
di hotel...
tok tok tok..
suara pintu kamar hotel..
"iya bentar..eh ghea..masuk.."
"iya..makasih vin.."
"ini aku sudah masakin loh buat kamu.."
"ya vin..lapar nih.."
"ayo makan.."
"huum.."
lalu kami pun makan bersama. setelah kami selesai makan, aku dan kevin menonton bersama sambil memakan cemilan.
"ghea,gimana tadi bertemu rama?"
"hmm..aku seneng banget vin. rama ternyata mencintaiku.. aku pikir kemarin dia memilih mantannya ternyata tidak.."
"bagus dunk.. trus.. trus..."
"iya aku bilang aku juga mencintainya.."
"selamat ya ghea akhirnya kalian sudah menyatakan perasaan kalian."
"makasih vin.."
"lalu selanjutnya rencanamu gimana?"
"aku ingin pulang. kangen sama anak-anak juga nenek. untuk rama,aku nggak jadi cerai."
"ya sudah. habis acara tv ini kamu balik ke kamarmu dan tidur. tapi kamu sudah kemasi barang-barangmu di koper."
"sudah kog. iya vin. tenang saja. nggak mungkin kan aku tidur sekamar denganmu. bisa-bisa aku di marahin sama suamiku..hehe.."
"yee siapa juga mau tidur sekamar dengan kamu.. geer amat.."
"aduh vin.. sakit tau.."
"biarin. habis kamu itu bodoh.."
"walau aku bodoh gini aku kan sahabatmu..huhuhu.."
"sudah.. sudah.. aku mau ngambil berkas dulu. kamu kalau sudah selesai liat tv nya panggil aku ya kalau mau pulang.."
"siap bos kevin..hehehe.."
"dasar kamu itu..selalu begitu.."
"hehehe.."
kemudian kevin pun langsung ngambil berkas dan kevin pun melanjutkan pekerjaannya di ranjangnya. beberapa menit kemudian,rasa bosan ghea pun muncul dan memutuskan untuk balik ke kamarnya.
"vin.."
"hmm.."
"aku balik ke kamar ya.."
"napa ghea? sudah ngantuk?"
"nggak sih. cuman bosen. aku kangen sama rama. jadi ya aku mau telepon rama di kamar.."
"ya sudah kamu balik sana di kamarmu..jangan lupa pesenku..jangan bangun kesiangan loh.."
"iya..iya..cerewet amat sih kamu ini.."
"sudah sana..berisik tau.."
"iya ya.. aku pergi..dah vin.."
"heem.."
aku pun langsung meninggalkan kevin di kamarnya yang sedang mengerjakan pekerjaannya di kamarnya. sedangkan aku langsung balik ke kamar dan langsung menelepon rama.
"halo rama."
"eh sayang..lagi di mana?"
"lagi di kamar. sayang lagi ngapain ini?"
"bentar..bentar tadi kamu manggil aku apa?"
"sayang..memang napa? ada yang salah ya?"
"nggak kog. aku justru senang di panggil gitu.."
"ih dasar kamu itu ya.."
"hehehe..sudah makan sayang?"
"sudah kog sama kevin tadi.."
"tadi sama kevin ngapain saja?"
"nggak ngapain kog. cuman makan sama menonton tv bareng saja."
"beneran itu?"
"idih kog nggak percaya sama aku sih..cemburu ya sayang?"
"iya jelas dunk kan kamu istriku. kapan dunk istriku ini makan bareng sama aku?"
"ih tumben manja gini."
"biarin..kan kamu istriku.."
"ya ntar saja kalau sudah ke indonesia ya.."
"iya..hmm..sayang.."
"iya apa?"
__ADS_1
"lagi ngapain?"
"lagi telepon kamu lah.."
"oh ya sih..hehehe.."
"kamu itu ya mesti deh.."
"maaf aku lupa..jangan marah ya sayang.."
"iya sayang..aku nggak marah kog..oh ya tadi sudah makan?"
"sudah kan itu makanan favoritku.. cuman.."
"cuman apa?"
