Suami Bayaran

Suami Bayaran
ujian cinta bagian pertama.


__ADS_3

GHEA POV


"perasaan kagum?hanyalah terpesona saja. sedangkan cinta tidak bisa seperti ini. walau Shasha sudah memberi tahu padaku tentang ini,aku belum merasa yakin tentang ini".batinku.


tok...tok...tok...


suara ketukan pintu...


"permisi nona,tuan menyuruh kami memberikan gaun untuk nona. karena tuan ingin mengajak nona makan malam bersama."kata pelayan padaku.


"iya Bi. taruh saja dulu di sana. aku pasti memakai gaun itu. bibi boleh pergi sekarang. karena aku mau mandi dulu. terima kasih sudah mengantar gaun ini ke sini."kataku pada pelayan tersebut.


"iya nona. karena tak ada urusan lagi,saya pamit pergi. permisi nona."kata pelayan yang langsung pergi meninggalkanku di kamar. aku pun langsung ke kamar mandi karena badanku terasa lengket. saat berendam,aku merenung pikiranku sendiri, mengenang saat bersama Rama dan riano. aku pun membandingkan antara saat bersama dengan Rama dengan saat bersama dengan riano. tetapi,aku masih belum yakin apakah benar kata-kata Shasha. aku sepertinya harus mencari untuk membuktikan apa yang dikatakan Shasha benar kalau dengan Rama aku hanya mengagumi saja bukan mencintainya secara tulus,sedangkan dengan riano sepertinya berbeda. udah ah,mending aku mengambil handuk dan memakai pakaian. masalah ini lebih baik nanti saja aku pikirkan. setelah selesai berendam,aku pun keluar dan mengambil handuk dan memakai gaun yang sudah di siapkan oleh riano untukku. aku pun tak lupa berdandan dengan make up yang sesuai dengan karakterku sendiri yang biasa aku gunakan.


tok tok tok...


suara ketukan pintu...


"iya masuk."kataku dengan menjerit sambil mengecek dandananku sendiri di cermin.


"maaf nona Ghea. saya,datang ke sini untuk memberitahu kalau tuan riano tidak bisa menemani nona ke rumah makan. tetapi,tuan riano sudah menunggu di rumah makan untuk nona. mari,nona,ikuti saya,biar saya antarkan nona ke sana."kata sopir pribadinya riano padaku.


"baik,pak. terima kasih. tunggu 5menit lagi di dalam mobil ya,aku kan menyusul ke sana. aku ingin ke toilet sebentar."kataku pada sopir pribadinya riano.


"baik nona. permisi."kata sopir pribadinya kepadaku dan langsung pergi dari kamarku.


beberapa jam kemudian,aku telah sampai di restoran. tetapi,aku tidak menemukan kehadiran riano. tiba-tiba ada seorang pelayan resto datang menghampiriku.


"permisi,apakah benar anda nona Ghea?"tanya seorang pelayan padaku. aku hanya mengangguk kepala saja.


"mari nona,silahkan masuk. saya antarkan nona ke meja yang sudah di siapkan sama tuan riano untuk nona."kata pelayan padaku. lalu,aku dengan pelayan tersebut ke meja yang sudah ditentukan oleh riano. setelah ketemu meja itu,aku dipersilahkan duduk dulu. sambil menunggu riano datang,pelayan tersebut menawarkan aku sebuah menu yang ada di restoran ini. tetapi aku menolaknya karena lebih baik menunggu riano datang. beberapa menit kemudian,dari kejauhan riano datang menghampiriku.


"maaf Ghea,aku agak terlambat datang."kata riano yang bersalah padaku karena terlambat datang.


"ehm..tidak apa-apa kog."kataku pada riano.


"kamu belum memesan apapun?"tanya riano padaku.


"tidak. aku tidak mau pesan apapun kalau tidak ada kamu."kataku pada riano. riano hanya tersenyum dan langsung memanggil waiter yang di restoran tersebut. kemudian kami berdua memesan makanan yang di sajikan di restoran ini. setelah mencatat menu makanan yang sudah kami berdua pilih,pelayan tersebut meninggalkan kami berdua.


"ini restorannya keliatan sepi?"tanyaku pada riano.


