Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 102


__ADS_3

Suara tangisan bayi mulai memekikkan telinga Zein, ia bahagia karena bayinya lahir dengan selamat. Akan tetapi jantung Zein hampir saja berhenti berdetak karena melihat Aliana yang tiba-tiba tidak sadar. Dokter pun dengan segera memeriksa Aliana, sebagian suster mengambil bayi itu dan dokter pun memeriksa Aliana. Sedangkan Zein pun diminta untuk keluar dari ruangan itu.


Zein berteriak karena ia merasa takut terjadi sesuatu pada Istrinya, pikirannya mulai kalut. Ia takut akan kehilangan Aliana, ia takut dan tak berani membayangkan jika nanti ia akan hidup tanpa istrinya yang sangat dia cintai. Ia tidak sanggup jika putrinya lahir tanpa seorang ibu, tubuh Zein lemas membayangkan semua itu.


Ia pun menangis sendirian di kegelapan malam yang hampir menuju pagi itu, Zein pun kemudian mengambil ponselnya dan segera menghubungi seluruh keluarga besarnya. Mulai dari keluarga Aliana dan juga keluarganya, ia tidak sanggup menahan beban itu sendirian. Ia butuh seseorang untuk ia jadikan sandaran, sungguh saat ini Zein merasa sangat hancur, ia merasa dunianya berantakan. Pikiran jika ia akan kehilangan Aliana mengganggu pikirannya saat ini.


*


*


*


Mendengar kabar dari Zein seluruh keluarga pun langsung datang menuju rumah sakit, untuk melihat bagaimana keadaan bayi dan ibunya. Orang yang pertama kali sampai kesana adalah Lian dan juga Lisa


Sebagai orang tua Aliana, ia merasa takut dan juga khawatir dengan keadaan putrinya saat ini. Apalagi saat mereka mendengar jika Aliana tidak sadarkan diri sesaat setelah bayinya lahir.


Apalagi, sudah dari tadi dokter pun belum ada yang keluar dan memberitahukan bagaimana keadaan Aliana yang di dalam.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Lian


"Keadaannya tadi sangat lemah Pah, hingga saat bayi kami lahir. Aliana langsung tidak sadarkan diri," terang Zein, ia pasrah jika Papa mertuanya ini akan memarahinya bahkan mungkin akan memukulnya.


Akan tetapi, ternyata mertuanya ini sama sekali tidak menyalahkan Zein. Proses melahirkan memang sangatlah berat, dan tidak ada satu orang pun yang mampu memprediksi bagaimana keadaan selanjutnya. Jadi untuk apa Lian menyalahkan Zein yang notabene tidak tahu apa-apa. Selama ini dia sudah menjadi suami yang sangat baik untuk putrinya. Bahkan, Lian sangat beruntung karena putrinya itu mendapatkan suami seperti Zein yang sangat mencintai dan juga menyayanginya.


"Bersabarlah, kita doakan yang terbaik untuk Aliana," ucap Lian,. sedangkan Lisa kini dia sedang menangis di dalam pelukan suaminya. Ia merasa sangat sedih mendengar kabar tentang putrinya ini. Dan dia berharap jika semua akan baik-baik saja, serta putri dan cucunya sehat dan selamat.


Tak berselang lama Zaira dan Zayan pun datang, Zaira langsung memeluk adiknya yang sedang terpuruk ini. Melihat istri yang sangat dicintai memeluk adiknya, sebenarnya Zayan tidak rela melihatnya. Ingin sekali ia menarik tubuh Zaira, akan tetapi keadaan sedang berduka. Jadi, ia hanya mampu berdiam diri saja menahan kekesalannya, tanpa mengurangi rasa khawatir kepada adik iparnya itu.


Setelah hampir tiga jam, bahkan kini hari sudah menunjukkan siang dan matahari pun sudah mulai menyinarkan cahayanya.

__ADS_1


Akhirnya dokter yang ditunggu-tunggu pun akhirnya keluar. Mereka semuanya tidak sabar langsung menghampiri dokter itu dan menanyakan bagaimana kabar Aliana.


Dokter pun menjelaskan jika tadi Aliana memang tempat drop keadaannya juga sangat lemah. Akan tetapi, pada akhirnya dokter pun berhasil menyelamatkannya. Namun, karena keadaannya yang masih lemah jadi dia masih belum bisa ditemui.


