
"gimana kerjaanmu sayang?"tanya nenek padaku.
"baik-baik saja kog nek."
"lalu gimana dengan keluarga ronald rosita sayang? apakah kamu sudah menemukan informasi tentangnya?"
"belum nek. aku sendiri bingung. aku harus gimana. apakah aku berhenti mencarikan informasi tentang keluarganya. lagipula aku sayang sama mereka nek seperti anakku sendiri."
"lebih baik di jalani saja begini sayang. bila memang ternyata sudah dapat info baru kita memikirkan itu."
"iya nek."
"trus kemarin kamu sudah buat cicit nggak buat nenek?"
"ih apaan sih nek..nenek mau tau aja.."
"hehehe.. kamu itu ya selalu gitu sayang.. yasudah nenek ngantuk. nenek masuk kamar dulu ya sayang.."
"iya nek."kataku yang juga mengantuk. sebelum masuk ke kamar,aku mematikan televisi dulu. kemudian aku pun masuk ke kamar. ku melihat anak-anak sedang tidur nyenyak. aku pun memindahkan mereka ke ranjang dan mereka pun tidur bersamaku di ranjang.
keesokan paginya..
"hmm..."kataku yang sedang mencium bau wangi masakan padahal aku sedang tidur.
"sayang bangun.."kata rama yang sedang membangunkan aku.
"mmm.."kataku yang langsung membuka mataku. ku dapati rama sedang membawa sarapan di nampan juga ku melihat ronald dan rosita sedang bermain bola yang kemarin aku belikan untuk mereka.
"ayo sayang sarapan dulu. anak-anak tadi sudah makan dan mandi sama bibi inah."
"eh iya.. makasih ya."kataku yang langsung melahap makanan yang di sajikan rama untukku.
"hmm.. hari ini kerja?"tanya rama padaku.
"nggak. hari ini libur sepertinya. moga saja nggak ada jadwal operasi mendadak. memang napa sayang.. nyam..nyam.."kataku pada rama sambil mengunyah makanan.
"kalau nggak sibuk kita berlima sama nenek dan anak kita jalan jalan ke kebun binatang. mau sayang?"
"mmm.. mau banget.."
"yasud makan sampai habis trus mandi ya. aku ajak anak-anak ke bawah sama nenek."
"iya.."
"kalau nggak mau mandi apa mau ku temani di dalam kamar mandi?"bisikan rama di telingaku. aku pun kaget mendengarnya.
"hahahaha..."rama pun tertawa dan menggendong ronald dan rosita meninggalkan aku sendirian di kamar.
"huft.. dasar rama..mesum.."kataku dengan malu dan kesal karena rama usil padaku. aku pun menaruh piring di meja ku dan aku pun langsung menyiapkan baju yang cocok dan langsung mandi.
beberapa menit kemudian,aku membawa piring kotor dengan nampan ke dapur untuk mengembalikan piring yang sudah ku gunakan.
"non. biar bibi saja non."
"ya bi. bibi sedang ngapain?"
"ini non nyonya minta di siapkan bekal buat tuan muda ronald dan nona muda rosita."
"oh begitu. dimana rama dan anak-anak bi?"tanyaku pada bibi.
"tuan rama,tuan muda dan nona muda di teras non sama nenek."
"oh iya bi. makasih ya bi."kataku yang langsung pergi meninggalkan bibi.
di teras...
aku mendengar nenek sedang berbicara serius pada rama. aku pun berhenti dan bersembunyi dan ingin menguping pembicaraan nenek dengan rama.
"gimana dengan pekerjaanmu rama?"tanya nenek pada rama.
"baik-baik saja nek."
"apakah kamu kan terus begini rama? apa kamu nggak kasian dengan ghea? kamu mengerti kan maksud pertanyaan nenek."
"iya nek. aku memahaminya. aku kan pelan-pelan nek. aku kan mencoba usaha kecil-kecilan nek."
