Suami Bayaran

Suami Bayaran
kakek hanggoro dengan nenek nabila..


__ADS_3

"ehem..ehem.."kata ayahnya belia yang memecahkan keheningannya suasana di kamar ini.


"ayah. siapa dia?"tanya ayahnya belia pada hanggoro.


"dia ponakan tirimu. dia cucunya keluarga Djatmiko. nabila djatmiko itu mantan istri ayah yang pertama. nabila juga adalah neneknya ghea."kata hanggoro menjelaskan pada ayahnya belia.


"bapak bernadus."panggil tuan hanggoro.


"ya tuan besar."jawab bernadus,pengacara pribadi hanggoro.


"sebelum saya wafat,karena semua sudah kumpul.saya mau bapak bernadus mencatat warisan untuk keluarga saya. anak saya dan cucu saya yang hadir.."kata hanggoro yang terpotong. karena tiba-tiba nenek nabila datang menemui kamar vip yang di tempati hanggoro di rumah sakit.


"permisi,maaf terlambat."kata nenek nabila dengan santai.


"nenek."kata ghea yang terkejut karena kedatangan neneknya yang tiba-tiba.


"nabila."kata hanggoro yang memanggil nabila.


"maaf mengganggu. saya datang ke sini karena mendengar kalau tuan hanggoro sedang sakit maka saya ingin menjenguk. apa saya tidak boleh datang ke sini?"tanya nabila pada orang-orang di sekitar kamar tersebut.


"boleh kog. aku justru terima kasih atas kehadiranmu yang niatmu menjengukku."kata hanggoro pada nabila sehingga nabila hanya tersenyum terpaksa pada hanggoro.


"maaf tuan, tadi tuan ingin membahas warisan. apakah ini di lanjut pembahasan kita di sini?"tanya bernadus pada hanggoro.


"oh ya, mumpung ada nabila di sini. saya juga ingin memperkenalkan nabila djatmiko adalah mantan istri saya yang pertama, ghea adalah cucu pertama saya dari sherlyn djatmiko,anak pertama saya dengan nabila. oh ya nabila aku mau kenalkan padamu. itu anakku dari istriku yang ke dua, indri namanya Hendra dan itu istrinya, angel. dan yang di sana cucu ku yang ke dua, belia."kata hanggoro yang sedang memperkenalkan keluarganya pada keluarga djatmiko.


"baiklah, kalau sudah kenalannya. pak bernadus, tolong siapkan kalau cucu pertama saya ghea dan cucu kedua saya belia yang berhak mendapatkan saham dari perusahaan yang aku miliki. untuk belia,30% dan untuk ghea 20% dan anakku,hendra 50%. itu saja yang ingin ku sampaikan. dan aku tidak ingin ada yang berani membantah dengan keputusanku ini."kata hanggoro.


"kakek, maaf.. aku tidak bermaksud membantah. aku datang ke sini tujuanku sama dengan nenek, hanya ingin menjenguk kakek saja. masalah harta warisan aku tidak butuh lagipula aku masih memiliki warisan dari orang tuaku sendiri dan nenekku. tolong kakek ubah itu suratnya kalau sahamnya lebih baik di berikan ke tuan hendra atau nona belia saja."kata ghea.


"maafkan kakek, kakek nggak bisa. kalau kamu menolak kakek itu sama saja buat kakek tidak tenang bila kakek sudah nggak ada di dunia ini. dan menyakiti kakek."kata hanggoro pada ghea.


"kamu itu seperti dulu. masih keras kepala. sudah ghea, turuti saja kakekmu."kata nabila.


"ya deh..demi nenek aku nurut."kata ghea.


"iya gitu dunk.."kata kakek hanggoro dengan senang mendengar kalau ghea pun menyetujuinya.


"baiklah tuan. sudah saya catat. kalau tidak ada urusan lagi, saya pamit pergi."kata bernadus pada hanggoro.


"iya silahkan."kata hanggoro pada bernadus.


"saya permisi semuanya."kata bernadus pada orang-orang yang masih kumpul di kamar hanggoro.


