
"B-bunga Kamboja," Satya lemas melihat Mawar yang berada di kantornya. Habislah sudah harga dirinya sebagai pangeran kodok yang berubah menjadi dayang.
"Aku bilang berikan makanan suamiku! Kau tidak punya hak untuk mengambilnya!" sentqk Mawar pada Andika yang hendak mengambil makanan suaminya itu.
"T-tapi Nona, dia mau makan di jam kerja. Itu tidak boleh dilakukan dan itu sudah menjadi peraturan perusahaan," jawab Andika yang shock mendengar jika gadis yang ia taksir ternyata istri dari salah satu OB nya. Sungguh di luar nalar dan di luar dugaan Andika, jika Mawar adalah istri dari Satya. Bagaimana pangeran kodok ini bisa menikah dengan seorang gadis yang sangat cantik, keduanya tidak terlihat terasi pikir Andika. Ia belum tahu saja jika Satya berganti kostum dengan pakaian CEO, maka ketampanan Satya mampu menyalip ketampanan dari Andika yang hanya standar rata-rata.
"Apa kau tuli, bukankah tadi ya sudah mengatakan jika ia sengaja melewatkan makan siangnya untuk membereskan pekerjaan yang tadi ia lakukan!" ucap Mawar dengan nada kesal, entah seperti apa perasaan Bunga Kamboja itu sekarang, saat mengetahui suaminya yang selalu bangga dengan jabatan palsunya itu adalah ternyata seorang petugas kebersihan. Ingin sekali Mawar menyeret Satya saat ini. Namun, ia juga tidak terima saat melihat harga diri suaminya sedang diinjak oleh orang lain. Hatinya memanas saat melihat pemandangan yang sama sekali tak indah untuk dipandang.
"B-baiklah, ini ambil makananmu dan makan sana di belakang," titah Andika yang kesal pada Satya yang ternyata mempunyai istri yang sangat cantik seperti Mawar. Satya pun langsung mengambil makanan itu dan kemudian pergi dengan Danu. Tapi sebelum ia pergi, ia melihat kearah Mawar yang terlihat ingin menelannya bulat-bulat.
"Baik Pak, terima kasih," ucap Danu dan kemudian ia pun pergi meninggalkan mereka semua. Satya bahkan tak mampu mengangkat kepalanya, apalagi saat berpapasan dengan Zein. Harga dirinya terasa tercabik - cabik, andaikan ia tidak malu sudah pasti akan menangis dan meratapi hidupnya yang memalukan dan menyedihkan.
__ADS_1
Zein pun melihat kearah Mawar yang terlihat kesal dan kemudian berjalan duluan mendahuluinya untuk masuk kedalam mobil, Zein tahu jika saat ini perasaan Mawar sedang tidak baik-baik saja. Maka ia pun memilih untuk diam, dan membiarkan Mawar menenangkan perasaannya. Menurut penglihatan Zein, sepertinya Mawar memang tidak tahu jika Satya bekerja di sana. Karena ia melihat reaksi Mawar yang terlihat shock melihat Satya. Akan tetapi Zein bangga padanya, karena ia tidak malu mengakui di depan umum jika Satya adalah suaminya. Ia tidak segan - segan membela Satya yang terlihat tidak berdaya di depan orang yang terlihat lebih kuat darinya, meskipun keadaan suaminya sangat menyedihkan, tapi ia dengan lantang membela Satya.
Zein pun kemudian masuk kedalam mobil, Mawar yang sedang tidak baik-baik saja hanya diam dan tidak mengeluarkan barang satu kata pun. Zein mengerti dan tidak bertanya apa-apa hanya diam dan berharap Mawar akan bercerita padanya.
*
*
*
"Iya dia istriku," jawab Satya malas, nafsu makannya mendadak hilang gara-gara kejadian tadi. Dan ia pun memutuskan untuk makan di rumah saja. Jadi, makanan yang tadi ia beli ia simpan dan ia masukkan kedalam tas nya. Danu yang melihat sahabatnya tidak makan pun bertanya padanya. Padahal tadi Satya yang paling bersemangat untuk m membeli makanan dengan porsi banyak.
__ADS_1
"Astaga, cantik sekali dia. Kau sangat beruntung mendapatkan istri secantik dan sebaik dia," Danu mengatakan hal itu karena ia tadi melihat Mawar yang membela Satya di hadapan orang-orang. Ia juga tidak mau mengakui suaminya yang hanya petugas kebersihan, jabatan yang terkadang di anggap rendah di sebuah perusahaan. Padahal seorang petugas kebersihan adalah suatu pekerjaan yang penting di perusahaan, karena jika tidak ada mereka pekerjaan tidak akan berjalan dengan lancar. Jika mereka tidak bekerja, maka para staf kantor tidak akan menikmati fasilitas yang bersih. Dan jika tidak ada mereka yang membersihkannya maka mereka semua tidak akan nyaman bekerja di tempat yang kotor. Dan juga keberadaan petugas kebersihan sangat membantu untuk mereka yang sibuk bekerja, karena jika mereka sedang sibuk makan merekalah yang membelikan makanan untuk mereka makan siang di sela-sela kesibukannya. Hingga perut mereka terisi tanpa harus melangkahkan kaki.
"Beruntung apa, dia itu sangat galak dan juga cerewet. Setiap hari selalu mengomel, dan Bunga Kamboja itu juga suka sekali bertengkar dengan Mamah ku, astaga kepalaku terasa mau pecah saja kalau mereka berdua sudah bertemu.
"Benarkah?" tanya Danu.
"Benar, kalau kau tidak percaya datang saja ke rumah dan buktikan sendiri kegarangan dari bunga kamboja itu,"
"Woaaahh, kalau kau tidak mau menjadi suaminya. Aku siap menunggu jandanya," canda Danu, karena ia tidak mungkin merebut istri dari sahabatnya itu.
"Oh astaga kau minta digoreng rupanya!" kesal Satya, sampai kapanpun ia tidak akan pernah rela untuk melepaskan Mawar sebagai istrinya. Ia tidak rela jika Mawar menjadi janda perawan dan ia menjadi duda perjaka. Jika mereka harus mengakhiri hubungan mereka, setidaknya mereka harus membuka segel masing-masing agar status mereka bisa sesuai dengan keadaan mereka berdua.
__ADS_1
'Aku harus bilang apa pada Bunga Kamboja itu, perempuan galak itu pasti akan menggoreng ku nanti malam. Dia kan istri yang sangat galak,'