"apa kamu yakin dengan usahamu itu kan berhasil mencukupi kebutuhan kalian? kalian itu sudah dewasa dan kalian itu sudah punya ronald dan rosita? apa kamu tidak ingin memiliki anak dari rahim ghea?"
"aku yakin nek. untuk memiliki anak aku belum tau nek. apakah ghea mau atau tidak. lagipula kami berdua harus menuntaskan masalah kami nek."
"memang masalah apa ram?"tanya nenek pada rama.
"nenek..rama..."kataku yang memanggil mereka supaya mereka tidak melanjutkan pembicaraan mereka.
"eh cucu ku sayang..sudah cantik.."
"iya dong nek..hehehe.."kataku yang langsung menggendong rosita.
__ADS_1
"sudah siap ta sayang?"
"sudah kog. itu bibi sudah menaruh bekal dan udah ku siapkan bersama bibi di meja ruang tamu. tinggal memindahkan saja di dalam bagasi mobil."
"oh yaudah aku saja yang memasukkan barang ke dalam bagasi. permisi."kata rama yang langsung meninggalkan aku dan nenek juga anak-anak ke ruang tamu.
"sayang.."
"iya nek.."
"tadi kamu menguping ya pembicaraan nenek sama rama?"
"nggak nek. memang nenek dan rama bicara bahas apa?"tanyaku dengan berpura-pura nggak tau.
"nggak papa. udah gak usah bahas itu. toh kamu ya nggak tau."
"iya nek. ayo nek masuk ke dalam mobil. aku mau bantu rama masukin barang-barang."
"iya sayang."
aku mengajak nenek dan ronald juga rosita masuk ke dalam mobil. aku ingin membantu rama tetapi rama melarangku membantunya dan menyuruh aku masuk ke dalam mobil bersama nenek dan anak-anak. ternyata yang ikut ke kebun binatang yaitu aku,rama,sopir,bibi inah,anaknya bi inah dan nenek dan anak-anak. rama sengaja mengajak pak bandir untuk membantu rama kalau sewaktu-waktu rama ingin membutuhkannya.
lalu kami semua pun berangkat ke kebun binatang bersama-sama.
setiba di kebun binatang,rama dan aku mengantri di loket.
"biar aku saja sayang yang mengeluarkan uang. kamu simpan saja uangmu. lagipula aku suamimu." kata rama dan menyuruh uangku di simpan di dompetku sendiri. kemudian aku pun menyusul mereka.
ronal dan rosita sudah ku siapkan mereka duduk di stroller masing-masing.
aku pun menaruh perlengkapan mereka di tas khusus mereka. itu saja yang bawa anaknya bi inah. bi inah juga membawa makanan sedangkan pak bandir membawa karpet. aku dan rama hanya mendorong stroller yang masing-masing di duduki oleh ronald dan rosita. di samping kami berempat berjalan di temani nenek juga.
kami pun memotret semua binatang dan foto kami juga.
"nenek capek?"tanya ku pada nenek.
"iya sayang."
"bentar nek. aku bilangkan pada rama dulu."kataku pada nenek dan menyuruh nenek duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana.kemudian aku menghampiri rama yang sedang bersama anak-anak melihat binatang.
"ram,nenek sedang kecapekan. gimana kalau kita istirahat dulu di sekitar sini?"
"oh ya.. yaudah kita istirahat. kamu saja sayang yang mengatur tempat yang cocok untuk istirahat."kata rama padaku dan aku membalasnya dengan senyuman saja. kemudian aku mengajak nenek,bi inah dan anaknya untuk menyiapkan acara piknik bersama. setelah selesai menyiapkan piknik ini,aku pun memanggil anak-anak dan rama juga pak bandir ke tempat yang sudah ku sediakan untuk piknik.
"ayo makan.."
"sayang kamu suka yang mana?"
"nona dan tuan rama terima kasih banyak menyuruh kami ikut nona tuan dan nyonya."
