
Malam ini menjadi malam yang berbeda untuk Mawar dan juga Satya, karena untuk pertama kalinya mereka tidur dalam satu ranjang dan juga satu selimut. Bahkan kini Bunga Kamboja sedang berada dalam pelukan sang pangeran kodok yang mulai terlihat jantan. Entah kenapa berada dalam pelukan Satya membuat hati Mawar berbunga - bunga. Ia merasa bahagia karena bisa memiliki orang yang ia cintai.
Jadi, apakah mereka sudah saling mengucapkan kata cinta?" Jawabannya adalah iya, mereka sudah saling mengatakan cinta. Dan ternyata mendapatkan cinta dari orang yang kita cintai itu rasanya luar biasa. Sangat menyenangkan dan membuat semua terasa menjadi lebih indah. Andaikan mereka tidak merasa malu, mungkin saat ini mereka akan bernyanyi layaknya artis dari negeri prindavan. Sayangnya mereka berdua bukan artis, jadi mereka hanya bisa menyanyi dan menari dalam hati wkwkwkwk.
"Mawar," panggil Satya.
"Hemmm ... " Bunga Kamboja ini sangat menikmati pelukan dari sang pangeran kodok. Astaga, bibir sang pangeran terasa semakin gatal saja ia haus dan ingin minum susu. Tapi ia malu mengatakannya pada Mawar, apalagi ia adalah Mawar berduri. Satya harus hati-hati, takut jika jatah memeluk dan menciumnya dibatasi atau mungkin sampai di hilangkan. Oh tidak ... tidak, itu tidak boleh terjadi, jika itu sampai terjadi acara manjat memanjat gunung akan terhambat.
"Apakah kau sudah mengantuk?" tanya Satya, Mawar pun melepaskan pelukannya dari Satya dan menengadahkan wajahnya dan melihat wajah Satya.
"Memangnya kenapa?" Apa kau lapar?" tanya Mawar, dan Satya pun menggeleng. Tidak mungkin ia lapar, jika ia makan dengan porsi banyak dari makanan yang tadi siang tak sempat ia makan.
"Tidak,"
"Lalu?"
"Aku tidak lapar, tapi aku haus," bisik nya di telinga Mawar, hingga Mawar merinding saat deru napas Satya menyapu tengkuknya.
"Haus? Baiklah aku ambilkan kau air minum dulu," jawab Mawar, ia hendak terbangun dan kemudian tangannya ditarik oleh Satya hingga ia terjatuh dia atas ranjang dan Satya mulai mengungkungnya.
__ADS_1
"Hei, kenapa kau malah menarikku?" Kau bilang ingin minum?" Namun, bukannya menjawab, tubuh tinggi itu malah terus mengungkung Mawar mengusap bibirnya dan membuatnya sedikit terbuka. Setelah itu ia membenamkan bibirnya di bibir mungil Mawar. Mengecapnya lebih dalam yang semakin dalam terasa semakin manis. Seolah tak puas hanya menciumnya saja, Satya yang gemas malah menggigit dan kemudian menjelajahi bibir Mawar semakin dalam. Mawar yang memang belum berpengalaman dengan laki-laki merasa kewalahan. J
Jika ditanya apakah Satya seorang pria yang berpengalaman? Satya bukanlah pria yang berpengalaman akan tetapi nalurinya sebagai pria sejati, membuat ia melakukan hal yang ingin ia lakukan.
Puas menciumi bibir Mawar sampai bengkak, ia pun kemudian menjelajahi leher jenjang Mawar. Menciumi, mengigit bahkan sampai memberikan banyak tanda cinta di sana. Mawar seolah terhipnotis oleh sentuhan - sentuhan yang dilakukan oleh Satya. Ia menikmati dengan apa yang dilakukannya oleh suami sah nya ini.
Jika malam ini, ia harus memberikan dirinya seutuhnya pada Satya maka Mawar pikir tidaklah masalah. Karena hubungan mereka pun sudah sah di mata agama dan juga negara. Jadi tidak ada salahnya jika Satya ingin menyentuh dan juga melakukan penyatuan padanya.
