
"Dimana lo?" Tanya Davian dari balik telepon. Begitu keluar dari kelas,Davian memang langsung menghubungi Zee untuk memastikan apakah gadis itu berangkat ke kantor atau tidak.
"Kantor lo lah."
"Jutek banget,kenapa gak enak jadi CEO?"
"B aja!! Yang gak enak itu,jadi anak gak dianggap selama ini. Heran,bahkan gue hampir gak bisa masuk ke ruangan lo gara-gara resepsionisnya gak kenal gue."
"Kok bisa? Perasaan gue udah bilang sama sekretaris gue,sama resepsionis,sama Alfarrel juga. Masa masih gak bisa masuk?"
"Bukan masih,tapi hampir!!"
"Sama aja!! Berati sekarang udah di ruangan gue?"
"Iya."
"Ya udah,kerja yang bener!! Jangan makan gaji buta!!"
"Sialan!!"
♡♡♡
Telepon langsung dimatikan sepihak oleh Davian,dan dengan senang pria itu malah senyum-senyum sendiri membuat keempat teman di sampingnya menatap aneh.
__ADS_1
"Lo kenapa?" Tanya Arkhan yang berada di sebelah Davian.
"Gak papa!!" Jawab Davian santai.
"Lo ngerjain cewe gue?"
"Cihh!! Lo lupa cewe lo adek gue!! Terserah guelah mau ngapain."
Arkhan hanya bisa melengos sembari berjalan mendahului keempat temannya itu.
"Jangan macam-macam sama Queen!! Gua gak suka!!" Ujar Kaivan sambil menekankan kalimat terakhirnya,kemudia berlalu menyusul Arkhan yang sudah berjalan didepannya
Tinggalah Davian yang menoleh pada Nathan dan Zergan yang juga tengah menatapnya datar. "Kenapa kesannya kayak gue mau dibunuh ya?" Monolog Davian dalam hati. Tak mau ambil pusing dengan kelakuan teman-temannya yang mendadak tertukar sifatnya jadi dingin. Davian memilih berjalan duluan menuju kantin dengan santainya.
♡♡♡
Ia jadi heran,kemana saja abangnya dua bulan ini. Kenapa sampai hal sepenting ini ia abaikan,apa memang proyeknya sengaja di tunda. Tapi kenapa tidak ada laporan yang mencatat jika ada proyek yang di tunda?
Entah perasaannya saja atau memang hal itu patut di curigai,Zee jadi merasa jika ada penghianat di perusahaan abangnya saat ini. Sepertinya Davian dan Alfarrel juga belum atau bahkan tidak menyadari hal itu.
"Bego sih,masa pengeluaran segini banyak kagak ada hasilnya. Bang Vian juga kemana aja,hal sepenting ini aja dia kagak tau,gimana perusahaannya mau maju."
Gerutu Zee dengan geram,ini hari pertamanya menggantikan abangnya tapi sudah ada saja hal yang membuatnya harus berpikir. Zee memang baru kali ini terjun langsung di sebuah perusahaan,tapi bukan berati ia tidak mengerti tentang bisnis.
__ADS_1
Jurusan kuliahnya ada di manajemen bisnis,ia juga punya usaha sendiri. Jadi sedikit banyak ia pasti tau jika ada sesuatu yang tidak beres,dan harusnya Davian juga sadar itu. Atau memang laki-laki itu tidak tau karna semenjak beberapa bulan terakhir ini Davian sibuk ikut dengannya,lebih tetapnya setelah mereka berbaikan Davian memang menghabiskan banyak waktu dengan Zee.
"Gak salah lagi sih,ada yang gak beres di sini. Kenapa ada laporan pengeluaran empat ratus juta minggu lalu buat beli material bangunan,tapi nyatanya bangunan udah mangkrak hampir satu bulan terakhir ini. Proyek di bangun dua bulan lalu harusnya udah rampung masa sampai sekarang baru lantai bawahnya doang."
"Nona muda,ada yang bisa saya bantu?"
Sontak saja suara Alfarrel yang baru saja masuk tanpa mengetuk pintu atau memang Zee yang tidak mendengar membuat Zee sedikit kaget.
"Ngapain lo di sini?"
"Ini sudah jam makan siang,nona muda tidak ingin makan keluar? Atau mau makananya saya antar ke sini? Karna sepertinya nona sedang sibuk saat ini."
"Gue makan di sini."
"Nona tunggu sebentar,saya antarkan makanannya ke sini." Ujar Alfarrel sembari keluar dari ruangan bos barunya itu.
♡♡♡
Usai makan siang,Zee kembali memanggil Alfarrel ke ruangannya. Tujuannya tak lain adalah menanyakan di mana pembangunan mall milik Davian berlangsung. Rencananya ia akan turun langsung ke sana besok pagi,ia yakin keadaan di sana akan semakin tidak baik jika tidak segera di tangani.
♡♡♡
Pendek bet kan ya,maaf ya guys. Keknya besok bakal aku revisi lagi,malam ini segini aja ya. Aku lagi sakit soalnya,ini aja ngetik setengah merem.
__ADS_1