Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 90


__ADS_3

Akhir-akhir ini Zein perhatikan jika ayahnya selalu banyak tersenyum, apa ada hal yang membuatnya bahagia. Zein, ingin bertanya padanya. Akan tetapi ia tidak berani, lebih tepatnya ia merasa sungkan takut jika hal itu akan menyinggung privasinya.


Malam ini mereka sedang berkumpul untuk makan malam, dan rona bahagia terus menghiasi wajah Tama. Jika Zein merasa sungkan untuk bertanya, lain halnya dengan Aliana yang tidak bisa menahan rasa gatal di bibirnya untuk tidak bertanya pada mertua satu-satunya itu.


"Ya ampun akhir-akhir ini aku sering melihat ayah tersenyum, apa sudah terjadi sesuatu" tanya Aliana,yang kini kandungannya sudah menginjak usia delapan bulan itu.


Ditanya seperti itu, membuat duda matang ini malu-malu kambing, pada menantunya itu. Apalagi anak tampannya itu kini ikut menatapnya.


"Tidak ada, Ayah hanya senang jika proyek Cafe yang ayah jalankan sesuai dengan rencana." jawab Tama sambil tersenyum.


"Maksudnya tentang pembangunan Cafe Ratu kodok?"


"R-ratu kodok?" tanya Tama yang tidak mengerti, jelas ia tidak mengerti dan juga tidak tahu. Karena Tama memang belum tahu sejarah kehidupan dari Rosa dan juga Aliana. Dimana dulu menantunya ini pernah menjalin hubungan dengan calon anak sambungnya itu.


"Oh ya ampun, aku lupa jika Ayah belum tahu tentang sejarah Ratu dan Pangeran Kodok," ucap Aliana sambil tertawa.


"Hei ayolah jangan membuat Ayah penasaran, ceritakan pada Ayah. Ayah ingin tahu,"


"Ingin tahu, atau sangat ingin tahu? Jika Ayah penasaran aku akan memberitahukannya. Tapi jika Ayah tidak terlalu ingin tahu, maka lain kali saja aku akan memberitahukan Ayah,"


"Al ... Kau senang sekali membuat orang penasaran," ucap Zein.


"Aku hanya ingin tahu saja, Ayah penasaran tidak?" tanya Aliana sambil tertawa.

__ADS_1


"Astaga, ternyata menantuku ini nakal sekali. Baiklah Ayah sangat penasaran, ayo ceritakan pada Ayah, siapa Ratu kodok itu," ucap Tama.


Sambil tertawa Aliana pun bercerita tentang siapa Rosa dan juga Satya, dimana di masa lalu mereka pernah menjalin hubungan. Hingga Satya melarikan diri saat mereka akan menikah. Hingga berakhir pada pernikahannya dengan Zein.


Dan setelah beberapa tahun pernikahan dengan Zein berjalan, mereka bertemu kembali. Dan Satya pun sempat mengganggu hubungan Aliana dan juga Zein. Begitu juga dengan Mawar yang menaruh hati pada Zein.


Namun, yang membuat Aliana dan Zein terkejut adalah, karena mereka tiba - tiba menikah. Dan hal yang lebih mengejutkan lagi adalah Ratu kodok pun bercerai karena di poligami. Hal itu membuat Aliana cukup terkejut.


Tama mendengarkan cerita Aliana dengan seksama, mendalami bagaimana kehidupan Rosa di masa lalu. Disitulah Tama bisa menilai jika sebenarnya Rosa adalah wanita yang kuat, namun keras kepala. Tapi dibalik itu semua, ia juga seorang wanita yang baik hati dan terluka. Akan tetapi ia tak mau jika orang lain tahu jika ia sedang rapuh. Itulah kenapa, Tama selalu melihat kesedihan di matanya.


Untuk kesalahan masa lalunya, saat ia sangat menentang hubungan Satya dengan Mawar. Tama sama sekali tak mempermasalahkannya, karena bahkan di masa lalu kesalahan Tama jauh lebih parah jika dibandingkan dengan kesalahannya Rosa.


"Apa pacaran dengannya?" tanya Aliana, sambil tersenyum dan menggodq ayah mertuanya ini.


"T-tidak, Ayah tidak pacaran dengannya. Kau ini ada-ada saja Al, Ayah ini sudah tua sudah tidak pantas jika harus menjalin hubungan dengan seorang perempuan," jawab Tama.


