
GHEA POV
Lima hari kemudian..
"kakak,sudah siap semuanya?"tanya Shasha padaku.
"sudah. tidak ada yang ketinggalan kog."kataku pada Shasha.
"baiklah. kak,biar aku yang menyetir. hari ini aku yang mengantar kakak ke bandara karena kak Kevin sedang sibuk sama kerjaannya sehingga menyuruh aku memakai mobilnya untuk mengantar kakak ke bandara. oh ya,kakak sudah menghubungi kak riano untuk menjemput kakak di Surabaya?"tanya Shasha padaku. aku langsung masuk pintu mobil bagian depan di samping Shasha. aku dan Shasha pun memasang sabuk pengaman di dalam mobil sebelum menjalankan mobil ini. kemudian,Shasha pun menekan gas dan menjalankan mobil ini. kami berdua pun pergi ke bandara. untuk menemani kami berdua saat perjalanan,aku menyalakan radio. aku juga mengajak berbicara pada Shasha.
"tidak apa-apa. Kevin kan sekarang sudah menjadi kepala rumah sakit. tentunya sibuk. kamu jadi wanita yang sabar ya menghadapi Kevin.."kataku pada Shasha.
"itu sudah pasti. aku sudah tau sifatnya kak. kakak tenang saja."kata Shasha sambil menyetir mobilnya.
"mengenai riano,aku sudah menghubunginya."kataku pada Shasha.
"baguslah kalau begitu kak."kata Shasha padaku yang masih menyetir mobil ini. aku pun melihat sekeliling di luar kaca jendela mobil ini.
"hari ini aku meninggalkan Jakarta. masa laluku.."batinku yang sedang melamun.
"ehem..kakak. kita telah sampai."kata shasha.
chiitt...
suara ban mobil berdecit dan mobil ini pun berhenti. kemudian,kami pun keluar dari mobil ini. Shasha yang membantuku mengambil koperku.
"kak,ini tiketnya. maaf aku lupa memberikan."kata Shasha yang menyodorkan tiket bandara.
"baik. terima kasih ya."kataku yang langsung menggeret koperku. Shasha pun mengikuti aku di dalam bandara. lalu,kami berdua menunggu panggilan di kursi tunggu. beberapa menit kemudian,
"perhatian para penumpang harap segera masuk karena pesawat yang ke arah Surabaya akan berangkat. terima kasih perhatiannya."kata operator di dalam bandara.
"sudah ya sha. aku masuk dulu. nanti aku janji kan ngabarin kamu sama Kevin kalau sudah di Surabaya."kataku pada Shasha.
"iya kakak."kata shasha dengan sedih. kami berdua pun saling berpelukan.
"aku sangat merindukan kakak."kata shasha padaku.
"aku juga sangat merindukan kamu dan semuanya. tolong jaga nenek ya. aku masuk ya."kataku pada shasha. lalu kami berdua mengakhiri pelukan kami berdua. kemudian,aku pun masuk ke dalam dan tak lupa melambaikan tanganku pada Shasha.
setelah aku masuk,Shasha bertemu Rama di bandara.
"kakak Rama."kata Shasha dengan terkejut melihat Rama di bandara.
"apa kamu melihat Ghea?"tanya Rama pada Shasha.
"untuk apa kakak mencari kakak Ghea? bukankah kakak sudah mendapatkan wanita lain dan anak pula?"tanya balik Shasha pada Rama.
"aku..aku hanya ingin melihat dia saja untuk terakhir kalinya. tetapi Tuhan tidak mengijinkan aku melihat dia dan memang ini kesalahanku yang sudah menyakiti dia."kata Rama pada Shasha.
"maksudnya?"tanya Shasha pada Rama.
"aku tidak berniat dia menghalangi atas kepergiannya. aku hanya ingin mengatakan padanya selamat tinggal."kata Rama pada Shasha.
"sudahlah kak. tolong jangan mengganggu lagi pada kakak Ghea. sering kali kakak memberi harapan yang palsu pada kakak Ghea berkali-kali. untuk kepergiannya ini aku mewakili kakak kevin tolong jangan membuat kakak Ghea terluka lagi dan jangan mengganggu dia lagi."kata Shasha pada Rama.
"baiklah. kalau gitu. aku tidak kan mengganggu dia lagi. kalau gitu saya permisi."kata Rama yang langsung pergi meninggalkan Shasha. Shasha pun hanya melihat Rama dari kejauhan dan Shasha pun menelepon Kevin.
