Suami Bayaran

Suami Bayaran
Ghea kembali pulang ke Indonesia


__ADS_3

"Yeni,dimana riano?"tanyaku.


"riano kemarin pergi ada urusan katanya sih begitu. memang Napa?"tanya Yeni.


"nggak papa. aku cuman ingin mencari aja. kog tumben nggak ada dia."kataku yang sambil melanjutkan sarapanku. sedangkan Yeni sedang memandikan anak-anak. setelah selesai makan,aku pun tak lupa mencuci piring dan membantu Yeni mengurus anak-anak.


"Yen,kita ajak anak-anak jalan-jalan yuk,gimana?"tanyaku pada Yeni.


"hmm,, bagus. ide bagus. Ayuk."kata Yeni.


"aku tak siap-siap ya.."kataku pada yeni.


"oke."kata Yeni.


di kota Canberra..


ada seorang lelaki yang tiba-tiba langsung memukul Rama pas Rama sedang di toilet.


"ada apa ini? siapa kalian? kenapa kalian tiba-tiba memukulku?"tanya Rama yang wajahnya sudah luka dan babak belur.


"kami disuruh sama bos kami,tuan riano. dan tuan riano ingin berbicara padamu. ini ponsel kami. silahkan anda berbicara sendiri pada tuan riano."kata bodyguard riano.


"halo tuan Rama. aku riano,ayahnya si kembar. apakah kamu mengingat? Ghea pasti sudah menceritakan banyak padamu tentang aku dan anak-anak."kata riano.


"iya ingat. ada apa?"tanya Rama.


"kamu jadi lelaki memang tidak berguna. awalnya ku pikir kalian sangat mencintai tetapi bisa-bisanya kamu melukai hati Ghea tanpa perasaan. aku sengaja menyuruh orangku untuk memukul kamu sebagai pelajaran buat kamu karena kamu sudah melukai perasaan Ghea. oh ya,setelah cerai,janganlah kamu mengganggu Ghea lagi apalagi menyakiti dia lagi,aku nggak segan-segan datang sendiri menemuimu dan membunuhmu. tancamkan itu kataku."kata riano. lalu ponsel itu langsung direbut sama bodyguardnya riano. dan orangnya riano pun langsung pergi meninggalkan Rama yang sedang tersungkur di lantai dengan luka dan memar pada badannya.


"aarrgghh.. Napa aku bodoh? aku memang lelaki yang tidak pantas untuk Ghea. aku benar-benar sudah melukai perasaannya. aku pikir aku bercerai dan aku bisa menikahi dia lagi. tetapi aku malah terjebak dengan permainan Andriana demi perusahaan keluargaku yang malah membuat Ghea sakit hati karena diriku."kata rama sendiri yang langsung memukul tangannya sendiri di dinding. kemudian,rama pun meninggal toilet dan bertemu Andriana.


"sayang,kamu kenapa? kog banyak luka pada dirimu?"tanya Andriana.


"aku baik-baik saja. aku rasa kita batal saja makan di sini. aku harus pulang. maaf aku tidak bisa makan malam bersamamu di sini."kata Rama.


"tidak apa-apa. aku temani kamu dan sekalian mengobati lukamu."kata Andriana yang langsung membopong Rama ke dalam mobil dan Andriana yang menggantikan menyetir mobilnya.


sesampai di dalam apartemen..


Andriana langsung mengambil p3k di dekat wastafelnya. lalu, Andriana mengobati luka dan memar di tubuh Rama. setelah mengobati luka dan memar pada Rama,Andriana menyuruh Rama untuk berbaring. Andriana pun langsung meninggalkan Rama di kamarnya dan pergi ke dapur untuk membuat masakan untuk Rama. Rama pun tertidur setelah di obati lukanya. tiga jam kemudian,Andriana menemui Rama di kamarnya dan membangunkannya pelan-pelan.


"Rama sayang,bangun. ayo makan."kata Andriana. Rama pun pelan-pelan membuka matanya.


"uh.. iya.."kata rama yang langsung duduk di ranjangnya.


"ini aku buatkan soup hangat dan bubur untukmu. di makan ya?"kata Andriana.


"iya. terima kasih."kata Rama yang langsung mengambil mangkuk dan langsung melahap makanannya.


"ini vitamin dan obat yang harus kamu minum ya karena tadi aku sempat memanggil dokter pribadiku kemari untuk mengobati dirimu. jangan lupa di minum ya?"kata Andriana.


"terima kasih ya."kata rama.


"iya. kan kita bentar lagi menikah. nggak perlu begini."kata Andriana dengan senyumannya.