"cuman..cuman ada yang kurang.. coba kalau ada istriku kan bisa makan bareng..hehe..oh ya,ke indonesia kapan?"
"besok pagi aku dan kevin ke bandara."
"maaf aku tidak bisa mengantar ke bandara.."
"nggak papa. aku juga minta maaf tidak bisa menemani sampai selesai di singapura.."
"hehe..nggak papa juga..sudah malam sayang..bobok gih.."
"iya sayang.. kamu juga bobok loh.."
"iya..mmuuacch..I love you.."
"ih kayak abg saja..hehe.."
"biarin kan sama istri sendiri.."
"hehe..dasar..ya sudah..mmuach..I love you,too. dadah.."
"ddaH.."
tut..tut..tut..
sehabis telepon,ghea langsung tertidur.
di rumah sakit,kondisi ibunda menjadi tambah parah sehingga membuat para dokter dan suster panik.
"ada apa dokter?"tanya rama pada dokter wendy.
"ibumu sepertinya tidak bisa. pihak rumah sakit benar-benar menyerah tuan rama. maafkan kami tuan rama."
"apakah benar-benar tidak bisa tertolong lagi dokter?"
"maafkan saya tuan rama. pihak rumah sakit sudah berusaha tapi kondisi ibumu tidak bisa menerima lagi dengan alat medis kami."
"nggak papa dokter."
"oh ya, jangan lupa kamu urus administrasi kematian ibumu ya. aku mau pergi dulu ada urusan lain."
"baik dokter. terima kasih."
"aku permisi dulu ya?"
"iya dokter. silahkan."
di tempat lain,,
dret..dret..dret..
duh siapa sih malam-malam begini..nggak tau apa aku ini sedang tidur.. huft.. aku pun meraba mencari handphoneku yang sedang berbunyi. kemudian aku pun mengangkat telepon.
"iya halo."jawabku. dengan rasa kantuknya aku hanya menutup mata sambil menjawab telepon.
"selamat malam nona ghea. saya dokter wendy."
"oh dokter wendy. ada apa malam begini telepon? nggak tau apa ini jam berapa? aku masih kantuk bener."
"kamu itu ya nggak pernah berubah. ya aku tau ini sudah malam nona. maafkan aku sudah mengganggu tidur nona. aku hanya ingin menyampaikan laporan tentang ibunya rama."
"iya apa?"
"ibunya rama sudah meninggal tadi. karena jantungnya nggak bisa tertolong."
"APA Dokter Wendy? Ibunya Rama sudah meninggal?"
"iya nona. maafkan saya nona."
"iya nggak papa. lalu rama apa masih di sanakah?"
"iya nona."
"yaudah saya ke sana sekarang. terima kasih infonya dokter wendy."
"iya."
tut..tut..tut..
aku pun langsung cuci muka dan ganti baju. sebelum berangkat ke rumah sakit, aku pun mengirim pesan ke kevin kalau aku ke rumah sakit malam ini karena ibunda sudah meninggal. kemudian,aku langsung berangkat ke rumah sakit dengan naik mobil driver online. beberapa jam kemudian,aku pun tiba di rumah sakit dan langsung menemui rama. Rama pun langsung menaruh kepala nya di pundakku.
"biarkan lah aku begini. janganlah bergerak. kumohon."
aku pun menuruti keinginan rama. karena aku sendiri nggak bisa berbuat apa lagi.
"Permisi Tuan Rama, Nona Ghea."
"oh ya dokter wendy."
"saya datang ke sini untuk memberitahukan kalau alat medis sudah di lepas. dan ibu kan di bawa ke kamar mayat untuk di masukkan ke ruangan es. untuk selanjutnya kami serahkan ke Tuan nona."
"baiklah. terima kasih dokter wendy."
"sama-sama. tuan nona. saya permisi dulu karena banyak urusan yang harus saya selesaikan."
"iya silahkan dokter."
aku pun langsung menyuruh rama duduk bersamaku. kemudian rama pun membuka suaranya padaku.
