
"Apa yang kalian berdua lakukan? Ya ampun perbuatan kalian berdua membuat ginjalku tertawa, astaga." sang pangeran kodok geleng-geleng kepala melihat ibunya sedang melakukan adegan tujuh belas tahun keatas.
"Seharusnya Mamah yang bertanya padamu, apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Rosa sangat kesal, karena adegan yang seharusnya sangat mengesankan malah menjadi adegan yang sangat memalukan.
Dengan gaya menyebalkannya, Satya menghampiri mereka berdua tanpa merasa bersalah sedikit pun, karena sudah mengganggu kemesraan pasangan kekasih lanjut usia ini.
"Kenapa Mamah bertanya padaku, tanyakan saja pada kekasih Mamah ini, karena sudah menghubungiku dan memberitahukan kalau Mamahku tercinta ini jatuh pingsan," ujar Satya sambil melihat ke arah Tama yang mencoba bersikap biasa saja padahal kini dirinya sedang merasa sangat malu, karena sudah adu mulut dengan Rosa.
Pandangan Rosa pun langsung mengarah pada Tama, seolah bertanya kenapa ia harus menghubungi putranya yang menyebalkan ini. Namun, yang dipandang hanya mengangkat bahunya acuh, karena tak ingin disalahkan oleh kekasihnya ini, jiaaaaahhh kekasih.
Mengingat kalau sekarang Rosa ini adalah kekasihnya, duda matang ini mendadak ingin jungkir balik, saking senangnya karena kini duda matang ini bukan jomblo lagi. Dan sebentar lagi ia akan melepaskan status duda yang akhir-akhir ini ia sandang.
"Ah sudahlah, kalian jangan memasang wajah malu-malu kodok seperti itu, aku jadi mual." ujarnya dengan ekspresi heran melihat kedua orang yang sedang jatuh cinta ini.
"Dasar menyebalkan, pulang sana. Kembalilah pada Bunga Kambojamu, dasar kodok goreng,"
"Oke, aku akan pulang. Dan kau calon Papa, jangan dulu mencetak adik untukku sebelum kau halalkan Mamahku yang cantik ini. Dan yang terpenting adalah aku belum mempunyai bayi, jadi jangan pernah coba-coba untuk menyalibku!"
"Baiklah, kau tenang saja. Aku akan selalu menjaga Mamahmu dengan sangat baik. Akan aku pastikan kami akan menuju pelaminan," ucapan Tama membuat hati Ratu kodok berbunga-bunga kembali.
*
*
*
__ADS_1
Setelah beberapa bulan, kini Bayu sukses menyandang gelar seorang duda. Status yang ia tunggu-tunggu selama ini, dimana proses perceraiannya dengan Arini cukup memakan waktu. Kini ia akan mulai mendekati lagi Rosa dan menjalin kembali hubungan yang selama ini tertunda. Lebih tepatnya adalah sempat tertunda.
Dengan percaya dirinya, duda kurang tampan ini akan mencoba menarik perhatian lagi sang mantan istri yang terlihat semakin cantik saja. Ia akan berusaha untuk menarik perhatian Rosa kembali. Ia sangat yakin jika Rosa masih sangat mencintainya, jika kemarin-kemarin ia sempat menolaknya, itu karena Rosa masih marah dan juga kecewa padanya karena sudah menikah lagi dengan Arini, tanpa sepengetahuannya.
Akan tetapi Bayu sangat yakin jika saat ini Rosa masih mencintainya dan pasti akan kembali padanya. Karena menurut pepatah, cinta pertama adalah cinta yang sulit dihilangkan dan selalu akan tetap berkesan.
Rencananya malam ini, ia akan datang mengunjugi Rosa di kediaman Satya. Karena rumah yang dulu sudah Rosa jual dan hasilnya ia bagi dua, karena bagaimana pun juga rumah itu dibangun bersama olehnya dan juga Rosa.
Perasaannya bahagia bercampur sedih saat rumah itu dijual, sedih karena kenangan d rumah itu tak akan pernah kembali lagi. Dan bahagia karena Rosa membagi dua hasil penjualan rumah itu. Karena ia juga sedang membutuhkan dana yang cukup besar untuk usaha baru yang ia dirikan.