"halo kak Kevin."kata shasha pada Kevin.
"iya sha. kamu sudah mengantar Ghea kan?"tanya kevin pada Shasha.
"sudah kak. tadi aku bertemu kak rama."kata Shasha pada Kevin.
"apa Ghea bertemu Rama?"tanya Kevin pada Shasha.
"untungnya tidak. karena kakak Ghea sudah duluan masuk dan aku mencegah dia bertemu kakak Ghea."kata Shasha pada Kevin.
"baguslah kalau dia tidak bertemu Ghea. oh ya sayang. kamu baik-baik saja kan."kata kevin pada Shasha.
"aku jelas baik lah. ada saja ini pertanyaan kakak."kata Shasha pada Kevin.
"kamu habis gini kemana sayang?"tanya Kevin.
"aku ke kampus. ntar pulang dari kampus aku ke sana. dah dulu ya kak. aku mau ke kampus."kata shasha.
"iya sayang. hati-hati di jalan."kata Kevin pada Shasha. lalu, Shasha pun menjalankan mesin mobil dan melajukan mobilnya ke kampus.
sejam kemudian..
__ADS_1
di bandara Juanda.
aku akhirnya sampai di Surabaya. aku turun dari pesawat dan menggeret koperku sambil mencari riano. aku sangat tidak bertemu riano. tapi aku melihat ada spanduk tulisan :"selamat datang di Surabaya. nona Ghea Arlinda kami di sini menjemput anda."
aku langsung menghampiri orang tersebut.
"maaf apakah kalian mencari saya dan yang menjemput saya?"tanyaku pada orang tersebut.
"anda nona Ghea Arlinda?"tanya balik orang tersebut padaku.
"iya benar."kataku dengan singkat.
"maaf nona,kenalkan saya,Ciko,asisten tuan riano. tuan sedang rapat dengan kliennya sehingga tidak bisa menjemput nona. dan menyuruh saya untuk menjemput nona. mari nona ikuti saya. biar saya saja yang membawa koper nona."kata Ciko padaku.
"iya terima kasih ciko."kataku yang mengikuti arahan ciko. Ciko mengajakku pergi ke rumah riano di kawasan Citraland. aku melihat sekeliling ternyata Surabaya berbeda dengan Jakarta. Jakarta yang penuh kepadatan penduduk sehingga banyak macet. sedangkan Surabaya tidak. Surabaya juga dikenal panas terik matahari. memang ku akui panas udaranya tetapi aku pasti bisa menjalani dengan baik di Surabaya. akhirnya aku telah sampai di kediaman riano.
"silahkan nona Ghea. tuan riano sudah menunggu di ruang tamu."kata ciko padaku.
"biar aku saja yang menaruh koper nona ke dalam kamar nona. nona masuk saja dulu."kata Ciko yang menyuruh aku masuk rumah riano. aku berjalan memasuki pintu rumah riano. saat aku berjalan,aku melihat sekeliling seisi rumah riano.
"nona Ghea?"tanya pelayan riano.
"kenalkan saya,bi Muni. silahkan nona. tuan riano,nona Ghea sudah datang."kata bibi Muni.
"Ghea. sini duduk."kata riano padaku. aku langsung duduk mendekati riano.
"Bi Muni. tolong bawakan cemilan dan minuman ke sini ya."kata riano pada bibi.
"baik tuan. permisi."kata bibi yang langsung pergi.
"hmmm... gimana tadi? perjalanannya? capek ya?"tanya riano padaku. riano tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya dan langsung memijit pundakku.
"riano. aku.. aku tidak apa-apa."kataku pada riano.
"sudah. kamu nikmati saja. biar aku pijitkan."kata riano sambil memijit.
"oh ya rencanamu saat ini gimana?"tanya riano padaku.
"lusa aku mau ke rumah sakit premier karena aku ada janji sama dokter di sana."kataku pada riano. kemudian,riano berjongkok di depanku yang membuatku terkejut.
"terus?"tanya riano padaku.
"iya. ya aku kerja di sana. jauh nggak ya tempatnya?"tanyaku pada riano.
"idih.. apaan sih Ano."kataku pada riano. riano hanya tersenyum.
tok tok tok..
"permisi tuan nona. ini cemilannya dan minumannya. silahkan di nikmati tuan riano dan nona Ghea. kalau tidak hal lain,saya permisi."kata bibi Muni padaku dan pada riano.
