Suami Bayaran

Suami Bayaran
wendy pratama


__ADS_3

Andriana POV...


...seperti biasa hari ini aku ke rumah sakit bersama wendi,orang yang ku cintai. setelah selesai dari rumah sakit,dia pun menemani ku untuk pengurusan pernikahanku dengan rama. setelah urusan itu kelar,kami pun melakukan perjalanan ke kantor rama....


dalam perjalanan...


"riana sayang,apa kamu yakin kan menikah dengan dia?"


"iya gimana lagi. aku harus menuntaskan balas dendam ku dengan nya. kalau aku sudah puas,baru aku ceraikan dia."


"tapi kenapa harus begitu. aku bisa kog menghancurkan dia soal perusahaan dia. lagipula dia kan sudah bercerai."


"terus aku harus bagaimana? masa aku ikuti dirimu?"


"aku takut dia akan membunuhmu dan anak kita. coba kamu pikirkan lagi sebelum itu terjadi."


"baiklah,aku kan berpikir dulu saranmu."


tak terasa perbincangan kami berdua sudah berada di toko fashion. aku pun langsung menyiapkan pernikahanku dengan rama. setelah selesai,wendi mengantar aku ke kantor rama.


di kantor rama..


aku berjalan ke dalam kantornya. para pegawainya menyapa aku.


"selamat siang ibu andriana."kata sekretarisnya.


"selamat siang juga. apa bapak rama ada di ruangan?" tanyaku pada sekretarisnya.


"bapak rama masih di luar ibu. mohon ibu menunggu sebentar. saya akan hubungi bapak kalau ibu sudah di sini. silahkan ibu duduk sebentar."


"baiklah. saya akan menunggu."


"permisi bu."


aku pun duduk di sofa untuk menunggu kedatangan rama. sambil menunggu aku membuka aplikasi instagram ku. ku melihat di sana kalau ghea akan segera pindah ke surabaya.


"baguslah ghea pindah. otomatis rama sendirian, tidak ada yang bisa menolongnya dan rencanaku berhasil."batinku. beberapa menit kemudian, rama datang.


"eh,sayang. kamu kemana aja? aku tadi menunggu mu karena tadi kata sekretarismu bilang kalau kamu ada urusan pekerjaan." kata ku kepadanya.


lalu,dia memegang tanganku dan membawaku ke dalam ruangannya.


"oh ya. apa kamu menunggu aku lama?"katanya padaku.


"tidak kog,cuman 10menit saja."


"oh gitu. ayo masuk ke ruanganku."


lalu,kami berdua masuk ke ruanganku. aku dan dia duduk di kursi. lalu,kami berdua berbincang bersama.


"ada apa mencari aku sampai datang ke sini?"


"aku tadi habis dari rumah sakit,aku juga sudah menghubungi orang yang mengurus pernikahan kita."


"iya. lalu?"


"aku juga sudah menyebarkan undangan kita. jadi,besok kita udah menikah di gedung yang sudah kita siapkan."


"baiklah,kalau gitu,aku kan mengurus pekerjaan ini biar besok bisa libur dan kita menikah."


"iya sayang. makasih ya sayang."


"iya."


"ehm.. ntar pulang jam berapa?"


"aku tidak pulang sore,aku banyak urusan. ntar malam aja bisa pulang."


"nggak papa. kalau gitu,aku tunggu di rumah ya.."kata ku yang sudah mau pergi.


"tunggu. aku mau bertanya.."kata dia yang langsung menghentikan aku pergi.

__ADS_1


" ada apa ram?"tanyaku padanya.


"kamu kenal wendi pratama?"tanya rama padaku.


" astaga. apa maksud rama tiba-tiba bertanya tentang wendi. sepertinya tidak beres. rama sepertinya tau. ini benar-benar gawat."


cuplikan singkat...


"tapi kenapa harus begitu. aku bisa kog menghancurkan dia soal perusahaan dia. lagipula dia kan sudah bercerai."


