
GHEA POV.
sore ini,aku sedang menunggu seseorang untuk makan bersama dan seseorang tersebut adalah riano. sepulang dari rumah sakit aku memang sudah janjian akan bertemu dia di resto ini. sambil menunggu kedatangan riano,aku memesan minuman ice coffee dan cemilan snack kentang goreng. beberapa menit kemudian,dari kejauhan aku melihat riano sudah tiba di depan pintu resto ini. aku pun melambai tanganku pada riano untuk memberikan dia kode kalau aku sedang duduk sebelah sini. setelah riano menemukan aku,riano segera datang mendekatiku.
"maaf ghea. aku tadi ada masalah sama urusan kantor sehingga aku telah terlambat. apakah kamu menungguku lama?"tanya riano padaku sambil duduk di kursi.
"tidak apa-apa. tidak terlalu lama kog. aku mengerti."kataku yang tersenyum pada riano.
"aku pesen dulu ya."kata riano.
"iya."kataku pada riano. lalu riano memesan makanan dan kami berdua saling mengobrol dan bersenda gurau. kami berdua juga makan bersama.
"oh ya riano, kemarin aku di telepon nenek kalau Minggu depan anak-anak liburan sekolah dan ingin kita berdua menjemput mereka berlibur bersama kita."kataku pada riano.
"hmm.. boleh juga. tetapi kemana ya enaknya kita ajak anak-anak berlibur?"tanya riano padaku sambil mengunyah makanan.
"ehm.. terserah kamu no. aku ngikut saja."kataku pada riano.
"kog terserah aku sih. aku justru ingin kita dan anak-anak ikutan senang. jangan gitu dunk.. itu namanya pasrah."kata riano padaku.
"lalu,aku harus memilih liburan dimana begitu?"tanya aku pada riano. riano menanggapi aku hanya mengangguk kepala saja.
"baiklah,kita pergi ke malang saja gimana tapi kita menjemput anak-anak dulu. di malang banyak tempat wisata."kataku pada riano.
"boleh juga. lagipula anak-anak belum pernah ke luar kota. dan kebiasaan ke luar negri saja."kata riano pada aku.
"iya no."kataku dengan singkat kepada riano. setelah selesai makan, aku dan riano pergi keluar dari resto. kami berdua langsung masuk ke dalam mobil. riano menyalakan mesin mobilnya dan kami telah pulang bersama.
"ehm,Ghea."kata riano padaku sambil menyetir mobilnya.
"ada apa ano?"tanyaku pada dia.
"besok kamu ada waktu kosong apa tidak,aku mau mengajakmu ke bioskop karena aku tadi udah pesen tiket untuk kita berdua,maukah kamu menonton bersama?"tanya riano padaku.
"iya no. aku kosong kog. aku mau."kataku dengan senyum pada riano.
"oke,besok aku jemput ya sehabis kamu pulang kerja."kata riano padaku. aku hanya mengangguk kepala kepada riano.
di apartemen riano...
"ukh.. sakit sekali kepalaku.."kata Rama sedang memegang kepalanya.
"pagi sayang. sudah bangun ya? ini aku sudah menyiapkan makanan untuk kamu."kata Andriana kepada Rama sambil memberikan makanan pada Rama.
"kog bisa aku di sini. bukannya kemarin malam aku di bar."kata Rama pada Andriana.
"kemarin malam kamu di antar sama Kevin. kata Kevin,dia melihat kamu sedang mabuk sehingga dia memberimu tumpangan dan kamu di bawa pulang ke sini."kata Andriana pada Rama.
"oh begitu. aku mau mandi dulu. soal makanannya,sehabis mandi aku pasti memakannya."kata Rama yang langsung ke kamar mandi. Andriana hanya melihat Rama dan diam saja tanggapannya pada rama. kemudian,Andriana menyiapkan baju kerja untuk Rama. setelah itu,Andriana keluar dari kamar dan ke dapur untuk menyiapkan makanannya. saat sedang menyiapkan sarapan, tiba-tiba ponsel Andriana berdering. kemudian,Andriana mematikan kompor dan mengangkat telepon.