"tidak juga. masih ada tuh ada pengunjung selain kita. tetapi ruangan ini memang aku khususkan untuk kita berdua."kata riano padaku.


"memang acara apa no?"tanyaku pada riano.


"tidak ada acara apapun. aku hanya ingin makan malam bersamamu saja."kata riano padaku. tiba-tiba riano memegang tanganku yang membuatku terkejut. bukan hanya terkejut saja,jantungku sendiri juga tidak karuan.


"Ghea malam ini kamu keliatan sangat cantik."kata riano yang sedang merayu padaku.


"aku..oh ya itu pelayannya sudah datang."kataku yang tiba-tiba mengalihkan perhatian pada riano sehingga kami berdua melihat pelayan tersebut yang membawa pesanan makanan kami berdua. lalu,riano melepaskan tangannya pada tanganku.


"permisi tuan nona. makanan sudah datang. apa bisa saya sajikan sekarang?"tanya pelayan tersebut pada kami berdua.


"tentu. silahkan."kata riano pada pelayan tersebut. setelah di taruh di meja,pelayan tersebut meninggalkan kami. lalu,kami berdua pun makan bersama menikmati pesanan kami berdua. tiba-tiba ada pelantun musik datang dan menemui kami berdua dan membawakan musik romantis untuk kami berdua.


"kamu suka? maukah berdansa bersamaku?"tanya riano padaku yang riano kini sudah berdiri dan mengulurkan tangannya padaku. aku pun menaruh tanganku padanya dan kami berdua berdansa bersama. semakin kami berdua mendekat,semakin aku tidak bisa mengendalikan jantungku ini yang selalu menggangguku bila riano bersamaku. detik,menit pun berjalan,malam terasa seperti panjang. seiringnya berjalan waktu,musik pun masih mengiringi suasana di sini sehingga kami berdua masih menikmatinya. setelah selesai berdansa,kami berdua kembali duduk sambil menikmati iringan musik.


"bagaimana Ghea? apakah kamu suka dengan semua ini?"tanya riano padaku.


"suka kog riano. makasih ya.."kataku pada riano.


"ada yang belum aku tunjukkan kepadamu."kata riano padaku yang membuatku penasaran.


"apa itu?"tanyaku padanya.


"hmmm.. rahasia.."kata riano dengan tersenyum padaku.


"riano.."kataku dengan kesal pada riano.


"kenapa Ghea? penasaran ya?"tanya riano padaku.


"iyalah,aku penasaran banget."kataku pada riano.


"sudah. jangan cemberut begitu. ntar wajah manismu hilang."kata riano padaku.

__ADS_1


"ehm.. biarin."kataku pada riano.


"iya. tunggu bentar lagi. Lima menit lagi kamu tau sendiri. memang sudah selesai makannya ya.."kata riano padaku.


"sudah kog."kataku padanya.


"baiklah. sekarang aku ingin kamu menutup matamu dulu habis gitu kamu kan tau kejutan dariku."kata riano yang langsung mengambil sapu tangan dan langsung menghampiriku. kemudian,mataku di tutup dengan sapu tangan sehingga aku tidak bisa melihat apapun. riano menuntunku ke arah kejutan yang sudah di siapkan olehnya untukku. beberapa menit kemudian,aku dan riano telah sampai di tempat yang sudah di siapkan oleh riano untukku. kemudian,riano melepaskan sapu tangan yang tadi menutupi mataku. aku akhirnya bisa melihat dan ternyata aku melihat kembang api dan di langit ada tulisan yang menyatakan aku mencintaimu,maukah kamu menjadi milikku selamanya? melihat kata ini membuatku terkejut dan senang rasanya tetapi aku menjadi ragu-ragu apakah aku pantas untuk riano atau apakah riano untukku.. aku bingung apa yang harus ku lakukan.. setelah melihat pemandangan seperti itu,riano tiba-tiba menundukkan badannya dan menghadap aku sambil mengatakan padaku untuk melamar aku.


"Ghea,apakah aku salah untuk mencintaimu? apakah aku pantas untuk memilikimu? sudah berbulan-bulan aku menunggumu dari kamu status sudah menikah sampai sekarang."kata riano padaku.


"aku.. aku tidak bisa. aku butuh waktu Ano. maafkan aku. aku tidak bisa membalas semua ini."kataku yang memang ingin butuh waktu pada riano. mendengar tanggapanku ini,riano bangkit berdiri dan mengatakan padaku.


