
Seorang pria dengan tampang tengil tampak berjalan menuju bangku kantin di mana ada satu pria yang sedari tadi tampak duduk dan sedang fokus pada ponselnya.
"KAIVANO ANGGARA!!!" Teriaknya tepat di depan wajah pria itu.
"Apa??" Tanyanya tanpa ekspresi. Ya pria itu adalah Kaivano Anggara alias Kai,yang juga merupakan sahabat Zee di Dark Night.
"Gak seru lo!! Nih ada titipan brownies coklat topping strawbery dari adek gue!" Pria itu meletakkan satu buah papper bag bening yang menampakkan isi di dalamnya.
"Ckk!! Arkhan Ivander,bilang sama adek lo yang bernama Delice Aurora Ivander itu buat berhenti ngejar-ngejar gue!! Harus gue tolak berapa kali sih biar tuh bocah kapok??"
Pria yang bernama Arkhan itu menghela napas berap,mendegar respon sahabat sekaligus gebetan adiknya ini.
"Dia gak akan kapok sampai dia dapetin lo Kai. Lagian adek gue kurang apa sih?? Kurang baik? Kurang pinter? Atau kurang cantik?"
"Kurang waras!!" Jawab Kaivan sarkas.
Arkhan mengelus dadanya. Bayangkan saja ada seorang pria yang tengah menghina seorang adik perempuan di depan abangnya sendiri,bayangkan saja.
"Lo tuh yang gak waras!! Jelas-jelas di luar sana banyak cowok yang ngejar-ngejar adik gue,lo satu-satunya cowo beruntung karena gak perlu ngejar Delice malah Delice yang mati-matian ngejar lo."
"Baguslah,gue kan bukan anjing."
"Plak!!" Arkhan menampar jidat Kaivan dengan sedikit keras. "Maksud lo adik gue anjing gitu??"
"Gak!!"
"Cihh!! Susah ya ngomong sama lo,gue doain suatu saat lo nikah sama adek gue terus bucin sama dia,biar lo tau gimana rasanya di babu sama adek gue yang manjanya pake kuadrad itu."
"Hm"
"Eh Kai!! Lo tau gak...?"
"Gak!!"
"Kai!! Gue belum selesai ngomong!! Tadi nih,sebelum ke sini gue sempet ketemu masa depan gue,serius deh!!"
"Cih,masa depan yang ke berapa itu??" Tanya Kaivan dengan nada sinis.
Telinga Kaivan sudah tidak asing lagi dengan cerita berjudul 'masa depan' yang selalu Arkhan bahas di setiap detik hidupnya. Cowok itu sudah menggila sejak SMA,mulutnya selalu berkata melihat masa depan jika sudah bertemu spesies cewek tapi anehnya tak ada satupun dari mereka yang bertahan lebih dari seminggu. Gila.
"Gue serius buat yang kali ini!! Lo liat aja Kai,gue sumpah demi bapaknya kong guan yang belum ketemu sampe sekarang. Kalau gue sampai jadian sama tuh cewek,gue janji bakalan turun tahta dari predikat playboy gue."
Ujar Arkhan berapi-api dan Kai hanya menanggapinya dengan anggukan.
"Bullshit!! Seorang pria yang baru saja datang dari arah belakang langsung mencela ucapan Arkhan beberapa detik lalu.
__ADS_1
Arkhan menoleh,begitu juga dengan Kaivan. Netra keduanya menangkap tiga orang pria yang baru saja datang,ketiga pria itu juga merupakan sahabat dari Kai dan juga Arkhan.
Mereka adalah Nathan Aldebaran,Zergan Ivander dan juga Davian Ardana William. Namun Davian dan Arkhan tak sepenuhnya berteman walaupun berada di satu circle ada masalah yang terjadi saat mereka SMA dulu dan itu berhasil membuat persahabatan mereka renggang hingga kini.
"Than,percaya deh sama gue!! Kali ini gue bakalan setia sama satu cewek!!"
"Taruhannya apa??"
"Lo boleh ambil ferari punya abang gue di rumah kalau gue gagal."
"Enak aja!!" Zergan yang tak lain adalah abang alias kembaran si Arkhan langsung nyolot saat mendengar dirinya terlibat dalam pembahasan.
"Gak usah muluk-muluk. Lo jadi babu gue tiga hari aja gimana??"
