
Ghea POV
cuit...cuit... suara burung di luar,udara pagi membuatku ingin tidur terus. cahaya matahari pun sudah tiba menyinari. kring...kring... bel alarmku berbunyi..
aduh udah pagi ternyata. aku pun bangun dan mematikan alarmku. lalu,aku langsung mandi dan siap-siap bekerja. beberapa jam kemudian, aku langsung cepat-cepat ambil sandwich dan langsung pergi.
"nek aku berangkat ya. dah nenek. ghea sayang nenek. muach.." kataku kepada nenek dan langsung mencium kening nenekku tersayang.
"iya sayang. hati-hati di jalan ya.." kata nenek kepadaku.
"iya nek." kataku yang langsung pergi. aku pun langsung masuk ke dalam mobilku dan menyalakan mesin mobilku. lalu,mobilku pun melaju pergi meninggalkan rumahku. beberapa menit kemudian, mobilku pun berhenti di depan kafe yang sesuai permintaan rama kemarin. aku pun memarkir mobilku. setelah itu,aku keluar dari mobil ku dan mencari rama apakah dia sudah tiba apa belum. sambil berjalan,aku masih mencari dia. kemudian,aku pun menemukan dia. ku lihat dari kejauhan,dia sudah duduk di tepi sambil menungguku datang. kemudian,aku pun langsung menghampiri dia.
"hai,ram." kataku memanggil dia.
"eh,ghea.silahkan duduk." kata rama kepadaku. aku pun langsung duduk.
"terima kasih ghea,kamu sudah mau datang menemui aku." kata rama kepadaku.
"kamu begitu yakin kalau aku pasti datang ke sini padahal kemarin aku tidak membalas chat dari kamu." kata ku kepada rama.
"ya aku yakin banget kamu pasti mau datang menemui aku. hmm,, kita pesen makan dulu ya. saya panggilkan pelayan dulu." kata rama kepadaku dan aku hanya mengangguk kepala saja. lalu,kami berdua memesan makanan dan minuman. beberapa menit kemudian, makanan dan minuman yang kami berdua pesan akhirnya datang juga.
"silahkan di nikmati dulu ghea,makanannya." kata rama kepadaku.
"hmm..iya. sebenarnya kamu menyuruhku ke sini ada apa? jangan berbelit-belit." kata ghea kepada rama.
"aku ingin kita nggak perlu cerai. kita pertahankan perkawinan kita." kata rama kepada ku.
"lalu,gimana dengan selingkuhanmu, anakmu?" tanya ku kepadanya. tiba-tiba tangan rama memegang tanganku.
"aku ingin hanya kamu satu-satunya menjadi istriku yang pertama. wanita lain tidak boleh mengganti posisimu. untuk andriana,karena dia sudah memiliki anak dariku,aku pasti bertanggung jawab. aku akan menikahi dia tapi sebagai istri kedua. dan selama nikah,aku kan sering bersamamu. apakah kamu mau ghea?" tanya rama kepadaku. aku pun terkejut mendengar kata-katanya. aku langsung mengambil air yang masih di gelasku. aku langsung menyirami ke wajah rama.
"ini membuat kamu sadar ram atas perkataanmu yang menyakiti wanita yaitu aku dan andriana. jangan berpikir kamu lelaki yang bisa seenaknya kamu perlakukan kepada wanita. aku memang datang ke sini menemuimu karena aku ingin tau jalan pikiranmu itu dan jangan berpikir aku selalu mencintaimu. ya,aku memang bodoh dulu bisa percaya sama kamu dan mengharapkan kamu mencintaiku,tetapi ternyata yang sudah ku lakukan padamu,kamu tidak pernah mencintaiku malah kamu masih saja menyakitiku. sekarang,aku tidak seperti dulu,yang tidak kan mencintaimu lagi. dan mulai hari ini,lebih baik kamu teruskan perceraian ini dan jangan menggangguku lagi. ternyata kamu begitu,aku menjadi tidak selera makan,lebih baik aku pergi dari sini. permisi." kataku kepada rama. aku pun langsung menyodorkan tip di meja dan pergi dari dia. rama hanya diam dan terus menatap aku sampai kejauhan.
di area parkir.
brak... suara pintu mobil ku banting. aku pun membanting stir mobilku.