Bayu sedang menatap tampilan wajahnya di cermin, masih sama seperti dahulu terlihat muda dan tidak terlalu tampan. Pesonanya masih kalah jauh dengan pesona duda sebelah, yang kaya, pintar dan juga sangat tampan. Belum lagi, dia adalah sosok yang sangat setia. Jelas Bayu masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Tama, apalagi setiap usaha yang Tama dirikan selalu mendapatkan dukungan penuh dari perusahaan Guntara. Sangat luar biasa berbanding terbalik dengan Bayu yang memiliki persona luar binasa.
"Baiklah Bayu, kini sudah saatnya kau mengeluarkan pesonamu yang hebat, mari kita taklukan lagi Rosa yang cantik dengan ketampananmu yang luar biasa." ujarnya dengan memfitnah diri sendiri. Sudahlah kita biarkan saja Bayu dengan segala kepercayaan dirinya.
Setelah menempuh perjalanan yang tak lama, kini Bayu sudah sampai di rumah Satya, ia pun dengan segera keluar dari mobilnya dan kemudian masuk setelah sebelumnya, ia menekan bel rumah yang dulu ia pilih untuk anak dan menantunya itu.
Pintu pun terbuka, dan terlihatlah Mawar yang ternyata membukakan pintu untuknya. Wajah menantunya ini cukup heran saat melihatnya. Mungkin ia merasa jika papa dari suami bertambah tampan, karena sudah lama tidak bertemu. Begitulah yang ada dalam pikiran Bayu, padahal yang sebenarnya terjadi adalah jika Mawar sangat heran melihat Bayu ada di rumahnya. Apa mertuanya ini akan membuat ulah lagi atau bagaimana, pikir Mawar.
"Apa yang Papa lakukan di sini?" tanya Mawar, dengan gaya sok tampannya Bayu bicara.
"Papa ingin bertemu dengan istri Papa," ucapnya seperti orang amnesia, sepertinya duda newbie ini tidak sadar jika ia sudah bercerai dengan Rosa. Dan masih menganggap jika Rosa adalah istrinya.
"Maksud Papa Arini? Tapi dia tidak ada di sini, dan jika ia sampai berani datang kemari maka aku akan melemparkannya ke sarang lumba-lumba, karena lumba-lumba pasti sangat suka daging pelakor yang rasanya sangat gurih itu.
"Ahh kau ini lupa ya, jika Papa sudah bercerai dengan Arini," bantah Bayu yang tak suka saat nama Arini disebut, sungguh jika mendengar namanya Bayu selalu merasa sangat malu karena sudah tertipu dengan wajah sok polosnya. Yang padahal tersimpan hati yang sangat jahat dibalik wajah yang selalu ia puja dulu.
__ADS_1
"Apa Papa juga sudah lupa, jika Papa dan Mamah sudah bercerai?" ucap Mawar.
"Apa! Oh i-iya, maaf Papa lupa jika Mamah dan Papa sudah bercerai. Tapi apa Mamah Rosa ada?" tanya Bayu lagi.
"Ada, tapi sepertinya Mamah tidak akan mau bertemu dengan Papa,"
"Apa! Kenapa? Kenapa ia tidak mau bertemu dengan Papa, Papa yakin jika saat ini Mamahmu sedang sangat merindukan Papa. Oh ayolah Mawar kau jangan jadi penghalang cinta kami," rengek Bayu pada menantunya ini.
"Oh ya ampun, siapa yang akan menghalangi cinta Papa? Lagi pula memangnya Mamah mau kembali bersama dengan Papa, mengingat Papa sudah terkontaminasi," ejek Mawar pada mertuanya ini.
"Cinta kami yang akan membersihkannya!"
"Ohhh, sayangnya Mamah tidak akan mau melakukannya," ucap Mawar sambil tertawa.
"Kenapa memangnya?" tanya Bayu.
"Karena besok aku akan mempunyai Papa baru," jawab Satya yang menghampiri mereka berdua.
"Apa!"
Jawaban pangeran kodok sukses membuat papanya terkena serangan ginjal dadakan.
***
Like dan komentar yang banyak dong biar Mimin semangaaaattt, karena hari ini Mimin mau crazy up. Yang nunggu Mas Abon sabar ya, Mimin selesaikan dulu novel ini 🤫🤗
__ADS_1