"iya halo."kata andriana.
"pagi sayang. hmmm... lagi ngapain pagi begini?"tanya Wendy pada andriana.
"kamu ngapain pagi begini telepon aku?"kata Andriana dengan suara yang lirih.
"kenapa suaramu menjadi pelan begitu? apakah ketahuan ya sama suamimu? padahal aku lagi kangen sama kamu dan bayi kita."kata Wendy pada andriana.
"sebenarnya mau mu apa Wen?"tanya Andriana pada Wendy.
"oke. aku hanya ingin bertemu kamu saja. masa kamu sudah dapatkan anak kamu menjadi jarang menghubungi aku."kata Wendy pada andriana.
"yaudah. aku ntar kan ke rumahmu."kata Andriana.
__ADS_1
"oke sayang. aku tunggu. mmmuuacch.. sayang..."kata Wendy yang langsung menutup teleponnya. Andriana langsung buru-buru menyelesaikan masak dan menyiapkan sarapan untuk Rama.
di kediaman Wendy...
"permisi pak,saya Andriana,ingin bertemu tuan Wendy,bisakah saya bisa bertemu dengannya?"tanya Andriana pada satpam di kediaman Wendy.
"oh ya,nona. tunggu sebentar. saya hubungi dulu tuan Wendy."kata satpamnya pada Andriana.
"iya pak. terima kasih."kata Andriana yang langsung menunggu di luar pagar. satpamnya langsung menghubungi Wendy. setelah itu,satpamnya mendekati andriana.
"silahkan nona. tuan wendy sedang menunggu."kata satpamnya sedang mempersilahkan Andriana masuk ke dalam rumahnya Wendy. Andriana pun masuk ke dalam kediaman Wendy. saat masuk di pintu,andriana bertemu pembantunya.
"nona Andriana ya? silahkan masuk."kata pembantunya yang langsung membantu Andriana ke ruangan kerja Wendy.
tok tok tok..
suara ketukan pintu.
"tuan Wendy. nona Andriana sudah datang."kata pembantunya.
"oh ya."kata Wendy. kemudian,pembantunya membawa Andriana masuk ke ruangan kerja. setelah Andriana sudah masuk,pembantunya langsung pergi dan menutup pintu. Andriana melihat Wendy sedang membaca buku di meja kerjanya.
"eh,sayang. sini duduk di sini."kata wendy yang menyuruh Andriana duduk dekat bersamanya.
"ada apa Wendy?"tanya Andriana pada Wendy.
"bagaimana kabarmu dan janinmu? apakah kamu sudah mengecek kehamilanmu di rumah sakit?"tanya Wendy pada andriana.
"apa urusanmu dengan kehamilanku?"tanya Andriana pada Wendy dengan ketus.
"tidak apa-apa. kalau kamu merasa aku tidak boleh bertanya seperti itu,aku tidak akan bertanya lagi. aku hanya ingin tau saja karena aku lah ayah dari bayi yang ada di perutmu. lagipula kamu belum memberitahu kepada Rama,benarkan?"kata wendy pada Andriana.
"kamu dari mana tau hal ini?"tanya Andriana pada Wendy.
"aku sangat mencintaimu,Andriana. apa kamu tidak ingin bersamaku? aku sangat rindu padamu."kata Wendy pada Andriana yang pelan-pelan berbisik-bisik di telinga Andriana. kemudian,Wendy mencium bibir Andriana. karena terpengaruh dengan perasaannya,Andriana pun ikutan membalas ciuman dengan Wendy.
"maafkan aku Wendy. aku terpaksa bersama Rama untuk membalas dendamku pada Rama karena keluarga dia telah membunuh orang tuaku. aku tidak bisa berbuat apa-apa. aku hanya ingin Rama menderita selama dia hidup."batin Andriana.
keesokan pagi harinya...
apartemen Rama...
