Suami Bayaran

Suami Bayaran
acara kehamilan andriana


__ADS_3

"permisi tuan. tadi tuan memanggil saya?"kata ketua pelayan pada Rama.


"iya. saya ingin kamu mendatangi rumah yang sudah aku beli kemarin dan aku ingin kamu mendekorasi rumah saya. juga siapkan makanan yang lebih bagus dan buatlah acara ini spesial karena aku ingin membuat semua orang tau kalau istriku hamil. dan aku ingin doa para undangan supaya lancar kehamilan istriku."kata Rama pada ketua pelayan.


"tetapi Rama,kapan kamu mengadakan acara ini? bukankah ini terlalu spesial?"tanya asisten rama,sekaligus teman dekatnya,hendrikus.


"tidak apa-apa,ini acara sekali seumur hidup untuk anakku. aku ingin anakku merasakan kasih sayang dan keselamatan untuknya.aku ingin mengadakan acara ini lusa ini."kata Rama pada hendrikus.


"baiklah. itu urusanmu. lalu,apa tugasku di sini?"tanya hendrikus pada Rama.


"aku ingin kamu memberikan undangan kepada para undangan yang sudah ku tentukan."kata Rama padanya.


"baiklah. kalau sudah tidak ada urusan,aku kan pergi. permisi."kata hendrikus yang langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Rama. Rama langsung membereskan berkasnya di mejanya. kemudian,Rama berjalan menuju dapur dan membuat susu untuk Andriana. saat Rama sedang mengaduk susu untuk Andriana,Rama sedang melamun memikirkan dirinya sendiri.


"sepertinya aku harus merubah ini,karena Andriana sedang hamil dari aku. aku harus memikirkan kehamilan Andriana. aku tidak boleh egois. aku harus melupakan ghea walau dia masih di hatiku. maafkan aku Ghea,aku dari dulu memang tidak pantas dicintai. Andriana pasti sedang menungguku. aku harus memberikan susu ini supaya janin yang ada dalam perutnya akan membaik."batin Rama pada diri sendiri. kemudian,Rama membawa susu itu ke Andriana. setelah menemukan Andriana,Rama menaruh susu itu pada Andriana yang sedang senam.


"aku membawakan susu untukmu. aku taruh di sini ya. setelah senam,jangan lupa di minum susunya."kata Rama pada Andriana.


"iya sayang. aku pasti meminumnya untuk kesehatan janin kita. terima kasih sayang sudah membuatkan untukku."kata Andriana pada Rama.


"iya sama-sama. oh ya,besok pagi-pagi kita harus sudah pindah ke rumah kita yang baru. kemarin,aku sudah mendapatkan rumah untuk kita bertiga. kamu,aku dan anak kita. untuk apartemen ini sementara kita sewakan saja untuk orang lain. aku tidak ingin kita tinggal di sini karena tidak bagus seorang ibu hamil tinggal di tempat yang tinggi. maka dari itu,aku membelikan ini untuk kita bertiga supaya kehamilan kamu ini bisa terjaga dengan baik."kata Rama pada Andriana. Andriana mendengar kata Rama seperti itu menjadi senang sekali.


"terima kasih ram. aku sangat mencintaimu."kata Andriana pada Rama yang langsung memeluk Rama.


"iya. maafkan aku selama ini mengacuhkan kamu. aku janji setelah ini,aku tidak kan seperti itu lagi. aku kan membuat ini menjadi keluarga yang hangat seperti pada umumnya."kata Rama pada Andriana.


"terima kasih sayang."kata Andriana yang langsung mencium bibir Rama. Rama pun membalas ciumannya. Rama merasa harus membuat Andriana bahagia.


GHEA POV


di Surabaya,,


"ukh...sakit banget."kataku yang sedang memegang kepalaku sendiri. lalu,aku melihat riano sedang tertidur di bawah sambil menungguku. aku pun membangunkan riano.


"riano,bangun... aku sudah bangun sekarang."kataku pada riano. riano pun terbangun melihat aku dan langsung memegang tanganku.