"terus aku harus bagaimana? masa aku ikuti dirimu?"


"aku takut dia akan membunuhmu dan anak kita. coba kamu pikirkan lagi sebelum itu terjadi."


"baiklah,aku kan berpikir dulu saranmu."


ini membuatku teringat kata-kata wendi. aku harus membuat rama tidak kenal wendi.


"tidak. tidak kenal. ada apa rama?"


"tidak apa-apa. aku hanya ingin tanya aja apakah kamu kenal dia atau tidak. semisal kenal,aku mau bertanya tentang dia karena aku mau menjalin kerja sama dengan nya. tapi karena kamu tidak kenal ya sudah. nggak papa." katanya membuat dia terkejut dan ketakutan.


"ehm iya. sayang sekali aku tidak kenal. memang kenapa kerja sama dengan dia"


"iya karena aku ingin bekerja sama saja dengan perusahaan nya."


"oh begitu. kalau soal itu,aku tidak mau mencampuri. kalau gitu,aku pulang ya.." kataku kepadanya. lalu,aku langsung meninggalkan ruangan dia. aku harus menemui wendi untuk membahas tentang rama. ya,aku harus datang ke rumah wendi. setelah meninggalkan kantor rama,aku langsung ke rumah wendi. beberapa jam kemudian, aku telah tiba di rumah wendi.


di rumah wendi...


"eh,sayang. tumben ke rumahku? dalam rangka apa? apa ada masalah?" tanya wendi yang dari kejauhan melihatku. aku pun langsung memeluknya. dia pun membalas pelukanku.


"ada apa andriana?" tanya wendi padaku.


aku hanya diem. lalu,wendi mengajak ku masuk ke dalam rumah nya. setelah masuk rumahnya,wendi menyuruhku duduk di sofa. aku pun duduk di sofa. wendi juga menyuruh pelayan nya mengambil air putih buat aku. lalu,pelayannya mengambil gelas dan mengisi air putih lalu aku pun di beri minuman air putih saja. Dan,aku pun meminumnya. setelah itu,aku mulai berbicara kepada wendi.


"wendi,gawat. rama seperti nya tau."


"tadi aku ke kantornya. dia tiba-tiba tanya tentang kamu ke aku. aku jawab tidak kenal. dan dia beritau ke aku kalau dia mau bisnis sama kamu."


"hmm,, kalau dia mau bisnis sama aku. ya tidak apa-apa. mumpung begini,aku hancurkan saja. dan perusahaan dia ku beli dan ku berikan padamu. dengan begitu,kamu tidak perlu repot-repot menikah dia. dan,lebih baik kita saja menikah kan kamu hamil dari aku sayang."


"tapi..."


"sudahlah. redamkan dendammu kepada dia. lebih baik kita pikirkan bersama dengan anak kita."


"tapi wen.."


"lebih baik kamu jujur saja kalau itu anak kita bukan anaknya. dan redamkan dendam kamu. kalau kamu tidak mau menurut, aku hanya bisa pergi dari kamu. untuk anak kita,aku hanya memantau dari kejauhan kalau ada apa-apa aku kan langsung mengambil anakku dari kamu kalau kamu tidak bisa menjaganya."


"oh begitu. baiklah. makasih sayang sudah memberiku saran baik untukku."


"aku begini itu karena kamu. aku masih mencintaimu dan anak kita,sayang."


"iya sayang."


di tempat lain...


di kantor rama...


tok..tok..tok..


suara ketukan pintu...


"permisi pak."


"oh kamu. silahkan masuk. ada yang ingin aku butuhkan padamu."


"iya pak. ada apa pak?"


"aku sudah tau kamu adalah detektif kakekku yang sudah lama kakek memakai kamu. juga detektif baik."

__ADS_1


"iya pak. terima kasih pujiannya pak. sebenarnya apa yang bisa ku bantu sehingga bapak memanggil saya."