"iya. memang aku tidurnya lamakah?"tanya Rama.


"iya nggak juga sih. sudah nggak usah dipikirkan. lebih baik kamu terusin makananmu dan minum obat. oh ya aku mau keluar sebentar ada urusan nanti aku kan kembali."kata Andriana. Rama hanya mengangguk kepala saja, Andriana langsung meninggalkan Rama di kamarnya.


di ruang tamu..


"halo,henry."kata andriana.


"halo nona."kata Henry.


"gimana hasilnya?"tanya Andriana.


"tuan Rama tadi dipukul sama orang suruhan tuan riano. riano merupakan ayahnya Ronald dan Rosita,si kembar yang dulunya di angkat sama Ghea. ada kabar kalau riano mencintai Ghea. riano menyuruh orang untuk memberi pelajaran pada tuan Rama karena tuan Rama telah memutuskan hubungan dengan Ghea dan meminta perceraian."kata Henry.


"oh begitu. kamu terus awasi Rama dimana pun dan kapan pun. juga kalau ada kabar lagi beritahu aku ya.."kata Andriana.


"iya nona."kata Henry. Andriana pun menutup telepon pada ponselnya.


"sepertinya aku harus membiarkan saja kejadian ini supaya Ghea bisa bersama riano dan tidak akan mengganggu aku dengan Rama. dengan begini lama kelamaan Ghea dan Rama tidak kan bersatu. hehehe..."batin Andriana.


"Rama Napa kamu tega padaku? kamu benar berbohong padaku. janjimu kan selalu ada untukku. tetapi kamu malah begini,apa salahku?"kata Ghea pada Rama di dalam mimpinya.


"maafkan aku Ghea. aku memang tidak pantas jadi lelaki yang kamu cintai. aku terpaksa melakukan ini karena ada seseorang yang menghalangiku dan membuat hubungan kita berantakan. dan aku tidak bisa berbuat apapun tentang ini."kata Rama yang sedang memohon pada Ghea.


"Ghea,sudah tinggalkan saja Rama. lihatlah di belakang rama,ada orang spesial untuknya. lebih baik kamu bersama nenek dan anak-anak. memang Rama tidak tegas dalam mengambil keputusan nya."kata nenek yang langsung mengajak ghea pergi meninggalkan Rama. sedangkan Rama hanya meratapi hatinya yang saat ini sedang sedih.

__ADS_1


"ram,bangun."kata Andriana.


"eh.. iya."kata Rama yang langsung membuka matanya.


"kamu kenapa ram? kog menangis? apa kamu sedang mimpi buruk?"tanya Andriana.


"tidak. tidak apa-apa. aku hanya rindu sama ibuku."kata Rama yang terpaksa berbohong. karena bila jujur mengatakan yang sebenarnya akan ada masalah baru.


"baiklah. kamu bisa kog pulang ke Indonesia kalau memang kamu rindu sama ibumu,sekalian aku juga ingin menemui ibumu,apa kita menikah di Indonesia saja ya?"tanya Andriana pada Rama.


"ibuku sudah lama meninggal. dan makamnya memang ada di Jakarta. aku sudah lama tidak berkunjung ke makam ibu."kata Rama.


"hmm,, yaudah Minggu depan aja kita ke makam ibumu dan setelah itu kita menikah di Jakarta. untuk masalah penginapan dan sebagainya aku yang mengurusnya."kata Andriana.


"aku sih terserah kamu saja. aku hanya mengikuti saja."kata Rama.


"oh ya aku bawain makanan buat kamu. dimakan ya? aku mau mandi dulu. nanti aku kembali lagi sekalian bawain obat oles buat kamu."kata Andriana.


"iya. terima kasih Andriana."kata Rama.


Andriana hanya tersenyum dan meninggalkan Rama.


di kamar mandi...


"aku sih terserah kamu. aku hanya ikut saja."kata Rama.


"kamu selalu mengatakan begitu padaku. Napa ram? padahal ku liat Ghea itu hanyalah seorang dokter. masalah kekayaan sepertinya tidak ada bedanya denganku. cuman Ghea yang ku ketahui orang selalu super sibuk,selalu memikirkan pekerjaannya karena dia sebagai dokter. sedangkan aku hanyalah yang punya saham dalam perusahaan di kota ini. aku juga punya banyak waktu untuk Rama. kurangku apa Rama di matamu?"batin Andriana yang sedang berendam di bathtubnya.