"ghea. aku tidak punya siapa-siapa sekarang."
"ssstt.. siapa yang bilang begitu ram?"
__ADS_1
"memang benar kan? orang tuaku sudah meninggalkan aku sendiri di dunia ini."
"huh,,"aku pun menghela napas dan melanjutkan lagi..
"rama,kan masih ada aku. juga ada anak-anak kita dan nenek yang merupakan keluargamu."
"oh ya sih.."
"sudahlah rama. kalau kamu begini terus ibumu nggak kan tenang juga kan sedih melihatmu begini. kamu harus mengikhlaskan kepergiannya."kataku yang menghibur rama yang sedang bersedih.
"iya benar ghea."balas rama.
"ya sudah. kamu duduk dulu. biar aku yang mengurusnya. kamu tunggu di sini dulu ya sekalian aku belikan air minum buat kamu."kataku pada rama.
"iya. terima kasih ghea."
"iya rama."
aku pun langsung meninggalkannya dan aku pun tak lupa membelikan minuman untuknya. beberapa jam kemudian,ibunda di pindahkan ke kamar mayat dan sementara di masukkan ke kamar es. saat ibunda di pindahkan kami berdua yang di temani juga pegawai rumah sakit yang menangani ini pun menggiring ibunda ke kamar mayat. akhirnya kami pun tiba di kamar mayat.
"mohon tunggu di luar dulu Tuan nona. nanti kami panggilkan untuk tanda tangan formulir."
"iya. baiklah."
kemudian kami pun duduk di luar kamar mayat.
"rama setelah ini rencanamu gimana? apakah kamu ingin ibumu di makamkan di sini atau di indonesia?"
"aku ingin di indonesia. di makamkan di tempat ayahku yang dulu meninggal."
"baiklah kalau gitu. tunggu sebentar ya. aku mau urus semuanya."
"iya."
aku pun meninggalkan rama yang sedang diam saja. aku pun langsung mengurus semuanya. saat kami semua mau pergi ke bandara,kami pun bertemu kevin.
"hai ghea rama. maafkan aku tadi malem tidak tau karena masih tidur. dan maafkan aku terlambat datang ke sini."
"oh nggak papa kog vin."
"trus kalian mau kemana?"
"kami mau pulang ke indonesia karena nggak ada urusan lagi di sini."
"baiklah aku ikut ya? lagian aku sudah siap semuanya."
"iya deh ikut saja."
kemudian kami semua pun pulang ke indonesia. beberapa jam kemudian akhirnya kami semua telah sampai di indonesia. kami pun langsung ke pemakaman. di acara pemakaman ini banyak yang hadir di rumahku dan kuburan. akhirnya acara pemakaman di kuburan telah selesai,Rama masih duduk menemani kuburan orang tuanya. semua orang yang hadir langsung meninggalkan. begitu juga aku pun memberi waktu rama bersama ke dua orang tuanya.
"ghea"
"iya nek."
"kamu pulang sama nenek atau gimana?"
"nenek pulang saja dulu karena kasian anak-anak menunggu nenek. aku mau nunggu rama selesai."
"ya sudah nenek pulang ya.."
"iya nek. hati-hati di jalan ya.."
"iya sayang."
akhirnya tinggallah aku dan rama di kuburan ini. aku pun memegang tubuh rama untuk menghiburnya.
"ram,semuanya sudah pulang. tinggal kita berdua di sini. ayo pulang yuk. bentar lagi matahari terbenam."
"iya ghea."
kemudian kami pun pulang ke rumah kami. begitu tiba di rumah, rama banyak diamnya sambil memandang foto ibunda di dalam kamar. aku pun melihatnya menjadi sedih. aku pun langsung menghampiri dia.
