
Halo para kakak-kakak,abang2,mommy2,dan semuanya yang baca karya aku. Aku mau menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian ku yang udah gak up beberapa hari. Gak tau kenapa mendekati semester akhir aku sebagai pelajar,kegiatan aku makin padat,makin susah bagi waktu.
Kita banyak praktek,banyak kegiatan sekolah,banyak belajar menjelang try out. Di tambah lagi saat ini aku lagi sibuk banget mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi,dan di sini kesabaran kami para murid kelas 12 diuji banget!! Bikin akun LTMPT itu ternyata susah banget,kendala error lah,inilah,harus pintar2 cari waktu.
Kadang aku harus bangun subuh buat daftar dan isi data,habis itu ketiduran,malam juga tidur larut buat belajar plus kerjain tugas sekolah. Puji Tuhan juga aku terpilih jadi siswa elgieble di sekolah dan masuk sepuluh besar jadi ada peluang masuk kuliah tanpa harus ikut SBMPTN atau jalur mandiri,seneng sih. Tapi ya gini saking sibuknya aq sampai susah bagi waktu,maaf ya temen semua🙁
♡♡♡♡
"Nona muda yakin bisa ke sana sendiri?" Tanya Alfarrel sambil berjalan mengikuti Zee yang kini tengah berjalan menuju parkiran.
"Gue gak ke sana sendiri. Lo tenang aja,ada jemputan kok. Paling bentar lagi..."
"Tin....tin...."
Ucapan Zee tidak selesai karna sebuah mobil mewah memasuki parkiran dan berhenti tepat di samping Zee dan Alfarrel.
Pemilik mobil yang tak lain adalah Arkhan keluar dari mobil dengan gaya sok coolnya. Tatapan matanya tak lepas dari pria 25 tahun yang kini berdiri tak jauh dari pacarnya itu.
"Ekhmm!! Udah siap di anter tuan putri?" Tanya Arkhan dengan penuh penekanan,sambil menarik tangan Zee agar berdiri di sebelahnya.
Zee langsung memutar bola mata malas mendengar ucapan Arkhan yang cukup alay di depan orang lain.
"Berangkat sekarang ya,gue gak mau pulang ke sorean." Ucap Zee sambil melepaskan tangan Arkhan dan berjalan masuk ke dalam mobil Arkhan.
Arkhan hanya mengangguk singkat,kemudian beralih pada Alfarrel yang masih stay datar di tempatnya berdiri. "Jangan coba-coba godain cewek gue!! Ingat lo bawahan dia,mana udah tua lagi. Kalau mau cari istri itu yang seumuran,jangan yang anak kuliahan,apalagi pacar orang,dosa tau pak!!" Tegur Arkhan dengan penuh penekanan,sementara yang di tegur tampak bodo amat.
__ADS_1
"Anda tuli ya?" Tanya Arkhan mulai geram pada Alfarrel,sedangkan Zee yang berada di dalam mobil mulai geram karna Arkhan tak kunjung menyusulnya masuk.
"Arkhan!! Berangkat sekarang,atau gue bawa mobil sendiri!!" Teriak Zee sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
Arkhan tampak mengangkat tangannya mengisyaratkan 'sebentar'. Namun dia sepertinya lupa kalau Zee tidak suka dibuat menunggu,terbukti cewek itu sudah keluar dari mobil Arkhan dan berjalan menuju mobilnya sendiri membuat Arkhan gelagapan.
"Sebaiknya anda susul nona muda sekarang!! Saya khawatir hubungan kalian berakhir hari ini karna tingkah anda sendiri." Ujar Alfarrel mengingatkan, sambil berbalik kembali masuk ke dalam kantor.
Mau tak mau Arkhan membenarkan ucapan Alfarrel dan bergegas menghadang mobil Zee yang sudah menyala dan siap keluar parkiran.
♡♡♡
1 jam kemudian.....
Dan di sinilah mereka berada,Zee sudah lebih turun dari mobil dan berjalan memasuki kawasan proyek. Sedangkan Arkhan kembali memasuki mobilnya,ia masih harus ke kampus untuk mata kuliah terakhir,entah terkejar entah tidak,tapi apa boleh buat ia sendiri yang tadinya ngotot mau mengantarkan Zee ke lokasi proyek. Ya sudah resikonya berati!!
♡♡♡
Tatapan mata Zee mengedar mengamati lokasi bangunan yang kini tengah dikerjakan oleh beberapa pekerja. Ia sendiri heran sejak pertama kali masuk tadi,hampir ia mengira jika ia salah alamat. Ia kira pembangunannya benar-benar baru rampung lantai satu,tapi ternyata hasilnya lebih parah dari dugaannya sendiri.
