Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 100


__ADS_3

Acara pernikahan berlangsung dengan sangat lancar, semuanya merasa senang karena kedua orang ini akhirnya bisa kembali menjalin kehidupannya yang baru. Dimana kedua orang ini adalah orang yang pernah terluka dengan pasangannya sendiri di masa lalu. Luka yang sangat dalam hingga membuat kedua orang tersebut enggan membuka hatinya kembali, hingga pada akhirnya mereka dipertemukan oleh takdir yang kemudian menyatukan mereka berdua dalam ikatan yang suci.


Setalah acara pernikahan selesai, satu per satu para tamu pun mulai pulang. Dan kini tinggallah pasangan pengantin itu yang berada di sana.


Jantung Rosa mulai berdegup kencang, karena di rumah itu kini hanya tinggal ia dan Tama saja. Apakah malam ini ia akan melakukan ritual aye-aye dengan Tama, aahh ya ampun ia merasa sangat malu sekali. Terakhir Tama menciumnya saja ia hampir pingsan, lalu bagaimana jika Tama mengajaknya kikuk-kikuk. Bisa-bisa ia kejang-kejang sebelum bertempur. Astaga apa yang harus ia lakukan sekarang, tidak mungkin ia sembunyi apalagi sampai pura-pura tuli saat Tama memanggilnya.


Oh ya ampun suaminya yang tampan itu mulai mendekatinya, ia pasti akan minta jatah minum susu sekarang. Bagaimana ini, apa yang harus ia lakukan. Bahkan ia belum mandi, akan tetapi suaminya terlihat segar sekali karena Tama baru saja selesai mandi. Tahu begini kenapa ia tidak ikut mandi bersama saja tadi agar ia tidak terlalu gugup, jika sudah sedikit pemanasan kan ia tidak akan terlalu malu. Oh ya ampun, pikiran janda ini sudah kemana-mana rupanya. Bahkan sejak tadi ia sudah menyiapkan mental untuk melihat pisang tanduk milik Tama. Apakah akan terlihat tampan dan gagah, sama seperti pemiliknya.


"Rosa, mandilah dulu," ucap Tama dengan sangat lembut, suaranya yang indah itu terdengar merdu dann sangat sejuk di telinga Tama, bagaikan angin sepoi-sepoi yang menyejukan hatinya.


"B-baiklah, aku kan mandi dulu," jawab Rosa gugup sambil melewati Tama, berharap jika Tama akan memanggilnya lagi dan menawarkan diri untuk memandikannya. Jiahhh ... jika tadi ia merasa malu dan gugup bahkan takut kejang-kejang, tapi saat ini, jiwa mesum mantan janda ini langsung meronta-ronta, karena melihat suaminya yang tampan dan gagah itu.


Tama hanya tersenyum melihat istrinya yang menggemaskan itu, sebenarnya ia juga merasa gugup. Akan tetapi, Tama tidak segugup Rosa yang hampir pingsan. jujur saja sebenarnya ia sudah tidak sabar untuk melakukannya. Sebagai pria normal tentu Tama pun menginginkan hal itu setiap waktu, akan tetapi ia harus banyak bersabar karena pernikahan bukan hanya tentang masalah tunggang menunggang, akan tetapi pernikahan adalah salah satu perjalanan hidup yang harus dilakukan dengan pasangan yang sebaik-baiknya. Ia tidak mau gagal lagi dalam sebuah pernikahan, ia ingin mempunyai pasangan yang benar-benar mencintai daan juga peduli padanya. Tama ingin menjalani sisa hidupnya bersama dengan orang yang ia cintai dan juga mencintainya.


Cukup lama ia termenung, hingga tak ia sadari jika Rosa sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan jubah mandinya saja. Membuat gairah Tama yang sedari tadi sudah muncul malah semakin menjadi saja.


Isterinya ini meskipun bukan seorag gadis muda, akan tetapi ia terlihat sangat cantik dan menggoda. Pesonanya memang sangat luar biasa, karena mampu membuat Tama ingin segera mencapai surga dunianya saat ini juga.

