Story Of Azellea

Story Of Azellea
Bodyguard


__ADS_3

Sesuai janji Zee,sekitar pukul 2 siang gadis itu sampai di kampusnya. Di sana sudah ada Qira yang menunggunya di parkiran. Begitu mobil Zee singgah,Qira langsung masuk ke dalam tak mau membuat gadis itu menunggu. Ia tahu Zee sibuk,jadi tidak boleh mengulur waktu.


"Jadi mobil lo kemarin gimana? Bukan lo bilang masih di kampus?" Tanya Zee setelah keduanya berada di jalan.


"Iya di kampus kemarin,tapi udah diambil sama pak Ali."


Zee hanya mengangguk-angguk,walau sebenarnya ia tidak tahu siapa itu pak Ali yang dimaksud Qira.


♡♡♡


Perjalanan dari kampus ke rumah Qira ternyata hanya memakan waktu 30 menit. Berbeda dari semalam saat ditempuh dari rumah papanya.


"Ini rumah lo?" Tanya Zee saat Qira menyuruhnya berhenti di depan sebuah rumah dengan pagar besi berwarna coklat setinggi 2 meter yang tampak terkunci dari dalam.


Namun dari luar Zee bisa melihat sebuah rumah yang cukup besar,berlantai 2 bercat putih dengan halaman yang cukup luas. Namun tidak jika dibandingkan dengan mansionnya atau papanya.


"Iya Zee,tunggu bentar aku buka pagarnya . Kayaknya Bi Eti di dalam lagi jagain Bima."


Zee mengangguk tanpa bertanya lebih lanjut.  Setelah pagar di buka,Zee itu membawa mobilnya masuk dan memarkirnya asal di halaman rumah Qira. Barulah ia menyusul Qira turun dari mobil.


"Jadi dimana ortu lo? Gue mau langsung pamit sekaligus minta maaf udah bawa lo nginep tanpa izin semalam."


"Em..,ka...kayaknya gak perlu deh mereka juga gak bisa marah sama kamu."


"Gak marah gimana? Qira gue cuma menjalankan tanggung jawab gue. Kita baru kenal,dan gue gak mau orangtua lo salah paham sama lo. Gue tau rasanya itu gak enak."


"Tapi orangtua aku udah meninggal!!"  Qira menjawab setengah membentak.


Zee tersentak mendengar jawaban Qira. Ia baru paham kenapa kemarin sewaktu Zee membahas soal izin pada orangtua,Qira tampak sedih.


"Sorry gue gak tau!!" Ucap Zee merasa bersalah.


"Tapi seharusnya kan lo bilang dari kemarin. Gue gak akan terus-terusan bahas orangtua lo kalau gue tau."


"A..aku takut di bully karena yatim piatu. Du..dulu kalau ada yang tau aku gak punya orangtua,mereka bakal bully aku." Jawab Qira hampir menangis.

__ADS_1


"Ckk!! Gak semua orang sama. Gue bukan tipe orang yang peduli soal itu,kalau gue mau temenan ya temenan. Gak peduli lo siapa."


Zee menjeda kalimatnya sejenak untuk menarik napas.


"Sekali lagi sorry,kalau gitu gue balik ya. Gue udah ditungguin buat acara lusa. Lo boleh datang,ini undangan buat lo."


Zee menyodorkan kartu undangan berwarna silver yang ditulis dengan tinta emas di dalamnya. Setelah itu barulan ia berjalan kembali ke mobil.


"Ma..makasih Zee!! Lo boleh main ke sini kapan-kapan,gu..gue gak punya teman selama ini. Selama ini gue cuma tinggal sama pembantu gue yang udah kerja di sini dari dulu." Jelas Qira gugup sebelum Zee masuk ke mobilnya.


Zee berbalik dan tersenyum kecil saat mendengar ucapan Qira. Apalagi Qira memakai bahasa gue lo,membuat Zee merasa jika bahasa aku-kamu kemarin adalah sebagai bentuk perlindungan diri agar orang tak menjauhinya.


"Kapan-kapan gue pasti ke sini sama teman-teman gue." Jawab Zee sebelum masuk kembali ke mobil.


♡♡♡


Mobil Zee berhenti di depan sebuah gedung tinggi. Di sinilah ia akan melakukan konferensi pers bersama keluarganya termasuk Sassya dan Melissa.


