
berjam-jam kami,aku dan suamiku pun berbincang-bincang pada teman-temanku.
"terima kasih ghea sudah menemani kami untuk mengobrol di sini. lain waktu bisakah kita bertemu kembali?"
"oh bisa."
"kalau gitu kami permisi. terima kasih atas jamuan tuan rama dan nona ghea."
"oh ya silahkan"kataku yang tersenyum ramah pada mereka dan kami pun saling berjabat tangan. kemudian mereka pun pergi. sedangkan rama dengan muka cemberut melihat kepergian mereka.
"napa wajahmu begitu melihat mereka?"
"apakah kamu kalau sama orang lain begitu?"
"iya memang. apa aku salah?"
"sudah. ayo kita pergi dari sini."
rama pun langsung mengajakku pergi dari resto ini. lalu kami berdua pun masuk ke dalam mobil.
"kita mau kemana lagi ram?"
"kamu kan tau sendiri."
beberapa jam kemudian.
"ngapain ke sini?"
"aku mau ke sini untuk menenangkan hati. setiap ada masalah aku selalu lari ke sini."
"lalu kamu ke sini bersama siapa?"
"sendirian saja. hanya kamu orang yang pertama kali ku ajak menemaniku di sini. kalau kamu gimana?"
"gimana apanya?"
"ya kalau kamu punya masalah yang buat kamu tenangkan pikiran dengan cara apa?"
"aku..aku memang dulu sering sedih karena mama papaku telah meninggalkan aku dan aku merasa belum siap menghadapi kenyataan. tapi untung nenek yang selalu menghiburku,memberiku semangat. Dan aku sering iri dengan sekelilingku. yang dimana bisa merasakan kehangatan keluarga yang lengkap yaitu orang tua yang mencintai anaknya,melihat juga pasangan lelaki dan perempuan aku pun merasa iri.
karena aku nggak pernah merasakan kehangatan orang tua untukku. dan selama ini aku selalu gagal soal percintaan. selalu aku di buat taruhan saat aku masih di bangku SMA sehingga aku trauma soal yang nama nya cinta. sehingga nenek menginginkan aku mendapatkan cinta dari seseorang lelaki. tetapi sampai saat ini aku tidak pernah merasakannya. jujur kemarin malam saat kita melakukan hubungan intim itu pertama kali nya aku bersama kamu saja ram dan tak ada siapapun lelaki lainnya."
"napa kamu ingin kita menikah?"
"aku hanya ingin membahagiakan nenek saja dan aku juga tidak ingin tunangan dengan orang yang tidak ku sukai. lagipula aku hanya menginginkan seorang anak saja dari rahimku. dan tenang saja setelah aku berhasil hamil kita kan cerai. dan kamu bisa bebas dan perjanjian kita pun berakhir. lagipula kita tidak memiliki perasaan satu sama lain."
"sudah jangan bahas itu lagi. oh ya ini ada pemberian dari ibu buat kamu."kata rama padaku sambil memberikan hadiah dari ibunya untukku.
"apa ini ram?"
"buka saja.."
aku pun membuka kotak itu. ternyata isinya sebuah syal yang di jahit sama ibunya rama. aku pun senang sekali melihat ini.
"gimana? apakah kamu suka?"
"iya aku suk banget ram. aku ingin menelepon ibumu untuk berterima kasih padanya."
"kamu jangan telepon dulu. kamu lupa kalau sekarang jadwal operasi?"
"oh ya aku inget. maaf aku lupa."
"nggak papa aku mengerti. nantik setelah operasi kita datang ke sana menjenguk ibu."
"iya. makasih ya.."kataku pada rama yang rama pun hanya tersenyum saja.
"ya sudah. kita pulang yuk. sudah sore. aku harus kerja."
"hmm... bolehkah aku menemanimu bekerja?"
"tidak boleh. aku tidak mau kecapekan menungguku di tempat kerjaku."
"ayolah.. rama sayang..sekali ini saja.. aku janji tidak kan mengganggumu kerja."