"tidak apa-apa. aku mengerti. aku kan menunggumu sampai hatimu memberi kesempatan ruang untukku. tetapi, apakah kamu menyukai kejutan ini Ghea?"tanya riano padaku. aku pun langsung memeluknya dan berbisik di telinga riano.


"aku sangat menyukainya. terima kasih Ano."kataku dengan pelan kepada telinga riano yang membuat riano tersenyum.


"maafkan aku Ano. aku juga melihatmu sedih menjadi ikut sedih. seharusnya aku mengatakan iya tetapi aku tidak bisa mengatakannya,aku sepertinya harus menguji cintamu untukku."batinku.


di negara M...


"halo sayang..gimana kabarmu nak?"tanya maminya riano pada riano.


"ada apa mami? malam begini telepon aku?"tanya riano pada maminya.


"apakah aku mengganggu kencanmu bersama nak Ghea?"tanya maminya riano pada riano.


"Ghea sekarang sedang duduk bersamaku. memang ada apa mami?"tanya riano pada maminya.


"loh bukannya hari ini kamu melamar Ghea? memang gagal? kog suaramu seperti lesu,tidak bersemangat? padahal tadi kamu meminta restu doa dari mami untuk melamar ghea.."kata maminya riano pada riano.


"tidak mami. Ghea butuh waktu. entahlah aku tidak tau. apa yang harus kulakukan."kata riano pada maminya.


"apakah Ghea tidak mencintaimu?"tanya maminya pada riano.


"tidak tau mami."kata riano pada maminya.


"padahal mami dari awal bertemu dia sangat menyukainya dan senang sekali punya menantu seperti dia. hmmm.. mami rasa punya ide untuk mengetahui apakah Ghea memang mencintaimu atau tidak."kata maminya riano pada riano.


"apa itu mami?"tanya riano pada maminya.


"aduh mami. rencana mami gila saja."kata riano pada maminya.


"udah,kamu itu ya jadi anak sekali-kali menurut mami. mami yakin rencana mami pasti berhasil."kata maminya pada riano.


"iya deh. terserah mami. riano akan mengikuti saran mami. karena riano telah kalah melamar ghea hari ini."kata riano pada maminya. kemudian,riano memutuskan teleponnya bersama maminya.


"ada apa riano?"tanyaku pada riano.


"tidak apa-apa. mami telepon kalau ada pegawai baru untukku."kata riano padaku.


"oh begitu. ya,lebih baik kita pulang saja Ano. ini sudah malam. besok kamu pasti harus pagi-pagi ke kantor."kataku pada riano.


"baiklah. kalau gitu kita pulang."kata riano yang mengajakku pulang bersama. kemudian,kami berdua pulang bersama. beberapa jam kemudian,kami berdua telah sampai di kediaman riano.


di kamar,


dret..dret..


pesan masuk dari riano...


sudah tidur belum?


balasan dari aku untuk riano...


belum. ada apa Ano?


pesan masuk dari riano...


kenapa belum tidur? apa boleh aku ke kamarmu? untuk menemanimu sampai kamu tertidur?


aduh riano mau ke kamarku. oh my God. tidak boleh begini. aku harus menolak saja dari pada aku melakukan kesalahan lagi untuknya. batinku.


balasan dari aku untuk riano...


tidak perlu no.. aku udah mengantuk. aku tidur dulu ya..

__ADS_1


met tidur..


nice dream ya...


pesan masuk dari riano...


*oke deh Ghea.


met tidur juga...


see u..


i love u Ghea*...


aku pun tidak membalas pesan riano dan malah langsung tidur saja.


di Jakarta...


"sayang kamu sudah siap kah? para tamu sudah pada datang semuanya."tanya Rama pada Andriana.


"iya. ini baru selesai."kata Andriana pada Rama.


"ya udah. ayo kita keluar bersama."kata rama pada Andriana. lalu Rama dan Andriana pun keluar bersama. saat kedatangan Rama dan Andriana kepada para tamu,para wartawan berebut menemui Rama dan andriana untuk mewancarai Rama dan Andriana.