"bibi paman nggak perlu begitu. aku justru bisa senang bisa kumpul bareng-bareng begini."
"bibi pak bandir sudah lama menjaga kami dan merawat kami dan kami menganggap kalian semua seperti keluarga."
"iya nyonya nona. terima kasih banyak."
"iya sudah. makanan mau dingin loh bibi paman. ayo di makan.."
"hehehe.."
lalu kami semua makan bersama-sama.
---------------------------------------------------------
beberapa jam kemudian,aku,rama dan anak-anak melihat binatang selanjutnya sedangkan bibi dan paman juga anaknya bi inah menemani nenek yang sedang belanja.
saat kami berdua dengan di temani anak-anak terasa canggung dan sunyi karena tidak ada pembicaraan apapun di antara kami. untuk memecahkan keheningan ini,rama pun mengeluarkan suara dengan mengajakku membeli es krim.
"eh..liat itu. ada tukang jual es krim. kamu mau?"
"mau banget."
"tunggu di sini sama anak-anak. aku kan membelikan kamu es krim untukmu. jangan kemana-mana."kata rama padaku.
"iya."balasku pada rama dengan tersenyum. kemudian rama pun mengantri membelikan es krim untukku. saat aku dengan kedua anak kembarku duduk di tepi jalanan di area kebun binatang ini,nggak sengaja bertemu pasien lamaku. pasien lama ku ini bernama Jerry yang dulu pernah sebagai kakak kelasku saat aku masih di bangku SMA. dia pernah mengidap penyakit stroke stadium satu.
"dokter ghea."
"eh kamu kak Jerry. gimana kabarmu?"
"baik. ini tangan masih gemetaran."
"oh ya nggak papa. kakak harus melatih dengan mengikuti terapi."
"oh sudah. baru-baru ini aku sudah mengikutinya."
"bagus itu kak."
__ADS_1
"by the way.. kamu kog sendirian di sini? ini anak siapa?"
"oh ya aku lupa beritau ke kakak. ini ronald dan rosita anak kembarku.
"duh cantik-cantik juga tampan. lucu-lucu. kamu sudah menikah?"
"sudah. eh itu suamiku."
"sayang kenalin ini kak jerry. kak jerry ini suamiku."
"oh senang berkenalan dengan anda."
"iya."
"ya sudah kalau begitu. dokter ghea,kapan-kapan kita bisa bertemu lagi dan ku ajak kamu makan bersama. bisa kan dokter ghea?"
"eh. iya."
kemudian jerry pun meninggalkan kami.tetapi rama cemberut.
"siapa dia?"
"dia kakak kelasku dan dulu juga pasienku. memang napa ram?"
"kamu kog ramah banget sih sama dia. memang nggak bisa agak cuek gitu?"
"aduh ram. nggak bisa aku. karena aku di sini kepala dokter di rumah sakitku. sekaligus aku dokter dan aku harus bersikap ramah pada pasien. kalau tidak bisa-bisa pasienku pada kabur dan nggak mau berobat ke rumah sakitku."
"oh gitu ya..ya udah kalau gitu."kata rama langsung diem setelah mendengar penjelasanku. sehingga membuatku jadi tidak enak.
"ayuk kita pulang. sepertinya cukup kita di sini lagipula ku liat nenek juga sudah lama belanjanya. lebih baik kita menyusul."
"iya."
kemudian aku dan rama juga kedua anak kembarku pun kembali dan menemui mereka.
"nenek..sudah selesaikah belanjanya?"tanyaku pada nenek.
"sudah sayang. pas banget kalian datang nenek sudah selesai belanja."
"ya nek. nenek kog banyak sekali belanjanya. memang buat siapa nek?"
"buat bibi pamanmu rama kamu dan cicit kembar kesayangan nenek."
"yaudah yuk kita pulang."
kemudian kami semuanya pulang bersama-sama. dalam perjalanan aku dan rama hanya diam saja tanpa berkata apa pun. nenek yang memulai percakapan untuk memecahkan keheningan di dalam mobil.