"tidak.. aku bilang tidak ya tidak. kamu tidak boleh ke tempat aku kerja. lebih baik kamu istirahat saja di rumah."
"tapi.."
"tidak ada kata tapi tapian."
"baiklah.. aku mengalah.."
"baguslah. aku lebih suka kamu menjadi penurut. udah ayo kita pulang."ajakan rama padaku sambil bergandengan tangan padaku. kemudian kami pulang dan beberapa jam kemudian kami telah sampai di rumah.
"rama, kamu mandi dulu. aku siapkan pakaianmu dan menyiapkan makan malam. permisi."kataku yang langsung pergi ke dapur menyiapkan hidangan untuk makan malam. sedangkan rama malah mengambil pakaian kerja nya dan menaruh di ranjang begitu juga handuknya di taruh di ranjang.
"bagus. dengan begini ghea bisa masuk ke dalam kamar mandi bersamaku."batin rama yang sedang merencanakan sesuatu.
di tempat lain,,
"akhirnya..selesai juga masakan ini."bergumam sendiri. lalu aku langsung masuk ke kamar. aku melihat ada pakaian.
"bukannya ini baju seragamnya rama kog bisa sudah di ranjang. apakah rama tadi sudah menyiapkan sendirian tanpa menungguku?"bertanya sendiri.
__ADS_1
"ghea,apakah kamu di sana?"tanya rama dengan keras di kamar mandi.
"iya benar. aku di sini. ada apa ram?"tanyaku balik pada rama.
"tolong ambilkan handuk untukku karena aku lupa membawa handukku."kata rama dengan memerintahkan aku untuk mengambil handuknya. aku pun langsung mengambil handuknya dan aku bergegas ke kamar mandinya dan mengetuk pintunya.
tok tok tok ..
"ghea tolong kamu langsung masuk saja. tanganku sedang memegang sabun."kata rama yang sudah memerintah aku untuk ke dua kalinya.
"baiklah."kataku yang langsung masuk. saat aku masuk,rama pun langsung menutup pintu kamar mandi dan langsung memelukku yang membuatku kaget.
"ghea aku kangen sama kamu. tidak boleh siapapun menyentuh tubuhmu karena hatimu dan tubuhmu milikku sekarang."bisikan rama pada telingaku. kemudian rama pun menjilat dan mengendus dengan hidungnya ke telingaku dan leherku sehingga membuatku tidak tahan dengan perlakuan rama untukku.
"ugh.. oohh.. rama jangan begini."
"ghea sayang. kamu kan sudah jadi istriku. kamu diam saja dan ikuti permainan ini."bisikan rama padaku.
kemudian rama pun langsung melucuti pakaianku yang tadi melekat pada tubuhku. aku pun telanjang bersama rama yang dari tadi telanjang juga di kamar mandi. kemudian kami pun berciuman sambil rama meraba tubuhku dengan lembut yang membuatku tidak tahan dan aku pun mendesah keras yang membuat rama semangat untuk melanjutkan permainan ini.
"mmm... ough.."desahanku yang gak tertahan.
"kamu suka sayang?" tanya rama untukku.
"sudah rama. jangan begini lagi."
"nggak mau. aku kan terus melanjutkan ini."
"ntar kamu terlambat kerja loh.."
"nggak kog. masih ada waktu."kata rama yang langsung memainkan tangannya pada kemaluanku yang sambil mencium bibirku dengan bibirnya. kemudian,rama pun langsung memasukkan kemaluannya ke dalam ke kemaluanku. bless.. akhirnya masuk juga. rama pun terus menghujam dan memompa sampai kami berdua berkeringat dan kami berdua pun mendesah bersama-sama. beberapa menit kemudian akhirnya kami berdua selesai menyelesaikan permainan ini.
"heh..eh.. aku capek.."
"tapi kamu suka kan?"
"dasar nakal. huft.."
"hehehe..ingat ya ghea sayang tubuhmu dan hatimu hanya aku lah pemiliknya."bisikan rama padaku.
"memangnya tubuhmu dan hatimu gimana?"tanyaku padanya.
