Suami Bayaran

Suami Bayaran
Keputusan Rama.


__ADS_3

"pagi nenek.."


"hmm tumben cucuku bangun pagi-pagi.."


"aku tadi lembur nek. dan ini udah banyak kerjaan nantik sehingga aku harus bangun pagi."


"oh ya sayang,nenek dengar kemarin ada keributan ya di rumah sakit."


"iya nek. nenek tenang saja. aku sudah memyelesaikannya. dan hari ini ku dengar akan kedatangan wartawan untuk wawancara. doain aku sukses ya nek."


"pasti sayang."


"makasih nek. ghea jadi tambah sayang sama nenek."


"kamu itu ya udah tua masih aja manja sama nenek."


"nggak papa lah nek kan nenek yang ku punya."


"makanya cari suami sana."


"duh nek stiap pagi selalu bahas gitu. aku jadi bosen dengernya. udah nek,aku pamit dulu. muach nek.."kataku sambil mencium pipi nenekku dan lalu aku langsung pergi.sedangkan nenek melihatku hanya tersenyum karena melihat tingkahku.


saat aku menyalakan mesin mobil kesayanganku,ada panggilan telepon dari kevin. ngapain kevin pagi-pagi gini telepon aku.batinku.


"halo Ghea."


"Ada apa vin?"


"Ghea bisakah kita bertemu di cafe tempat biasa kita?"


"ya bisa nanti siang saja ya karena aku ada jadwal operasi hari ini. setelah operasi saja ya kita bertemu di sana?"


"oke nggak papa. sampai jumpa ya di sana ghea."


"iya."


klik.


tut tut tut..


----------------------------------------------------


di Rumah Sakit Pondok Indah..


"dokter ghea,nantik jam 10pagi ada wartawan datang ingin wawancara dengan dokter soal kejadian kemarin."kata suster yang melaporkan padaku.


"iya sus.untuk jadwal operasiku kapan dok?"


"untuk operasi,pasien saat ini masih belum sadar kan diri dan kekurangan darah."


"Antarkan saya ke ruangan inap ya?"tanyaku sambil melirik jam.


"baik dokter.silahkan dokter."


aku pun langsung menuju ke ruangan yang di tempati pasien. Dan seperti biasa,aku pun mengecek pasien tersebut dan bentar lagi waktunya melahirkan. aku harus melakukan operasi karena bayi yang ada di dalam perut ada bayi kembar. Dan akhirnya dua bayi ini berjenis laki-laki dan perempuan bisa ku selamatkan dan sekarang sang pasien sedang istirahat.


"dokter,ini ada pasien pendarahan."


"iya sus. langsung bawa masuk ke ruangan saya. biar saya priksa dulu pasien ini."


"tapi dok,dia nggak sadar kan diri. karena ada orang membawa dia ke sini dan katanya dia mau mencoba bunuh diri tetapi untung gagal dan di selamatkam para warga di sana."


"oh begitu ternyata."


aku pun langsung memeriksa dan ternyata usia kandungannya hampir 8bulan tapi sayangnya kog sudah pendarahan dan ku cek ternyata dia memiliki bayi kembar. aku harus menyelamatkannya bagaimanapun caranya. beberapa menit kemudian sang pasien sudah siuman.


"aku dimana dan ngapain aku di sini. bukankah tadi aku pergi di rel kereta api."


"maaf ibu. ibu sekarang sedang saya rawat di rumah sakit. dan saya cek ibu kehabisan darah dan ibu mengalami pendarahan. dan maaf ibu saya dokter ghea yang merawat ibu di sini."


"dokter hikz hikz.."


"ada apa bu kog ibu menjadi menangis begini."


"suami saya mau menjual anak saya bu setelah melahirkan ini. makanya saya bingung harus bagaimana dan saya sendiri nggak bawa uang sepersen pun dok ke sini."


