
Keesokan harinya.....
Seorang gadis cantik tampak bersandar lunglai di atas sofa di ruang VIP sebuah restoran sekaligus coffeshop yang cukup mewah dan hanya diperuntukkan bagi kalangan atas.
"Azellea William Michelle!! Jadi apa masalah lo sampai ngajak kita nongkrong di ruang VIP kaya gini??"(Delice)
"Kebanyakan beban hidup lo??"(Sandra)
"Muka lo lebih kusut dari keripik pisang tau!! Senyum dikit ngapa? Udah datar+kusut,cepat tua lo entar Zee!!" (Agatha)
"Capek!!" Satu kata keluar dari mulut Zee . Menanggapi ucapan teman-temannya membuat moodnya semakin hancur.
"Tidurlah!!" Clara sang calon kakak ipar menjawab tanpa rasa berdosa membuat Zee berdecak kesal.
"Ckk!! Kalian gak ada solusi kah buat dua orang di sudut itu?" Zee bertanya sambil menoleh malas pada dua manusia yang berwajah datar yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari meja tempat Zee duduk.
Tentu saja arah pandangan Zee diikuti teman-temannya. Mulut mereka ber "O" paham begitu melihat dua orang berbadan tegap dengan setelan seragam hitam yang berdiri bak manekin di sudut ruangan.
"Lo pake bodyguard?" Bisik Agatha pelan,berusaha agar ucapannya tidak di dengar dua manusia datar di sudut sana.
"Gak usa bisik-bisik. Mereka juga tuli,cuma ucapan papa gue yang kedengaran." Zee kembali mengomel kesal.
Sudah tidak terpikirkan lagi image dinginnya. Sedari pagi tadi moodnya benar-benar rusak karena bodyguard yang dikirim papanya untuk menjaganya.
Sebenarnya bukan hanya dia yang memakai bodyguard. Seluruh anggota keluarga William semuanya memakai bodyguard. Seperti halnya Sassya dan Davian mereka menggunakan bodyguard bayangan yang akan ditugaskan saat mereka berpergian jauh seperti keluar kota,keluar negeri,atau menghadiri acara penting.
Sedangkan Zee,sedari dulu ia adalah gadis liar. Sulit diatur,jarang di rumah. Jadi begitu dirinya sudah mulai bisa diatur,papanya langsung memberi pengawasan ketat. Apalagi status dirinya yang baru saja di publikasikan pada publik membuat William khawatir jika Zee tidak dijaga ketat.
Sedangkan saat dirinya belum dikenal publik saja,ia sudah sering pulang ke rumah dalam keadaan babak belur. Jadi dengan memakai dua bodyguard mungkin akan membantu Zee lebih aman.
"Terus kita harus ngapain? Ngusir bodyguard lo?"
__ADS_1
Perkataan Agatha barusan membuat Zee ingin sekali menyumpal mulut gadis itu.
"Kalau bisa diusir,gue juga gak minta bantuan kalian." Zee kembali menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Jemarinya bergerak membuka satu persatu kancing blazer yang menempel di tubuhnya. Hingga akhirnya blazer tersebut lepas menyisakan kemeja putih yang masih melekat di badannya.
"Lo masih kerja di kantor bang Vian?"Tanya Delice memastikan. Karena dari pakaian Zee yang cukup formal, terlihat jelas jika gadis itu baru pulang kerja.
Zee menggeleng menjawab pertanyaan Delice."Gue ikut papa meeting." Zee menjawab dengan lesu sambil memejamkan matanya dan bersandar kembali.
"Ribet banget jadi lo. Untung abang gue dua,jadi gue gak perlu sibuk ngapa-ngapain." Delice berkata sambil membayangkan jika ia berada di posisi Zee.
"Oh iya!! Kemarin lo abis gebukin orang tuh,badan lo gak pegel-pegel? Gimana kalau kita spa ke salon? Lagiankan besok acara annyversarry keluarga lo,bisalah lo refreshing buat acara besok." Delice kembali memberi saran,dan kali ini Zee tampak duduk tegak merespon ucapan Delice barusan.
"Boleh!! Gue juga gak pernah nyoba spa."
Jawaban Zee membuat kelima temannya itu melongo takjub.
"Lo orkay Zee!! Terus 18 tahun lo hidup ngapain aja?" Agatha menatap Zee tak percaya.