"ayah, saya mau pamit pergi. karena masih ada pekerjaan dan istri saya juga ada urusan."kata hendra pada kakek hanggoro. hanggoro hanya menganggukkan kepala saja pada hendra. hendra dan istrinya pun pergi setelah pamit pada ayahnya dan keluarga djatmiko. kini yang masih di kamar hanggoro hanyalah nabila,nenek ghea, ghea,rama dan belia.


"kakek,nenek, maaf aku keluar sebentar dulu sama rama."kata ghea pada kakek dan neneknya.


"oh ya.."kata kakek dan nenek yang bersamaan kompak pada ghea. kemudian ghea dan suaminya, rama pun meninggalkan kamar tersebut. beberapa menit kemudian, belia pun juga pamit keluar karena katanya ada telepon luar. kini kakek hanggoro di temani nenek nabila.


"semuanya sudah pergi. apa kamu juga pergi?"tanya hanggoro.


"mungkin."kata nabila.


"aku kesepian. jangan pergi dulu. temani aku bentar sampai belia yang nemaniku."kata kakek hanggoro yang sedang memelas pada nenek nabila untuk menemani dia yang hanya sebentar saja.


"baiklah. sekali ini aku temani."kata nabila pada hanggoro.


"makasih ya."kata hanggoro.


"iya sama-sama."kata nabila yang sedang duduk di kursi dekat ranjangnya.


di tempat lain,,


"sayang,tunggu dulu di sini. aku mau ke toilet."kata ghea pada rama. ghea langsung pergi ke toilet sedangkan rama hanya duduk di kursi tunggu. kemudian,belia masuk ke toilet karena memang ingin bicara pada ghea.

__ADS_1


"kamu?"tanya ghea pada belia.


"iya aku."jawab belia.


"ada apa kamu ke sini?"tanya ghea pada belia.


"apa mengenai warisan?"tanya lagi ghea pada belia.


"iya memang. aku tidak ingin kamu menikmati."kata belia dengan serius.


"hahahahaha.."kata ghea yang sedang ketawa mendengar ucapan belia.


"kog ketawa?"tanya belia pada ghea.


"baiklah. aku kan beritau ke kamu. kakekmu sendiri yang memaksa aku untuk memiliki saham itu. jujur saja, aku tidak membutuhkannya. apakah kamu tidak tau mengenai masa lalu kakekmu dulu dengan nenekku? hmm,, sepertinya dirimu tidak tau hal ini. lebih baik kamu bertanya sendiri pada kakekmu sendiri. sebelum kamu bertindak ingin melawanku lebih baik kamu cari tau dulu permasalahan ini. siapa yang pantas dan tidak. oh ya maaf aku ada urusan lain jadi tidak bisa berlama-lama bicara denganmu. permisi."kata ghea yang sopan pada belia dan meninggalkan belia yang terdiam terpaku di dalam toilet.


"apa maksudnya ini? kata-kata ghea ini. apa aku mencari tau hal ini. karena yang ku ketahui kakek hanya bilang dia sepupu tiri aku. dan aku harus menyayangi dia seperti saudara. sedangkan dia nggak pernah muncul saat aku masih kecil hingga kini. napa saat kakek sudah lansia dan sakit-sakitan kakek banyak sekali meminta maaf pada dia dan nenek itu dan malah merayu dia untuk menerima saham ini. kakek memang tidak pernah menceritakan detailnya tentang masa lalu. ayah pun hanya diam saja. tidak berani membantah sedangkan mama malah menyuruhku harus merebutnya dari yang kakek berikan untuknya. apa maksudnya ini. lebih baik aku coba ikuti saran kak ghea. aku harus bertanya pada ayah dulu."batin belia. belia pun langsung pergi ke kantor ayahnya. beberapa menit kemudian,


"maaf sayang menunggu aku lama. tadi aku harus antri sehingga aku lama keluar dari toilet."kata ghea pada suaminya,rama.


"iya nggak papa sayang. sekarang rencanamu gimana sayang?"tanya rama pada ghea.


"hmm.. tunggu dulu di sini. aku masuk dulu ke kamar kakek ya aku mau tanya ke nenek apakah mau pulang ikut kita atau tidak."kata ghea pada rama.


"baiklah. ku tunggu."kata rama. lalu ghea langsung masuk ke kamar kakeknya.


tok tok tok...


suara pintu..


"permisi kakek nenek.."kata ghea yang sudah membuka pintu kamar kakeknya.


