Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 59


__ADS_3

Sejak mendapatkan nasihat dari rekan kerjanya, Tama menjadi banyak berpikir bahwa selama ini ia telah melakukan sebuah kesalahan dan juga kebodohan yang sangat besar. Ia telah menghianati istrinya sendiri hingga istrinya menjadi sakit dan kemudian meninggal, setelah itu ia pun menelantarkan putra dan putrinya serta membiarkan mereka hidup dengan kesusahan. Dan seluruh kasih sayangnya ia tumpahkan hanya kepada Mirna, seolah Mirna adalah dunianya tidak ada yang lain. Ia pl juga tidak mau pulang dan memutuskan untuk tidur di tempat kerjanya saja, dan uang makan yang ia sudah dapatkan, ia gunakan untuk dirinya sendiri. Ia tak mau lagi memberikan uang itu kepada Mirna, karena bahkan ia pun tak pernah memikirkan Tama. Bagaimanapun kesusahannya Tama hanya kesenangan dirinya sendiri lah yang yang Mirna pikirkan.


Sampai beberapa hari Tama merasa enggan untuk pulang dan tidak mau lagi kembali ke sana ia hanya menikmati hidupnya di tempat kerja, dan ia sama sekali tidak ingin menemui Mirna. Rasa sayang dan cinta yang begitu besar kepada Mirna seolah hilang begitu saja. Entah kini matanya telah terbuka dan dan hatinya mulai terketuk hingga Tama bisa melihat siapa sebenarnya Mirna selama ini. Seorang perempuan yang sangat egois yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, yang ada dalam pikirannya hanyalah tentang dirinya saja tak Ada yang lain. Bodoh bahkan Tama sangat bodoh, selama bertahun-tahun ia terkurung dalam kebodohannya dan tertutup oleh cinta palsu Mirna. Sekarang iya mulai menyadari betapa banyak kesalahannya selama ini andaikan Tuhan mendengarkan isi hatinya saat ini, yang Tama inginkan hanyalah bertemu dengan kedua anaknya, Zaira dan juga Zein. Terutama Zein, ia merasa sangat bersalah karena dirinya telah berani menjual Zein hanya demi membahagiakan Mirna. Tama merasa jika ia adalah seorang ayah yang sangat jahat.


Siang ini begitu terik, cahaya matahari terasa panas seolah t membakar kulit para pekerja. Sama halnya dengan yang dirasakan oleh Tama, ia merasa jika hari ini terasa sangat panas. Hingga peluh membasahi tubuhnya yang kurus, bahkan tenggorokannya terasa sangat haus. Tapi ia sama sekali belum sempat minum, karena banyaknya pekerjaan yang membuat ia harus bolak - balik mengambil bahan adukan. Biarlah ia kehausan sebentar lagi, karena sebentar lagi waktu istirahat tiba. Dan ia bisa minum sepuasnya.


*


*


*


Di siang yang sama, namun di tempat yang berbeda. Satya juga merasa sangat kelelahan, hari ini pekerjaannya sangat banyak tak seperti biasanya. Ia diperintahkan untuk membersihkan gudang kantor yang sudah lama tak dibersihkan. Ia juga diminta untuk membereskan dokumen - dokumen kantor yang sudah di simpan dari beberapa tahun yang lalu, itu terlihat dari tanggal dan tahun yang tertera di dokumen itu.


"Astaga, tempat ini berdebu sekali," ucap Satya sambil mendorong barang-barang yang akan dibersihkan kemudian di tata kembali agar terlihat lebih bersih dan rapi.


"Tempat ini sudah sangat lama tidak dibersihkan, tentu saja sangat kotor," jawab Danu rekan kerja Satya, selama menjadi seorang OB Danu menjadi teman kerja yang baik untuk Satya. Ia selalu membantu Satya dan juga mengajarinya berbagai pekerjaan yang selama ini belum pernah ia lakukan. Dengan sabar Danu selalu menolong Satya. Entah kenapa Danu juga merasa jika Satya ini memang tidak terlalu pintar mengerjakan pekerjaannya sebagai seorang OB. Bahkan, ia adalah seorang OB teraneh karena ia datang bekerja dengan menggunakan sebuah mobil. Namun, Satya berkata dengan jujur jika sebenarnya ia adalah seorang anak orang kaya. Namun, karena ia telah berbuat kesalahan maka untuk itu ayahnya menghukumnya menjadi seorang OB akan tetapi saat dia pun tidak mengatakan kepada dana jika ia adalah anak dari memilih perusahaan tempat mereka bekerja. Ia tidak ingin Danu membuat Danu menjadi tidak nyaman berteman dengannya, lagi pula Satya juga mulai menikmati pekerjaannya dan juga jalan hidupnya yang sekarang.

