
GHEA POV..
"halo, riano. aku minta maaf. aku buru - buru balik ke jakarta. karena ada urusan mendadak."
"loh ghea. aku kira, kamu di rumah. baiklah. hati - hati di jalan ya. jangan lupa kabari kami ya kalau balik ke surabaya."
"iya. salam buat anak - anak ya. aku pasti kan bawain oleh - oleh buat anak - anak kalau aku balik ke sana."
"iya."
"kalau gitu, aku ke bandara. dah riano."
"dah ghea."
lalu, aku menutup telepon. kemudian, aku masuk ke pesawat. beberapa jam kemudian, aku tiba di jakarta. saat aku di bandara, shasha yang menjemput aku karena kevin sedang ada operasi. lalu, kami berdua buru - buru ke rumah sakit. beberapa jam kemudian, kami berdua tiba di rumah sakit. lalu, aku langsung berlari-lari mencari rama. dan ku dapati rama sudah di ruangan icu. aku mau masuk ruang icu malah di suruh menunggu di luar oleh perawat. melihat rama di icu membuat tubuhku menjadi lemas. tiba-tiba kevin dan shasha datang menghampiri aku. aku langsung menanyakan ke kevin.
"apa yang terjadi kevin? kog bisa rama di icu?"tanyaku kepada kevin dengan raut wajah yang bersedih.
"aku tidak tau detailnya. aku hanya kerja saja. saat aku mau menjemput shasha tiba-tiba ada pasien kecelakaan dan ku lihat ternyata rama. makanya aku langsung menghubungi mu."kata kevin kepadaku. aku hanya terdiam. shasha yang mendekatiku hanya mengelus-elus punggungku.
" kakak, sabar ya.."kata shasha yang sedang menghibur aku. kemudian, dokter yang menangani rama pun keluar dari ruangan icu. karena aku melihat dokter itu dari kejauhan, aku langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut.
"bagaimana kabar rama dokter?" tanyaku kepada dokter tersebut.
"kondisi pasien sudah membaik. untungnya pasien sudah berhasil melewati masa kritisnya. cuman pasien ini untuk sementara harus di buat banyak istirahat. kalau begitu, saya permisi."
aku pun mundur agar dokter tersebut pergi dari ruangan. beberapa jam kemudian, rama di pindahkan ke kamar inap. begitu tau rama di kamar inap, aku langsung menemui dia. aku melihat rama sedang tertidur dengan tangan di infus dan kepalanya di perban. melihat kondisi dia seperti itu membuatku menangis.
"rama, baru aku tinggal sebentar, kamu malah begini. kalau kamu terus begini, aku yang pergi tidak tenang. maafkan aku rama."batinku yang sambil memegang tangannya dengan air mata yang membasahi pipiku. semenit kemudian, rama tidak terbangun. sejam kemudian, rama masih tertidur. aku masih menemani rama berjam - jam sambil memegang tangannya.
di luar kamar inap.
" kak,lihat. kasian kakak ghea."kata shasha kepada kevin.
"aku nggak bisa berkata. lebih baik, kita pergi membelikan makanan buat ghea. dari tadi ghea belum makan." kata kevin kepada shasha. kemudian, kevin dan shasha pun pergi meninggalkan kamar inap.
beberapa menit kemudian...
ceklek..
suara pintu terbuka..
kevin dan shasha masuk ke kamar inap.
"kak bangun, ayo makan dulu. dari tadi kakak dari bandara belum makan."kata shasha kepadaku.
"tapi gimana dengan rama? aku tidak mau pergi."kataku kepada mereka,kevin dan shasha.
"ghea, kalau kamu begini trus lalu kamu sakit, siapa yang menemani rama. apa kamu ingin rama melihat kamu sakit karena kamu tidak ingin makan."kata kevin kepadaku.
"iya kak. kami berdua ya juga tidak mau kakak sakit. makanlah sedikit kak demi kak rama."kata shasha kepadaku.