"iya nak. ada apa sayang?"tanya neneknya sedangkan kakeknya sedang makan salad buatan nenek buat kakek.


"nek apakah nenek mau ikut pulang sama aku karena aku mau pulang sekarang karena di rumah ada anak-anakku?"tanya ghea pada neneknya.


"baiklah. nggak papa nek. tapi kalau ada apa-apa kabarin ghea ya nek?"tanya ghea pada neneknya.


"iya sayang."jawab neneknya.


"ya sudah aku keluar dulu mau ajak rama masuk ke sini."kata ghea yang langsung keluar menemui suaminya. ghea langsung menyeret suaminya masuk ke kamar untuk meminta ijin pamit pulang pada kakek nenek.


"kakek nenek kami berdua pulang dulu ya.. oh ya kakek jaga kesehatan ya kek.. kalau ada waktu kami berdua pasti kan menjenguk kakek lagi."kata ghea pada kakeknya.


"iya hati-hati ya nak. oh ya kapan-kapan bawa anakmu ya ketemu kakek karena kakek pengen liat cicit kakek?"tanya kakek pada ghea.


"iya kakek. kami pasti bawa anak kembar kami ketemu kakek. kalau gitu kami berdua permisi dulu ya kakek nenek."kata rama dengan menggandeng tangan ghea yang hanya terdiam saja.


"iya."jawab kakek dan neneknya.


kemudian mereka pun pergi meninggalkan kakeknya berduaan bersama neneknya.


"nabila,"panggil kakek hanggoro pada nenek nabila.


"iya. ada apa?"tanya nenek nabila.


"coba saja dulu kita bersama lagi. jujur saja dulu aku tidak tau kalau sherlyn anak kita datang ke rumahku karena waktu itu aku di luar negri ada tugas kerjaan. dan anak kita sherlyn waktu itu di usir sama ibuku. sekarang orang tuaku sudah nggak ada. dan istri ke duaku juga sudah nggak ada tahun kemarin. aku sebenarnya mencari informasi tentang sherlyn tapi saat aku ingin bertemu sherlyn selalu ada aja yang menghalanginya. aku benar-benar menyesal."kata kakek hanggoro dengan raut wajah sedih. kemudian nenek nabila mendekatinya dan memegang tangannya dengan menghiburnya.


"aku sudah memaafkanmu. tapi jujurnya hendra anakmu dulu ternyata sekampus dengan sherlyn dan sahabatnya suaminya dan mencintai sherlyn. untung aku sudah menghalangi hendra untuk tidak memiliki sherlyn lagipula sherlyn dan hendra masih memiliki hubungan darah satu ayah dan beda ibu."kata nenek nabila yang menceritakan kejadian yang lalu.


"oh gitu. aku malah nggak tau. bodohnya aku nggak bisa memantau anakku sendiri."kata kakek hanggoro.


"sudahlah biarlah berlalu. aku juga belum menemukan penyebab kecelakaan sherlyn itu siapa."kata nenek nabila.


"biar aku saja yang mencarikan orangku untuk menyelidiki penyebab kecelakaan anak kita."kata kakek hanggoro pada nenek nabila.

__ADS_1


"iya aku pasrah. lagipula aku ingin memikirkan bersenang sama cicitku walau itu itu hanya anak angkat ghea."kata nenek nabila.


"anak angkat?"tanya kakek hanggoro.


"iya anak angkat. cerita panjang."kata nenek nabila. tapi kakek hanggoro memaksa nenek nabila untuk menceritakan yang sebenarnya. akhirnya nenek nabila pun menceritakan asal usul anak angkat ghea.


"oh gitu ceritanya. ya kita tunggu aja infonya. lagipula ghea sudah menyuruh orangnya."kata kakek hanggoro.


"iya."kata nenek nabila dengan pasrah.


di tempat lain,


tok tok tok...


suara pintu..


"permisi bapak. ada nona belia yang ingin bertemu bapak."kata sekretarisnya hendra.


"ya suruh dia masuk."kata hendra pada sekretarisnya.


"baik bapak."kata sekretarisnya. lalu sekretarisnya menyuruh nona belia masuk ke dalam ruang kerja ayahnya,hendra. nona belia pun masuk ke dalam ruang kerja ayahnya.


