
"Cctv? Cctv apa?" tanya Lidya gugup, jujur saja saat ini ia merasa takut. Takut semua orang tahu apa yang ia lakukan, khususnya Bayu. Ia takut jika Bayu akan mengetahui kejadian yang sebenarnya di rumah itu tadi. Bodoh! Hanya itu saja kini yang ada dalam otaknya, ia terus merutuki kebodohannya saat ini.
"Cctv rumahku? Memangnya cctv apa, kamar mandimu?" ejek Rosa. Namun, Lidya hanya mendelik kesal kearah Rosa. Ia ingin sekali memaki, mencaci bahkan ia juga ingin melukai perempuan yang menjadi mantan istri menantunya itu. Sayangnya, ia hanya mampu mengumpat dalam hati dan tak berani melakukan apapun pada Rosa.
Tak menunggu waktu lama, ponsel Rosa pun berbunyi menandakan jika rekaman itu sudah dikirim. Semakin cemas saja, ibu dan anak ini. Mereka takut jika sebentar lagi perbuatan mereka akan terbongkar. Jika itu sampai terjadi, habislah sudah. Kini mereka sedang berpikir keras bagaimana cara menghadapi Rosa.
Pandangan Lidya pun kini tertuju pada ponsel Rosa, jika ia merebut dan menghancurkan ponsel itu maka rekaman itu tidak akan dilihat oleh Bayu. Setidaknya, itu akan mengulur waktu bukan. Kini ia berpikir bagaimana caranya ia merebut ponsel itu dari Rosa, dan menghancurkannya.
Perlahan, Lidya mendekati Rosa. Ia akan pura-pura untuk menyenggolnya dan membuat ponsel itu terjatuh, dan setelah itu ia akan menginjak ponsel Rosa sampai rusak. Rencana yang cukup bagus bukan, ia harus cepat melakukannya jika, tidak maka semuanya akan terbongkar. Sedikit lagi ia akan mendekati Rosa. Namun, Tama dengan sigap menarik pinggang Rosa dan menjauhkannya dari Lidya, dan menatap Lidya dengan tajam.
"Mau apa kau?" tanya Tama dengan tatapan tajam pada Lidya.
"A-aku ..."
"Ini lihatlah, rekaman ini. Agar kau tahu apa saja yang kami lakukan di sana," ucap Rosa dengan jantung berdebar tak karuan karena barusa Tama menarik pinggang rampingnya, hingga tubuh Rosa merapat pada tubuh Kokohnya Tama.
Kini mereka yang ada di sana pun mulai melihat apa yang terjadi di sana, mulai dari Bayu yang berangkat bekerja, dan Rosa yang tiba-tiba datang dengan para bodyguardnya. Setelah itu, mereka adu mulut sebentar, Bayu akui Rosa memang sangat tenang saat menghadapi Lidya dan Arini yang terlihat menyerang Rosa dengan kata-katanya.
__ADS_1
Namun, satu hal yang menjadi perhatian Bayu adalah, jika di sana sama sekali tak ada penganiayaan. Dan Rosa pun tak melakukan apa-apa saat Arini dan Lidya memakinya dengan kata-kata yang sangat kasar dan juga tidak pantas untuk diucapkan. Apalagi dari Arini yang selalu bersikap lembut padanya, Bayu sangat terkejut saat mengetahui jika istri yang sangat ia banggakan telah berkata dan berlaku seperti itu pada mantan istrinya.
Dan setelah pengusiran Arini dan Lidya Rosa hanya masuk ke dalam rumah dan tak melakukan apapun, lalu dari mana luka-luka itu Arini dapatkan.
"Mas ... ini bohong, Mbak Rosa pasti sudah menyiapkan ini semua. Video itu pasti editan!" ujar Arini dengan panik, ya ia sangat panik saat ini begitu pun dengan Lidya yang juga merasa takut. Takut jika rencananya untuk menguasai harta Bayu akan gagal.
"Dasar cacing kremi! Bukti sudah ada di depan mata, dan kau malah masih mengatakan jika aku ini pembohong!" Rosa tak terima dengan ucapan dari perempuan yang memiliki banyan wajah palsu itu.