"terima kasih bibi."kataku dengan tersenyum dan langsung mengambil cemilan keripik.
"gimana enak? itu bikinan bibi Muni. bibi Muni selalu membuat makanan sendiri dan aku di sini tidak pernah makan diluar."kata riano padaku.
"enak kog."kataku dan langsung mengambil cemilan lagi dan menyodorkan pada bibir riano. riano mengunyah makanan dari suapan tanganku. riano malah memegang tanganku.
"Ghea. aku masih mencintaimu. aku pasti menunggumu sampai kamu memberi ruang hatimu untukku."kata riano. aku pun mengecup pada pipinya dan langsung pergi ke kamarku sambil membawa cemilannya. kecupan dariku membuat riano bahagia.
"ini apakah Ghea setuju."batin riano.
riano tidak tersadar kalau aku sudah dari tadi meninggalkan dia.
"Ghea."kata riano yang langsung mencariku.
di kamarku..
ah,capek juga habis dari perjalanan Jakarta ke Surabaya sangat melelahkan bagiku. lebih baik,aku tidur saja. aku pun tertidur. riano yang dari tadi mencariku memasuki kamarku dan melihat aku tertidur.
"Ghea tidurlah. kamu pasti kelelahan tadi lama di jalan."kata riano yang langsung mengecup di keningku.
"mama papah"kataku melihat orang tuaku sedang duduk dan bahagia yang berpakaian putih-putih.
"nak,jangan mengikutiku. ada seseorang yang mencintaimu. kamu harus bersamanya."kata mamahku padaku.
"sayang,kamu harus mencari kebenaran tentang kematian mamah papahmu ini. karena ini menyangkut dengan kehidupanmu."kata papah padaku.
"maksud papah apa?"tanyaku pada papahku.
"sudah sayang ini pesan papah mamah untukmu. janganlah lupa. dah dulu sayang."kata papah dan mamah yang pelan-pelan menghilang dariku.
__ADS_1
"papah mamah.. jangan pergi.."jeritku yang mataku sedang terpejam. karena jeritanku,riano langsung menghampiriku dan membangunkan aku.
"Ghea. bangun."kata riano dengan lembut membangunkan aku. aku pun terbangun. riano mengambil segelas air putih padaku.
"ini di minum dulu."kata riano padaku. aku langsung meminum air putih dari riano.
"jeritanmu membuatku langsung datang ke sini. kamu kenapa Ghea? apakah kamu sedang mengalami mimpi buruk?"tanya riano padaku.
"aku... bertemu orang tuaku riano."kataku yang sedang sedih.
"kenapa dengan orang tuamu Ghea?"tanya riano yang lagi bingung dengan kata-kataku.
"mamah papah berpesan aku harus mencari kebenaran tentang kematian papah dan mamah. memang sejak kecil nenek sudah mencari tau tetapi tidak bisa menemukan informasi itu. dan mamah papah ini berpengaruh dengan kehidupanku,cintaku dan masa depanku. dan aku harus bersama dengan orang yang tulus mencintaiku,tidak boleh bersamanya. itulah pesan papah mamah padaku."kataku pada riano.
"sudah kamu lebih baik tidur atau makan atau gimana? biar kamu tenang."kata riano padaku.
"sudah,serahin aja padaku. aku kan membantumu mencarikan informasi siapa penyebab kematian orang tuamu."kata riano.
"aku.."kataku yang langsung terputus oleh tangan riano.
"ssstt.. kamu saat ini bersamaku. aku kan bertanggung jawab semuanya tentang dirimu."kata riano padaku.
"makasih no."kataku yang langsung memeluk riano. riano juga membalas pelukan hangat padaku.
"non.."kata bibi Muni yang datang ke kamarku.
"maaf tuan nona."kata bibi Muni lagi padaku dan riano. riano pun melepaskan pelukan padaku.
"bibi,tolong siapkan makanan pada nona Ghea ya."kata riano pada bibi Muni. bibi Muni mengiyakan dan mengikuti perintah riano.
"aku keluar sebentar ya. nanti bibi Muni kan datang. kamu makan dulu ya. nanti aku pasti kembali."kata riano mengelus rambutku dengan lembut.
"iya no. makasih no."kataku pada riano. riano langsung pergi meninggalkan aku di kamarku. kemudian riano ke ruang tamu menelepon Ciko,asistennya.
