Story Of Azellea

Story Of Azellea
Zona Lain


__ADS_3

Hari sudah hampir malam,suasana di restoran milik Zee sudah mulai sepi karna memang Zee membuat aturan untuk menutup restoran menjelang magrib dan akan kembali dibuka setelah isya. Namun di depan meja kasir tampak seorang gadis cantik sedang sibuk berdebat dengan penjaga kasir.


"Kan udah gue bilang,gue pasti bayar!! Cuma masalahnya dompet sama tas gue ketinggalan di mobil abang gue tadi. HP gue juga,terus gimana? Gue juga gak hapal nomor HP keluarga gue,sedangkan HP gue gak aktif." Omel gadis yang ternyata adalah Delice.


"Ya habis gimana dong mbak,kami gak mungkin juga kasih gratis sedangkan pesanan mbaknya tadi banyak banget."


"Atau begini saja,kalau mbaknya mau. Mbak bisa cuci piring di sini,atau minimal bantu-bantu ob-nya selama tiga hari kedepan gimana mbak,kalau mbak mau besok saya kirim ojol buat jemput mbaknya. Gimana?"


"Sembarangan ngomong ni orang!! Heh,di rumah aja gue gak di izinin nyuci piring sama bunda. Lagian mbaknya susah banget di bilangin,gue itu temennya si Zee bos kalian,adiknya Arkhan pacarnya Zee. Artinya gue calon adik iparnya Zee,kan tadi gue udah bilang. Elo gak percaya sih,lagian gue juga gak niat kabur!! Tapi dompet gue kebawa abang seriusan deh!!"


Delice sudah hampir ,kehabisan akal membujuk karyawan Zee yang sudah diganti secara keseluruhan sehingga otomatis mereka semua tidak mengenal Delice.


"Ayolah mbak!! Saya mau pulang ini,atau gini aja. Mbak pakai HP mbaknya,terus telpon Zee!! Ntar gue yang ngomong deh."


Akhirnya itulah cara terakhir yang timbul di otak Delice. Dan sepertinya cukup manjur,karna terlihat sang kasir mulai melakukan panggilan telepon melalui telepon genggam milikknya.


"Iya hallo mbak Zee,maaf mengganggu waktunya.


"..."


"Iya mbak,jadi gini tadi ada..."


"ZEE TOLONGIN GUE!!!"


Teriakan Delice memotong ucapan pegawai restoran tadi. Sedangkan Zee di seberang telepon mengernyit heran mendengar suara familiar yang memanggil dirinya itu.


"Nih,mbaknya ngomong langsung sama mbak Zee." Suruh pegawai tadi pada Delice yang tampak seperti cacing kepanasan di hadapannya saat ini.


Dengan semangat 45 Delice mengambil alih telepon dan langsung berbicara dengan gaya bawelnya pada Zee. Ia bahkan mengalihkan panggilan biasa menjadi panggilan vidio dengan Zee.

__ADS_1


"Zee!! Tau gak?" Tanya Delice dengan wajah manyun begitu panggilan beralih ke vidio yang menampakkan wajah datar Zee di layar HP tersebut.


"Gak." Jawab Zee datar,membuat Delice memberenggut.


"Seriusan Zee!! Masa lo ganti semua pegawai lo tanpa konfirmasi dulu sih!! Lo tau gak,gara-gara lo ganti seluruh pegawai resto lo,gue jadi kena batunya. Masa gue dituduh gak bisa bayar makanan yang gue pesen,kan gak gue banget!! Kasih tau dia dong Zee,gue mau pulang ini!! Bilang kek,gue calon adek ipar lo!!" Omel Delice panjang lebar,namun tak mengubah ekspresi datar Zee sedikitpun. Gadis di seberang sana tampak tenang-tenang saja menanggapi aduan Delice.


"Ya terus? Gue harus apa?" Tanya Zee membuat Delice makin kesal.


"Seriously ?? Zee!! Lo temen gue atau bukan sih? Gue itu lagi kesusahan,dompet gue kebawa bang Zergan,tas gue juga,bahkan HP gue!! Dia kayaknya juga gak nyadar,karna tadinya tasnya gue taruh di kursi penumpang. Dia udah pulang sekarang,dan gue kejebak di restoran lo dengan segala masalah gue,dan lo gak ada niatan buat bantuin gue?"