"Buktinya video penganiayaan yang kau lakukan pada putriku tidak ada, kau pasti sudah menghapusnya! Iya kan?" ujar Lidya dengan panik.
"Dalam rekaman sudah terlihat jelas jika Rosa tidak melakukan apapun, jadi apanya yang diedit. Dan untuk semua perkataanmu itu, bukankah itu adalah suara aslimu? Jadi bagaimana caranya Rosa mengedit suara itu?" sambung Tama, yang ikutan gemas dengan kelakuan ibu dan anak ini.
Sedangkan Bayu, pria itu saat ini hanya mampu terdiam terpaku dan tak berkata apapun. Sepertinya mental pria ini terkena hantaman besar karena pada akhirnya ia mengetahui bagaimana tabiat Arini, yang ternyata seperti orang yang tak berpendidikan. Bahasanya sangat kasar, bahkan tak segan-segan memaki Rosa dengan kata-katanya yang kotor.
Perempuan yang ia anggap bak malaikat ini, ternyata tak ubahnya hanya seorang iblis yang bersembunyi dibalik kecantikan dan juga kelembutannya. Bayu benar-benar sudah tertipu dengan kepolosan dan juga kelembutan Arini selama ini.
Astaga ... kenyataan yang pahit baru saja ia ketahui, karena ternyata selama ini ia tak pernah dicintai dengan tulus oleh istri yang sangat ia kasihi. Ia hanya dianggap sebagai mesin pencetak uang saja oleh Arini. Bahkan ia baru tahu jika sebenarnya Arini sedang mengincar seluruh hartanya yang tersisa. Benar-benar tidak bisa ia maafkan, Bayu tak terima diperlakukan seperti ini, setelah semua yang ia berikan padanya.
__ADS_1
Padahal setelah mengenal Arini, semuanya ia serahkan pada wanita ini
Cintanya, kasih sayangnya dan seluruh perhatiannya hanya untuk Arini. Ia bahkan melupakan cinta Rosa yang begitu besar padanya. Hanya karena kepalsuan yang diberikan olehnya. Bayu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat istri yang sangat ia cintai itu, yang ternyata hanyalah seorang pembohong belaka.
Rosa pun kemudian mengambil ponselnya yang sedang dipegang dan ditatap dengan tatapan kosong oleh Bayu. Ia kemudian mengelap ponselnya dengan tisu, seolah ponselnya itu sudah dipegang oleh kuman-kuman yang nakal.
"Sekarang kau sudah tahu semuanya, aku harap kau tidak menuduhku dengan tuduhan yang macam-macam! Jika kau ingin menuntutku? Maka aku akan menuntut balik kalian!"
"Apalagi luka-luka yang kau dapatkan itu bukan aku pelakunya! Dan oh ya Nyonya manis, kau tadi mengatakan jika kau tak pernah berlaku kasar pada putrimu kan? Lalu ini apa, luka-luka yang ada dalam tubuh gatal anakmu ini pasti adalah perbuatanmu? Astaga, kau bahkan tega menganiaya anak kesayanganmu sendiri hanya untuk melakukan kebohongan!"
"Dan kau cacing gatal! Usahamu yang menyakitkan itu sia-sia.... astaga kau bahkan rela dipuku-li seperti itu hanya untuk memfitnahku. Lain kali gunakanlah otakmu yang kecil itu untuk berpikir, agar usahamu tidak terlalu sia-sia," ejek Rosa, Tama hanya menahan senyum melihat Rosa yang ternyata sangat pintar.
"Sekarang kalian bertiga pergilah! Jangan membuat drama di sini, aku tidak mau tempatku berbisnis mempunyai reputasi buruk gara-gara kalian!" usir Rosa.
Dengan tanpa mengatakan apapun, Bayu pergi dan meninggalkan tempat itu diikuti oleh Lidya dan juga Arini. Mau kemana mereka, entahlah Rosa sama sekali tidak peduli.
Yang ia pikirkan saat ini adalah mengurus rumah itu agar menjadi miliknya kembali dan tidak jatuh ke tangan Bayu, apalagi sampai dinikmati oleh Arini.
__ADS_1