" untuk rama, biar aku yang menjaganya. kamu dan shasha makan dulu sana."kata kevin kepadaku. shasha langsung mengajakku keluar dari kamar. kemudian, aku makan.
"rama, lama banget bangunnya."kataku sambil mengunyah.
dret..dret..
suara ponsel berbunyi.
" kakak, habisin dulu makanannya. maaf, aku mau telepon nenek dulu."
"nenek mau ke sini?"
"iya, kak, bentar ya aku angkat dulu. kakak makan dulu. jangan pergi kemana - mana." kata shasha kepadaku dan dia langsung pergi dan telepon nenek. sedangkan aku lagi makan. beberapa menit kemudian, nenek dan shasha menemui aku.
"nenek.. hikz..hikz..rama,nek..hikz..hikz.."kataku yang langsung memeluk nenek sambil menangis.
"sudah sayang. cup..cup.. ayo duduk dulu." kata nenek yang mengajakku duduk. sedangkan shasha hanya melihat aku dengan nenek.
"tenangin dulu.." kata nenek kepadaku.
"hikz..hikz.."suaraku yang sedang menangis.
"ini nek.." kata shasha yang memberikan aqua gelas kepada nenek.
"sudah sayang. kamu tenangin dulu.." kata nenek yang memberi ku aqua gelas. aku pun meminumnya.
dari hari ke hari, tanpa bantuan alat, rama masih saja koma, tidak mau bangun sama sekali. aku hanya menemani rama dan membersihkan badan rama bahkan membuka kelambu tiap pagi hari.saat aku bersamanya, aku dapat telepon dari surabaya.
"ya halo riano."
"halo ghea. kamu kog tumben tidak ada kabarnya. ada masalah di sana?"
"maaf kalau aku tidak sempat kabarin. aku lagi di rumah sakit."
"loh..siapa yang sakit?"
__ADS_1
"rama kecelakaan riano."
"kog bisa? gimana kondisinya saat ini?"
"dia sekarang lagi koma. sudah 3 hari dia belum sadarkan diri."
"lalu, kamu masih di sana?"
"iya sejak tau rama masuk rumah sakit sampai kini aku masih di rumah sakit menemaninya."
"aku minta maaf tidak bisa menemani di sana. aku hanya berdoa semoga rama bisa sehat kembali dan bangun dari koma nya. dan, kamu juga harus jaga kesehatan. jangan sampai capek dan harus teratur makannya."
"iya. makasih riano."
"yaudah, kamu lanjutin saja, jaga rama ya.. aku tak lanjut kerja kalau gitu. dah ghea."
"iya. dah riano."
lalu, aku dan riano telah selesai berbicara lewat telepon. kemudian, aku melanjutkan tidur kembali di samping rama. beberapa jam kemudian, saat aku sedang tertidur di sampingnya, tangan rama tiba-tiba bergerak. aku yang merasakan langsung bangun dan cepat - cepat keluar dari kamar untuk memanggil perawat dan dokter. lalu dokter datang menemui kami dan memeriksa rama. setelah di periksa, dokter itu menjelaskan kepadaku.
"gimana dokter?"
"tuan rama sudah membaik. untuk sementara, jangan membuat dia kelelahan. kalau ada apa - apa, panggil saya saja di ruangan dokter. saya permisi dulu."
"terima kasih dokter."
lalu, dokter itu pergi.
"ghea apakah itu kamu?" tanya rama yang sudah bangun.
"iya ini aku, ghea, ram." kataku yang langsung memegang tangannya.
"aku merasa semuanya gelap. aku tidak bisa melihat." kata rama yang terkejut dengan kondisinya.
"sebentar ram. aku panggilkan dokter lagi." kataku yang panik langsung memanggil dokter lagi. lalu dokter dan perawat pun berdatangan cepat - cepat mengecek kondisi matanya rama.
"gimana dokter?"
"maaf dokter ghea, tuan rama sepertinya harus mengalami kebutaan."
"tetapi bisa di sembuhkan dokter?"
"bisa kalau ada donor yang cocok dengan matanya."kata dokter tersebut memberi penjelasan kepadaku. ini membuatku terkejut dan tubuhku menjadi lemah.
