
Sementara itu di Golden Emerald Hotel,tempat di mana acara anniversarry akan di langsungkan. Tiga orang gadis yang tampaknya adalah bagian dari tamu kini tengah berdiri gelisan di dalam parkiran. Mereka adalah Delice,Agatha dan Clara.
Ketiga orang itu sudah uring-uringan di parkiran hotel. Pasalnya hampir setengah jam sudah mereka berada di luar karena tidak di perbolehkan masuk oleh petugas hotel.
Mereka bertiga memang terlambat datang,dan parahnya mereka bertiga sama-sama lupa membawa kartu undangan. Alhasil ketika pengecekan tamu undangan tadi,mereka tidak di perbolehkan masuk.
"Harusnya gue bareng abang-abang gue tadi. Sekarang mereka pasti udah duduk enak di dalam,sedangkan kita bertiga..." Delice tak melanjutkan ucapannya,ia kembali mendesah frustasi.
Belum lagi ia tadi habis di tuduh mengaku-ngaku anak keluarga Ivander. Sungguh keterlaluan.
"Kenapa juga dompet dan kartu undangan gue harus ikut ketinggalan sih." Delice mengomel frustasi.
"Udahlah Liz,daripada ngomel-ngomel di sini mending lo coba telepon abang lo lagi deh."
"Udah Agatha,tapi tetep gak diangkat." Balas Delice dengan nada putus asa.
Agatha beralih pada Clara yang juga tampak sibuk dengan ponselnya.
"Lo gimana? Abang lo bisa dihubungi?" Tanya Agatha pada Clara.
Clara menggeleng,"kayaknya mereka silent ponselnya deh."
"Huh,nasib banget jadi lo berdua. Punya abang anggota BEM tapi gak ada yang bisa diandelin di saat-saat genting kayak gini."
Kalimat penuh sindiran terdengar keluar dari mulut Agatha. Delice dan Clara hanya bisa memutar bola mata mereka dengan malas,mau mengelak pun mereka tidak bisa. Ucapan Agatha seratus persen benar.
"Udahlah,lo yang gak punya abang diem aja. Inget di sini kita bertiga sama-sama apes jadi gak usah ledek-ledekan." Ucap Delice dengan satu tangan masih sibuk menempelkan handphone miliknya ke telinga.
Di saat ketiganya sibuk mencari bantuan untuk masuk ke dalam. Dari arah berlawan sebuah mobil sport hitam tampak memasuki parkiran dengan sorot lampu yang cukup membut ketiganya menyipit karena silau.
Mobil berhenti tak jauh dari tempat mereka bertiga berdiri,hingga beberapa saat setelahnya pemilik mobil keluar dari sana.
"Bukannya itu Azellea ya?" Tanya Agatha memastikan penglihatannya pada gadis yang baru saja datang tersebut.
__ADS_1
Clara dan Delice kompak mengangguk."Iya itu Azellea,tapi kok dia telat ya? Bukannya nanti dia juga gak boleh masuk, acaranya bahkan udah mulai hampir satu jam yang lalu,tapi kok dia masih berani datang ya?" Ujar Delice bingung.
"Harusnya sih dia panik atau apa gitu,tapi kok orangnya b aja ya? Mana salah kostum lagi." Agatha ikutan bingung
Lain hal dengan kedua temannya, Clara tau-tau sudah berlari menghampiri Zee yang mulai berjalan memasuki loby hotel.
"Azellea Michelle!!" Teriaknya cukup kencang.
Sang empunya nama sontak menoleh ketika mendengar namanya di panggil. Langkahnya pun berhenti ketika melihat seorang gadis yang tak asing di matanya kini tengah berlari kecil ke arahnya.
"Kenapa?" Tanya Zee setelah Clara sampai di hadapannya.
"Eh itu,anu. Gue sama temen-temen telat. Lo sendiri juga telat kan? Tapi kalau udah telat gak boleh masuk,trus dress code lo...?" Clara menggantungkan kalimat terakhirnya saat melihat Zee menggunakan dress hitam selutut dengan jaket denim berwarna biru dongker yang masih menutupi bagian atas bajunya.