"ibu nyawa anak ibu adalah yang terpenting. ibu nggak usah khawatir soal biaya. biar saya yang menanggung soal biaya khususnya untuk ibu. tapi saya meminta ibu jangan membunuh anak ibu. kasian."


"iya dok. saya akui salah. maaf dokter. karena suami saya mengincar anak saya tolong dokter setelah melahirkan ini bawa anak saya dan rawat dia ya doktsr seperti anak dokter. dan tolong bilangkan ke suami saya kalau anak saya sudah mati biar suami saya tidak mencari lagi."


"iya bu. saya janji."


"dokter.. dokter.."panggilan suster yang membuatku kaget.


"iya sus."


"dokter ini pasien kehabisan darah dan jantungnya jadi gak normal."


"tolong cepat sus panggilkan dokter Chika,spesialis jantung ke sini."


"baik dokter."


beberapa kemudian dokter chika bantu saya soal menangani pasien ini dan akhirnya ternyata sang pasien mengalami jantung lemah dan akhirnya kami nggak bisa menyelamatkan sang ibu dari kedua bayi kembar.


"maafkan aku dokter ghea. pasien ini kita terlambat menanganinya."


"nggak papa dokter chika. dan terima kasih sudah bantu aku."


"ya sama-sama dokter. kalau gitu saya pamit dulu. permisi dokter."


"iya. sus tolong bantu saya urus pasien ini baik administrasinya dan semuanya. dan khusus pasien ini gratis. dan kalau ada keluarga pasien mencari pasien ini suruh dia menemui saya."


"baik dokter."


"yaudah kalau gitu saya mau ke ruang bayi dulu."


"iya dokter."

__ADS_1


aku pun langsung ke ruang bayi ingin bertemu bayi kembar. saat aku tiba di ruang bayi ini ku merasa sedih melihat nasib bayi ini sampai air mataku membasahi pipiku. kamu berdua sangat lucu dan menggemaskan,sayangnya ibumu sudah tiada. aku harus bagaimana sayang. aku sendiri belum pernah menikah dan belum pernah merasakan gimana punya anak. melihat kalian aku ingin merawat kalian. tapi aku takut ayahmu menjemput kalian. aku harus bagaimana. sedangkan aku berjanji pada ibumu untuk menjagamu selalu. batinku.


"halo nek. nek aku punya pasien sudah melahirkan bayi kembar nek dan lucu menggemaskan nek. nek bolehkan aku membawa mereka untuk tinggal bersama kita nek. karena sang ibu sudah meninggal tadi?"


"apa? kog bisa sih?"


"nanti pulang tak ceritakan detailnya nek. yang penting bayi ini ku bawa ke rumah dan tinggal bersama kita."


"ya terserah kamu ghea."


"makasih nenek. ghea jadi sayang sama nenek. dadah nek.."


"ya sayang."


tut tut tut..


"sus,tolong siapkan bayi ini ya nanti sore sehabis saya mau pulang,bayi kembar ini akan ku bawa pulang."


"baik dokter."


"yaudah saya mau keluar bentar. mau beli keperluan bayi kembar ini."


"silahkan dokter."


aku pun bersemangat belanja keperluan kedua bayi kembar ini. Aku telah menamai kedua bayi ini yaitu Ronald dan Rosita. akhirnya waktunya aku pulang kerja dan membawa kedua bayi ini ke rumahku.


"nenek. aku pulang."


"mana cicit nenek sayang."


"itu di bawa sama suster."


"bawa masuk sus. kamu namai siapa ghea?"


"ronald dan rosita nek."


"bagus sesuai anaknya."


"nenek suka dengan mereka nek?"


"apapun kesukaan mu nenek pun juga suka sayang."


"makasih nek."


"tapi kamu harus siap menjadi ibu loh sayang karena mereka butuh ibu. kalau kamu nggak tau kamu bisa tanya sama nenek cara merawat bayi. nenek gini punya pengalaman merawat bayi."


