Story Of Azellea

Story Of Azellea
Hilang Respect


__ADS_3

"Davian!! Azellea berantem sama Sassya!!"


♡♡♡


Suara cowok tadi membuat ketujuh orang tersebut menoleh. Terutama Davian yang namanya lebih dulu di panggil. Mereka semua menunjukkan ekpresi kaget.


"Ngomong apa lo barusan?" Tanya Arkhan memastikan.


"Azellea sama Sassya berantem!! Gak ada waktu buat gue jelasin sekarang!! Buruan ikut gue,keadaannya udah genting banget!! Mereka udah berantem hampir satu jam."


Mata ketujuh orang tersebut membulat sempuran. Kaivan bahkan langsung melompat dari meja dan mengambil langkah seribu mengikuti pria tadi yang sudah berlari mendahului mereka. Begitu juga dengan yang lainnya yang langsung menyusul tanpa banyak bertanya lagi.


Sampai di depan kelas ketujuh most wanted kampus itu harus memaksakan diri melewati ratusan mahasiswa yang masih setia berkerumun di depan pintu. Dua kali dobrakan pintu kaca tebal itu pecah dihantam badan kekar Davian.


"Adek!! Awas!!" Teriak Davian keras saat melihat Sassya hendak melemparkan balok kayu ukuran sedang ke arah Zee. Namun terlambat. "bukk!!" hantaman balok tersebut mendarat telak di punggung Zee membuat Zee terhuyung ke depan beruntung Davian langsung menangkapnya. Entah dimana Sassya mendapatkan balok tersebut tapi yang pasti tulang Zee rasanya ingin patah di hantam barang tersebut.


"Bang Vian!!" Pekik Sassya kaget,raut wajahnya pias saat melihat Davian menatap tajam dirinya.


"Jadi gini kelakuan lo di belakang gue dan papa?" Nada suara Davian terdengar sangat tajam dan dingin.


"G...ue,eh aku ..aku gak bermaksud bang,kak Zee yang mulai duluan." Sassya masih berusaha mengelak, bahkan kini ia mulai mengeluarkan air mata buayanya.

__ADS_1


"Dia yang sebarin vidio Clara!!" Ujar Zee dingin. Ia bahkan kini sudah berdiri tegak kembali dengan sorot mata tajam menatap ke arah Sassya.


"Bocah kurang ajar!! Berani lo bully sahabat gue!!" "Plukk!!" Dengan penuh emosi Delice melempar sepatu bermerk gucci milikknya dan mendarat telak di kening Sassya membuat Sassya terhuyung ke belakang.


"Bangsat!! Makan tu Gucci punya gue!!" Delice kembali melempar satu sepatunya lagi kali ini bukan untuk Sassya tapi untuk salah satu teman Sassya yang membantu perkelahian tadi. Jadilah kini dirinya nyeker.


Tak mau ketinggalan beraksi,Agatha juga maju dengan beraninya menghampir Sassya yang masih terduduk karna terkena lemparan sepatu Delice di tambah ia ketimpuk temannya sendiri yang juga korban sepatu Delice.


"Baru gue beli nih Dior,mantap kalau gue coba pukul ke kepala lo kayak gini. "....."Bukk!!"


"Plak!!" Satu tamparan ikut mendarat di pipi Sassya dan itu dari Clara.


Rasanya Sassya benar-benar sudah tidak punya tenaga lagi untuk melawan. Ia mati kutu begitupun dengan keempat temannya yang memang sudah lebih dulu babak belur oleh Zee tadi.


"Bang Vian aku...!"


"Gue bukan abang lo!! Adek gue cuma Zee!! Lo bukan siapa-siapa!!" Bentak Davian sebelum Sassya selesai berbicara.


"Urus cewek sampah ini buat gue!! Gue bakal telepon papa,biar dia tahu kelakuan anak kesayangannya itu!!" Ujar Davian dingin sambil menatap ketiga cowok yang sedari tadi juga menatap Sassya dengan tatapan membunuh.


"Ambil sepatu gue bang Ar!! Gue mau nyusul Zee ke UKS!!" Seru Delice dengan watadosnya sambil berlari ke luar menyusul Davian dan Zee.

__ADS_1


"Nathan!! Tas gue jangan lupa!!" Teriak Agatha tak kalah menyebalkan dari Delice. Ia juga dengan watadosnya menarik Clara agar segera menyusul Delice yang sudah berada beberapa meter di depan mereka.


"Kasian abang gue!!" Protes Clara.


"Heh,abang lo pacar gue!! Adek ipar diam aja,jangan ngelawan kakak ipar!! Durhaka tau!!" Ujar Agatha PD, membuat Clara mendengus.


Arkhan memilih menyusul Zee dan Davian tanpa menghiraukan perintah adiknya tadi. Bukan tidak ingin membalas Sassya,ia hanya tidak mau jadi pengecut yang menghajar orang yang bahkan hampir tidak berdaya. Apalagi orang itu perempuan,bukan levelnya.


Tinggalah Nathan dan Kaivan korban bucin yang akhirnya mengalah untuk mengambil barang-barang milik Agatha dan Delice.


"Mau gue bantu berdiri?" Tanya Kaivan tiba-tiba saat sudah berdiri di sebelah Sassya. Sontak Sassya mendongak dengan mata berbinar, tangannya bahkan langsung terulur untuk menerima uluran tangan Kaivan.


"Grepp!!" Kaivan membantu Sassya berdiri,namun hanya beberapa detik setelahnya..."Bukk!!" Dengan keras ia kembali menghempaskan tubuh Sassya ke lantai membuat perempuan tersebut meringis,bahkan matanya kembali berair.


"Lo pikir gue bego!! Ngapain gue respect ke orang yang udah ngelukain queen gue!! Buang-buang waktu,kalau gak mikir hukum udah gue bunuh lo!!" Ancam Kaivan dingin.


"Kasian pak William punya anak yang kelakuannya sampah kayak lo!!" Ujar Nathan dengan nada yang tak kalah dingin. Ia bahkan sengaja menendang kaki Sassya saat melewatinya.


Mata Sassya menatap nanar kepergian satu persatu orang yang membela Zee. Kebenciannya pada Zee semakin bertambah saja.


"Gak guna lo semua!!" Bentak Sassya pada keempat temannya,tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap Sassya.

__ADS_1


"Gue akan lenyapin keluarga William, tidak peduli apapun caranya!!" Lirih Sassya yang mungkin hanya dirinya yang mendengar. Dengan terseok-seok ia berusaha bangun dan mengambil tas di lacinya kemudian berjalan keluar kelas tanpa mempedulikan puluhan mahasiswa yang menatapnya miris dan sedikit iba. Apalagi penampilan Sassya sudah tidak ada bedanya dengan gembel.


__ADS_2