"sepertinya aku harus mencari cara menjadi wanita yang bisa menaklukkan pria seperti Rama. apapun yang terjadi Rama hanya untukku saja."kata Andriana.


beberapa jam kemudian,Andriana pun keluar dari kamarnya dan tak pernah lupa mengambil obat oles dan berjalan ke kamar rama untuk mengobati luka memar pada tubuh Rama.


di kota lain...


"Ghea,nenek lupa kalau surat perceraianmu sudah tiba di rumah nenek."kata nenek di dalam pembicaraan telepon.


"iya nek. nenek simpan aja. ntar aku pulang,aku urus."kata Ghea.


"iya sayang. dah ya sayang. nenek mau urus kakekmu dulu."kata nenek.


"iya nek. jangan lupa pesenku ya nek,nenek harus jaga kesehatan dan jangan lupa di minum obatnya."kata Ghea.


"dah nenek. aku sayang nenek."kata Ghea.


"iya sayang. nenek juga sayang."kata nenek. akhirnya pembicaraan mereka dalam teleponpun berakhir.


"ada apa Ghea?"tanya riano.


"riano. kamu sudah pulang?"tanya Ghea yang terkejut melihat riano sudah di depannya.


"ya dari tadi aku sudah datang. karena melihat kamu telepon. aku pun menunggumu selesai telepon."kata riano.


"oh gitu. ini cuman nenek saja. aku ingin tau kabar nenek dan sekalian beritahu kalau aku kan pulang besok ke Jakarta."kata ghea.


"oh. lalu,Napa sepi? kemana semuanya? dan kamu kenapa masih belum tidur padahal sudah malam?"tanya riano.


"eh,anak-anak sudah tidur sama yeni di kamarnya. dan aku hanya ingin telepon nenek saja. dan ini aku mau tidur. permisi riano."kata Ghea yang langsung meninggalkan riano. tetapi sudah di tahan sama riano dan riano malah memegang tangan Ghea dan menariknya untuk mendekati riano.


"Napa buru-buru pergi?"tanya riano.


"aku. aku mau tidur."kata Ghea.


"hmm,aku belum menyuruhmu pergi ke kamarmu. aku juga belum selesai bicara sama kamu Ghea."kata riano.


"kamu.. kamu mau bicara apa? bukannya ini sudah malam? apa lebih baik besok saja kita bicarakan lagi?"tanya Ghea yang agak gagap pada riano.


"aku hanya mengatakan ke kamu kalau aku tidak memberitahu ke kamu kalau aku pergi tadi. maafkan aku Ghea. dan aku dengar dari Yeni kamu mencari aku saat kamu bangun. aku sangat senang sekali mendengar kamu bangun mencari aku. karena besok kamu pulang ke Jakarta,aku dan anak-anak ikutan ya ke Jakarta lagipula urusan pekerjaanku sudah kelar."kata riano.


"tapi.."kata Ghea yang bibirnya langsung di tutup dengan jarinya riano.


"kan aku sudah bilang ke kamu Ghea. apapun yang terjadi,aku kan dampingi kamu. aku tau kamu bukan sekedar pulang saja. tapi kamu juga mengurus perceraian kamu dengan Rama. aku tidak ingin kamu bersedih karena hal ini. ghea,aku sangat mencintaimu. aku khawatir kamu kenapa-napa makanya aku mengajak anak-anak ikut bersamamu. kamu tidak usah khawatir tentang perusahaanku. anggap saja aku dan anak-anak berlibur bersamamu baik di sini dan di Jakarta."kata riano. ghea hanya diam dan langsung pergi meninggalkan riano.


di pagi hari, di bandara..


"yen,terima kasih banyak sudah mengajarkan aku di sini dan menemaniku selama aku di sini."kata Ghea pada Yeni.


"Ghea,kamu adalah teman kecilku,aku memang suka ngerjain kamu dulu,tapi aku sangat tidak tega melihat kamu sakit hati atau terluka. kamu tidak perlu sungkan padaku dengan mengatakan sepertiku seolah-olah kita ini orang asing. sudah Ghea,ingat pesanku kemarin padamu,riano sangat mencintaimu. kamu harus tegar menghadapi masalah. jangan salah memilih soal cinta. aku tidak ingin kamu terluka lagi karena cinta."kata Yeni.


"aku tau. terima kasih saranmu."kata Ghea yang langsung memeluk teman kecilnya,Yeni.

__ADS_1


"sudah. sudah.. jangan lama-lama pelukannya. pesawat sudah tiba. ayo Ghea,kita masuk."kata riano.


"iya. dah ya Yen. aku janji kan selalu menghubungimu kapanpun. aku juga kan ke sini kog."kata Ghea yang tersenyum pada Yeni.