"tuan Rama dan nyonya Andriana,benarkah nyonya Andriana saat ini sedang hamil? hamil berapa bulan? apakah tuan Rama senang dengan kabar kehamilan ini?"tanya salah satu wartawan kepada Rama dan Andriana.


"maaf saat ini saya tidak bisa berkomentar. yang menjawab biar asisten saya. saya mengundang wartawan untuk datang ke acara kami saja tetapi kalau untuk mewancarai kami tidak bisa berkomentar. permisi,kami berdua ingin mengunjungi para tamu lainnya."kata Rama yang sedang memegang tangan Andriana dengan hati-hati supaya Andriana tidak jatuh saat dikerumuni banyak wartawan. kemudian,Rama dan Andriana bertemu sepupunya riano,Wendy.


"tuan Wendy,senang sekali anda sudah datang ke acara kami."kata Rama kepada Wendy. Wendy hanya diam dan melihat Andriana.


"tuan Wendy?"kata Rama memanggil Wendy.


"oh ya tuan Rama."kata Wendy yang langsung membalas jabat tangan pada Rama.


"saya memang harus datang ke acara tuan Rama karena kita memiliki hubungan bisnis. saya baru kali ini bertemu istri anda. ternyata istri anda sangat cantik. oh ya,selamat ya tuan Rama dan nyonya Andriana atas kehamilan nyonya Andriana. semoga nanti saat kelahiran akan berjalan baik-baik saja."kata Wendy dengan ramah kepada Rama.


"terima kasih tuan Wendy."kata Rama pada Wendy.


"ehm,maaf saya permisi. silahkan lanjutkan pembicaraannya."kata Andriana yang langsung pergi.


"ada apa Andriana?"bisik Rama pada Andriana.


"tidak apa-apa. aku hanya ingin udara segar saja. aku ke balkon dulu ya sayang. kamu sendiri ya temui tamu-tamu lainnya."kata Andriana yang berbisik-bisik pula kepada Rama.


"baiklah. hati-hati. kalau ada apa-apa,panggil saja aku. aku kan kembali kalau sudah menemui para tamu semuanya. tunggu aku di balkon saja."kata Rama yang berbisik kepada Andriana. kemudian Andriana pergi ke balkon.


"ehm,maaf tuan Rama di mana ya toiletnya. saya ingin ke sana."kata Wendy kepada Rama.


"oh ya belok kiri langsung lurus nanti ada tulisan toiletnya."kata Rama kepada Wendy.


"oh,oke. terima kasih tuan Rama. permisi."kata Wendy kepada Rama.


"iya. sama-sama tuan Wendy."kata Rama kepada Wendy. kemudian Wendy pergi meninggalkan Rama sedangkan Rama menemui tamu lainnya.


di balkon..


"uhuk..uhuk..."kata Wendy kepada Andriana yang membuat Andriana terkejut.


"kamu,Wendy. kenapa kamu ke sini? ntar ketahuan bagaimana? di sana banyak orang. ada Rama pula."kata Andriana kepada Wendy.


"sayang,kamu tidak perlu khawatir begitu. aku ke sini sangat khawatir denganmu. apakah aku tidak boleh ke sini?"tanya Wendy pada andriana.


"tetapi kamu kenapa tidak memberitahu padaku kalau perusahaanmu bekerja sama dengan perusahaan Rama?"tanya balik andriana kepada wendy.


"iya. maafkan aku tidak memberitaumu. aku hanya ingin tau dirimu sehingga aku berusaha begini. ini semua karena kamu."kata Wendy pada Andriana.


"tetapi Wendy. kalau semisal Rama tau tentang hubungan kita dan tau soal kehamilan ini bisa gawat kalau semisal kamu mencampuri urusanku dengan Rama."kata Andriana pada Wendy.


"sayang. kamu tenang saja. aku tidak akan melakukan kesalahan. lebih baik kita berdua memikirkan diri kita sendiri. mumpung Rama tidak di sini."kata Wendy pada Andriana.


"baiklah. aku percaya padamu."kata Andriana kepada Wendy.


"terima kasih sayang. aku rindu padamu sayang."kata Wendy pada andriana dan Wendy pun langsung memeluk Andriana dengan hangat.


"aku juga rindu padamu,Wendy."kata Andriana pada Wendy.

__ADS_1


__ADS_2