"Ghea,maafkan aku telah terlambat menjagamu saat kamu membutuhkan seseorang."kata riano padaku yang langsung memelukku. aku pun terkejut dengan sikap riano padaku.


"ada apa sebenarnya?"tanyaku pada riano.


"kemarin aku dengar kamu menangis karena melihat koran kalau istrinya Rama sedang hamil. bahkan aku mendengar,Rama mengundang orang yang kenal dengannya kan datang ke acara di rumahnya yang baru dan kehamilan istrinya. sedangkan Aku telah terlambat datang menghiburmu."kata riano padaku.


"aku sudah tidak apa-apa. aku males bahas ini lagi riano."kataku dengan lesu pada riano.


"ya sudah. aku kan buatkan sarapan untukmu. lebih baik,kamu berbaring saja di tempat tidur, setelah selesai masak,aku langsung menghampirimu."kata riano padaku. aku hanya mengangguk kepala dan terbaring di tempat tidur. riano langsung pergi dari kamarku dan membuatkan sarapan untukku. sambil menunggu riano,aku membuka ponselku. aku melihat ada beberapa pesan baru di WhatsApp.


*Ghea,ini aku Kevin. apakah kamu mendengar kabar tentang Rama? kalau kamu sudah mendengarnya,kamu jangan menangis ya karena sampai kamu menangis,aku kan memukul Rama sampai babak belur. aku tidak ingin kamu sakit hati karenanya.


 


by Kevin.


 


"*dokter Ghea,apakah hari ini bekerja?"


by dokter beni*.


aku melihat pesan ini dan langsung membalas pesan ini.


*iya dokter. aku sepertinya lagi tidak enak badan. untuk hari ini,aku ijin tidak masuk kerja dulu.


send untuk dokter beni.


aku baik-baik saja Vin. iya kemarin aku sudah mendengarnya dari surat kabar. kamu lebih baik memikirkan pertunanganmu dengan Shasha. tidak usah mengurus Rama lagi,aku dan dia sudah tidak ada hubungan lagi. aku saat ini memikirkan pekerjaanku dulu belum memikirkan yang namanya cinta.


send untuk kevin*...


aku pun memainkan game supaya tidak bosan menunggu riano. beberapa menit kemudian, riano masuk ke kamar membawa sup,nasi dan jus untukku.

__ADS_1


"thaaarrraa...makanan sudah siap..."kata riano padaku.


"hmmm.. yummy... baunya enak.. jadi tambah lapar aku..hehehe..."kataku yang langsung tersenyum pada riano.


"eits...kamu lebih baik terbaring saja. biar aku yang menyuapi kamu."kata riano padaku.


"tapi.."kataku yang langsung terpotong pada riano.


"sudah,kamu lebih baik menurut saja. oke?"kata riano yang memerintahku menurut. aku hanya diam dan menganggukkan kepala.


"bagus,anak manis. aaaa dunk..."kata riano padaku yang langsung menyuapiku makanan.


aku pun mengunyah makanan.


"hari ini aku tidak bekerja. aku ingin jalan-jalan. aku tadi udah ijin ke direktur rumah sakit."kataku pada riano.


"iya aku mengerti. hari ini kita jalan-jalan."kata riano padaku.


"kita berdua?"tanyaku dengan singkat pada riano.


"iya kita berdua. ada apa Ghea?"tanya riano padaku.


"tidak apa-apa. tapi,kamu tidak bekerja kog malah jalan-jalan berdua sama aku."kataku dengan polos pada riano.


"aaaaa... lagi.. tidak apa-apa. aku ingin menemanimu sebagai tebusanku kemarin tidak menghiburmu. untuk urusan kerjaan aku sudah menyerahkan pada asistenku."kata riano padaku. sambil mengunyah makanan,aku mendengar perkataan riano padaku.


"iya. baiklah. terserah kamu saja."kataku pada riano.


"nah begitu. hari ini kamu ingin kemana?"tanya riano padaku.


"aku hanya ingin ke pantai saja. tidak lebih dari itu, aku hanya ingin hunting saja."kataku pada riano.