Bukannya rampung lantai satu,bahkan mall tersebut hanya baru di cor bagian lantainya,dan ada beberapa bagian yang mulai di pasangi dinding. Sungguh miris dan terbangkalai,ia tak mengira jika perusahaab Davian tengah menghadapi kerugian besar-besaran dan bodohnya lagi Davian tidak tahu sama sekali. Bahkan Alfarrel pun tak sempat meninjau proyek ini, keduanya terlalu percaya pada manajer yang sudah mereka tunjuk tanpa mau mengecek sendiri bagaimana hasilnya.
Beginilah jadinya jika terlalu percaya pada orang lain, dan terlalu abai pada sesuatu. Zee sampai geleng-geleng kepala membayangkan perusahaan yang Davian bangun mati-matian akan bangkrut karna kecerobohannya. Sepertinya memang sudah takdir bagi Zee yang di tugasi untuk menggantikan Davian. Jika tidak pasti masalahnya ini akan tersingkap saat semuanya sudah terlambat.
Tak mau membuang waktu hanya dengan melihat-lihat, Zee akhirnya memutuskan untuk menghampiri salah satu pekerja yang tampak duduk berteduh di samping sebuah bangunan kecil yang sepertinya jadi tempat penyimpanan material. Dengan sedikit canggung,Zee mencoba menyapa pria paruh baya tersebut.
__ADS_1
"Ekhmm,siang pak!! Kenalin saya Zee,adiknya Davian. Saya yang di suruh gantiin dia beberapa hari ke depan. Ujar Zee sambil mengulurkan tangannya pada pria paruh baya yang masih menunduk tersebut.
Sontak saja pria paruh baya tersebut terkejut saat melihat tangan Zee berada tepat beberapa centi di depan wajahnya. Namun bukan hanya itu yang membuatnya terkejut,namun ucapan Zee yang menyebutkan statusnya juga menambah keterkejutan pria itu.
"Siang nona muda,maaf tidak melihat kedatangan nona,tolong jangan marah. Saya cuma tadi berniat istirahat sebentar,tapi malah hampir ketiduran. Maaf nona muda,maaf." Ujar pria paruh baya tersebut sambil menunduk takut.
Sedangkan Zee tampak menatap heran,"Perasaan gak ada yang marah. Ngapain nih orang minta maaf,repot amat. Gua aja gak masalah!" Monolog Zee dalam hati.
Lalu dengan tatapan ramah,Zee berusaha meyakin pria tersebut jika dirinya tak mempermasalahkan soal orang itu yang hampir ketiduran. Justru tujuan Zee adalah ingin menanyakan kenapa proyek yang sudah dibangun hampir dua bulan tersebut belum juga selesai. Malah bisa dibilang terbangkalai,ia juga tidak melihat ada yang mengawasi para pekerja di situ,bahkan manajer yang katanya ditugaskan pun tak ada batang hidungnya.
Lagi satu,harusnya di situ ada arsitek yang biasanya ikut memandu para pekerja jika sedang membuat bangunan,diakan yang merancang tapi kenapa semuanya tak terlihat kecuali para pekerja yang juga tampak bekerja asal-asalan bahkan ada yang tampa duduk duduk saja. Sungguh aneh sekali menurut Zee,mereka seperti tidak ada semangat untuk bekerja.
Akhirnya setelah menimang-nimang kata-kata yang di rasa cocok untuk memulai obrolan,Zee kemudian duduk berjongkok tak jauh dari pria parub baya tadi membuat pria tersebut tampak makin canggung tapi tak berani protes.
"Ekhmm!! Begini pak,tujuan saya ke sini sebenarnya bukan hanya untuk melihat cara kerja kalian. Tapi saya merasa ada sedikit masalah yang janggal dengan proyek mall ini. Kalau menurut info yang saya dapat,proyek ini harusnya sudah berjalan dari dua bulan lalu. Tapi melihat kondisi banguna saat ini, entah kenapa saya merasa jika proyeknya justru terbangkalai. Gak masuk akal aja pak,kalau proyeknya udah dikerjakan dua bulan tapi gak ada perubahan dan hasil itu mustahil pak. Jadi tujuan saya mau menanyakan apa bapak tau kenapa ini biss terjadi atau saya yang keliru info?" Tanya Zee panjang lebar dan to the point.
Pria tersebut tampak menggaruk-garuk kepalanya seperti sedang gugup dan bingung. Namun Zee membiarkan saja sampai pria tersebut mau buka suara,setelah mennunggu beberapa saat akhirnya pria tersebut mulai memindah posisi duduknya dari yang tadi menyamping berpindah berhadapan dengan Zee. Ia juga mulai berani mendongakkan kepalanya untuk menatap Zee sebelum berbicara.
"Jadi begini nona muda,sebenarnya...."
♥♥♥
Udah sih gitu aja wkwkwk,besok lagi ya aku usahain UP doain aja gak sibuk karna besok minggu hehe.
Bye-bye guys
__ADS_1