"Zein kau ini kenapa?" Aliana menepuk - nepuk punggung kokoh suaminya ini.


"Tidak apa-apa Al,"


"Zein, maafkan Ayah. Seharusnya di usia sekarang, Ayah tidak boleh memikirkan pernikahan. Maafkan Ayah," ucap Tama, untuk saat ini Tama tidak ingin membicarakan dulu masalah pernikahan karena ia tidak ingin gagal lagi dan membuat kecewa anak-anaknya. Apalagi hubungan Tama dengan Zein dan Zaira pun baru terjalin dengan baik akhir-akhir ini. Jadi, Tama tidak ingin merusaknya hanya dengan kebahagiaannya saja. Biarlah semua mengalir seperti ini, asalkan hubungannya dengan anak-anaknya terjalin baik-baik saja.


"Sebagai seorang anak, aku tidak akan menjadi penghalang kebahagiaan Ayah. Jika dengan menikah lagi membuat Ayah bahagia, maka aku sama sekali tidak keberatan. Akan tetapi carilah istri yang baik dan bisa menyayangimu serta menghargai semua perjuanganmu, karena aku tidak ingin melihat ayah menderita lagi seperti dulu. Cukup satu kali Ayah merasakan rasa sakit dengan kegagalan dan juga kesalahan masa lalu

__ADS_1


Akan tetapi jangan sampai Ayah melakukannya lagi, karena aku tidak akan diam saja jika ada orang yang berani melukaimu," jawaban Zein membuat Tama sangat terharu, ia berjanji untuk benar - benar melihat perempuan yang akan menjadi pendampingnya nanti. Dan tidak akan membuat Zein maupun Zaira kecewa lagi.


*


*


*


"Apa! jadi Bayu memberikan apartemen untuk cacing gatal itu!" Rosa benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Bayu, sudah jelas jika apartemen itu adalah milik Satya. Lalu kenapa ia malah memberikannya kepada Arini beserta ibunya, hal itu tentu saja membuat Rosa sangat murka.


"Iya, tapi Mamah tenang saja. Karena mereka berdua tidak akan pernah bisa masuk ke sana,karena aku sudah mengganti kode dari apartemen itu,"


"Wanita tak tahu malu itu pasti akan datang lagi ke sana, hari ini adalah seorang perempuan serakah, yang berkedok dengan kelembutan dan kebaikan hatinya," ucap Rosa, dengan menetralkan napasnya yang memburu. Ia benar-benar dibuat marah oleh kelakuan Arini dan ibunya, tak apa jika ia merebut suaminya. Rosa sudah tak memikirkan hal itu lagi karena rasa tahu, jika Tuhan pasti akan memberikan jalan yang terbaik untuknya. Pernikahan Bayu yang tiba-tiba yang berujung dengan perceraian mereka adalah salah satu jalan takdir yang harus dilalui olehnya, dan Rosa sudah ikhlas dan tidak mau lagi memikirkan Bayu yang sudah menyakitinya, dan memberikan luka yang sangat dalam di kehidupannya.


Akan tetapi Rosa tidak terima jika Arini dan ibunya mengusik sesuatu yang menjadi milik anaknya. Semua orang tahu jika Satya adalah jantung dari hidup Rosa, ia tidak akan pernah membiarkan siapapun akan mengambil milik Satya. Atau dia sendiri yang akan turun tangan dan memberikan pelajaran kepada orang itu.


"Lihat saja aku akan membalas perbuatan mereka!" geram Rosa dan menancapkan garpu pada daging yang besar lalu ia menyuapkannya hingga mulutnya penuh.


"Memangnya apa yang akan Mamah lakukan?" tanya Mawar yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Rosa pada cacing kremi milik Bayu itu.


"Lihat saja nanti ..."


***

__ADS_1


Untuk part-part ini emang gak bisa dilakukan dengan alur cepat, karena biar semuanya jelas dan gak loncat-loncat 😊 jadi sabar ya, karena semua akan ada balasannya jika sudah sampai pada waktunya. Agar novel ini juga bisa tamat tepat pada waktu yang sudah ditentukan ❤️


Yang punya Vote bisa sambangin di anak Abon ya 🤗, dan untuk novel Rasya aku bakal aktif bulan depan. Jadi untuk sekarang sampe akhir bulan aku bakal kejar novel ini dulu 🥰 Jadi di Novel Rasya aku cuma bisa up satu bab sehari ❤️


__ADS_2