"iya nek. gampang. lagian mereka tidur di dalam kamarku."


aku sangat senang ada kedua bayi ini menemaniku. stiap malam saat mereka menangis karena harus ganti popok dan minta susu aku pun langsung mengurus semuanya tanpa di bantu para suster karena aku ingin merasakan gimana rasanya menjadi ibu. ternyata susah juga merawat mereka walau begitu aku senang terhibur melihat mereka.


esoknya..


"nek aku berangkat kerja ya.. tolong jaga ronald sama rosita ya nek. aku titip ya nek selama aku nggak ada di rumah."


"iya sayang."


aku pun langsung berangkat ke rumah sakit kembali kerja.


saat aku memasuki lorong beberapa ruangan di rumah sakit ku melihat dari kejauhan di taman Rama sedang menemui pacarnya dan aku bersembunyi ingin menguping pembicaraan mereka.


"mas kenapa ingin bicara di sini?"


"aku ingin bilang sama kamu kalau kita harus putus hari ini."


"napa mas?"


"aku nggak bisa mendampingi kamu karena aku tidak mencintaimu lagi. sedangkan ibu tidak ingin kamu menjadi menantunya. maafkan aku nadia."


"nggak mungkin mas tiba-tiba begini. pasti ada penyebabnya. mas nggak bohong kan tadi?"


"nggak nadia. aku serius. tolong kamu jangan menemuiku lagi untuk selamanya. dan anggap saja kita nggak kenal satu sama lain."


"ng..nggak mungkin. baiklah kalau memang mas minta gini. aku kan mencari penyebab mas minta putus sama aku."


"kamu harus menerima kenyataan ini nadia. ini dari hatiku sendiri yang meminta kita putus karena memang kita nggak cocok."


"nggak mas. aku tetap kan mencari kebenarannya."kata nadia langsung pergi meninggalkan rama yang sedang menangis.


akhirnya mereka putus juga. baguslah ini keputusanmu. ternyata kamu lebih memilih kesehatan ibumu dari pada cintamu sendiri. kasian sekali nadia. baguslah akhirnya rencanaku berhasil menggagalkan nenek mencari cowok lain untukku.batinku.


"hai rama.napa sendirian di sini?"


"dokter ghea."


"maaf rama tadi saat ku lewat ku liat kamu sendirian duduk di sini makanya aku langsung ke sini."


"oh nggak papa dok. mumpung dokter sudah di sini. ada yang ingin ku bicarakan sama dokter."


"apa?"


"mengenai penawaran dokter padaku,aku setuju. tapi dokter harus menjamin ke aku tentang ibuku."


"baiklah. aku kan urus ibumu dulu habis gitu sebelum ibumu ke luar negri kita menikah. tapi malam ini kamu harus temani aku bertemu nenek ku gimana?"


"baiklah.aku mau."


"oke,sebelum kamu menemui nenekku aku ingin kamu berubah penampilan. jangan penampilan begini."


"ya terserah dokter."


"yaudah aku ke ruangan dulu ya. sampai nanti ya?"


"iya."


aku pun melambai tangan ke rama dan rama pun membalas tangan. aku jadi senang akhirnya rencanaku berhasil. tetapi sayangnya rama menjadi dingin padaku dan kaku. udahlah biarin. masalah itu biar ku atasi sendiri yang penting dia harus menjadi suamiku sementara dan aku jadi bebas.


sore hari...

__ADS_1


"dokter ada seseorang nunggu dokter di luar."


"siapa?"


"katanya sih Rama dok."


"oh rama. ya sus suruh dia menunggu sebentar. aku lagi beresin dulu."


"baik dok."


"maaf mas dokter ghea menyuruh mas suruh menunggu sebentar karena dokter ghea sedang membereskan pekerjaannya."


"ya sus. terima kasih."


"ya sama-sama. permisi."


beberapa menit kemudian.


"rama maaf ya nunggu lama di sini?"


"nggak papa kog dokter."


"duh jangan panggil aku dokter lagi. panggil aja Ghea oke?"


"iya dok eh maaf ya ghea."