"sama dong. hatiku dan tubuhku hanya untukmu. mmuuaacchh.."
rama pun menciumku sekali lagi. aku pun membalas ciumannya.
kemudian kami pun mandi bareng. setelah mandi kami berdua pun keluar kamar mandi dan rama langsung mengenakan pakaiannya sedangkan aku hanya tubuhku di tutupi dengan handuk saja sambil mencari bajuku di lemari.
"sayang kamu begini keliatan seksi."
"duh istriku galak amat..baiklah. ini baju yang cocok untuk istriku. nih di pake."
"yaudah kamu pergi sana dan makan dulu sana. aku mau ganti baju."
"baiklah. aku pergi. ku tunggu kamu di ruang makan ya."
"iya."kataku langsung menutup pintu kamar. dan aku langsung memakai baju yang di pilih rama. kemudian aku pun langsung keluar kamar dan menghampiri rama yang ternyata sedang menungguku di ruang makan dari tadi.
"kog belum makan? napa?"tanyaku padanya.
"nggak papa. aku hanya ingin kamu yang mengambilkan makanan itu untukku dan ingin makan bersamamu."kata manis rama membuatku jantungku nggak karuan dan mukaku menjadi merah..blushh..duh napa aku begini..aku tidak pernah begini.. hanya sama rama doank aku jadi nggak karuan.
"ghea..ghea.. napa kamu menatapku terus? apakah suamimu ini terlihat tampan dan keren sehingga istriku ini melihatku tanpa bergerak."kata rama yang membuyarkan lamunanku.
"eng..nggak kog.. nggak papa.. maaf.. aku.. aku mau ambil piring kalau gitu tunggu sebentar."kataku yang tanpa ku sadari gagap. sedangkan rama hanya tersenyum melihat tingkahku. kemudian kami berdua pun makan bersama.
"sayang. kamu harus tidur ya dan jangan menungguku pulang sehingga kamu kurang tidur dan kurang istirahat."pesan rama kepadaku. aku hanya menganggukkan kepala saja. akhirnya kami berdua selesai makan. aku pun mengantar rama di depan pintu karena rama mau berangkat kerja.
"aku berangkat dulu ya."
"sampai kapan kamu naik bus terus ram kan bisa pakai mobilku?"
"nggak papa. aku naik bus saja. ya sudah aku berangkat. mmuuaach.."kata rama sambil mencium keningku.
"hati-hati di jalan ram."
"iya."
rama pun jalan kaki menuju ke halte bus sedangkan aku hanya menutup pintu rumah dan masuk ke kamar untuk menonton tv.
beberapa jam kemudian,
"hei ram. akhirnya kamu masuk juga. tadi ada yang nyariin kamu loh.."kata yanto pada rama.
"siapa yang cari aku? kan kamu tau aku kebagian shift sore kalau kerja."kataku pada yanto.
"itu mantanmu,nadia. tadi siang dia datang ke sini. katanya ingin bertemu denganmu. tadi dia pesen padaku kalau besok sore dia datang lagi ingin bertemu kamu"
"yaudah biar besok sore saja. lagian aku juga mau tegasin ke dia."
"gimana dengan istrimu?"
"istriku. dia di rumah. tenang saja istriku nggak bakal ke sini."
__ADS_1
"aku denger istrimu mengapdosi anak kembar. benarkah itu?"
"iya dia kasian dan memunguti anak kembar menjadi anak angkatnya. lagian kata dia,dia janji sama ibu kandung si anak kembar itu kalau dia menjaga dan merawat seperti anaknya sendiri."
"lalu kamu gimana?"
"aku sih nggak masalah. buat apa ribut? toh aku tidak ingin mencampuri masalah dengannya. dan perkawinan ini hanyalah sebuah kontrak bukan sungguhan."
"ya sudah itu terserah kamu. aku nggak mau ikut-ikut."
beberapa jam kemudian,
dret dret dret...
suara handphone berbunyi..
"halo."
"iya halo. ada apa ghea?"
"nggak papa ram. aku mau beritau ke kamu. aku lagi bosen di rumah sendiri. bolehkah aku pergi ke rumah nenek karena aku kangen anak-anak?"
