Suami Bayaran

Suami Bayaran
cerai bagian kedua.


__ADS_3

Rama POV


terasa lelah sekali karena dari tadi mengurus pekerjaan. aku pun tertidur di kursi empuk yang biasa ku pakai yang setia menemani aku saat bekerja. tiba-tiba ada suara ketukan pintu pada ruangan kerjaku. ternyata Andriana yang masuk ke ruangan kerjaku. Andriana selalu tidak pernah ketuk pintu bila masuk ruangan ku sejak dia menanam saham pada perusahaan ini.


"siang sayang. aku datang ke sini mau ngajak kamu makan siang,apakah kamu mau?"tanya Andriana padaku.


"iya boleh. kebetulan aku sudah tidak ada pekerjaan lagi. ayo kita berangkat sekarang."kataku. lalu,kami berdua pun pergi ke restoran yang di pilih Andriana untuk makan siang bersama. lalu kami berdua menikmati makanan yang di sajikan di restoran ini.


"gimana pekerjaanmu ram?"tanya andriana.


"baik saja. oh ya aku Minggu besok ingin ke Jakarta. seperti sebelumnya yang sudah ku katakan padamu,aku ingin mengurus perceraian dan mengunjungi makam ibuku. apakah kamu tetap tinggal di sini menungguku pulang atau kamu ikut bersamaku ke sana?"tanyaku pada Andriana.


"hmmm.... ya aku mau banget ikut kamu."kata Andriana dengan senang hati.


"baiklah. nanti Rick kan mengurus ini semuanya. kamu tidak perlu khawatir soal ini."kataku.


"terima kasih sayang karena sudah mengajakku ikut bersamamu. lagipula aku sudah kangen ke Jakarta. sejak orang tuaku tiada,pamanku menyuruh aku tinggal di sini supaya aku bisa selamat."kata Andriana.


"oh gitu."kataku.


"apakah kamu tidak tau dan tidak ingin tau penyebab orang tuaku tiada,ram? jujur ram,aku semakin dekat dirimu aku mencintaimu,padahal sebelumnya aku ingin membalas dendamku pada masa lalu keluargamu yang membunuh orang tuaku."batinku. Andriana hanya tersenyum padaku. setelah selesai makan siang,kami berdua kembali ke kantor. aku pun menyelesaikan pekerjaan di ruangan kerjaku, sedangkan Andriana setia menemaniku dengan menyalakan laptop kesayangannya.


GHEA POV


di Jakarta..


di TPU San Diego Hills...


aku dan riano pun ke pemakaman ibunya Rama.


"selamat siang ibu. maafkan aku,aku baru hari ini menjengukmu. dan maafkan aku juga,aku tidak bersama Rama. malah aku bersama dengan orang lain. aku dulu pernah berjanji sama ibu untuk selalu mendampingi Rama tetapi aku telah gagal menjadi seorang istri. malah Rama menceraikan aku. memang ku akui awalnya aku belum memikirkan yang namanya cinta,setelah ku jalani bersama Rama,aku baru mengetahui ini namanya cinta. tapi ternyata Rama masih mengingat kataku yang dulu kalau ini hanyalah pernikahan kontrak. aku tau ini salah Bu. aku ingin menebus kesalahanku pada ibu dan Rama dengan menjalani pernikahan ini sampai selamanya. tetapi aku gagal menebus kesalahanku ini. karena itu aku datang ke sini untuk memberi tahu padamu,Bu,kalau aku meminta maaf atas kesalahanku yang sudah ku lakukan padamu dan Rama. semoga ibu tenang di sana."kataku dengan air mata yang membasahi pipiku. riano yang melihat aku menangis di depan makam ibunya Rama menjadi tidak tega dan malah mengelus tanganku untuk bersabar.


"Ghea,kamu tidak perlu begini. cukup kamu meminta maaf dan kamu sudah melakukan yang terbaik tapi di mata Rama kamu telah gagal,tapi di mataku,kamu sudah cukup melakukan yang terbaik. ibunya Rama pun di sana juga tau kebaikanmu selama ini."kata riano yang menyentuh hatiku.