Dan jawaban mengejutkan lagi-lagi di dapat oleh Delice karna Zee malah tampak menggeleng santai dengan tampang watadosnya.


"Kakak ipar laknat!! Gue gak mau tau,kasih tau abang gue suruh jemput gue!! Gue tau lo lagi bareng bang Ar, iya kan?"


"Dia barusan pulang,gue di apartemen sekarang."


"Tunggu bentar,gue hubungin orang buat jemput lo!!"


Ujar Zee sambil memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Telinganya sudah panas mendengar ocehan calon adik iparnya yang terlampau manja itu.


♡♡♡


20 menit kemudian....


"Tring!! Tringg!!" Bel pintu berbunyi pertanda ada orang yang baru saja memasuki,Delice yang tadinya duduk di depan meja kasir langsung berdiri antusias.


Namun keningnya mengernyit saat melihat bukan abangnya ataupun Zee yang datang. Namun malah pria tak asing yang selama ini menggantung perasaannya,dan fakta yang harus ia dapatkah adalah. Cowok yang kini tengah berjalan dengan gaya sok coolnya adala pria yang sama,yang ia tahu pernah menyukai calon kakak iparnya alias Zee.


"BangKai? Ngapain ke sini?" Tanya Delice bingung.

__ADS_1


Sedangkan Kai yang ditanya juga tampak kesal namun juga mengernyit heran,"Lo sendiri ngapain di sini?"


"Gue? Nunggu jemputan lah,tadi Zee bilang dia bakal hubungin orang buat jemput gue? Jangan bilang?"


"Orang yang gue jemput elo??" Tanya Kai tak kalah heran.


"Loh emang Zee ngomong apa tadi? Lo di suruh Zee kan ke sini? Atau emang sengaja mau ke sini?" Tanya Delice ikut bingung.


"Gue emang di suruh ke sini sama Zee,tapi Zee gak bilang kalau orang yang gue jemput itu elo,dia malah bilangnya Shenna. Mana pakai ngirimin foto lagi,katanya gue di suruh jemput sepupunya dari London. Ketipu dong gue!!" Ujar Kai yang menyadari jika dia dikibuli oleh Zee.


Sedangkan Delice hanya garuk-garuk kepala,tak paham dengan pemikiran dan ide Zee yang terkadang di luar nalar.


"Dari tadi tuh,yang ada di sini cuma gue!! Jadi tujuan Zee nyuruh lo ke sini ya buat jemput gue!! Gak ada yang namanya Shenna. Jadi sekarang,mau gak mau lo anterin gue pulang. Gak mungkin juga nyuruh abang gue,karna tadi gue bilangnya mau pulang naik taxi, tapi dompet gue ketinggalan. Dan ribet kalau harus hubungin abang-abang gue."


"Iya...iya bawel... Gak usah dijelasin sedetail itu!! Sekarang juga gua anterin lo balik!!" Ujar Kai kesal dengan kebawelan Delice. Dengan gerakan cepat ia menarik tangan Delice untuk diantar pulang,agar tidak lama-lama mendengar omelan gadis itu.


"Eittzz!! Ntar dulu!! Main tarik aja!! Gue belum bayar makanan gue woi!! Lo tau kan juga gak bawa dompet."


"Jadi...." Delice mengerjap-ngerjap kedua matanya dan mengeluarkan puppy eyesnya.


"Bayarin sekalian ya,gue gak mau punya utang sama Zee!! Makasih bang Kai!! Lo baik deh!!" Ujar Delice dengan cepat,sambil berlari keluar dari restoran setelah melepaskan genggaman tangan Kaivano.


"Sialan!!"


Umpat Kaivan setengah kesal,bukan kesal karna dirinya harus membayar pesanan Delice,tapi kesal dengan perasaannya yang malah campur aduk saat melihat kelakuan Delice yang menyebalkan namun juga menggemaskan di sisi lain. Hingga tanpa sadar,Kai malah senyum-senyum sendiri.


"Mas,ini totalnya 500 ribu." Ujar pegawai restoran menyadarkan Kai dari pikiran tak berfaedah di otaknya.


Cowok itu akhirnya merogoh dompet di sakunya,dan langsung membayar pesanan milik Delice,kemudian menyusul gadis itu keluar restoran.

__ADS_1


__ADS_2