Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 93


__ADS_3

Setelah pengusiran itu Arini dan Lidya segera menghubungi Bayu dan menceritakan semuanya. Tentu saja ceritanya diberi banyak bumbu, hingga terasa nikmat saat didengar. Mendengar Istrinya diusir dari rumahnya, Bayu menjadi murka. Apalagi ia mendapatkan laporan jika Arini ditampar oleh Rosa, semakin menjadi-jadi saja kemarahan Bayu pada mantan istrinya itu.


Arini kini berada di rumah ibunya, ia sedang menangis tersedu-sedu saat Bayu sampai di sana. Belum lagi luka di pipinya yang terlihat lebam, Bayu tak bisa menahan amarahnya lagi pada Rosa.


"Sayang, maafkan aku tidak bisa menjagamu," ucap Bayu sambil memeluk istrinya, dan membelai rambut panjang Arini dengan sayang.


"Tidak apa-apa Mas, aku memang salah. Perempuan sepertiku memang pantas dibenci. Aku sudah merebutmu darinya, sudah sepantasnya mbak Rosa membenciku,"


"Tidak! Kau tidak pernah merebutku sayang, akulah yang sudah tidak sanggup hidup bersama dengan Rosa. Jadi di sini Rosa lah yang bersalah karena sudah membuat hancur rumah tangganya sendiri. Seharusnya dia introspeksi diri, bukannya malah menyalahkan orang lain," ucap Bayu.


"Aku tidak terima putriku diperlakukan seperti itu. Aku membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan juga kelembutan. Bahkan aku tak pernah memarahinya. Tapi kini putriku disakiti oleh orang lain di depan mataku sendiri, aku benar-benar tidak terima dengan perbuatan dari mantan istrimu itu!" cecar Lidya, yang masih tidak terima dengan perbuatan dari Rosa yang sudah mengusirnya, dari rumah yang ia idam-idamkan menjadi miliknya itu.


"Tenang saja, aku akan memberikan pelajaran pada Rosa sekarang juga!"


"Aku ikut Mas," rengek Arini.


"Sayang kau tunggulah di sini dan tunggu kabar dariku. Aku tidak ingin kau terluka lagi gara-gara wanita itu,"


"Tapi ..."


"Bukankah, di sana ada kau yang akan menjaganya. Jadi kau tidak usah khawatir. Aku juga ingin ikut jadi memberi pelajaran pada perempuan tidak tahu diri itu," sambung Lidya. Kedua wanita ini tentu saja tidak ingin kehilangan momen, dimana Rosa akan mendapatkan pelajaran dari seorang Bayu. Yang ia tahu, jika Bayu adalah seorang pria yang mempunyai kesabaran setipis tisu.


"Baiklah kalau begitu,"


"Kalau bisa aku ingin melaporkan perempuan itu ke pihak berwajib, supaya dia mendapatkan balasan. Biar dia ditahan saja sekalian!" ibu dari sang cacing kremi sepertinya semangat sekali ingin menjebloskan Rosa kedalam tahanan. Karena mereka sangat menginginkan rumah itu untuk menjadi miliknya, dan jika Rosa berada di balik jeruji besi. Maka ia tidak akan sanggup berbuat apa-apa pada mereka, bukan?


Rencana yang cukup licik rupanya, sudah mereka siapkan untuk Rosa. Dan bodohnya, ayah dari pangeran kodok ini sangat setuju jika Rosa dilaporkan agar ia bisa ditahan, benar-benar memuakan.


*


*

__ADS_1


*


Rosa kini sedang berada di Cafenya yang sudah hampir saja selesai, bahkan pembukaannya akan dilakukan minggu depan. Ia benar-benar puas dengan pekerjaan Tama. Karena selain bisa mewujudkan impiannya untuk mempunyai Cafe yang unik, dengan suasana yang sangat nyaman. Ia juga mendapatkan kenyamanan di hatinya karena bisa bertemu dengan Tama yang tampan dan juga baik hati.


Andaikan ia tidak malu, ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya pada duda tampan yang ada dihadapannya ini.


Pesona Tama benar-benar membuatnya di mabuk cinta baru yang membuat hidupnya terasa lebih indah dan juga lebih hidup.


"Bagaimana, apa kau suka dengan hasilnya?" tanya Tama pada Rosa, yang sejak tadi tak berhenti tersenyum. Wanita cantik yang berstatus janda ini sepertinya sedang merasa bahagia.