Zee juga ikut melihat penampilannya sendiri. Memang benar bajunya berbeda dari baju yang Clara kenakan. Clara menggunakan dress berwarna silver dengan hiasan mutiara kecil yang bertaburan di pinggangnya.
Zee sangat ingat jika itu adalah dress yang kemarin di beli Clara saat mereka berada di butiq. Sebenarnya Zee juga membeli satu kemarin tapi karena tadi terburu-buru Zee jadi tak sempat memakainya.
"Kalian sendiri ngapain di luar?" Tanya Zee dengan mengatakan 'kalian' karena matanya juga menangkap dua gadis lain yang kini berdiri tak jauh dari tempat ia dan Clara berdiri.
Clara menoleh ke arah dua temannya kemudian berbalik lagi menatap Zee. "Kita bertiga telat tadi,terus sama-sama lupa bawa kartu undangan. Parahnya lagi kita di usir karena di kira ngaku-ngaku tamu undangan." Jelas Clara dengan nada geram.
Zee sedikit menarik sudut bibirnya. Ternyata ada juga orang yang nasibnya apes tapi berbarengan. "Apa itu yang di namakan peesahabatan sejati?" Batin Zee.
"Jadi sekarang mau minta bantuan gue biar bisa masuk?" Tanya Zee memastikan.
Clara menggeleng."Udah telat lebih dari empat puluh menit. Palingan juga nanti kita berempat di usir lagi. Kayaknya kita bertiga mau langsung pulang,lo sendiri juga telat kan? Pasti gak di bolehin masuk,mau pulang bareng kita?" Tanya Clara,sekaligus sebagai alibi untuk memberitahu Zee jika ia bernasib sama dengan mereka.
Zee menarik kembali menarik sudut bibirnya mendengar ucapan Clara.
"Panggil temen-temen lo ke sini." Ujar Zee dengan nada memerintah.
"Buat apa?" Tanya Clara heran.
__ADS_1
"Gak usah munafik,kalian bertiga pasti pengen banget kan masuk ke dalam? Memang siapa yang gak mau ngehadirin acara di hotel semewah ini?" Tanya Zee sedikit meledek.
Clara terdiam sebentar mendegar pertanyaan sekaligus pernyataan yang baru saja di ucapkan oleh Zee. Memang benar,ia maupun teman-temannya sangat-sangat ingin masuk ke dalam.
"Tapi...."
"Panggil temen-temen lo sekarang atau...." Belum sempat Zee menyelesaikan kalimatnya,Clara sudah lebih dulu memanggil Delice dan Agatha.
"Delice,Agatha sini bentar!!" Panggil Clara sedikit berteriak.
Delice dan Agatha yang tadinya masih sibuk berbisik-bisik,entah menggosipkan apa mendadak mengalihkan perhatiannya pada Clara.
"Kenapa?" Tanya Delice ikut berteriak kecil.
"Samperin aja dulu." Ujar Agatha sambil menarik tangan Delice agar mendekat pada Clara dan Zee.
Begitu kedua orang itu sampai,Zee langsung membalikkan badannya melanjutkan langkah ke loby hotel. Mau tak mau ketiga gadis tersebut mengikuti langkah Zee dari belakang sembari berbisik-bisik kecil.
"Kita ngapain ngikutin dia?" Tanya Delice tak habis pikir.
"Gue gak tau,tanya Clara noh." Balas Agatha dengan nada berbisik juga.
"Ngapain Clar?" Tanya Delice dan Agatha kompak.
Clara yang di tanya malah mengangkat bahu dengan tampang bodohnya."Gue ikut-ikut aja,tadi dia bilang suruh panggil lo berdua. Giliran lo berdua datang,dia malah pergi. Ya gue refleks ngikut lah." Ujar Clara dengan polosnya.
Delice dan Agatha hanya bisa menepuk jidatnya masing-masing mendengar ucapan polos dari seorang Clara Aldebaran.
"Ini sih namanya minta di usir berjamaah." Batin Delice.
"Sekalian aja lemparin gue ke got habis ini. Biar malunya double." Batin Agatha.
♡♡♡
__ADS_1