Suami Bayaran

Suami Bayaran
kecemburuan bagian kedua.


__ADS_3

beberapa jam kemudian akhirnya kami berdua sampai di rumah kami. aku yang tertidur malah di gendong sama rama ke dalam kamar. kemudian rama pun langsung beranjak pergi dari kamar dan mengambil barang milikku dan rama di taruh di sofa di dalam kamar kami. setelah itu,rama melanjutkan aktivitasnya dengan mandi dan bersiap-siap berangkat kerja. beberapa jam kemudian,aku pun terbangun. aku mendapati sudah berada di ranjang kamarku sendiri. aku pun mengingat kejadian sebelumnya.


"aku kan tidur di dalam mobil. kog bisa sudah di sini. apakah rama yang memindahkan aku di sini? dia juga yang menggantikan bajuku dengan baju tidurku dan dia bisa membuatku tidur terlelap tanpa membangunkan aku sedikitpun.lalu napa dia meninggalkan aku hanya sebuah secarik kertas ini yang mengatakan aku harus makan dan harus menjaga kesehatan diri. hmm.. apa dia masih marah sama aku kog tidak membangunkan aku. hmm.. lebih baik aku datang ke tempat kerjanya sebelum dia selesai kerja. mumpung masih jam 21:00. lebih baik aku siap-siap datang ke sana."batinku. aku pun langsung siap-siap. beberapa jam kemudian,saat aku mau berangkat ada yang ingin menelepon aku di malam hari.


dret..dret...dret..


suara bunyi telepon masuk...


"halo..apa benar ini nona ghea arlinda?"


"iya benar. anda siapa?"


"saya dokter wendy. saya wakil dari rumah sakit yang di singapura."


"oh ya.. ada apa dokter?"


"begini nona. pasien yang bernama..."


aku pun mendengar dari dokter wendy kalau ibunya rama tidak bisa di tolong karena menurut medis hidupnya tak kan lama lagi. aku sudah menyuruh dokter wendy menghubungi dokter charles yang dari amerika kata dokter wendy,dokter charles sudah datang dan dalam rapat dokter ibunya rama tidak bisa sembuhkan. aku mendengar begitu terasa sakit sehingga aku menangis karena gagal membantu rama dan gagal menyembuhkan pasien. aku mau menenangkan diri. aku mencoba menelepon dokter kevin.


"ya halo. ada apa ghea?"


"kevin kamu di mana?"


"aku sedang di apartemen. memang napa?"


"aku bingung vin. barusan aku di telepon oleh dokter wendy kalau ibunya rama divonis hidupnya bentar lagi beberapa hari tidak bisa di selamatkan. aku telah gagal. hikz hikz.."


"kamu dimana ghea sekarang?"


"aku di jalan xxx."


"ya sudah tunggu aku di sana. setengah jam lagi aku sampai di sana. tunggu ya?"


"iya vin."


tut...tut...tut..


aku pun menutup telepon dan aku memakirkan mobilku di parkiran. aku pun melipatkan tanganku dengan di dekatkan dengan setiranku untuk menutup mataku. setengah jam kemudian,ada yang mengetuk kaca pintu mobilku dan ternyata kevin sudah datang. aku pun membuka kaca jendelaku. aku pun menyuruh kevin masuk ke dalam mobilku. lalu kevin datang masuk ke dalam mobilku. dengan setia dia mendengar ceritaku tentang kondisi ibunya rama. kemudian kevin pun memberi saran padaku untuk menceritakan kondisi sebenarnya tentang ibunya pada rama.


"Kamu harus menceritakannya pada rama. kalau keputusannya harus meninggalkan kamu atau tidak kamu harus menerima kenyataannya. aku tau kamu mencintainya. aku tau pernikahanmu karena ibunya dan nenek."


"iya benar kamu vin. aku harus jujur padanya."


"kamu nggak usah khawatir. aku selalu di sisimu karena aku masih mencintaimu ghea walau aku tidak di hatimu."kata kevin memegang tanganku. aku pun menepis tangannya.


"maafkan aku vin. aku tidak bisa. karena hatiku hanyalah rama saja itu saja aku tidak tau apakah rama juga memiliki perasaan yang sama denganku. aku tidak memikirkan itu vin."