"hmmm..kebetulan banget. di Surabaya juga ada beberapa tempat yang cocok untuk hunting. nanti akan ku tunjukkan tempatnya. sekarang habiskan dulu makananmu,oke?"kata riano padaku.


"iya."balasku yang sedang mengunyah makanan.


di Jakarta,


tok tok tok...


suara ketukan pintu...


"dokter,maaf mengganggu,nona Shasha ingin bertemu."kata perawat pada kevin. Kevin pun mengijinkan dan menyuruh perawat mempersilahkan Shasha masuk ke ruangannya.


"kakak.."kata Shasha pada Kevin.


"ada apa sayang? kangen sama aku nih?"tanya genit Kevin pada Shasha.


"idih kepedean deh.. aku hanya ingin tau kabar kak Ghea gimana?"tanya Shasha pada Kevin.


"oh datang hanya begitu saja."kata Kevin dengan kesal dan langsung mengacuhkan Shasha begitu saja.


"aduh kakak. gitu saja ngambek. mmmuuacch.."kata Shasha yang langsung mencium pipi Kevin tetapi Kevin malah membalikkan mukanya dan mencium bibir Shasha dan langsung membuat Shasha duduk di pangkuan Kevin.


"aahh.. kakak.. nakal deh.. ini tempat kerja kak."kata Shasha pada Kevin.


"aku sangat tidak tahan ingin melanjutkan lebih lagi Shasha. tubuhmu sangat ku inginkan begitu juga hatimu pun hanyalah milikku saja. rasanya aku tidak sabar ingin menjadikan kamu sebagai istriku."kata Kevin pada Shasha.


"kakak. aku sebentar lagi wisuda. aku janji setelah ini kita menikah. aku sangat mencintaimu kak."kata shasha yang langsung ******* bibir Kevin dan memainkan lidah bersama dengan Kevin. Kevin pun membalasnya. kemudian,Kevin pun membisikkan sesuatu pada Shasha.


"aku juga sangat mencintaimu,hatimu dan tubuhmu hanya untukku saja. orang lain tidak boleh memilikinya."kata kevin pada shasha. kata-kata Kevin membuat Shasha memerah Rona pada wajahnya.


"Ghea kemarin sudah tak kirim pesan via WhatsApp menanyakan kabarnya tentang kabar Rama."kata Kevin yang langsung serius pada Shasha.


"terus?"tanya Shasha pada Kevin.


"iya dia balas kalau dia baik-baik saja. rasanya aku ingin memukul tuh orang yang bernama Rama. tetapi Ghea melarang aku untuk tidak mengurus kembali malah menyuruh aku memikirkan hubungan kita berdua. oh ya sayang, malam ini temani aku ya di apartemen. aku sendirian."kata kevin manja pada Shasha.


"perasaan dari dulu kakak selalu sendirian ya.."kata Shasha pada kevin.

__ADS_1


"kamu itu ya gak tanggap sekali saja pada tunanganmu ini. padahal tunanganmu ini butuh perhatianmu. dari kemarin kamu sibuk terus urusan kuliahmu."kata Kevin yang pura-pura kesal pada Shasha.


"iya..iya.. duh kakak jangan marah. aku kan tidur di apartemen bersama kakak."kata Shasha yang masih di pangkuan Kevin dan langsung kedua tangan Shasha merangkul di leher Kevin. Kevin yang tak sabar dengan sikap Shasha yang begini langsung menciumnya kembali.


tok tok tok...


suara ketukan pintu yang membuat ciuman Kevin dengan Shasha terhenti. kemudian,Kevin dan Shasha merapikan pakaiannya masing-masing.


"iya masuk."kata Kevin dengan tegas.


"maaf dokter. saya ke sini menyerahkan berkas dari departemen keuangan."kata administrasi rumah sakit pada Kevin.


"iya taruh saja di meja. tolong panggilkan perawat Nina ke ruangan saya."kata dokter Kevin pada administrasi rumah sakit.


"baik dokter. saya permisi."kata administrasi rumah sakit pada Kevin.


kemudian, perawat Nina masuk ke ruangan Kevin.


"ada apa ya dokter?"tanya perawat Nina.