__ADS_1


Rosa yang sedang memiilih pakaian yang akan ia pakai, dikejutkan oleh sebuah tangan kekar yang tiba-tiba melingkar di perut rampingnya. Saat ia berbalik ia melihat wajah tampan suaminya, yang kini bibirnya sudah mendarat di leher jenjang Rosa, menciuminya dan juga mengendus aroma Rosa yang sangat memabukan.


Jantung Rosa terasa berdegup dengan kencang, tak lupa ia juga merapalkan doa agar ia tidak pingsan, saat nanti Tama melakukan hal yang lebih dari ini.


"T-tamaa," panggil Rosa, sungguh kini ia merasa geli tapi nikmat saat Tama menjelajahi leher jenjangnya dengan bibirnya yang lembut.


Mendengar suara Rosa memanggilnya justru membuat Tama ingin melakukan hal yang lebih dari itu pada istrinya ini. Tama pun kemudian membalikan tubuh Rosa agar menghadap ke arahnya, dan mencium bibir tipis yang terlihat ranum itu.


Sungguh Rosa merasakan sensasi yang luar biasa saat Tama menyentuhnya dengan sangat lembut, dan gerakan yang sangat romantis. Membuat seluruh tubuh Rosa bergetar karena sentuhan-sentuhan Tama.


Tubuh Rosa yang hanya terbalut jubah mandi memperlihatkan bahu putih mulusnya, dan juga sebagian pabrik susu yang sangat menggoda. Membuat Tama tidak sabar dan kemudian melepaskannya hingga memperlihatkan bagian depan tubuh Rosa yang sangat indah dan terawat dengan baik itu.


Tama kembali mencium bibir Rosa dengan tangan yang bermain di pabrik minuman bayi dan memainkan bagian penting yang ada di sana. Hingga setelah puas mencium bibir Rosa, bibirnya ia daratkan di sumber nutrisinya saat ini.


Tubuh Rosa terasa memanas saat tangan dan bibir Tama bermain-main di sana. Hingga ia tak bisa lagi menahan suara lucknut yang malah semakin memancing hasrat Tama yang kian membara. Astaga sudah lama sekali rasanya kedua orang ini tak meneguk rasa indahnya bercinta. Hingga getaran dan debaran yang mereka rasakan sungguh luar biasa.


Tama mulai melepaskan semua yang ia pakai, begitu pun dengan Rosa yang hanya memakai jubah mandi. Dengan mudahnya ia tarik, hingga kini terpampanglah semua yang ada di tubuh Rosa.

__ADS_1


Rosa sempat menarik selimut karena merasa sangat malu Tama melihat semuanya. Namun, selimut itu ditarik kembali oleh Tama hingga Tama bisa melihat tubuh indah Rosa tanpa penghalang apa pun.


"Tama, jangan begini aku sangat malu,"


"Kau tak perlu malu sayang, semuanya sudah menjadi milikku dan semua yang ada pada dirimu ini sangatlah indah sungguh," bisik Tama dan kemudian menggigit telinga Rosa. Dan bibirnya kembali memainkan benda yang menjadi kesukaannya ini, ternyata sangatlah pas di pegangan Tama. Tak terlalu besar ataupun kecil.


Tama pun mulai menyatukan penyatuan, pada Rosa. Perlahan ia melakukannya. Hingga akhirnya ia bisa merasakan kembali nikmatnya surga dunia yang sudah sangat lama tak ia rasakan.


Rosa pun sangat menikmati apa yang dilakukan oleh Tama bahkan saat penyatuan pun Tama melakukannya dengan sangat lembut dan hati-hati. Membuat Rosa merasa benar-benar dicintai oleh suaminya ini.


Perlahan Tama mulai menggerakkan tubuhnya, dan memulai percintaannya dengan Rosa. Hingga suara-suara penuh cinta itu kini menjadi nyanyian merdu di malam hari bagi mereka berdua. Dimana keduanya merasakan sesuatu yang sudah lama tak mereka rasakan. Namun, dengan sensasi yang berbeda tentunya.


***


Maaf kalau kurang hot, kalian bisa baca di atas kompor yang menyala 😌😌😌


Mimin bakal up dua bab lagi nih, kencengin dong dukungannya biar semangat ngetiknya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2