"Ckk!! Napaslah,lagian ralat umur gue hampir 19 tahun. Tinggal beberap bulan lagi,ngerti lo!!" Ujar Zee tak terima dikatai 18 tahun. Terlalu muda menurutnya.
"Gue setuju!! Gue juga belum cari baju buat acara besok." Qira menatap teman-teman barunya dengan antusias.
"Lo diundang juga??" Tanya Clara sedikit heran,dan Qira mengangguk pasti.
"Kalian semua diundang kok,biar bukan cuma bang Vian sama Sassya yang punya temen. Tapi gue juga!!"
"Ouhhhhh sweetnya human yang gak pernah punya temen ini!!" Sandra membuk suaranya untuk meledek Zee,membuat gadis itu sebal. Namun tak bertahan lama,karena setelah itu kelima temannya langsung menyerbu Zee dengan pelukan membuat Zee sesak napas.
"Minggir woi!! Kalau gue mati,kalian bisa dibunuh juga sama bodyguard gue!!"
Mendengar ucapan Zee sontak kelima gadis itu melepaskan pelukannya secara bersamaan. "Ngeri banget sih ngomong nya!!" Agatha bergidik sambil menoleh ke arah bodyguard Zee yang masih menatap mereka datar.
__ADS_1
"Dahlah,gas gak nih kita? Gue udah gak mood makan, udah kenyang." Sandra beranjak dari kursi sambil mengambil tasnya begitu pula dengan yang lainnya.
"Bentar!!" Zee menghentikan teman-temannya yang sudah antusias ingin pergi.
"WOIII OMMM!!!" Zee berteriak lantang memanggil sua bodyguardnya. Untung di ruangan itu sudah di sewa privat oleh Zee,jadi tidak ada yang terganggu dengan suaranya.
kedua bodyguard yang merasa dipanggil langsung berjalan mendekat. Layaknya pasukan paskibra terlatih,kedua orang itu sampai dengan langkah kompak di hadapan Zee.
"Nona muda butuh bantuan?" Tanya salah satu dari bodyguard yang bername tag Arlo.
Zee menatap lekat kedua bodyguardnya. Sebenarnya mereka masih cukup muda,mungkin sekitaran umur 25 atau 27. Keduanya saja belum menikah,soal tampang tidak terlalu mengecewakan. Heran juga kenapa papanya malah merekrut mereka jadi bodyguard Zee. Tapi sudahlah,kenapa juga ia berpikir sampai di situ. Tidak penting!!
"Anterin gue jalan-jalan!!" Jawab Zee sambil beranjak dari kursinya.
"Bisa nona muda beritahu mau kemana? Kami akan memberi tahu tuan besar dulu sebelum pergi." Ujar bodyguardnya Zee kedua.
"Om Harlan dan Om Alro. Kalian ini sebenarnya kerja untuk siapa?" Zee bertanya dengan nada frustasi.
"Untuk nona muda,tapi tuan besar yang menggaji kami." Jawab Harlan dengan tampang datar membuat Zee ingin mengunyah mereka hidup-hidup.
"Terserahlah!! Kalau perlu suruh papa pasangin GPS sekalian di badan gue!!"
Habis sudah kesabaran Zee,gadis itu memilih berjalan keluar ruangan lebih dulu sambil menghentak- hentakkan kakinya ke lantai. Sedangkan teman-teman Zee kecuali Qira menatap Zee kagum.
"Sikap Zee berubah 180 derajat dari sebelumnya. Ini semua karena kalian om!! Terr...." Dan ketik Delice berbalik ingin berterimakasih pada kedua bodyguard Zee. Dua orang itu ternyata sudah hilang menyusul Zee bahkan mereka tidak sadar kapan dua orang pergi dari tempatnya.
"Sungguh makhluk gaib!!" Clara bertepuk tangan kagum.
♡♡♡
Like,vote,coment.
__ADS_1
Maaf ya kalau agak gantung-gantung gitu ceritanya,ini udah mau tamat banget padahal,cuma aku itu masih dalam masa ujian akhir,ini hari kedua jadi agak mentok kadang idenya. Jadinya aku bikin muter muter dulu. Tapi tenang buat epilognya udah aku siapin. Tinggal luncur dannnn tamatt😉☺☺
♡♡♡