Satya semakin dibakar gairah, tubuhnya terasa panas dan ia pun langsung membuka pakaiannya dan memperlihatkan tubuh kekarnya. Mawar buat terpukau dibuatnya. Mawar tak pernah menyangka jika dibalik kekonyolan suaminya ini, tersimpan sesuatu yang indah di dalamnya. Jari-jari lentiknya pun mulai menyusuri tubuh Satya yang sangat menyenangkan untuk di sentuh. Mawar sangat menikmatinya, begitu pun dengan Satya sentuhan Mawar semakin membakar gairah yang ada dalam tubuhnya.
Agar keadaan seimbang, Satya pun menarik pakaian tidur yang dipakai oleh Mawar. Hingga pabrik susu Mawar terpampang dengan indah di depan matanya. Kondisinya yang masih terbungkus kaca mata pelindung, membuat dua buah benda kembar itu terlihat menggemaskan.Bibir Satya langsung mendekati ke arahnya sambil memberikan tanda cinta yang entah ke berapa kalinya, ia mencoba membuka wadah benda yang selama ini membuatnya selalu kehausan.
Tubuh Mawar menegang saat bibir dan tangan Satya bermain di sana, rasa apa ini. Rasa yang membuat tubuhnya terasa bagaikan tersengat listrik, geli namun nikmat. Itulah yang Mawar rasakan saat ini, hingga tanpa sadar ia semakin menenggelamkan kepala Satya di sana. Suara racauan pun mulai keluar dari bibirnya. Sungguh Mawar sangat menikmati ini semua, begitu pun dengan Satya. Akhirnya yang ia inginkan tergapai. Menikmati benda yang sangat ingin ia nikmati.
"Satya ..." Mawar menarik rambut Satya dan terus menenggelamkan Satya diantara benda kenyal miliknya. Mendapatkan respon Mawar yang seperti itu, membuat Satya semakin bersemangat untuk mendaki gunung itu lebih tinggi.
Setelah keduanya puas, mata mereka kini saling pandang dengan tatapan penuh gairah. Satya pun mulai melepaskan apa sangkar timun sakti miliknya, hingga langsung memperlihatkan benda pusakanya kepada Mawar. Mawar merasa malu melihatnya, ia pun langsung memalingkan wajahnya. Ia baru tahu jika milik laki-laki itu akan berubah seperti senjata jika ingin menyerang dan juga menembak.
Satya pun menarik satu-satunya pelindung tubuh Mawar yang kini hanya satu-satunya yang tertinggal. Hingga kini berdua polos dan tak terhalang satu helai benang pun.
__ADS_1
Satya mulai akan melakukan penyatuan pada Mawar, Mawar terlihat tegang namun Satya kembali menciumnya agar ia tidak takut pabrik bayinya akan di bobol sekarang.
"Satya pelan-pelan," ucap Mawar, jujur ia merasa takut karena banyak sekali cerita jika saat pertama kali wanita melakukan penyatuan, maka ia akan merasakan sakit yang luar biasa. Untuk itulah Mawar sangat tegang saat akan melakukannya.
Timun sakti mulai akan menjalankan tugasnya untuk sebuah misi yaitu membobol pabrik bayi milik istrinya. Namun, ternyata itu tak semudah yang ia bayangkan. Karena saat benda itu di tujukan tepat di sana, pintu masih belum mau terbuka. Hingga Satya harus mencobanya sampai beberapa kali.
"Satya sudah ini sakit ..."
"Tidak, jangan pernah pernah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah kau harus tuntas jika melakukannya," hingga Satya yang tidak sabar pun langsung menerobos pabrik itu dengan paksa, hingga timun saktinya tenggelam dengan sempurna di sana. Mawar pun tidak bisa menahan suaranya lagi ia pun menjadi kesakitan.
"Aaaarrrrkkkhhhhh emmmmppttt, " Satya langsung membongkar bibir Mawar dengan bibirnya. Ia tidak mau jika semua tetangga mengetahui jika dirinya kini sedang membawa pabrik bayi untuk pertama kalinya.
Hingga lama kelamaan suara jeritan kesakitan itu berubah menjadi jeritan sebuah kenikmatan. Akhirnya setelah beberapa bulan mereka pun bisa menjadi suami istri yang seutuhnya, dan berjanji untuk menjalani rumah tangga ini dengan sebaik-baiknya.
"I love you, Bunga Kamboja,"
****
Maafkan kalau kurang hot jeletot, kalian bisa ulangi bacanya sambil makan seblak 😌😌😌
__ADS_1