee pada Davian.
"Ar? Lo jadi pesen makanan? Kenapa?" Tanya Davian heran.
"Ngapain pesen makanan,gue pengen sekalian jalan-jalan soalnya. Jadi kita makan keluar aja."
"Yok lah ,tapi gue mandi sama ganti baju dulu." Zee berlalu ke kamarnya meninggalkan Arkhan dan Davian di ruang tamu.
Davian dan Arkhan saling pandang dengan tatapan canggung.
"Vian gue mau minta maaf buat kejadian di masal lalu. Apalagi tentany Salma,gue bener-bener gak tau harus ngejelasin gimana ke lo. Tapi apapun yang dulu pernah Salma dan gue jelasin. Itu semua faktanya,terserah lo mau percaya atau nggak." Arkhan mencoba memulai kembali hubungan persahabatannya dengab Davian.
Davian menghela napas pendek." Gue udah nyobain buat ngelupain tentang masa lalu gue. Tapi gue belum bisa sepenuhnya percaya tentang ucapan lo kalau semua yang terjadi karna Sassya. Mau gimanapun dia juga keluarga gue,gue gak mau gegabah. Gue perlu bukti dan gue bakal cari tahu,selain itu gue juga pengen tahu kenapa Zee bisa benci sama Sassya." Balas Davian.
Arkhan hanya mengangguk, setidaknya hubungan pertemanannya dan Davian sudah lumayan membaik. "Andai aja Zee hadir lebih dulu di hidup gue,gue gak bakal naruh perasaan ke Salma kayak dulu. Gue tahu sampai sekarang Vian masih belum move on dari Salma. Gue senang sekarang ada Zee,setidaknya gue dan dia bisa saling bantu buat ngebongkar kedok jahat Sassya." Batin Arkhan sambil menghela napas pelan.
"Nanti setelah makan kita ke mall kan ya? Gue sekalian mau beli boneka buat Delice." Arkhan mengalihkan pembicaraan.
"Terserah lo lah, lagian kita juga nanti makan siang di luar. Sekalian jalan-jalan sama Zee,besok gue mau bawa Zee balik ke jakarta." Jawab Davian seadanya.
"Lo mau Zee balik? Emang dia mau? Terus kalau balik lo mau ngajak dia tinggal di rumah bokap lo? Lo yakin dia bakal baik-baik aja?" Tanya Arkhan beruntun membuat Davian menghela napas pendek untuk yang kesekian kalinya.
"Gak gitu juga bego!! Pertanyaan lo udah kayak introgasi tau!! Lagian gue gak begolah ngajak Zee balik dan tinggal.di rumah bokap. Gue juga tahu Zee gak bakalan mau."
"Terus lo suruh Zee tinggal di apartemennya sendiri?"
__ADS_1
"Gak lah,lo gak lupa kan kalay gue juga punya apartemen. Gue bakal ajak Zee tinggal di sana bareng gue,sampai papa sama dia baikkan."
"Owhh,kalau menurut lo itu baik sih ya terserah lo. Asalkan gak bikin mental Zee down lagi. Gue tahu selama ini dia nahan kekecewaannya sendiri. Dari awal gue deket sama dia apalagi pas gue bawa di ke apartemen malam itu dia cerita semuanya ke gue. Jadi gue rasa lo tahulah posisi dia sekarang." Ujar Arkhan .
Davian mengangguk paham. Obrolan keduanya berakhir ketika Zee keluar dari kamar dengan style tomboy khasnya."Gimana,berangkat sekarangkan??" Tanya Zee sambil berjalan keaarah dua pria yang tampak mulai akur itu.
"Kuylah,pakai mobil siapa nih??" Tanua Arkhan sambil melirik Davian yang belum beranjak dari duduknya.
"Pakai mobil gue yang di bawa Zee ajalah. Mobil gue yang satunya gak muat bertiga,cuma ada 2 kursi." Jawab Davian,Zee mengangguk dan langsung masuk kedalam kamar untuk mengambil kunci mobil.
***
"Siapa nih yang nyetir??" Tanya Zee saat ketiganya sudah di luar rumah.
"Biar gue aja!! Lo temenin gue di depan. Gak ada modus duduk bareng Zee di belakang." Ucap Davian spontan,membuat Arkhan melengos kesal. Dab langsung masuk ke dalam mobil.
"Lagian siapa yang mau modusin adek lo sih? Gue tu serius sama dia!!" Tunjuk Arkhan pada Zee yang baru saja duduk di kursi belakang.
***
"Berenti di depan ajalah bang!! Udah laper banget gue!!" Pinta Zee pada Davian,membuat Davian memelankan mobilnya menghentikannya tepat di depan warung makan dipinggir jalan dengan nuansa tradisional.
"Lo serius mau makan di sini? Sempit loh dek ,gak ada kursi lagi." Davian menatap bangunan kecil di depannya dengan ragu.
"Masuk dulu kali bang,gak ngejugde gitulah. Abang sih gak pernah makan di tempat kayak gini makanya gak tau."
"Emang lo pernah makan di sini?" Tanya Arkhan ikut menimbrung.
"Enggak sih hehe." Jawab Zee sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Membuat Davian dan Arkhan ingin menyentil kepala Zee.
__ADS_1
"Yo dah sih masuk dulu,kalau kalian gak mau gue masuk sendiri juga gak masalah!!" Ujar Zee kesal,sambil turun dari mobil dan masuk ke dalam warung makan tanpa menoleh sedikitpun.
"Zee tungguin oii!!" Teriak Arkhan sambil keluar dari mobil membuat Zee meliriknya sinis.
"Adek lo kenapa sih? Masa gitu doang ngambek!! Tanya Arkhan bingung.
"Gak tau gue!! Buruan susulin deh, tambah ngamuk dia nanti." Jawab Davian sambil melangkah terburu-buru menyusul Zee.
***
Setengah jam berlalu ,Arkhan,Zee dan Davian pun sudah keluar dari kedai makanan tadi. Namun sampai di peejalanan ke mall Zee masih saja mendiamkan Arkhan dan Davian.
"Zee udah dong ngambeknya,masa gitu doang lo ngambeknya berjam-jam." Ujar Arkhan .
"Siapa yang ngambek sih,gue lagi sariawan nih. Males ngomong,apalagi kalau gak penting!!"
"Lah itu bisa lo ngomong panjang-panjang,masa tadi nggak!"
"Terpaksa!!"
"Dih ,ngambek lagi. Cewek emang susah dimengerti!" Arkhan yang kesal mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Udah deh,udah sampai nih. Awas aja sampai masuk di mall nanti muka lo berdua masih di tekuk kayak gitu. Gue suruh pulang jalan kaki lo berdua." Ancam Davian menengahi pertengkaran dua curut di belakangnya.
Davian keluar dari mobil di susul oleh Zee dan Arkhan. Dengan muka setengah ditekuk keduanya mengikuti langkah kaki Davian yang mulai memasuki pusat perbelanjaan.
***
Tinggalin jejak guys(like ,vote,comen)
__ADS_1
Kasih hadiah juga boleh wkkw😁
Lopyuu all😋😋😘