"nak rama setelah sampai di rumah nenek, ku liat istrimu kecapekan. lebih baik kamu bawa pulang ke rumahmu ya?"
"iya nek."
"nggak nek. aku kangen sama anak-anak nek."
"cucuku sayang,ghea. besok pagi kamu harus kerja, kamu harus pulang beristirahat yang cukup. kalau kamu tinggal di rumah nenek bisa-bisa kamu terlambat berangkat kerja sedangkan kamu tidak membawa baju kerjamu."
"tapi nek.. aku kan bisa..."
"tidak usah tapi tapian. pokoknya malam ini kamu harus pulang sama rama. mengerti?"
"uh.. ya deh nek."kataku dengan pasrah kalah menuruti nenek pada akhirnya.
beberapa jam kemudian,kami pun sampai di kediaman nenek. rama dan paman bandir saling membantu membawa barang milik nenek dan kedua anak kembarku dan bibi inah juga paman bandir. sedangkan aku menggendong ronald ke dalam bersama nenek di dalam rumah nenek dan rosita di gendong sama bibi inah. kemudian aku dan bibi inah mengganti pakaian ronald dan rosita juga memandikan mereka dan menidurkan mereka. sedangkan rama kelelahan hanya istirahat di sofa ruang tamu dan di seduhkan teh oleh nenekku untukku dan rama.
"nak di minum dulu teh nya selagi hangat."
"iya nek."
"nak... nenek tau kalian sepertinya punya masalah harus di selesaikan secara dewasa. karena nenek melihat kalian banyak diemnya. dan sepertinya cucuku,ghea ketakutan untuk pulang bersama kamu. kamu harus bersabar untuk ghea ya?"
"iya nek. nenek tidak perlu khawatir. aku tidak kan melukai perasaan cucu nenek."
"baguslah kalau kamu sudah mengerti maksud nenek. yaudah nenek capek dan sampaikan ke ghea nenek nggak bisa mengantar kalian pulang karena nenek kecapekan dan nenek ingin tidur. oh ya terima kasih ya nak sudah mengajak kami semua jalan-jalan..."
"iya nek. nanti kalau sudah ketemu ghea pesan nenek pasti ku sampaikan ke ghea. nenek istirahat saja. iya terima kasih kembali nenek untuk hari ini."
"iya.."kata nenek sambil menganggukkan kepalanya kepada rama dan langsung meninggalkan rama dan masuk ke kamarnya karena kelelahan dan mengantuk.
di kamar ronald dan rosita..
"non bibi mau keluar dulu karena ada urusan sebentar di dapur. bibi permisi dulu ya non."
"iya bi.."
"sayang maafin mama ya sayang karena nggak bisa tidur bersama kalian. tapi besok setelah pulang kerja aku pasti kan datang ke sini. sayangku jangan nakal yang buat susah nenek dan bibi ya sayang."kataku dengan suara pelan-pelan dan mencium kening ronald dan rosita masing-masing. Dan tak pernah lupa menyelimuti mereka masing-masing. setelah itu, aku pun pergi meninggalkan mereka dan langsung turun menemui rama yang sedari tadi menungguku di ruang tamu. ternyata yang ku dapati rama sedang tertidur di sofa. aku pun mendekatinya dan membangunkan dia supaya bisa pulang ke rumah.
"ram bangun. ayo pulang."
__ADS_1
"hmm.. oh ya.. kamu sudah selesai urus anak-anak?"
"sudah. ayo pulang."kataku yang langsung duluan keluar pintu rumah nenek. rama pun menyusul aku dan kami berdua masuk ke dalam mobil dan rama menyalakan mesin mobilnya dan melaju untuk perjalanan pulang ke rumahnya. aku pun tertidur dalam perjalanan karena kecapekan sedangkan rama sedang sibuk menyetir.