"Deal!!" Arkhan menjabat tangan Nathan dengan berani.
"Wah!! Salut sih gue kalau sampai lo bisa,lagian tuh cewek kayak apa sampe bikin lo seserius ini??" Nathan mulai terpancing rasa penasaran,pasalnya selama ini Arkhan tak pernah serius soal perasaan.
"Kayak bidadari!! Rambut dia coklat panjang,bibir pink,kulit putih,mulus cakep,dan yang paling penting mata dia biru..."
"UHUK!!!"
Davian,Zergan,dan Kaivan mendadak tersedak udara ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Arkhan.
"Ulang-ulang!! Lo bilang apa tadi? Matanya biru??" Tanya Kaivan dengan raut serius.
Arkhan mengangguk."Iya matanya biru,bule kayaknya."
"Uhuk!! Lagi-lagi ketiga orang itu batuk berbarengan.
"Lo yakin Ar??" Tanya Zergan dengan nada dinginnya.
Arkhan mengangguk."Yakin banget!! Udah dua kali gue ketemu tuh cewek."
"Oh ya dimana??" Tanya Nathan penasaran.
"Di fakultas manajemen,dia anak...."
"Prang..."
Davian tak sengaja menyenggol gelas di sampingnya hingga jatuh dan pecah di lantai kantin.
Seluruh pasang mata menatap ke arah Davian dengan aneh.
"Lo kenapa Dav??" Tanya Nathan heran,pasalnya dari tadi pria itu tampak gelisah seperti tengah menahan sesuatu.
__ADS_1
"G..gue gak papa,oh itu gue panggil petugas kebersihan dulu." Davian buru-buru beranjak dari kursinya.
"Dia kenapa??" Tanya Arkhan setelah Davian berlalu.
"Gak tau!! Jadi gimana tadi?? Dia dari fakultas manajemen? Semester berapa??"
"Tiga kayaknya."
"Buset sekelas sama adek gue dong??" Ujar Nathan dengan raut wajah antusias.
Arkhan mengangguk." Iya dia sekelas sama Clara. Gue yakin itu."
"Jadi maksud lo dia sekelas sama Agatha,Delice,Clara??" Tanya Zergan memastikan.
Davian yang baru saja datang tampak memasang wajah datar namun diam-diam menguping.
"Iya bang Zergan Ivander!! Lagian sejak kapan sih lo peduli sama cewek?? Jangan bilang lo berniat nikung gebetan gue ya kali ini??" Tuduh Arkhan curiga.
Zergan menggeleng."Semoga aja bukan cewe perpustakaan itu yang dia maksud." Batin Zergan.
"Gue ke kelas duluan!!" Ujar Zergan setelahnya.
Nathan mengernyit aneh."Abang lo kenapa??"
"Biasa anak kedokteran lagi mumet kayaknya." Ujar Arkhan asal tebak,tapi memang begitu kenyataannya. Di antara mereka hanya Zergan yang memilih jurusan berbeda dari teman-temannya dan jika sedang mumet pria satu itu akan bersikap aneh.
"Gue juga duluan." Kali ini Davian juga ikut beranjak dari kursinya.
"Perasaan gue gak enak-enak. Jangan-jangan cewek yang Arkhan maksud itu Zee." Batin Davian dengan raut khawatir.
"Syukur deh kalau dia dari kampus ini. Gue kira dia itu Michelle,tapi ternyata bukan. Michelle kan gak kuliah di sini." Batin Kaivan.
"Hari ini perasaan gue aja atau gimana ya? Lo,Davian sama Zergan mendadak gila." Tukas Arkhan sambil geleng-geleng kepala saat melihat Kaivan termenung dengan sudut bibir yang tersenyum.
Kaivan mendelik sinis."Gue lagi mikirin cara buat nolak adek lo!! Paham!!" Sinis Kaivan sambil mendorong papper bag yang tadi Kaivan bawa hingga kini papper itu berpindah ke depan Nathan dan Arkhan.
"Makan tuh kue buatan Delice,gue gak suka coklat."
♡♡♡
Reader : Kapan konflik thor??
Otor : Sabar konfliknya tidak di sini tapi di bab belasan,bentar lagi. Sekarang santuy dulu karena setelah masuk konflik kita tidak akan lagi melihat kelakuan gila para pameran ini...
Like vote komen aja dulu guyss!!
__ADS_1