"nah gitu dunk. yaudah ayo ikut aku."


di tempat parkir rumah sakit..


"apa kamu bisa menyetir ma?"


"bisa kog. biar aku saja yang menyetir dan kamu pasti capek ngurus pasien tadi."


"makasih ya."


kemudian rama yang fokus menyetir dan aku pun ketiduran karena kecapekan. setelah sampai rama membangunkan aku.


"ghea bangun. kita sudah sampai."


"oh udah sampai ya.. maaf ya aku jadi tidur."


"ya nggak papa."


"yaudah ayo kita masuk."


lalu kami pun jalan-jalan ke salon pria untuk merubah gaya rambut rama dan aku pun membelikan pakaian yang cocok untuk rama.setelah capai jalan-jalan aku dan rama istirahat sambil makan di pujasera yang ada di mall. sambil menunggu pesanan makanan minuman kami datang,aku dan dia berbincang-bincang bahas tentang dia. ternyata dia bekerja di bengkel dan dia hanya tukang servis mobil dan sepeda motor di bengkel yang dia bekerja. dia juga tiap malam bekerja di cafe sebagai koki. itu saja kerjanya shift malam. kasian juga dia bekerja keras dan tinggal bersama ibunya. ibunya bekerja usaha kecil-kecilan menjadi tukang penjahit. karena ibunya sakit usaha nya pun tutup. rama sempat kuliah tapi putus sejak ayahnya meninggal karena kecelakaan waktu ayahnya bekerja yang sebagai kuli di pertambangan. walau begitu rama bekerja keras mencukupi kebutuhan. pantes aja dia nggak sanggup bayar operasi ibunya.


"oh ya rama ini aku bawakan surat perjanjian kita untuk pernikahan kita."


*isi perjanjian nikah kontrak :


pihak pertama dan pihak kedua tidak boleh saling menyentuh satu sama lain di saat tidur bersama ataupun tidak.


pihak pertama dan kedua tidak boleh selingkuh di belakang.


harus saling memberitau kemana perginya dan ngapain.


harus jujur.


harus bekerja sama bila pihak pertama atau pihak kedua kesulitan apapun.


6.tidak boleh saling mencintai satu sama lain.


bila melanggar perjanjian ini di anggap pernikahan ini batal.


demikian surat ini dibuat dengan sadar.


pihak pertama pihak kedua


(Ghea Arlinda) (Rama Winarto*)


beginilah isi surat perjanjiannya. kemudian rama pun menandatangani dengan di bawah materai begitu juga aku pun melakukan hal yang sama.


kemudian aku beri dia surat yang satu untuk dia dan yang satu untukku.


kemudian kami pun pulang bersama - sama ke rumahku.


"nenek aku pulang..ronald rosita sayang mama pulang.."


"ssstt.. jangan berisik."


"loh napa nek."


"ronald rosita sedang tidur. jangan di bangunin."


"aku rindu sama mereka nek. maaf nek aku nggak tau. nek ini kenalin rama pacarku."


"hmm silahkan masuk nak."


"iya nek makasih."


"nek aku masuk dulu ya ganti baju sekalian mau mandi sekalian juga mau liat ronald sama rosita. aku masuk dulu ya sayang. temani nenek ya.."


"iya sayang."


"bentar ya nak nenek panggilkan bibi untuk buatkan minuman buat nak rama."


"duh nek nggak perlu repot-repot."


"oh nggak papa nak."


di kamarku..


ku melihat ronald dan rosita tidur nyenyak sekali. aku pun langsung mencium mereka berdua.


"met tidur ya sayang..mmmuuaach..mmuuaach"bisikku kepada ronald,rosita dan mencium pipi mereka berdua.

__ADS_1


kemudian aku pun mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dan langsung mandi. setelah beberapa menit kemudian,aku pun mengganti pakaianku. dan kemudian aku meninggalkan kedua anak angkatku dan menemui nenek dan rama di ruang tamu.


__ADS_2