"ugh,,,sakit banget kepalaku."kata Rama pada diri sendiri sambil memegang kepalanya. Rama pun terbangun dan melihat ternyata Andriana tidak ada di apartemen. Rama pun mengecek isi ponselnya.
*Rama,
aku tidak bisa pulang dan aku pulang bisa dua hari kedepan. karena aku mendadak ada urusan.
by andriana.
kemarin jam 21:00*.
Rama pun bangkit dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi. beberapa jam kemudian,Rama duduk sendirian di kursi makan.
"kamu masak apa sayang?"tanya Rama pada Ghea yang sedang asyik memasak. Rama pun langsung memeluk Ghea.
"aduh Rama. aku kan masih masak."kata Ghea pada Rama.
"aku mencintaimu sayang."kata Rama pada ghea.
"iya sayang. aku juga mencintaimu. tapi aku kan lagi masak. kamu nih ya nakal deh. udah sana duduk dengan manis. aku kan beri kamu makanan kesukaanmu."kata Ghea pada Rama.
"istriku memang istimewa, walau sibuk masih menempatkan waktu untukku. apalagi tau ini hari libur,masih aja menempatkan untukku."kata rama.
__ADS_1
"sudah jangan terus memujiku. aku ntar menjadi geer."kata Ghea yang sedang menaruh makanan untuk Rama.
"tidak apa-apa. kamu geer hanya untukku."kata rama pada Ghea.
"sudah makan dulu. jangan banyak bicara."kata Ghea pada rama.
"iya sayang."kata Rama yang langsung makan.
Rama membayangkan saat dia bersama Ghea sebelumnya. Rama pun menangis setelah membayangkannya.
"Ghea aku kangen sama kamu. Andriana memang sudah jadi istriku tidak seperti dengan mu. aku berkali-kali pulang larut malam dengan kondisi mabuk. apa yang harus aku lakukan?"tanya Rama pada diri sendiri.
di tempat lain..
"pagi sayang.."kata Wendy yang langsung menaruh makanan untuk Andriana.
"pagi juga."kata Andriana pada Wendy.
"hari ini aku kan mengantar kamu berobat ke dokter ya karena aku ingin tau perkembangan bayi kita."kata Wendy pada Andriana. setelah
"ya. terserah."kata Andriana yang langsung memakan makanan yang sudah di siapkan sama Wendy.
"makasih sayang. yasudah aku keluar dulu. aku tunggu di ruang tamu ya sayang. jangan lupa sehabis makan,kamu bersiap-siap ke dokter."kata Wendy pada Andriana.
"iya. nyam..nyam.."kata Andriana yang sedang makan. wendy pun pergi dari kamarnya. setelah Wendy pergi,Andriana tiba-tiba menghentikan makannya dan menangis.
"ayo nona,kamu harus bersembunyi bersamaku."kata pelayan setia orang tua Andriana pada Andriana yang kini usia 9tahun.
"tapi paman. ayah ibu masih di sana."kata Andriana pada pelayan setianya.
"nona lebih baik menurut. karena kata tuan dan nyonya menyuruh saya untuk melindungi nona."kata pelayannya pada Andriana. Andriana pun menuruti kata pelayannya. Andriana dan pelayannya bersembunyi di semak di luar rumah. beberapa menit kemudian,Andriana mendengar suara tembakan yang ada di dalam rumahnya. karena itu,Andriana menangis dan pelayan setinya pun membawa Andriana pergi jauh dari negara tersebut dan merawat Andriana sampai Andriana berusia 15tahun karena pelayannya terkena penyakit parah yang tidak bisa di sembuhkan. saat usia 15tahun,Andriana tidak memiliki siapapun,orang tua sudah meninggal dunia karena tembakan tersebut,pelayannya pun juga sudah meninggal karena sakit parah. kemudian,Andriana mengikuti pesan dari pelayannya sebelum pelayannya meninggal dunia untuk menemui keluarga Jefrey andreson yang kaya raya di Australia. Jefrey andreson hidup bersama istrinya tetapi selama pernikahannya tidak di karunia anak. setelah mendapat surat dari pelayan setia orang tua andriana kalau Andriana tidak memiliki siapa-siapa sehingga menitipkan pada keluarga Jefrey andreson. kemudian,Jefrey andreson pun mengangkat Andriana sebagai anak angkatnya. Jefrey andreson dan istrinya pun menyukai Andriana dan menganggap Andriana seperti anaknya sendiri.