"tolong kalau saya lagi sama tunangan saya,jangan ada yang mengganggu saya."kata Kevin pada perawat Nina.


"iya dokter. maaf."kata perawat Nina.


"udah kak Kevin. kamu ngapain begini."kata Shasha dengan sabar pada Kevin.


"ya sudah kamu boleh pergi sekarang."kata Kevin pada perawat Nina.


"iya dokter. permisi dokter,nona Shasha."kata perawat Nina.


"dokter Kevin selalu suka marah-marah. untung nona Shasha sabar dan tidak sombong selalu ramah. coba ada dokter Ghea rumah sakit ini lebih nyaman. sejak di tangani dokter Kevin rumah sakit ini menjadi ketat."batin perawat Nina yang langsung pergi dari ruangan Kevin.


"aku kesal aja. aku ingin berduaan sama kamu malah di ganggu. ada aja gangguannya."kata Kevin pada Shasha.


"hmmm.. hahaha..."kata Shasha yang malah tertawa mendengar ucapan Kevin.


"loh kog malah ketawa sih."kata kevin pada shasha.


"oke. oke.. sayang.. aku kan berhenti tertawa. tapi kamu jangan marahin pegawaimu. kasian mereka. mereka tidak salah. lagipula tunanganku ini kan keriput dini bila sukaannya marah"kata Shasha yang langsung memegang kepala Kevin.


"kamu itu ya..tak cium loh.."kata Kevin pada Shasha.


"ih kakak. mesum deh.."kata Shasha pada Kevin.


"biarin. kan kamu kelak istriku. aku kan melakukan apa saja untukmu sayang."kata Kevin yang langsung membuat Shasha terduduk di pangkuan Kevin.


"ih kakak."kata Shasha pada Kevin.


Kevin hanya tersenyum saja pada Shasha.


GHEA POV...


di Surabaya,,,


"akhirnya sudah habis makanan ini. sekarang kamu siap-siap ya,aku mau mencuci piring dan gelas ini ke dapur."kata riano padaku. aku hanya mengangguk kepala dan bersiap mandi ke kamar mandi.


setengah jam kemudian,aku telah siap berangkat dan menemui kamar riano. aku pun tak lupa mengetuk kamar riano. aku sudah mengetuk pintu kamar riano,riano tidak menjawab. lalu,aku langsung pelan-pelan masuk ke kamar riano. dan ternyata riano sedang mandi. aku pun langsung keluar dari kamarnya. tetapi,sebelum aku membuka pintu kamar untuk keluar kamarnya, riano sudah keluar dari kamar mandinya.


"Ghea,ada apa?"tanya riano padaku dan aku pun langsung menoleh pada riano. aku pun melihat tubuh kekar riano yang sixpack dengan balutan handuk yang menutupi bagian bawahnya. keadaan ini membuatku terkagum atas pandangan ini. aku langsung tersadar dan langsung membalikkan badan untuk tidak menoleh lagi melihat riano lagi.


"aku.. aku hanya ingin... menemuimu saja.. apakah kamu sudah siap apa belum?"tanyaku yang langsung gagap pada riano.


"oh tidak apa-apa."kata riano yang langsung memegang tanganku,aku pun langsung di tarik di pelukan riano.


"Ghea,aku sangat mencintaimu. kalau kamu suka denganku tidak apa-apa. aku sangat senang sekali."kata riano.


deg..deg..deg.. suara jantung berdegup dalam diriku. ada apa ini? aku tidak pernah begini pada Rama. kenapa aku begini.


"aku.. kamu harus memakai pakaianmu. aku kan keluar menunggumu siap. kalau begini terus nanti kan kesiangan kita berangkatnya."kataku yang langsung gugup pada riano.

__ADS_1


"baiklah. aku kan ganti pakaian."kata riano padaku. aku pun langsung lari pergi dari kamar riano. wajahku kenapa menjadi memerah begini. riano melihatku hanya tersenyum saja.


"Ghea,aku kan membuatmu jatuh cinta padaku dan melupakan Rama. hanya kamulah milikku. tak boleh siapapun memiliki dirimu."batin riano.


__ADS_2