Mereka semua akhirnya bisa bernafas dengan lega, karena Aliana bisa selamat dan bayinya pun juga sangat sehat. Karena ibunya yang masih belum bisa ditemui dan dalam masa perawatan dan juga penyembuhan. Akhirnya mereka semuanya mampu melihat bayi cantik itu sendirian tanpa ibunya.


Bayi itu terlihat sangat lucu dan juga menggemaskan, ia cantik seperti ibunya akan tetapi memiliki garis wajah yang sangat mirip dengan ayahnya.


Bibir mungilnya mencari sesuatu, sepertinya ia sangat haus. Suster pun kemudian mengambil bayi mungil itu untuk diberikan susu dan ditidurkan kembali di ruangannya.


"Selamat Zein, bayimu sangat cantik mirip sekali seperti ibunya," ucap Zaira tulus.


"Aku pun jadi ingin memiliki seorang bayi yang cantik," ucap Zayan.


"Semoga saja nanti adik Zavier ini laki-laki," ucap Zahira sambil mengelus perutnya yang terlihat ramping itu.


"Apa Kakak sedang hamil lagi?" tanya Zein.


Lui dan Lisa yang mendengarnya pun merasa sangat bahagia, karena itu artinya keluarga mereka akan bertambah lagi.


*


*


*


Sepasang pengantin baru ini, baru saja membuka matanya. Setelah hampir semalaman mereka bergelut dengan indahnya cinta, dan meneguk nikmatnya surga dunia. Mereka berdua bahkan tidak tahu, jika semalam menantunya melahirkan dan hampir saja meregang nyawa.


Tapi itu semua sama sekali bukan salah mereka karena mereka berdua tidak tahu jika semalam Aliana akan melahirkan. Karena Zein juga tak mengabarinya.

__ADS_1


Rosa mulai membuka matanya, dan orang pertama yang ia lihat adalah suami tampannya. Dan parahnya lagi pria tampan ini kini tengah memandanginya, membuat ia semakin malu saja.


Semalam Rosa sama sekali tidak bisa mengontrol dirinya karena Tama benar-benar luar biasa di matanya. Pria ini mampu membuatnya melayang sampai berkali-kali. permainannya sangat lembut akan tetapi juga sangat membuatnya berkesan.


Baru kali ini Rossa merasa sangat dicintai oleh seorang pria, semoga selamanya kamu bisa bersikap baik kepadanya, dan juga mencintainya serta menyayanginya dan juga setia kepadanya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Rosa malu-malu ayam pada Tama.


"Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh memandang wajah Istriku yang cantik ini?"


"Aihh kau ini." Rosa langsung menutupi wajahnya dengan selimut yang dia pakai. Namun, berarti kemudian Tama pun menarik selimut yang rasa pakai hingga terpampanglah lagi tubuh Rosa di hadapannya. Tingkah Tama itu membuat Rossa memekikkan suaranya, iya terkejut karena ternyata suami yang terlihat sangat kalam ini rupanya adalah pria mesum.


"Tama kau membuatku malu! Ayo kembalikan selimutnya!"


"Tidak mau!"


"Tama!"


Tapi bukannya memberikan selimut itu, Tama malah mengungkungnya kembali dan mulai mencium bibir Rosa. Tak lupa tangannya kembali ia daratkan di benda kesukaannya.


Kini bibir Tama mulai menyusuri lagu leher jenjang Rosa dan kemudian sampailah di benda kesukaannya. Langsung saja Tama meminum sumber nutrisinya pagi ini. Bukankah minum susu pagi-pagi itu sangat menyehatkan? Untuk itulah Tama melakukan. Hingga tubuh Rosa kembali memanas.


Tama sepertinya sangat tahu di mana letak kelemahan Rosa, hingga ia sengaja menyentuh titik-titik sensitif di tubuhnya. Dan akhirnya pergulatan panas itu terjadi kembali.


****


Maaf ya pengantin baru nanti aja di kasih tahunya kabar Aliana, kasihan 🤫


Cukup ya untuk hari ini, Mimin khilaf kan 😌 tapi sayang kalian gak khilaf dukung Mimin 🥲

__ADS_1


Untuk novel selanjutnya, sore atau malem ya. Miminnya mau istirahat dulu 😘😘😘


__ADS_2