" cobaan apa lagi untukmu rama? dulu, kamu kehilangan cinta pertamamu karena aku, ke dua, ibumu menjadi sakit dan meninggalkan kamu. ke tiga, hubungan kita putus,cerai. dan yang terakhir, kamu harus menderita kebutaan selamanya. apa yang harus aku lakukan untukmu?"batinku sendiri.
"baik dokter. terima kasih."
"ehm.. sepertinya kita harus pergi.. oh ya ghea, aku dan shasha mau anter nenek pulang karena rama sudah baikan. kami pulang ya ram." kata kevin kepadaku dan rama.
"iya vin. nenek pulang saja. biar aku sendiri yang mengurus rama."
"yaudah sayang jaga rama. rama, ghea, nenek pulang ya.."
"iya nek, hati - hati di jalan ya.."
"iya kak. dah.."
aku hanya melambai tangan kepada mereka, kevin, shasha dan nenek. sedangkan rama hanya diam. lalu, aku mencoba memberikan gelas air minum untuk rama. tapi rama malah bertanya padaku.
"ghea, apa aku kan buta selamanya?" tanya rama padaku.
"ehm.. tidak akan rama. aku kan berusaha mencarikan pendonor yang cocok untukmu. aku janji."
"terima kasih jawabannya ghea. aku minta kamu jangan datang ke sini lagi."
"kenapa begitu?"
"kamu tidak perlu khawatirkan aku, aku masih bisa meminta tolong asistenku untuk membantuku saat aku membutuhkan apapun. aku tidak mau kamu mendekati aku karena kasihan. karena aku sudah tidak bisa melihat. aku bukan lelaki yang pantas untukmu. kemarin aku sudah menyakitimu. dan sekarang aku tidak berdaya karena aku buta. lebih baik jangan menemuiku lagi."
"tapi rama."
"aku minta pergi..!!!" jerit rama kepadaku. ini membuatku malah sedih. saat aku keluar dari ruangannya, aku bertemu asistennya rama.
"nyonya ghea."kata asisten rumah rama, dino.
"ya dino. aku mau minta tolong bisa?"
"minta tolong apa nyonya?"
"saat ini tuanmu menyuruh aku tidak bertemu dia sampai kapan pun. aku tidak mau kenapa dengan tuanmu. aku ingin yang merawat dia walau dia tidak mau. tapi kamu jangan beritau kalau aku yang mengurusnya dan buatkan ke dia seolah - kamu yang mengurusnya. bisa kan?"
"bisa nyonya. cuman kalau sampai ketahuan gimana nyonya?"
"tenang saja. biar aku yang menjelaskan dia. sambil aku mencarikan pendonor buat dia."
"baiklah nyonya. aku kan membantu nyonya mengurus tuan."
__ADS_1
"terima kasih dino. sekarang kamu masuk. aku tidak kan bersuara."
lalu, aku dan dino masuk ke kamar.
"dino apa itu kamu?"
"iya tuan."
"apa kamu liat ghea tadi? apa dia sudah pergi?"tanya rama kepada asistennya, dino. dino bingung jawabnya dan menoleh kepadaku. aku hanya memberikan kode untuk tidak jujur.
"eh..iya tuan. tadi dino liat nyonya menangis pergi tuan."kata dino kepada rama. mendengar ucapan dino kalau aku menangis pergi membuat raut wajah rama berubah menjadi sedih. melihat dia sedih, aku tidak bisa berkata apa - apa, aku pun ikutan sedih.
" ehm, tuan. apa tuan ingin saya mencari nyonya untuk kembali ke sini?"tanya dino untuk memecahkan kondisi.
"tidak perlu. biarkan dia pergi. aku tidak mau dia tambah sedih karena aku. lebih baik dia mendapatkan yang lebih baik dari aku."
"maaf tuan, apa tuan masih mencintainya?"
"iya dino. aku masih mencintainya. biar aku saja yang terluka. aku tidak ingin dia ikutan terluka karena aku. aku ingin dia bahagia." kata rama kepada dino. ucapan rama membuatku tambah ingin menangis.