"terima kasih riano."kataku yang langsung mengusap air mataku yang sudah membasahi pipiku.


"maaf Tante,saya sebagai teman Ghea juga meminta maaf atas nama Ghea yang selama ini pada Tante dan Rama. karena itu,kami berdua ingin pergi dan harus menyelesaikan masalah ini yaitu perceraian antara Ghea dengan Rama. kami permisi dulu."kata riano dihadapan makam ibunya Rama. lalu riano mengajak aku pergi dari makam ibunya Rama. setelah itu,aku bersama riano melanjutkan perjalanan ke makam orang tuaku.


di TPU gunung gadung,Cipaku,Bogor.


"ini makamnya siapa?"tanya riano padaku.


"ini pertama kalinya aku membawa seorang lelaki ke makam orang tuaku. maaf sudah merepotkan kamu,riano."kataku yang sedang berjalan bersama riano.


"tidak apa-apa Ghea. asal kamu senang aku pun juga ikutan senang. aku tidak masalah bisa bersamamu. kalau bisa kebersamaan ini bisa selamanya."kata riano yang tidak sengaja berkata seperti begitu pada ghea. aku menanggapi hanya terdiam karena tidak tau harus menjawab bagaimana. selang beberapa menit kemudian,kami berdua telah sampai di makam orang tuaku.


"papah mamah. maaf aku baru saja hari ini menjenguk kalian. aku akhir-akhir ini sibuk banget sehingga tidak sempat berkunjung ke sini. jujur di dalam hatiku,aku sangat rindu pada kalian. andai saja ada kalian di sini,aku sangat senang sekali. tapi sayangnya tidak bisa. oh ya aku mengajak temanku,kenalin ini riano."kataku yang langsung memegang tangan riano di hadapan makam orang tuaku.


"om Tante. saya riano,calon menantu om Tante. senang berkenalan dengan om Tante."kata riano dengan senang hati.


"riano. kamu ini."kataku.


"sudahlah,biar orang tuamu senang mendengarnya."bisik riano pada telingaku. aku hanya diam saja.


"pah,mah,aku sebenarnya sudah menikah dengan pria tapi sayangnya hubungan kami tidak bisa akur kembali. aku sebenarnya sudah membayangkan kapan aku bisa memiliki rumah tangga seperti mamah dan papah yang saling mencintai sampai akhir hayat. tapi aku tidak bisa seperti begitu. coba ada papah mamah masih di sini,aku sangat ingin menceritakan dan meminta nasihat pada papah mamah. sedangkan nenek sudah tua dan aku tidak ingin nenek sering memikirkan masa depanku. walau begitu,aku sudah berjanji sama papah mamah kalau aku tetap menjaga nenek."kataku dengan sedih.

__ADS_1


"semoga papah mamah di sana selalu bahagia dan tenang di sana."kataku.


"pah,mah,langit akan gelap,aku dan riano pulang dulu. aku janji kan datang di sini bersama suamiku yang baru yang memang mencintaiku tulus. dah pah mah."kataku yang langsung mengajak riano pulang dan riano pun tak lupa juga ikutan pamit dengan orang tuaku. setelah sampai di dalam mobil kami berdua pun pulang bersama. tetapi riano mengajakku dinner di cafe. saat kami berdua sedang makan bersama riano mengajakku berbicara sebentar.


"lalu,selanjutnya apa lagi rencanamu?"tanya riano padaku.


"aku tidak tau. mungkin aku hanya pasrah saja dan mengikuti alurnya hidup ini."kataku dengan lemas.


"apapun keputusanmu aku selalu mendampingi kamu. bila ada yang sedikit menyakitimu,aku tidak segan-segan kan memberi dia pelajaran supaya tak ada yang berani mengganggumu atau pun melukaimu. aku janji Ghea. aku sangat mencintaimu Ghea."kata riano.


"terima kasih riano. tapi maaf aku tidak bisa menjawab cintamu karena aku sedang galau.aku harap kamu mengerti kondisiku saat ini."kataku padanya.