"iya boleh. besok pagi biar aku yang jemput di rumah nenek."
"iya. makasih ya sayang. mmuuaachh.. dah sayang. selamat kerja."
"iya. mmuaacch.. dah juga.."
ceklek..tut..tut...tut..
suara menutup telepon.
"cie cie.. di telepon istri ya.."
"to kamu ini rese. mending urus sana."
di rumah sederhana ghea..
aku sudah ijin ke rama. aku siap-siap ke rumah nenek. beberapa menit kemudian,aku pun siap dan berangkat ke rumah nenek. sebelum sampai di rumah nenek,aku tak pernah lupa membelikan oleh-oleh buat ronald dan rosita juga nenek.
setiba di rumah nenek nabila.
"nona.."
"bi,ada nenek nggak?"
"ada non silahkan masuk non."
"iya bi. makasih."
"nnnneeenneeekk...!!!"jeritku memanggil nenek kesayanganku.
"aduh cucu ku sayang...kamu nih ya bandel.. bisa-bisa cicitku bangun.."
"loh ronald dan rosita di mana nek?"
"anakmu sudah pada tidur."
"jiah padahal aku bawain mainan buat mereka."
"trus buat nenek mana?"
"oh ya nek.. aku nggak bakal lupa sama nenek. ini buat nenek. kan nenek suka banget rendang sapi."
"tau aja kamu ini. bi tolong taruhkan ini di piring ya.."
"iya nyonya."
"yaudah nek aku mau ke atas dulu mau liat anak-anak."
"iya sayang."kata nenek yang langsung ke dapur bersama bibi yang memiliki kebiasaan kalau di malam hari nenek buatkan teh untuknya dan untukku bila aku datang di rumahnya.
di kamar ronald dan rosita.
"sayangku tampan cantikku.. mama kangen kalian.. mmuuacch mmuuacch"kataku sambil mencium pipi ronald dan rosita juga membelai pipi mereka yang menggemaskan.
"Sampai detik ini aku belum menemukan informasi tentang keluargamu sayang. ayahmu sangat tidak peduli denganmu kah. kasian banget ibumu. walau begitu aku semampuku menepati janji ibumu yang di surga. aku tidak kan membiarkan kalian menderita. itulah janjiku. aku jujur bingung aku takut aku salah membawa kalian ke sini dan aku takut juga kehilangan kalian. aku harus gimana sayang."kataku dengan suara pelan-pelan kepada ronald dan rosita. lalu aku menaruh mainan mereka di dekat meja.
"sayang,mama pergi dulu ya. mau ketemu nenek dulu. setelah ini mama ke sini lagi tidur sama kalian. bentar ya sayang."kataku langsung pergi meninggalkan mereka di kamar mereka. aku pun turun ke bawah ke ruang keluarga menemui nenek. dan di ruang keluarga ku melihat nenek sedang santai menonton siaran di televisi sambil menyeduh teh yang selagi hangat. aku pun mendekati nenek dan langsung mencium pipi nenek sehingga nenek pun kaget karena kedatanganku yang tiba-tiba.
"eh cucu ku sayang. sini sayang. duduk di sini. ini bibi juga membuatkan teh untukmu sayang."
"iya nek. makasih nek."kataku sambil meminum teh hangat ini.
"tumben malam gini kamu ke sini. ada apa sayang?"
"nggak papa nek. aku hanya kangen sama nenek dan anak-anak."kataku dengan tersenyum.
"memangnya rama buat masalah denganmu?"
"nggak.. enggak kog nek. kan rama dapat bagian shift malam di kantornya. ya aku sendirian di rumah. aku nggak betah sendirian di rumah. ya makanya aku ke sini. tapi sebelum ke sini aku sudah ijin ke rama kog. nenek tenang saja. nggak perlu khawatir. aku dan rama tidak ada masalah kog.. hehehe.."
"yaudah terserah kamu lah."
__ADS_1
"nek kog liat film malam-malam begini. nenek nggak ngantuk?"
"nggak sayang. nenek ingin menemanimu saja."