Sebenarnya Rosa sangat bahagia karena sudah berhasil mengusir cacing kremi dari rumahnya, meskipun sebentar lagi mantan suaminya ini pasti akan membalasnya. Tapi, sudahlah ... lagi pula sudah kepalang basah, lalu kenapa ia tidak tenggelam saja sekalian pikirnya.


"Aku sangat suka sekali dengan hasilnya, semuanya persis dengan apa yang aku inginkan selama ini,"


"Semoga bisnismu berjalan dengan lancar,"


"Terima kasih,"


"Sepertinya nanti aku akan sering-sering kesini,"


"Benarkah, aku akan selalu menunggu dan akan menyiapkan menu spesial khusus untukmu,"


Tama tersenyum pada Rosa, dan senyuman duda tampan ini mampu membuat Rosa terkena diabetes. Hingga sang ratu kodok menjadi malu-malu ayam saat melihat Tama.


Namun, di saat mereka berdua sedang asik dengan perasaan masing-masing. Mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Bayu beserta istri dan juga mertuanya. Apalagi Bayu datang dengan sangat murka dan bahkan sampai menarik Rosa dengan kasar. Untung saja ada Tama yang menolongnya, hingga ia terlepas dari cengkraman Bayu.


"Jangan pernah bersikap kasar pada seorang perempuan!" hardik Tama pada Bayu yang sudah berbuat kasar pada Rosa.


"Dia pantas mendapatkannya!" tunjuk Bayu pada Rosa.


"Siapa kau yang merasa punya hak untuk menentukan orang itu bersalah atau tidak!"

__ADS_1


"Aku adalah mantan suaminya! Wanita tidak tahu malu ini datang ke rumahku dan menganiaya istriku serta mengusirnya dari sana! Benar-benar wanita tak punya hati!" sentak Bayu.


"Apa?"


Rosa merasa heran dengan tuduhan dari Bayu, yang mengatakan jika ia telah menganiaya istrinya. Karena yang Rossa lakukan di sana hanyalah mengusir Arini dan juga ibunya, tak lebih dari itu. Bahkan ia sama sekali tak melukai fisiknya. Lalu bagaimana Arini mendapatkan luka lebam di pipi, dan juga di beberapa bagian tubuhnya itu.


"Jangan mengada-ada! Aku tidak pernah melukainya!" bantah Rosa yang memang merasa tak melukai Arini sama sekali.


"Mbak bisa berbohong pada semua orang, tapi luka-luka ini adalah buktinya," isak Arini, dan langsung mendapatkan pelukan dari ibunya Lidya.


Sungguh Rosa ingin terbahak melihat sifat asli dari Arini, yang ternyata hanyalah seorang perempuan munafik yang pintar memanipulasi keadaan. Dan bersikap seolah ia yang teraniaya. Padahal saat di rumah tadi, perempuan ini sudah memaki Rosa dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. Bahkan selama hidupnya saja, Rosa belum pernah mengucapkan kata-kata kasar seperti yang Arini ucapkan padanya.


"Oh ya ampun, berhenti bersikap bodoh Bayu!" cukup sudah Rosa tidak tahan dengan apa yang mereka lakukan padanya.


"Apa maksudmu!"


"Kita sudah hidup bersama selama bertahun-tahun dan kau masih belum mengenaliku! Aku memang sangat tidak menyukai istrimu yang memiliki banyak topeng di wajahnya itu. Akan tetapi, otakku masih waras untuk tidak berlaku kasar padanya,"


"Jangan berbohong buktinya sudah ada, dan putriku adalah korbannya! Kau harus dihukum dengan hukuman seberat-beratnya!" sentak Lidya.


"Astaga, sebaiknya tutup mulutmu atau aku robek saja sekalian!" kesal Rosa yang mulai tidak tahan dengan ibu dan anak parasit ini.


"Sekarang aku bertanya padamu cacing kremi! Dimana aku melukaimu?"


"Kau jangan pura-pura lupa Mbak, kau menganiayaku saat kau mengusirku tadi. Bahkan kau membawa bodyguard untuk menyeret kami," ucap Arini dengan air mata palsunya yang terus menganak sungai di pipinya.


Rosa hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja, setelah itu ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang.


"Cek cctv di rumahku dan kirim rekaman saat tadi aku datang ke rumahku," ucap Rosa lada seseorang yang ia hubungi barusan.


Kedua perempuan itu kini sangat terkejut, bagaimana mereka bisa melupakan jika di rumah sebesar itu tidak ada cctv. Astaga, habislah sudah mereka. Sebentar lagi kebohongan mereka berdua akan terungkap, dan sepertinya status baru akan disandang oleh Arini.

__ADS_1


__ADS_2