Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 78


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, Rosa akan mencari perempuan yang akan ia jadikan menantu. Menantu yang sesuai dengan keinginannya, kriterianya dan juga perempuan yang sederajat dengannya. Dan perempuan yang akan ia jadikan calon menantu adalah anak perempuan dari sahabatnya. Rosa sangat bahagia karena akhirnya ia akan mendapatkan menantu yang ia idam-idamkan.


Dan rencananya ia akan membawa calon menantu kesayangannya ke rumah baru Satya. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, karena di saat yang bersamaan suaminya Bayu sedang pergi ke luar kota. Jadi, ia bisa bebas untuk melakukan rencananya. rencana untuk memisahkan anak dan menantu yang tak ia harapkan. Rosa sudah tidak sabar untuk segera membawa perempuan pilihannya ke rumah Satya.


Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, Rosa sengaja datang ke rumah Satya malam-malam dengan alasan akan menginap di sana. Dan mengatakan jika ia sangat merindukan Satya, dan juga ia merasa kesepian karena papanya sedang ke luar kota. Sebenarnya Mawar sangat tidak setuju jika mertua kurang garamnya menginap di rumah baru mereka.


Namun, karena Satya merasa tidak enak pada mamahnya, karena bagaimana pun juga Rosa adalah ibu kandungnya. Akhirnya Satya pun memberikan ijin Rosa menginap di rumahnya, itu pun hanya beberapa hari saja. Sampai papanya pulang dari luar kota, setelah itu Satya harap jika Rosa kembali ke habitatnya maksudnya ke rumahnya wkwkwkwk.


Dan akibat dari keputusan Satya yang mengijinkan sang Ratu kodok menginap, malam ini Satya tidak mendapatkan jatah minum susu. Membuat bayi besar ini harus kehausan sepanjang malam.


"Bunga Kamboja, benar kau tidak buka pabrik malam ini?" rajuk Satya.


Mawar masih membelakangi Satya dan tidak mau menoleh ke arah suaminya. Membiarkan Satya dengan rasa hausnya malam ini, biar saja itu menjadi pelajaran baginya. Agar suatu saat nanti ia tidak membiarkan Ratu kodok menginap di rumahnya. Bukan maksud Mawar ingin menjadi menantu durhaka. Akan tetapi, mertua durjana seperti Rosa memang tidak pantas dikasihani. Mawar tahu, jika perempuan jahat itu akan membuat ulah. Hanya saja Mawar belum tahu rencana apa yang akan dilakukan olehnya.


"Pabrik akan dibuka saat mamahmu pulang ke rumahnya," ketus Mawar.


"Oh ya ampun, mamah kesepian di rumah karena papa tidak ada. Biarlah dia menginap di sini beberapa hari,"

__ADS_1


"Dan beberapa hari ke depan aku akan merasa hidup di neraka, awas saja jika dia membuat masalah. Aku tidak akan segan-segan membuangnya!" jawab Mawar dan melihat Satya dengan pandangan yang menyeramkan.


"Aku sudah bilang pada Mamah, agar jangan membuat masalah selama tinggal di sini. Dan Mamah setuju,


"Dan kau percaya begitu saja?"


"Iya,"


"Ahhh ya ampun, kau masih saja selalu naif." Mawar menghela napas panjang, jujur perasaannya kini sangat kacau. Ia bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan tentang apa yang akan dilakukan oleh mertuanya selama ia di sini. Mawar takut jika Rosa akan mengambil alih rumah ini dan mengalihkan nama, atas namanya. Dan setelah itu ia akan menendang Mawar ... itu tidak boleh terjadi. Besok Mawar akan membawa surat rumahnya dan akan ia simpan di tempat yang aman. Ya lebih baik begitu, dari pada surat rumahnya dicuri oleh mertuanya. Setelah memikirkan hal itu baik-baik, akhirnya ia bisa tidur dengan tenang dan membiarkan Satya dengan kegabutannya.


*


*


*


Mawar bukanlah menantu lemah yang akan pasrah jika ia dibenci oleh mertuanya. Ia juga bukan menantu yang akan repot - repot mengambil hati mertua yang tidak menyukainya. Karena bagi Mawar apapun yang akan ia lakukan, jika orang itu membencinya maka sampai kapanpun ia akan terlihat salah. Jadi ia tidak akan membuang tenaga untuk hal yang tidak penting untuknya.

__ADS_1


"Satya, sepertinya istrimu sangat keberatan Mamah tinggal di sini?" pertanyaan yang keluar dari mulut lucknutnya adalah pertanyaan yang ingin memprovokasi antara Satya dan Mawar. Namun, bukan Mawar namanya jika ia akan pasrah pada ucapan Rosa yang tidak ada manis-manisnya itu.


"Aku memang tidak suka ada orang asing di rumahku," jawab Mawar santai. Mendengarkan percakapan antara istri dan ibunya membuat Satya harus mempersiapkan mentalnya. Karena sebentar lagi pasti akan ada perang mulut antara Ratu kodok dan Bunga Kamboja.


"Ia bahkan tidak menganggap Mamah sebagai mertuanya, sungguh tidak sopan. Kau lihat Satya, istrimu ini memang sangat kurang ajar,"


"Untuk apa aku menganggap mertua yang tidak pernah menganggapku sebagai menantu,"


"Kau memang tidak pantas menjadi menantuku! Kau hanya perempuan miskin yang tak terhormat, kau tidak pantas untuk putraku!"


"Mah ... Bukankah kau sudah berjanji tidak akan membuat masalah," diingatkan oleh putranya sendiri, Rosa langsung diam membisu. Ia tak berani mengatakan hal apapun lagi. Karena ia tidak mau rencananya akan gagal.


"Baiklah,"


Lihatlah nanti menantu miskin, kau yang akan keluar dari rumah ini. Aku pastikan itu, karena sebentar lagi Satya akan meninggalkanmu dan mencampakkanmu!" gumam Rosa dalam hati.


'Dan akan aku pastikan jika kau berani membuat masalah. Aku tidak akan segan-segan menjadikanmu kodok goreng,' batin Mawar

__ADS_1


AKu harap tidak akan ada peperangan di rumah ini, lindungi aku Tuhan. Jangan sampai mereka berdua merusak barang-barangku," pangeran kodok membatin.


__ADS_2