"aku tidak masalah Ghea."kata riano dengan tersenyum. setelah dinner,kami berdua pulang ke rumah. sesampai di rumah,riano balik ke penginapannya. sedangkan aku langsung tidur karena kecapekan. tiba-tiba Shasha masuk ke kamarku dan menemuiku.


"kakak,apakah sudah tidur?"tanya shasha padaku.


"belum. ada apa sha?"tanyaku.


"aku cuman tanya kakak kog baru pulang jam segini. habis dari mana. kak Kevin sangat khawatir dan bolak balik hubungi riano."kata Shasha.


"aku tidak apa-apa. kamu dan Kevin tidak perlu khawatir. tadi aku cuman ke makamnya ibunya Rama dan orang tuaku. aku cuman kangen saja sama mereka."kataku dengan tersenyum.


"oh begitu. baguslah kalau tidak apa-apa. takutnya ada kaitannya dengan tadi pagi. oh ya kak atas nama kak Kevin,aku minta maaf atas kelakuan kak Kevin yang tiba-tiba marah sama kakak. dan tadi pagi aku sudah berusaha menenangkannya."kata Shasha.


"iya aku sudah mengerti. dan tidak perlu minta maaf. tidak apa-apa."kataku.


"yaudah kalau begitu. sudah malam. kakak tidur saja. aku ke kamar dulu ya kak. selamat malam kak dan selamat tidur."kata Shasha. aku hanya tersenyum dan berbaring di ranjang dengan selimut yang menghangatkan badanku di malam hari yang dingin.


esoknya...


kediaman keluarga Djatmiko..


"selamat pagi nenek,kakek,Kevin dan Shasha."kataku dengan senyum.


"selamat pagi sayang."kata nenek dan kakek dengan bersamaan.


"ehem,,tumben kamu semangat pagi gini Ghea?"tanya kevin.


"hmmm,,gak papa dunk.. suka aku.."kataku.


"udahlah kakak,jangan terus mengganggu kakak ghea.kasian kakak ghea."kata Shasha.


"tuh bener kata Shasha. lebih baik kamu tuh Vin makan sana gih."kataku.


"hmmm.. ya ya.."kata Kevin.


"sayang,pagi gini kamu mau rencana kemana?"tanya kakek.


"aku kerja kek,sudah sebulan aku belum ke rumah sakit.kan aku kepala rumah sakit."kataku.


"ikut aku saja ya sekalian aku ya ke rumah sakit sekalian aku ya mau anterin Shasha."kata Kevin.


"nggak usah Vin. ntar aku jadi obat nyamuk buat kalian berdua. hehehe.."kataku.


"kamu itu ya mesti deh."kata Kevin.

__ADS_1


"nggak papa kog kak kalau ikut berangkat bersama-sama."kata Shasha. aku bingung sebenarnya pengen berangkat sendiri tapi Kevin dan Shasha memaksaku ikutan berangkat bersama-sama. oh,Tuhan semoga aja ada ide baru yang bisa menolongku supaya tidak ikut dengan Kevin dan Shasha. batinku. Lima menit kemudian, tiba-tiba ada riano datang ke ruangan makan dan menyapa kami semuanya.


"selamat pagi semuanya."kata riano dengan tersenyum.


"eh ada nak riano. sini makan bersama."ajakan nenek.


"tidak usah nek. tidak usah repot-repot. aku tadi sudah sarapan pas di jalan. lain kali aja ya nek. aku pasti mencicipi masakan nenek."kata riano dengan senyum.


"nah ada riano. aku berangkat sama riano aja ya. Kevin dan Shasha lain kali aja ya aku ikut kalian. maaf ya?"kataku yang langsung menyela.


"baiklah,"kata Kevin dengan menghela napasnya. aku dan riano pamit sama nenek dan kakek. lalu riano mengantar aku ke rumah sakit. beberapa jam kemudian,kami berdua sampai di rumah sakit.


"terima kasih ya riano atas tawaran tumpangannya."kataku yang senyum sambil melepas sabuk pengaman. riano hanya tersenyum.