"sudah. kamu sekarang hapus air matamu. dan pergilah ke kantornya dan temui dia."kata kevin yang menghapus air mataku dengan tangannya yang lembut.


"makasih vin. kamu memang sahabatku. aku sayang kamu vin."kataku yang langsung memeluk kevin.


"napa sih ghea kamu selalu menganggapku sebagai sahabat. padahal sejak kita kecil aku berharap kamulah satu-satunya wanitaku. tetapi sekarang aku sulit melupakanmu. semakin kamu bersama orang lain semakin sakit hatiku. aku juga ikutan sedih bila kamu ikut mengalami penderitaan begini."batin kevin yang akhirnya membalas pelukanku.


"iya ghea. aku janji kan selalu ada untukmu."bisikan kevin padaku.


kemudian kevin pun keluar dari mobil ku. aku pun menyalakan mesin mobilku dan melambai tanganku pada kevin.


"sampai jumpa vin. thanks vin. dah vin.."


"iya ghea. dah juga.. hati-hati di jalan.."


aku pun memutar setir dan melaju mobilku ke kantor rama.


di tempat cafe rama...


"malam yanto. apa ada kak rama?"


"oh nadia. ada kog. tunggu di sana dulu. aku panggilkan dia dulu."


"oh ya terima kasih to.."


"iya.."kata yanto dengan tersenyum pada nadia. yanto pun masuk ke dalam dapur dan memanggil rama keluar karena ada nadia yang ingin bertemunya.


"tuh ram. nadia sudah datang. sudah waktunya kamu bilang ke dia. karena sepertinya dia tau soal perkawinanmu kalau perkawinanmu hanyalah sebuah kontrak."


"iya yanto. thanks. kalau gitu pegang celemek ini dulu. aku ke sana dulu."


"oke bro.."kata yanto yang langsung menerima celemeknya rama dan menaruh celemeknya di meja. yanto pun melanjutkan pekerjaannya. sedangkan rama pun mendekati nadia.


"hai nadia."

__ADS_1


"hai juga kak rama. apakah aku telah mengganggumu?"


"oh tidak kog. tidak apa-apa. memang ada apa?"


"aku datang ke sini cuman ingin memastikan apakah yang ku dengar itu benar atau tidak."


"memang kamu mendengar apa?"


"aku mengetahui perkawinanmu dengan kak ghea hanyalah sebuah kontrak saja. karena ibumu kan. berarti kalau ibumu sembuh apakah kita bisa kembali kak?"


"maaf dik. aku tidak bisa."


"memang napa kak?"


"aku tidak mau menjadi lelaki tidak bertanggung jawab. aku memang sudah memiliki perjanjian dengan ghea. tapi aku tidak bisa."


"napa tidak bisa kak? tapi apakah kakak mencintai kak ghea?"


"aku memang tidak mencintai ghea karena terpaksa menerima kawin kontrak begini. tapi gimana lagi waktu itu aku membutuhkan uang untuk biaya ibu."


"bolehkah aku meminta kakak untuk memeluk ku sebentar saja kak?"


-----------------------------------------------------


Di tempat parkiran..


"dokter ghea."


"eh kamu ririn."


"loh kakak kenapa tidak masuk dulu. kan ada kak rama di dalam."


"enggak papa kog."


"kog dokter menangis? Apa kak rama menyakiti dokter?"


"oh nggak. aku kelilipen nih kena debu..hehehe.."


"beneran dokter nggak papa."


"nggak papa kog. oh ya ririn tolong sampaikan pada kak rama ya ini kalau ibunya kurang seminggu lagi ibunya tidak bisa di selamatkan karena pihak medis tidak bisa. aku sudah meminta tolong dokter charles dari amerika pun tidak bisa. tolong sampaikan kalau aku meminta maaf atas melanggar janjiku padanya. bentar aku mau menulis surat untuknya. tunggu ya. aku mau masuk mobilku untuk menulis surat untuknya."


"iya dokter.aku kan tunggu."


"tolong beritaukan aku tidak bisa menemani dia di singapura. kalau perlu ajak nadia juga nggak papa ke singapura. karena ku melihat rama masih mencintai nadia."


"memang dokter sendiri nggak bisa menemani rama?"