masa lalu Andriana yang membuat Andriana mengingat kembali.
"setelah itu,aku bertemu Wendy yang ternyata sampai kini masih mencintaiku dan aku hamil karena aku juga masih mencintainya. sebenarnya aku males berurusan dengan masa lalu tetapi entah kenapa aku bisa bertemu musuhku,keluarga Rama. sehingga mengingat masa laluku dan ingin membalas dendamku pada keluarga Rama. apa aku harus menghentikan rencanaku yang ingin membuat Rama menderita ataukah aku meneruskan rencana ini? bila aku menghentikan, apa sikapku ini benar baik atau salah? aku bingung apa yang harus ku lakukan?"tanya Andriana pada diri sendiri. beberapa jam kemudian,Andriana telah keluar dari kamarnya dan menemui Wendy.
"sudah siap sayang?"tanya Wendy pada Andriana.
"sudah kog."jawab Andriana pada Wendy.
"baiklah. ayo kita pergi."kata Wendy yang mengajakku pergi bersama. lalu,kami berdua pergi ke klinik bersama-sama. sejam kemudian,mereka berdua telah sampai di klinik. Andriana pun di periksa oleh dokter atas kehamilan Andriana dan dokter menyatakan kehamilan Andriana sudah memasuki kehamilan 1bulan. setelah pemeriksaan kehamilan di klinik sudah selesai,kami berdua pergi mencari makanan di resto favorit kami berdua. setelah sampai di resto pilihan kami berdua,kami pun memesan makanan. sambil menunggu pesanan makanan tiba,kami berdua mengobrol bersama.
"Andriana,aku ingin kamu putuskan rencana balas dendamku. aku takut kan berpengaruh pada kehamilanmu."kata Wendy pada Andriana.
"tapi aku sudah terlanjur menikah dengan Rama. aku kan bilang pada Rama kalau aku hamil pada dia. padahal kehamilan ini hasil cinta kita berdua. dengan begitu,bayi kita baik-baik saja."kata andriana pada wendy.
"tapi.."kata Wendy yang langsung terputus.
"percayalah sama aku wendy."kata Andriana yang langsung memegang kepala Wendy untuk meyakinkan kalau itu semua akan baik-baik saja.
"baiklah. tapi aku kan memantau dirimu dan bayi kita."kata Wendy pada Andriana.
"terima kasih sayang."kata andriana pada Wendy. lalu,pelayan resto datang menemui kami berdua dengan membawa makanan pesanan kami berdua.
"permisi tuan nyonya. makanan pesanan tuan nyonya telah siap disajikan. silahkan tuan nyonya menikmatinya."kata pelayan resto tersebut.
"terima kasih."kata Wendy pada pelayan tersebut. kemudian,pelayan tersebut pun pergi meninggalkan kami. kami berdua makan makanan yang sudah kami pesan pada resto ini.
"kapan kamu pulang ke apartemen?"tanya Wendy pada Andriana.
"besok sayang.sekalian aku menunjukkan hasil kehamilanku pada Rama."kata Andriana pada Wendy.
"oh begitu. baiklah. aku tidak masalah. kalau ada apa-apa kabarin aku ya sayang."kata Wendy pada Andriana.
__ADS_1
"iya sayang. sudah kita lanjutin makan."kata Andriana pada Wendy. kemudian kami berdua melanjutkan makan.