__ADS_1


Ia tidak pernah mengeluh lagi dan menjalani hidupnya dengan sukacita, bahkan jika ibunya Rosa datang ke kontrakannya dan selalu memarahi Mawar. Maka ia akan dengan senang hati selalu membela istrinya , ia tidak ingin Mawar dimarahin oleh Rosa apalagi kalau Rosa selalu menjelek-jelekkan istrinya yang sudah membantunya dan juga berjuang bersamanya selama ini. Satya mulai bisa berpikir dengan baik dan mulai belajar menilai seseorang yang tulus dan tidak kepadanya.


"Seharusnya, tempat ini rutin dibersihkan jadi tidak terlalu kotor seperti sekarang ini, lihatlah debu di mana-mana. Dan juga tempatnya tidak rapi dokumen dan berkas terletak di mana saja dan tidak beraturan. Seharusnya dokumen-dokumen ini disimpan dengan teratur, mulai dari tanggal bulan dan juga tahunnya. Bukan disimpan sembarang tempat seperti ini, mereka akan sulit menemukan berkas dan juga dokumen jika mereka sedang mengalami kendala di perusahaan," ucap Satya.


"Jadi, menurutmu bagaimana kita akan membereskannya?"


"Begini ... " Satya pun kemudian memisahkan dokumen per bulan dan tahun setelah itu ia membereskan dan kemudian menyusunnya dengan rapi, jika biasanya Danu yang selalu memberikan contoh pekerjaan pada Satya. Kini sebaliknya, Satya lah yang memberikan contoh pada Danu.


Hingga setelah beberapa jam, akhirnya mereka pun selesai mengerjakan pekerjaan mereka. Mereka berdua bahkan melewatkan waktu makan siang mereka karena mereka ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini. Setelah selesai mereka berdua pun pergi dan ingin segera perut mereka yang sudah sangat lapar. Pagi - pagi Satya hanya sarapan dengan telur mata sapi yang terbuat dari telur ayam. Dan siang ini ia bekerja memporsir tenaganya. Sangat tidak seimbang pengeluaran dan pemasukan dalam tubuhnya.


"Dari mana kalian berdua?" tanyanya sambil bertolak pinggang dan bersikap pongah. Sengaja Andika menegur pegawainya itu di hadapan para staf yang baru saja selesai meeting. Apalagi ada beberapa kolega dari perusahaan lain. Dakocan ini ingin terlihat keren di mata mereka.


"Kami baru saja, membeli makanan Pak dan ingin makan siang,'" jawab Danu.


"Ini bukan jam makan siang! kenapa kalian makan di jam kerja!"


"Tadi menyelesaikan pekerjaan kami dulu dan baru sekarang kami bisa menyempatkan waktu untuk makan siang," jawab Satya.

__ADS_1


"Alasan, cepat kalian selesaikan pekerjaan kalian dulu baru kalian bisa makan, jika kalian tidak menyelesaikan pekerjaan kalian maka aku akan membuang makanan kalian ini!" ancam Andika sambil merebut plastik hitam yang berisi makanan yang barusan mereka beli.


"Tapi ..."


"Berikan makanan mereka!" sentak seseorang, Andika pun langsung menoleh ke arah gadis cantik yang sejak kedatangannya ia incar. Tapi kenapa gadis cantik ini malah terlihat kesal padanya. Ini semua gara-gara Satya dan temannya, jadi ia terlihat jelek di mata gadis incarannya itu.


"T-tapi Nona ..."


"Berikan makanan suamiku sekarang juga!" teriaknya


"Apa !!!"


"B-bunga Kamboja," Satya lemas melihat Mawar yang berada di kantornya. Habislah sudah harga dirinya sebagai pangeran kodok yang berubah menjadi dayang.


****


Dukungannya jangan lupa bestie 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2