"aku minta tolong kamu cari detail tentang wendi pratama dengan andriana. ada hubungan apa mereka sebenarnya dan memiliki tujuan apa mereka padaku. hanya itu aja yang aku inginkan."


"baik pak. akan ku carikan detail. tapi saya butuh waktu sehari untuk mencari info tersebut dengan lengkap,besok baru saya bisa serahkan info ke bapak."


"oke,saya tunggu."


"karena tidak ada urusan saya permisi."


rama hanya menanggapi dengan mengangguk kepala saja dan detektif tersebut pun pergi dari ruangan kerja rama.


di apartemen...


di malam hari...


aku sedang membuat susu buat kandunganku. sambil meminum susu, aku melihat rama pulang dari kantor. dari kejauhan ku lihat dia seperti capek dan pusing. hmm.. mungkin kerjaan dia. lebih baik ku buatkan minuman hangat untuk nya. setelah beberapa menit,aku sudah selesai buatkan teh untuknya. lalu,ku bawakan teh hangat ini ke dalam kamar. di dalam kamar ku melihat dia keluar dari kamar mandi. ku taruhkan gelas yang berisi teh hangat ke meja. kemudian, ku bantu ku siapkan baju ganti dan ku berikan padanya. dia hanya diam saja dan mengucapkan terima kasih padaku. aku langsung terbaring di ranjang. karena kecapekan aku pejamkan mataku. sedangkan rama hanya diam dari dia pulang ke apartemen sampe sekarang masih saja diam dan berkata singkat kepadaku.


di pagi hari...


seperti biasa,aku bangun pagi-pagi. saat aku bangun,rama sudah tidak ada di ranjang. mungkin dia sudah di meja makan. lebih baik aku mandi saja, supaya bisa makan bersama nya. lagipula,aku ingin bicara kepadanya. beberapa jam kemudian, aku telah selesai mandi dan aku mengenakan pakaian khusus ibu hamil dengan warna yang cerah. setelah selesai, aku langsung keluar dari kamar. begitu aku sudah di ruang meja makan,aku sudah menengok ke kanan dan ke kiri,aku tidak melihat rama sama sekali. tetapi aku melihat ada sebuah kertas yang di tempel di pintu kulkas yang berisi : " aku sudah menyiapkan makanan pagi untukmu. aku banyak kerjaan dan tidak bisa menemani mu makan bersama. oh ya jangan menunggu ku pulang karena aku agak pulang malam." sepertinya dia mencoba menjauhi aku. aku tau dia memiliki sesuatu yang tentang diriku dengan wendi. lebih baik aku aku menemui dia di kantor sebelum itu terjadi. untuk saat ini,aku harus makan pagi dulu yang sudah di siapkan rama untukku,nasi goreng sosis dengan susu. aku pun menghabiskan makanan ini. setelah itu,aku bergegas pergi ke kantor rama. beberapa jam kemudian,aku tiba di kantornya rama. aku sudah di depan ruangannya dan ku tanyakan pada sekretarisnya rama kalau rama sedang rapat tidak dapat di ganggu. kemudian,sekretarisnya menyuruh ku menunggu sampai rapat selesai. aku pun menunggu sampai berjam-jam. akhirnya rapatnya dia selesai juga. membuat ku bosan menunggu akhirnya berakhir sudah. orang-orang yang menghadiri rapatnya pun keluar ruangan rapat. setelah semua orang sudah pada pergi semuanya, aku langsung masuk ke ruangan rapat dan dari kejauhan ku melihat rama sedang membereskan berkas-berkasnya bersama asistennya. saat aku mendekatinya,rama memberikan kode kepada asistennya untuk pergi.


"ada apa kamu datang ke sini? bukannya tadi pagi aku sudah beritau aku hari ini sibuk banget. aku beri kamu waktu 5menit untuk menemuiku. karena aku mau pergi ke restoran untuk bertemu klien."