"ini tuan,tuan kan baru bangun. tuan makan dulu dan minum dulu. saya bantu ajarin tuan makan ya." kata dino yang menyerahkan aku dan menyuruhku memakai sarung tangan supaya tidak ketahuan. aku pun membantu rama memberi gelas bahkan mengajari rama memakai sendok untuk makan sendiri. setelah selesai makan, rama menyuruh dino untuk ke kamar mandi. karena rama merasa gerah ingin mandi. aku pun memapah rama ke kamar mandi dan membantu dia melepas pakaiannya. saat aku membantu melepas bajunya rama, dia merasa curiga sama aku.
"dino. aku merasa mencium bau parfum wanita. apa kamu habis bersama wanita?"
aku tidak bisa cepat - cepat memanggil dino ke dalam kamar mandi. lebih baik aku berpura - pura batuk.
"dino kamu tidak apa - apa. kamu lebih baik minum dulu."kata rama kepadaku.
" maaf tuan rama."kataku dengan suara serak membuat rama terkejut.
"kamu siapa? pergi kamu!! dino..!!!! dino..!!" jerit rama. lalu, dino datang masuk ke dalam kamar mandi.
"dia siapa dino? kenapa kamu ijinkan dia mengurus aku?"
"maaf tuan. aku lupa memberi tuan. kalau dia akan membantu tuan merawat tuan."
"suruh dia keluar dulu. lebih baik kamu bantu aku dulu."
"baik.tuan."kata dino kepada rama. aku pun keluar kamar mandi. sedangkan dino membantu rama mandi. setelah mandi, dino memapah rama ke ranjang.
"dino, orang yang kamu suruh merawat aku apa masih di sini?"tanya rama kepada dino.
"iya tuan. ini saya." kataku dengan suara serak yang agak keras supaya terdengar seolah - olah lelaki.
"nama kamu siapa?"
"saya beno tuan."
"perkenalkan diri kamu kepadaku detail sekarang..!"
"aduh rama, kalau sama orang lain galak bener. makanya pegawaimu pada takut. untung aku, aku masih bersabar. kalau tidak, kamu tak jitak bener ram."batinku.
" saya beno supratno. usia saya 26. saya pernah mengurus orang tua bahkan orang yang sakit lumpuh. saya tinggal di perumahan duren sawit. saya sendirian. orang tua saya sudah meninggal dunia. saya ingin bekerja untuk kehidupan saya sendiri."
"oh, maaf. kamu sudah punya pacar atau istri?"
"tidak ada tuan."
"tapi kenapa ada parfum wanita saat tadi mendekatimu?"
"eh.. oh..ini..itu saya keliru memakai parfum karena waktu itu temen saya menawari produk parfumnya. apa tuan tidak suka dengan bau ini?"
"tidak. membuat saya teringat dengan seseorang yang aku cintai. dia selalu memakai parfum itu. katanya itu parfum favorit dia." kata rama kepadaku.
"rama kamu masih saja inget kesukaanku, parfum favoritku." batinku sendiri.
"kalau tuan tidak suka, saya kan menyemprot yang lain agar tuan tidak mencium bau ini."
"tidak perlu. lain kali jangan memakai parfum itu karena itu parfum wanita."
"baik tuan. saya tidak akan mengulang kembali."
"yaudah, mulai hari ini kamu saya terima kerja melayani saya saat saya butuh."
"iya tuan. terima kasih tuan."
"dan kamu boleh pulang kalau saya sudah tidur."
"baik tuan."
"ehm maaf tuan. karena sudah ada beno. saya permisi dulu tuan."
"iya karena ada beni disini. saya meminta tolong kamu urus perusahaan ya karena saya belum bisa melihat. semuanya kamu urus. kalau ada apa - apa laporan ke saya."
"baik tuan. kalau gitu, saya permisi."
lalu dino pergi, tinggallah aku dengan rama di ruangan ini berdua.
__ADS_1