"jangan lupa ntar pulang kamu ku jemput ya?"kata riano yang menjerit padaku karena aku sudah keluar dari mobilnya.


"oke. makasih ya?"kataku dan aku langsung pergi. riano pun balik ke kediaman Djatmiko karena ingin menjenguk anaknya.


di bandara Australia.


"sudah siap Andriana. tidak ada yang ketinggalan?"tanya Rama.


"iya. tidak ada."kata Andriana.


"okelah. ayo kita masuk."kata Rama.


lalu Rama dan Andriana pun sudah di dalam pesawat dan pulang ke Jakarta.


beberapa hari kemudian, hari-hariku bersama Kevin,shasha seperti biasa ya cuman kerja dan jalan-jalan bersama mereka. begitu juga dengan riano sama-sama jalan bersama. riano yang tak pernah kenal lelah,setia menunggu aku pulang padahal aku lagi lembur karena sudah lama aku sudah tidak mengurus rumah sakit. sedangkan Rama dan Andriana telah tiba di Jakarta.


di bandara.


"selamat datang tuan Rama dan nona Andriana."kata sekretaris Rama dan Andriana dengan serentak.


"iya.terima kasih sambutan kalian."kata Andriana dengan ramah sedangkan Rama hanya diam menganggukkan kepala saja.lalu,Rama dan Andriana meninggalkan bandara dan pergi ke apartemen.beberapa jam kemudian,Rama dan Andriana telah sampai di apartemen yang sebelumnya sudah disiapkan bila mereka datang ke Jakarta.


di luar kamar apartemen..


"kamu pasti lelah karena seharian perjalanan. kamu istirahat saja dulu. ntar malam aku antar makan malamnya buat kamu."kata Rama dengan dingin kepada Andriana.


"iya. terima kasih sayang sudah mengantar aku sampai di kamarku. aku pasti kan beristirahat dan mematuhi aturanmu. selamat beristirahat sayang. sampai jumpa nanti."kata andriana dengan senyum pada Rama. Rama hanya diam dan langsung pergi. Andriana juga langsung masuk ke kamar apartemen setelah Rama pergi dari kamar Andriana. setelah itu, Rama pergi menyuruh pelayannya untuk menaruh dan membereskan isi kopernya. dan Rama pergi bersama asistennya juga sekretarisnya ke cafe untuk membahas tentang pekerjaannya.


di cafe,


"ini tuan berkasnya. lalu bagaimana dengan perceraian dan rumah yang sebelum tuan tempati bersama istri tuan?"tanya asistennya.


"tidak usah di urus rumah itu. aku hanya meminta kamu mengurus perceraianku dengan dia. jangan lupa kabarin aku kapan aku harus datang ke sana."kata Rama pada asistennya. saat Rama sedang berbincang-bincang dengan pegawainya. dari kejauhan Rama melihat Ghea dengan riano yang baru saja datang ke cafe.


"untuk apa Ghea datang ke sini bersama lelaki itu. bentar bukannya lelaki itu kemarin pernah memukulku saat aku memutuskan berpisah dengan Ghea. apakah lelaki itu pacar barunya. Ghea memang gampang mendapatkan lelaki. pisah dari aku langsung menggandeng lelaki lain. hebat sekali. sudahlah untuk apa aku memikirkan ghea lagi. lagipula aku dan dia sudah berakhir."batin Rama saat melihat riano perhatian dengan Ghea yang tersenyum pada riano.


"tuan..tuan.."kata asistennya yang dari tadi memanggil rama dan Rama malah asyik melihat kemesraan riano dengan ghea sehingga tidak menyadari di panggil oleh asistennya.


"oh ya.. ada apa ya?"tanya rama.


"tadi saya sudah memanggil tuan tapi tuan sepertinya tidak konsen.apa tuan tidak enak badan?"tanya asistennya.

__ADS_1


"iya. mungkin. sudah kita akhiri saja di sini dulu. kalian boleh pulang. dan saya pulang sendiri saja."kata Rama.


"iya tuan. kami berdua permisi kalau begitu."kata asistennya dan sekretarisnya pada Rama.


__ADS_2