"aku ke sini karena aku ingin jujur sama kamu tentang hal yang sebenarnya. cuman sepertinya waktu kita ketemu sangat singkat dan ku lihat kamu sibuk. kapan kamu bisa meluangkan waktu untuk kita berdua."


"baiklah, besok pagi kita bicarakan ini. maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa berlama-lama denganmu."


"iya tidak apa-apa."


"kalau sudah tidak ada urusan lagi,aku berangkat dulu ya." kata rama yang langsung pergi meninggalkan aku sendirian di ruangan rapatnya. sedangkan aku hanya diam dan tersenyum melihat dia pergi.


GHEA POV....


akhirnya hari ini aku bebas. aku sudah tidak menjadi istri orang. hari ini aku harus melupakan rama. pagi ini aku sudah di ruangan kantor,di rumah sakit. setelah beberapa menit kemudian, aku telah menyelesaikan pekerjaanku melayani pasienku. saat aku beristirahat,tiba-tiba ada suara ketukan pintu. aku pun terbangun dan melihat ternyata yang masuk adalah rama. ada apa rama ke kantorku tiba-tiba. kan kita sudah bercerai. apa mungkin dia datang ke sini untuk pamerin kalau dia akan menikah dengan andriana. sudahlah lebih baik ku ikuti saja alur dia.


"ya silahkan duduk dulu tuan rama."kataku yang menyuruh dia duduk di dekat meja kantorku yang biasanya para pasienku duduk di dekat meja kantorku untuk berkonsultasi.


"terima kasih ghea."kata rama yang langsung duduk.


" ada apa tuan rama datang ke sini? bukannya kita sudah tidak ada urusan lagi?"kata ku dengan ketus kepadanya karena aku benci dan bosen dengan dia.


"aku ke sini ingin bertemu kamu karena aku merindukanmu."


"tidak perlu basa basi. intinya aja tuan rama. karena kita sudah bercerai. apa kamu lupa dengan status kita kalau kita sudah bercerai?"


"iya aku tau. aku tau kita sudah bercerai. aku hanya mau memberitahu ke kamu. kalau ternyata andriana hamil dengan wendi. bukan sama aku."


"apa buktinya kalau dia hamilnya dengan tuan wendi?"


lalu,rama menceritakan sebenarnya kalau kemarin dia mau diam-diam memberi kejutan kepada andriana kalau dia menjemput andriana ke rumah sakit yang biasa andriana kontrol. saat di rumah sakit,rama melihat andriana bersama wendi. dan yang membuat dia terkejut, perawat nya memanggil andriana dengan sebutan nyonya wendi. setelah andriana dan wendi selesai dan pulang dari rumah sakit,rama langsung mencari kebenaran dengan bertanya kepada dokter yang merawat andriana saat kontrol. dan ternyata benar kalau andriana telah memasulkan data kalau kehamilan dia karena aku padahal anak yang di kandung dia adalah dari wendi pratama.


"oh begitu ceritanya. lalu apa pengaruhnya buat aku tuan rama dan untuk apa kamu datang ke sini?"


"apa kamu tidak tersentuh untukku kalau kita bisa kembali lagi?"


"maaf aku tidak bisa kembali dengan kamu."


"tapi ghea. aku juga kemarin menyewa detektif tentang hubungan wendi dengan andriana."


"terus apa lagi?"


"kata detektif, mereka sudah menikah. cuman andriana ingin memalsukan pernikahan ku dengan dia agar dia bisa menjatuhkan perusahaan aku."


"kog bisa andriana ingin menjatuhkan kamu?"


"aku mau cerita kalau dulu kakekku dan ayahku bekerja sama membuat keluarga andriana hancur dengan merebut perusahaan nya dan bahkan membunuh kedua orang tuanya. dan dia mencari keturunan kakekku untuk membalas dendamnya padaku. buktinya dia sudah berhasil hubungan kita hancur dan dia ingin merebut saham milik orang tuanya."


"oh begitu. keluarga mu sangat kejam ternyata."


"lalu bagaimana ghea?"

__ADS_1


__ADS_2