
Setelah Mawar dan Satya berangkat bekerja, kini tinggallah Rosa di rumah sendirian. Ini adalah saat sang ratu kado beraksi, seperti dugaan Mawar jika Ratu kodok ini ingin mencari surat rumah itu. Dan mengganti namanya untuk menjadi yang namanya sendiri karena dengan begitu ia akan mudah menendang Mawar keluar dari rumah ini. Rosa sangat tidak rela jika rumah yang ditempati oleh Mawar dibeli dengan uang suaminya dan seenaknya Mawar menjadi pemilik rumah ini.
Namun, untungnya Mawar bukanlah seorang perempuan yang bodoh yang mudah tertipu. Jadi sebelum sang ratu kodok bertindak, maka Bunga Kamboja sudah membuat tameng pelindung yang ia bangun sendiri. Karena mawar sangat yakin jika setia suaminya tidak akan mampu melindungi dirinya, dari serangan mertua durjananya. Sifatnya yang masih plin-plan dan juga tidak tegaan, membuat Mawar harus menjadi seorang istri yang lebih kuat lagi, untuk melawan mertuanya yang sangat jahat ini.
Rosa mulai menggeledah rumah itu dan mencari di mana Mawar dan Satya menyimpan surat rumah. Namun, sudah lama ia berkeliling tapi ia tidak menemukannya. Rosa bahkan masuk ke dalam kamar anak dan menantunya untuk mencari di mana keberadaan surat rumah itu, akan tetapi ia tetap tidak menemukannya. Hanya rasa lelah saja yang ia dapat setelah berjam-jam mencari keberadaan surat rumah , Rosa kecewa karena niatnya untuk menendang Mawar dari rumah itu gagal sudah.
Baiklah, mungkin ini saatnya rencana b akan dia jalankan. Rencana yang sudah ia buat dengan sangat matang. Di mana Rosa akan menghadirkan orang ketiga di dalam rumah tangga anaknya. Ia benar-benar sudah tidak sabar ingin membuat mawar menjadi mantan menantunya. Untuk itu ia menghubungi putri dari tas sahabat dekatnya untuk datang ke rumah Satya, tak lupa Ia juga meminta kepada putri dari sahabatnya ini untuk berpakaian minim, agar iman putranya yang hanya setipis tisu ini runtuh.
Rosa akhirnya kembali tersenyum, karena sebentar lagi ia akan menyingkirkan Mawar dari kehidupan Satya. Karena cara ini sepertinya akan jauh lebih menyakitkan untuk Mawar. Rosa memang dengan sengaja ingin menyakiti hati menantunya itu. Dengan begitu Mawar akan pergi dengan sendirinya dari rumah ini, dan tanpa perlu ia repot-repot harus membalik namakan rumah itu atas namanya. Rencana yang sangat sempurna dari seorang mertua yang jahat, untuk menyingkirkan menantu yang tak ia harapkan.
*
*
*
Tak terasa waktu berlalu dengan cepatnya, Satya dan Mawar kini sudah menuju pulang ke rumah mereka. Hari ini tak bisa Mawar lalui dengan tenang, karena bayangan - bayangan buruk terus mengganggu pikirannya. Ia masih saja tak terima dengan kedatangan Rosa yang tiba-tiba, tidak mungkin jika ia datang ke rumahnya tanpa sebuah rencana. Dimana selama ini, ia selalu membuat masalah dan berusaha untuk memisahkan Mawar dengan suaminya.
"Aku harap mamahmu tidak membuat masalah," ucap Mawar , kini mereka sedang berada di dalam mobil menuju pulang.
"Tenang kan hatimu, jangan terlalu berprasangka buruk. Aku yakin mamah hanya kesepian saja, tenang dan tarik napas saja dulu. Ayo tarik napas terus buang .... tarik napasassss...."
"Diam! kau bertingkah seolah istrimu ini akan melahirkan saja!"
__ADS_1
Tak ada pilihan lain, Satya langsung membungkam bibirnya. Lebih baik ia tutup mulut dari pada pabrik tutup. Karena itu akan sangat berbahaya, ia bahkan gelisah seharian ini gara-gara tidak minum susu.