"ada apa belia? kog tumben datang ke sini? bukannya kamu tadi bilang ada urusan pekerjaanmu."kata ayahnya pada belia.


"iya yah. maaf ya yah aku ganggu. karena ada sesuatu yang mengganggu di pikiranku sehingga rasa penasaranku aku ingin bertanya pada ayah tentang masa lalu kakek dan orang tuanya kak ghea."kata belia pada ayahnya.


"untuk apa kamu bertanya begitu? lebih baik kamu nggak usah membahas itu. ayah tidak mau membahas itu."kata ayahnya.


"napa ayah merahasiakan ke aku tentang begini. sedangkan mama menyuruh aku harus merebut warisan saham yang diberikan kakek pada kak ghea. apa maksudnya ini?"tanya belia pada ayahnya.


"baiklah. ayah kan menceritakan sedikit saja. ayah nggak bisa menceritakan detailnya ya."kata ayahnya.


"iya yah."kata belia.


"dulu memang kakek mencintai istri pertama nya hingga kini."kata ayahnya yang terpotong oleh belia.


"istri pertamanya, nabila djatmiko?"tanya belia pada ayahnya.


"iya benar. kakek nenekku dulu nggak setuju mereka menikah sehingga di saat mereka menikah kakek nenekku membuat ayah selingkuh dengan ibuku dan ibuku hamil bersamaan dengan istri pertamanya, nabila hamil. makanya aku lahir bareng dengan sherlyn,mamanya ghea. ayah pun di suruh menceraikan nabila karena ibuku hamil. ayah pun langsung menikah ibuku. ayah ingin bertemu nabila dan sherlyn pun di halangi kakek nenek. aku juga memiliki perasaan sama sherlyn,mamanya ghea. ayah nggak tau kalau sherlyn saudara tiriku. aku sendiri juga yang membuat suaminya sherlyn dalam kecelakaan pesawat itu. dan ayah pikir dengan gitu ayah bisa mengambil hati sherlyn. ternyata sherlyn ikut perjalanan bersama suaminya dan mereka meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat tersebut. ayah benar-benar menyesal. ayah tau kalau sherlyn itu saudara tiri ayah setelah menikah dengan ibumu."kata ayahnya dengan jujur dan sedih.


"oh gitu ceritanya."kata belia.


"nak,tolong jangan beritau hal ini pada siapapun. biarkan saja saham itu untuk ghea. sebagai menebus kesalahan ayah dan kakekmu."kata ayahnya.


"ayah. aku nggak bakal menceritakan pada siapapun. aku pun tidak ingin ayah masuk penjara karena kasus ini. aku kan menuruti keinginan ayah. aku justru berterima kasih sama ayah karena sudah memberitau yang sebenarnya padaku tentang hal ini."kata belia pada ayahnya.


"terima kasih sayang."kata ayahnya yang langsung memeluk belia.


di kediaman keluarga djatmiko,,


"bibi,mana anak-anak?"tanya ghea pada bibinya.


"mereka sedang bermain di kamar sama suster,non."jawab bibi pada ghea.


"baik. terima kasih bi."kata ghea yang langsung ke kamar anak kembarnya. ghea pun langsung melihat anak kembarnya yang asyik bermain.


"ma...ma..."kata anak kembarnya yang sedang belajar ngomong yang membuat ghea tersenyum.


"anak mama sudah pinter ya..sudah bisa memanggil mama..ayo kita lanjut main ya sayang."kata ghea yang sedang bergabung bermain sama anak kembarnya.


"non.."panggil suster khusus merawat anak kembarnya.


"kalian silahkan pergi saja. lebih baik kalian makan malam dulu saja. biar aku yang menemani anak kembarku."kata ghea pada perawat tersebut. lalu ghea pun bersama anak kembarnya sedang asyik bergembira bermain bersama-bersama di kamar anak kembarnya.


saat sedang asyik bermain bersama anak kembarnya,ponsel ghea tiba-tiba berbunyi. ghea pun melihat ponselnya yang ternyata menelepon paman linggo.

__ADS_1


"napa paman linggo telepon. baiklah tak coba tak angkat."batin ghea. ghea pun langsung menekan tombol angkat telepon pada ponselnya.


__ADS_2