"halo Ciko."kata riano pada Ciko.
"iya tuan. ada apa malam-malam telepon?"tanya ciko pada riano.
"aku minta kamu mencari informasi tentang kematian orang tua Ghea. kalau sudah ketemu,serahin padaku. aku kasih kamu waktu 5hari untuk mencari informasi tersebut."kataku pada Ciko.
"aduh,aku lembur lagi nih tuan."kata Ciko yang mengeluh pada riano.
"kamu mau gajimu di potong?"tanya riano pada Ciko.
"tidak tuan. baiklah aku kan kerjakan."kata Ciko yang langsung menutup telepon. setelah menelepon Ciko,riano menghampiriku ke kamarku. riano melihat aku sedang mengunyah makan.
"hmmm,,enak ya sampai-sampai gak tau kalau ada makanan menempel di sini."kata riano membersihkan sedikit makanan pada bibirku. sikap riano yang lembut membuatku terpukau.
"gimana kamu sekarang sudah tenang?"tanya riano padaku. aku hanya menganggukkan kepala saja.
"baguslah kamu sudah tenang. aku senang mendengarnya."kata riano padaku.
"aku.. aku mau mandi dulu no."kataku yang gagap pada riano.
"baiklah,aku kan keluar kamar. kalau ada apa-apa beritahu aku ya?"kata riano padaku. aku hanya menganggukkan kepala saja. aku pun bersiap-siap mandi.
di tempat lain...
"hari ini pernikahanku dengan andriana. hari ini pula Ghea sudah pergi dari aku dan tidak bisa kembali padaku dan tidak bisa bertemu aku kembali."batin Rama. Rama langsung menghampiri Andriana yang sudah mengenakan gaun pernikahan begitu juga Rama sudah mengenakan gaun pernikahan. banyak tamu berdatangan di acara pernikahan Rama dengan Andriana.
"Kevin?"kata Rama yang melihat Kevin sudah di depan dia.
"tenang bro. aku datang ke sini karena di suruh sama Ghea untuk mewakili saja. Ghea meminta video call kamu dengan Andriana. karena Ghea tidak bisa datang di sini. bagaimana Rama?"tanya Kevin pada Rama.
"ada apa sayang?"tanya Andriana pada Rama.
"maaf nona Andriana. kenalkan saya, Kevin,sahabat Ghea. saya datang ke sini untuk mewakili Ghea karena Ghea tidak bisa hadir di sini. bolehkah saya menyambungkan video call kalian kepada ghea?"tanya Kevin pada Andriana.
"tentu. kamu boleh menelepon Ghea. kami berdua justru senang dia menelepon kami. ya kan sayang?"tanya Andriana pada Rama.
"iya. silahkan."kata rama pada Kevin. Kevin pun menyambungkan video call Ghea. dan ghea ternyata bersama dengan riano.
"halo Andriana dan Rama."kata Ghea dengan ramah sambil berpegangan tangan dengan riano.
"halo juga Ghea."kata Andriana. sedangkan Rama hanya diam dan melihat kemesraan Ghea dengan riano.
"maaf nona andriana,saya sudah berjanji akan datang ke acara pernikahan kalian tetapi aku sudah di Surabaya. untuk menepati janjiku pada kalian,aku menyuruh Kevin datang ke acara pernikahan kalian untuk mewakili aku. aku juga sebelumnya sudah menyiapkan hadiah pernikahan kalian dan sudah aku titipkan pada Kevin. nanti Kevin kan memberikan pada kalian. semoga kalian bahagia dengan pernikahan kalian."kata Ghea pada Rama dan Andriana.
"oh ya,aku juga lupa memberitahu pada kalian. kalau aku dan riano akan bertunangan sebulan lagi. kalau kalian mau datang bisa tanya informasi acaranya pada Kevin. ehmm.. yaudah,aku cuman bilang begitu saja."kata Ghea pada andriana dan Rama.
__ADS_1
"terima kasih Ghea atas ucapannya. kami pasti kan datang ke acara pertunangan kalian."kata Andriana pada Ghea. Ghea hanya tersenyum. lalu,Kevin menutup telepon.
"baiklah. karena Ghea sudah telepon kalian. saya mau memberikan kado dari Ghea untuk kalian. semoga kalian bahagia. permisi."kata Kevin yang memberikan sebuah kotak kado pada Andriana dan langsung pergi meninggalkan Andriana dan Rama.