"karena aku ada urusan pekerjaan di perancis. jadi mendadak hari ini aku harus berangkat. yaudah aku pergi dulu. terima kasih ririn semuanya.."


"iya dokter pasti ku sampaikan pada kak rama. hati-hati di jalan dokter."


"iya terima kasih rin. dah rin."kataku yang langsung masuk mobil dan aku pun menyalakan mobil ke pantai. karena hatiku sendiri terasa sakit hati mendengar perkataan tadi yang telah aku menguping pembicaraannya dengan nadia.


"napa tidak bisa kak? apakah kakak mencintai kak ghea?"


"aku memang tidak mencintai ghea karena terpaksa menerima kawin kontrak begini. tapi gimana lagi waktu itu aku membutuhkan uang untuk biaya ibu."


"bolehkah aku meminta kakak memelukku sebentar saja kak?"


kemudian ku melihat rama dan nadia saling memeluk mesra. aku pun langsung pergi.


jadi selama ini rama tidak mencintaiku. kalau memang tidak mencintaiku napa rama mengambil perawanku. sudahlah aku sudah membuktikan aku sangat mencintainya dengan memberikan keperawananku untuknya. aku lebih baik kembali rumah sebelum rama datang ke rumah. aku harus mengambil barangku semuanya. setengah jam kemudian,aku pun sampai di rumah. aku pun tergesa-gesa mengambil baju di dalam koperku. setelah semua barang sudah di kemasi ke dalam koper,aku pun meninggalkan rumah ini. aku pun tak lupa memesan tiket pesawat ke perancis.


saat di bandara sambil menunggu panggilan aku pun langsung menelepon nenek.


"halo nek."


"halo sayang. ada apa telepon nenek sayang?"


"nek aku sudah di bandara mau pergi ke perancis."


"loh ada apa sayang kog tiba-tiba ingin ke sana?"


"nanti saja nek kalau aku sudah di perancis aku ceritakan ke nenek. tapi sebelumnya aku meminta nenek jangan beritau aku di mana ke rama ya nek. aku mohon nek. tapi dua hari lagi aku mau ke singapura dan sehabis dari singapura aku pulang. nenek jangan khawatir ya dan jaga kesehatan juga jaga anak-anakku ya nek."


"iya sayang."


"nek sudah ya aku mau masuk pesawat. jangan lupa pesenku ya nek. ghea sayang nenek,ronald dan rosita. dah nek.."


"hati-hati di jalan ya sayang. jangan lupa kabarin nenek kalau sudah di sana."

__ADS_1


"iya nek."


tut..tut..tut..


aku pun masuk pesawat.


------------------------------------------------------


"kak rama."


"iya dik rin. ada apa?"


"tadi siapa?"


"itu nadia ingin bertemu aku. memang ada apa dik?"


"pantesan ada nadia kog dokter ghea berlari-lari seperti menangis."


"bentar. kamu bilang apa dik? ghea datang ke sini ta?"


"duh kakak. memang kakak tidak tau kalau dokter ghea datang ke sini?memang kakak tidak bertemu dia?"


"tidak tau. sumpah aku tidak bertemu dia. makanya aku bertanya padamu apa ghea datang ke sini."


"baiklah. aku kan beritau ke kakak. Iya memang tadi aku bertemu dia sedang berlari-lari sambil menangis begitu. dan dia memberikan surat dan atm buat kakak. dia juga berpesan kalau dia tidak bisa menemanimu ke singapura. dia bilang ibumu butuh kamu dan kamu harus ke singapura. dia juga bilang di rumah di meja ada tiket pesawat ke singapura. kalau ada apa-apa kamu di suruh gesek kartu itu. untuk pinnya ada di surat yang dia tulis buat kakak. makanya kakak baca dulu suratnya."


"iya dik. makasih."kata rama.kemudian rama duduk di ranjang di kamar yang sudah di sediakan oleh cafe itu untuk pegawainya.


isi surat dari ghea untuk rama.