Keluar dari mobil,Zee sedikit kesulitan berjalan dengan rok sepan panjang dan sedikit terbuka di bagian samping ditambah lagi sepatu ber high heels 4 cm yang menempel di kakinya.


"Maaf pa Zee terlambat!!"


Ujar Zee begitu sampai di ruangan tempat papanya dan yang lain sudah menunggu kedatangan Zee sejak tadi.


"Duduk Azellea,rapatnya akan dimulai sebentar lagi." William berucap tegas dan formal layaknya seorang atasan pada umumnya.


Suasana mendadak hening ketika William mulai membuka rapat,dibantu Melissa sebagai sebagai sekretaris William mulai menjelaskan satu persatu maksud dan tujuan rapat tersebut di lakukan.


Sampai akhirnya tiba giliran Zee untuk menjelaskan visi dan misinya jika sudah memegang kendali perusahaan utama. Dengan lugas Zee menjelaskan poin-poin penting sesuai rancangan yang sudah ia buat tadi siang,dibantu Kaivan dan Sandra tentunya.


Para pemegang saham yang bekerja sama dengan perusahaan William.Corp pun tampak puas dengan peyampain Zee.


Namun tanpa di sadari siapun,di kedua sudut meja. Ada dua pasang mata yang menatap Zee sinis.


♡♡♡

__ADS_1


Acara rapat berakhir dengan baik, setelah itu dilanjutkan dengan sesi konferensi pers yang mengenalkan Zee ke publik. Karena seperti yang kebanyakan orang tau anak William  hanya Davian dan Sassya sedangkan Zee dulu selalu menolak dikenalkan..


Jadi begitu berita William.Corp punya penerus baru,nama Zee langsung menjadi trending topik di berbagai berita dan majalah bisnis. Nama perusahaan besar beserta calon penerus barunya terus saja menjadi sorotan.


Bahkan Zee hampir kesulitan keluar gedung,karena terus dikejar oleh para wartawan yang ingin mencari tahu beritanya lebib lanjut. Beruntunglah papanya sudah menyiapkan beberapa bodyguard untuk mengamankan keadaan.


♡♡♡


"Ishh,kalau gue ke cafe gue besok apa gak dikeroyok orang? Gila sih,bisa mati muda gue kalau kayak gini." Gerutu Zee begitu masuk ke dalam mobil.


Ia memang memaksa pulang dengan membawa mobil sendiri. Walaupun begitu,William tetap meminta dua orang bodyguard yabg mengawasi Zee dari belakang.


Apalagi saat kemarin ia tahu jika sang putri hampir dicelakai penjahat. Bahkan saat ini Zee masih menggunakan perban di sebagian tubuhnya termasuk tangan. Hal itu membuat pengawalan Zee semakin ketat.


Di perjalanan pulang,Zee beberapa kali melirik spion tengah mobilnya. Ia bahkan berharap mobil para bodyguardnya mengalami masalah sehingga jauh ketinggalan di belakangnya.


Namun tentu saja doa Zee tidak terkabul membuat Zee mendengus sendiri. Tapi bukan otak Zee namanya jika tidak memikirkan ide gila.


Dengan mata bak elang,Zee mengamati mobil papa dan abangnya yang berjalan di depan mereka dengan dua buah mobil bodyguard lain di belakang. Zee  sedang menghitung-hitung berapa kecepatan yang harus ia tempuh untuk melewati 4 buah mobil di depannya itu.


Setelah dirasa jalanan tidak terlalu ramai Zee mulai menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Satu buah...dua buah....tiga buah....empat buah.....Akhirnya Zee berada di barisan paling depan. Dua bodyguard yang ditugasi mengawasi Zee dari belakang tadi tampak kalang kabut saat melihat nona muda mereka menghilang dari pandangan.


"I..itu tadi Zee bukan??" Tanya William pada sopir yang berada di di sebelahnya. Sedangkan supirnya tampak mengangguk ragu.


Di belakang Melissa dan Sassya hanya bisa menatap tak percaya. Dalam hati dua orang itu berharap Zee akan dimarahi begitu sampai di rumah.


Sedangkan di mobil lain,Davian mengusap dadanya kaget saat melihat mobil Zee mendadak sudah berada di depannya. Untung ia tidak refleks menginjak rem.


"Sampai rumah,gue gantung kebalik lo Zee!!" Ancam Davian geram.


♡♡♡


Like,vote,coment readersskuu🗿😌😌

__ADS_1


__ADS_2