"oke,Ghea. ku tunggu dan jangan lupa kamu datang ke sini lagi bersama suamimu yang baru ya.. janji ya Ghea."kata Yeni.


"iya. selamat tinggal Yeni."kata Ghea yang pelan-pelan berjalan sambil melihat yeni.


"selamat tinggal juga Ghea. hati-hati di jalan."kata Yeni.


lalu,Ghea,riano dan anak-anak pun masuk ke dalam pesawat dan mereka pun pulang ke Jakarta.


beberapa hari kemudian, mereka pun tiba di Jakarta.


"kak,Kevin. itu mereka."kata Shasha pada kevin.


"hei,sini. kami di sini."jerit Kevin pada Ghea.


Ghea pun langsung mendekati mereka dan langsung memeluk Shasha.


"lama menunggu kami vin?"tanya ghea.


"nggak kog.ghea siapa dia?"tanya Kevin pada Ghea.


"dia ayahnya Ronald dan rosita,namanya riano. riano,kenalin ini Kevin,sahabatku dan ini shasha,tunangannya."kata Ghea.


"senang berkenalan dengan kalian."kata riano yang langsung berjabat tangan dengan Kevin dan Shasha.


"kami pun juga senang berkenalan denganmu,riano."kata Kevin.


"ayo kita pulang.. sudah di tunggu nenek.."ajak Shasha pada mereka. lalu kami semua pun pergi meninggalkan bandara. dalam perjalanan,Kevin melihat riano dari spion mobilnya.


"kalian bisa bertemu,gimana ceritanya?"tanya Kevin.


"oh aku dan riano bertemu waktu itu aku mengantar Ronald dan Rosita ke kediaman riano karena memang aku ingin anak-anak bertemu orang tuanya dan aku juga ingin tau asal usul keluarga riano dan anak-anak. dan sekarang aku sudah tau."


"hmm,begitu. dan sekarang kita sudah sampai."kata Kevin yang menunjukkan mereka sudah sampai. lalu kami semua pun keluar dari mobil dan Kevin dan riano mengeluarkan barang-barang yang di bawa Ghea dan riano. sedangkan Shasha menggendong Rosita dan Ghea menggendong Ronald dan mereka masuk ke kediaman nenek nabila.


"nenek,kami sudah datang.."jerit Shasha.


"eh kalian. ayo sini ikut nenek. nenek sudah menyiapkan makan siang buat kalian dan juga makanan favorit buat kalian."kata nenek.


"duh nenek,kog repot-repot sih. aku kan jadi nggak enak sama nenek."kata Shasha.


"kalian kan jarang ke sini. mumpung ada kalian nenek memang sengaja menyiapkan buat kalian. lagian nenek kangen sama Shasha,Ghea dan cucu nenek."kata nenek.


"hmm,pasti enak masakan nenek nih.."kata Ghea yang tersenyum.


"iya lah kak. nenek. kita harus mencoba masakan nenek yang paling enak."kata Shasha.


"iya."kata Ghea yang tersenyum.


di tempat parkiran..


"sudah berapa lama kalian berhubungan?"tanya Kevin sambil merapikan barang-barang yang di dalam bagasi.


"siapa?"tanya balik riano.


"ya kamu dan ghea."kata kevin.


"iya lumayan lama sih. memang Napa?"tanya riano.


"tidak apa-apa. kamu tau kalau saat ini Ghea akan bercerai dengan suaminya?"tanya Kevin.


"tau."kata riano dengan singkat.


"apa penyebab kamu yang bikin mereka hancur?"tanya Kevin.


"sorry,bro. aku bukan tipe lelaki seperti itu. dari awal aku sudah mengenal mereka. memang aku mencintai ghea,karena tau Ghea sudah punya suami aku tidak akan mengganggu hubungan mereka. tetapi aku mendengar mereka ada masalah dan membuat Ghea menangis aku sudah menanyakan Rama,suaminya tetapi Rama berkeras minta cerai. dan aku sudah memberi dia pelajaran. lagipula aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki apa penyebabnya sampai Rama bersikap begitu pada Ghea."kata riano.


"Ghea menangis?keterlaluan Rama. aku sudah mengalah untuk dia. sampai-sampai aku mendapatkan Shasha. sekarang dia berulah lagi. maunya apa dia."kata Kevin.


"sudahlah bro. percuma saja. lebih baik kita mikirin gimana caranya membuat Ghea senang dan bahagia tanpa dia."kata riano.


"benar juga kamu."kata Kevin.


"udah bro,aku duluan ya bawa koper ini dulu."kata riano.


"oke."kata Kevin.

__ADS_1


__ADS_2