*untuk suamiku tercinta,Rama.


maafkan aku tidak bisa menepati janjiku ke kamu untuk menyembuhkan ibumu. tapi aku sudah berjuang mencarikan dokter terbaik untuk kesembuhan ibumu. menurut diagnosa ibumu sebentar lagi tidak lama hidup. karena itu aku menyuruhmu berangkat sendiri atau kamu mengajak nadia untuk bertemu ibumu. maaf juga tadi ku mendengar pembicaraan mu dengan nadia. aku tau dan ku sadar ku tidak pantas untukmu dan maafkan aku telah menekan dirimu. aku juga tau dari dulu cintamu hanya untuk nadia seorang. karena tugasku selesai membantu ibumu,sesuai perjanjian kita aku kan mengurus perceraian kita setelah ibumu tiada nanti. oh ya titip salam buat ibumu kalau maafkan aku telah menjadi menantu yang tidak baik buat ibumu dan tidak bisa membahagiakan kamu. oh ya aku juga memberitahu padamu memang dari dulu aku tidak pernah memiliki cinta kepada siapapun. hanyalah untukmu saja,aku menyimpan cinta ini di hatiku. tetapi nggak papa kog. aku justru senang kamu bisa bahagia dengan nadia. oh ya itu kartu kredit tidak ada limitnya dan km tinggal bebas memakainya. itu pinnya 581118. dan mengenai rumah itu dari dulu aku sengaja memberikan untukmu dan ibumu. itu rumah atas namamu. kalau kamu sudah memakai kartu itu kamu ingin mengembalikan kembalikan saja ke nenek. mengenai surat rumah ku simpan di laci lemari. uang yang pernah kamu berikan padaku udah tak simpan di atmmu atas namamu. dan atm itu juga ku simpan di laci. maafkan aku tidak memakai uang mu sepersen pun karena aku bukan wanita yang kamu cintai sehingga nggak pantas aku memiliki nya. yaudah ya aku berangkat dulu ke bandara karena ada tugas mendadak.


 


from,


istrimu,


Ghea Arlinda*.


 


"apa ghea mendengar pembicaraanku kalau aku tidak mencintai dia padahal itu dulu. sekarang aku baru sadar aku juga mencintainya. ini benar salah paham. aku harus mencegah ini. padahal aku sudah memutuskan nadia untuk tidak bertemu kembali dan mengganggu pernikahanku dengan ghea. aku harus bagaimana bu..udahlah aku harus ke singapura. setelah ke singapura baru aku mencari ghea."batin rama.


------------------------------------------------------------


waktunya pulang kerja,rama pun bersiap-siap pulang dan tak lupa meminta manager cafe untuk ijin cuti dua minggu karena ada urusan di singapura karena ibunya. akhirnya manager cafe pun mengijinkan. kemudian rama pun sampai di rumah,dia pun melihat pesan dari ghea mengenai surat rumah dan atmnya.kemudian rama pun menyiapkan persiapan untuk keberangkatan ke singapura.


ting tong..


suara bel rumah..


"eh rama. ada ghea apa tidak?"


"ghea kurang tau aku vin."


"kog nggak tau sih. kamu apain ghea? kan kamu suaminya."


"maafkan aku vin. ini sepertinya ada kesalah pahaman antara aku dengan dia. tapi maaf aku tidak ingin kamu mencampuri urusanku dengan ghea. dan maaf aku tidak bisa meladeni pertengkaran denganmu karena aku tidak ada waktu dan aku harus ke singapura karena ini aku baru di kabarin sama ghea."


"memang ibumu napa ram?"


"menurut diagnosa ibuku tidak bisa hidup lama. maafkan aku buru-buru ke bandara."


"apa mau bareng denganku ku antar sekalian ke bandara lagipula ku ingin ke rumah neneknya ghea?"


"okelah terserah kamu vin."


"yaudah ayo masuk mobilku."


kemudian aku dan kevin ke bandara. beberapa jam kemudian aku dan kevin pun tiba di bandara.


"vin sudah ya aku masuk dulu. thanks ya sudah mengantarkan akuke bandara. dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalahku dengan ghea. setelah urusan ibuku selesai aku kan menyelesaikan."


"baiklah. itu terserah kamu. aku tidak kan mencampuri. cuman pesenku kamu jangan menyakiti perasaan ghea. mengerti kamu."


"iya vin. baiklah aku pergi. bye vin."


"iya hati-hati di jalan. bye juga."

__ADS_1


lalu rama pun masuk ke pesawat sedangkan kevin pulang dan kan pergi langsung ke rumah nenek untuk ingin informasi tentang ghea.


__ADS_2