"rama, ini waktunya makan malam. kamu dari tadi nggak mandi dan hanya duduk di sini saja. apakah kamu mau ibumu di surga melihat kamu yang begini menjadi sedih dan tidak tenang. Dan orang terdekatmu pun juga ikut sedih melihat kamu begini. kamu harus semangat kembali. aku tau perasaanmu. tapi jangan begini terus. itu juga tidak baik untuk kesehatanmu. ayolah semangat. buatlah ibumu senang dan tenang atas kepergian ibumu. oh ya aku sudah menyiapkan air panas buat mandi mu dan aku juga sudah menyiapkan pakaianmu. kalau sudah mandi aku tunggu ya di meja makan ya karena makanan sudah ku siapkan. sudah sana mandi dulu."
"iya ghea. makasih ya."kata rama padaku.
"iya ram."kataku yang tersenyum langsung mencium pipi rama. kemudian rama pun bangkit dan langsung bergegas mandi. setengah jam kemudian, rama pun akhirnya keluar dari kamarnya yang kembali tersenyum melihatku yang sedang menyiapkan makanan malam ku sajikan di meja makan.
"selamat malam sayang. malam ini kamu masak apa?"
"hmm.. gitu dunk.. aku jadi senang kamu begini. bukan aku saja yang senang, ibumu pun juga ikutan senang. yaudah sini duduk dulu.. aku masak makanan kesukaanmu. lagian ini malam spesial khusus untukmu sehingga aku masaknya terlalu banyak."
"hmm..bisa-bisa kenyang banget nih sepertinya malam nih.."
"hehehe... nggak papa lah..itung-itung aku kan sudah menepati janjiku ke kamu kalau kita sudah di indonesia kita makan bersama..hehe.."
"baiklah..nyam..nyam..hmm..."
"gimana sayang?"
"hmm.."
"kog hmm sih..huft.."
"hehehe.. jangan ngambek gitu dunk..mmmuuaaacch.. enak kog rasanya seperti ciuman kita sayang.."kata rama yang langsung menciumku.
"ish..nyebelin..langsung main nyosor saja..nggak ijin aku dulu.. huft.."
"memang harus ijin cium istriku sendiri gitu ya?"
"nggak tau lah..sudah sana habis makannya.."kataku pada rama dan menyuruh rama melanjutkan makan makanannya.
"hehehe.. dasar.."kata rama yang tersenyum sambil melanjutkan makan makanannya. aku pun melihatnya juga ikut senang. akhirnya rama kembali bisa tersenyum lagi walau aku sengaja buat dia tersenyum. seperti biasa,setelah makan malam,aku pun membereskan piring kotor dan mencuci piring dengan di bantu sama rama di dapur.
"sayang besok aku mulai kerja lagi. Dan sepertinya aku harus keluar pekerjaan."
"memang napa sayang?"
"aku merasa pekerjaan ini tidak bisa menambah pemasukan buat kita berdua nantiknya apalagi kalau kita bentar lagi pasti punya anak."
"kog kamu masih memikirkan begitu sih. padahal aku bisa bantu soal materi napa sih kamu menolak?"
"aku tidak mau di cap cowok yang mencintaimu karena kekayaanmu. lebih baik kekayaanmu kamu simpan aja dan kamu pakai sendiri."
"ya sudah begini aja deh. aku punya ide. mumpung kamu resign pekerjaanmu. kamu mau nggak bekerja di rumah sakitku. kayaknya rumah sakitku butuh asisten manager di bidang produksi makanan. apakah kamu mau melamar?"
"tapi aku kan ijasah SMA saja."
__ADS_1
"tenang saja. nanti aku kan suruh manager bagian produksi makanan untuk mengajarimu. gimana? masalah gajimu kan kubuat normal seperti pada umumnya kog. kamu nggak usah khawatir. orang-orang yang kerja di sana nggak kan mengganggumu dan menghormatimu."
"baiklah. terserah kamu. tapi kamu jangan memakai dulu uang dari kekayaanmu ya. aku ingin kamu dan anak kita menikmati hasil jerih payah ku."kata rama yang mengajukan syarat padaku. aku pun mengiyakan padahal aku kan bersembunyi tanpa sepengetahuannya aku tetap memakai kekayaanku yang di berikan keluargaku untukku dan anak-anak juga rama karena menurutku yang penting tidak kekurangan apapun soal materi.