Baru satu hari saja ia kehilangan nutrisi, sudah membuatnya kalang kabut. Ia tak mau jika nanti sampai Mawar kembali menutup pabriknya. Itu sangat berbahaya untuk kesejahteraan gagang sapunya.
"Baiklah, aku diam tapi tenangkan hatimu ya sayang. Nanti kita belanja,"
"Tapi jangan ajak Mamahmu!"
"Oke ....oke, kau tenang saja Bunga Kambojaku, uangku hanya untukmu. Biarlah Mamah minta uang pada Papa saja," bujuk Satria.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lumayan memakan waktu, akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah. Sore ini jalanan cukup macet jadi membuat mereka pulang agak terlambat.
Tubuh mereka berdua sangat lelah, ingin sekali rasanya mereka berdua beristirahat. Rencananya Satya akan mengajak Mawar makan malam di luar setelah beristirahat nanti, tanpa mengajak Rosa pastinya. Karena ini adalah salah satu usaha Satya untuk membujuk Mawar agar pabriknya nanti malam kembali beroperasi.
Baru saja mereka berdua membuka pintu rumahnya, mereka berdua dikejutkan dengan seseorang yang membuat mereka berdua terkena serangan lambung. Demi ubur-ubur bikini bottom, saat ini Mawar ingin sekali mencekik mertuanya. Karena saat mereka berdua membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Mereka berdua disajikan pemandangan yang merusak mata mereka berdua.
Satya dan Mawar saling pandang, Satya pun langsung menggelengkan kepalanya pertanda bahwa ia pun tidak tahu dengan siapa yang ada bersama dengan Rosa. Sungguh Satya tidak tahu siapa perempuan yang kini sedang bersama dengan ibunya, dan juga Satya tidak tahu apa maksud dari semua ini. Ini adalah sesuatu yang tidak bagus karena sebentar lagi Mawar pasti akan mengamuk.
"Apa yang kau lakukan di sini? tanya Mawar sambil memandangnya dengan tatapan jijik pada perempuan di samping mertuanya.
"Bersikaplah sopan pada calon menantuku!"
"Apa! Oh ya ampun ternyata penyakit gilamu sudah parah dan sudah tidak bisa disembuhkan lagi, benar-benar tidak bisa dimaafkan!
__ADS_1
"Dasar tidak sopan, perempuan miskin sepertimu memang tidak mempunyai sopan santun. Sangat berbeda sekali dengan kami wanita terhormat!" Ingin sekali jantung Mawar tertawa mendengar jika Rosa dan wanita itu menyatakan jika dirinya adalah wanita terhormat. Karena tidak ada wanita terhormat yang akan melakukan hal yang seperti mereka lakukan sekarang.
"Mah ... jangan kelewatan. Aku tidak suka jika Mamah seperti ini!"
"Satya, kenalkan ini calon istrimu yang baru namanya Sherly. Dia cantik kam?" tanya Rosa berkata semanis mungkin kepada putranya itu, menawarkan seorang istri baru seolah sedang menawarkan sebuah permen saja.
"Dia memang cantik, tapi tidak terlihat ori aku tidak suka! Lagi pula aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik. Jadi intuk apa Mamah menawarkanku lagi seorang wanita cantik, aku tidak mau!" tolak Satya terang - terangan.
Sebenarnya dari dulu Satya bukanlah seorang pria yang mudah sekali jatuh cinta, maka saat ia membatalkan pernikahannya dengan Aliana. Tak sekalipun ia menjalin hubungan dengan wanita lain, karena ia memang tidak mudah untuk membuka hatinya.
"Satya, jangan begitu sayang ..."
Tanpa banyak bicara lagi, Mawar mengambil ponselnya dan mencari nomor seseorang. Semoga saja Mawar tidak menghubungi pelatih tinju untuk menghajar musuhnya sekarang, jujur saja Satya cemas.
Setelah mendapatkan nomor orang yang ia tuju, tak lama setelah itu seseorang yang ia panggil pun mengangkat panggilannya.
"Pah ... Sepertinya sudah saatnya Papa mengenalkan istri baru Papa sekarang," ucap Mawar pada seseorang yang ia panggil Papa.
"Kau menelpon siapa?" tanya Satya.
"Papamu,"
"Apa!"
__ADS_1
****
Hayoooo kalau udah gini gimana coba 😆😌😌😌