"arghhh... rama brengsek... memangnya dia pikir aku wanita apa yang seenaknya dia berbuat begini. aku memang masih mencintainya. tapi dia malah membalasnya seperti ini kepadaku." kata ku yang sedang berbicara sendiri di dalam mobil. air mataku pun ikut membasahi pipiku. kepala ku pun langsung menundukkan ke stirku. kemudian,aku tiba-tiba teringat riano.
"ghea jangan bersedih terus,rama memang begitu. kamu harus ingat masih ada orang yang sangat mencintaimu. anak kembarmu,nenek,kakek,kevin,shasha. aku pun sama,yang paling mencintaimu. kamu harus kuat. ingat pesenku ini ya ghea. bila kamu sedang bersedih." kata riano kepada ghea saat di surabaya.
seandainya saja riano di sini,mungkin aku bisa tabah. sayang sekali kita jauh. duh,kok tiba-tiba aku bilang gitu. aku kan tidak mencintai riano. kenapa tiba-tiba aku jadi begini. masa aku mulai mencintai riano. tidak.. tidak mungkin.. aku hanya anggap riano sebagai teman,tidak boleh lebih. karena aku tidak pantas menjadi ibu si kembar ku. lagipula di sana,masih ada ibunya yang di luar sana. sudahlah,ngapain juga aku mikirin dia. aku menghapus air mata yang membasahi wajahku. aku berdandan dan merapikan diriku. setelah itu,aku langsung menyalakan mesin mobilku dan melaju mobilku ke rumah sakit.
setiba di rumah sakit..
semua orang di rumah sakit menyapaku,aku hanya terdiam saja. seperti biasa,aku bekerja untuk pasienku.
beberapa jam kemudian,akhirnya waktu istirahat pun tiba.
tok...tok...tok...
krek...
pintu ruang kerja terbuka.
"permisi dok" kata perawat yang tiba-tiba masuk ke ruanganku.
"hmm..ada apa sus?" tanyaku.
"ini dok,ada kiriman paket buat dokter." kata perawat kepadaku sambil menyodorkan paketnya di meja kerjaku.
__ADS_1
"taruh saja. oh ya kalau ada pasien lagi,bilang dulu ke aku ya,aku mau istirahat dulu." kataku kepada perawat.
"baik dok.permisi dok." kata perawat yang langsung pergi dari ruanganku. kepalaku langsung ku tundukkan ke meja ku dan ku pejamkan mataku dan aku pun tertidur sejenak. beberapa jam kemudian,aku terbangun dari tidurku. setelah itu,aku menaruh paket kirimanku ke dalam tasku. aku langsung melanjutkan pekerjaanku.
beberapa jam kemudian,waktu pulang kerja telah tiba. saat aku tiba di parkiran mau masuk ke dalam mobil,aku bertemu andriana di depan mobilku.
"hai ghea." sapa andriana kepadaku.
"ada apa? tidak perlu kamu basa basi. intinya saja,kamu mau apa? dan aku tidak ada waktu untuk menanggapi kamu." kataku dengan ketus kepada andriana.
andriana hanya tertawa saat mengetahui responku kepadanya.
"baik..baiklah.. aku kan menghentikan tertawaku. aku tau kamu sangat sangat tidak suka dengan aku. aku kesini hanya memberi tahu ke kamu kalau aku kan menikah dengan rama. aku pasti kan memberimu undangan pernikahanku ke kamu. aku juga tau kalau rama tadi pagi menemui kamu. aku sih sengaja membiarkan kamu bertemu dengan rama. karena buatku ini pasti pertemuan terakhir. dan yang pasti aku yang menang karena rama sudah menjadi milikku. hahaha..sudah,aku pergi. bye ghea.." kata andriana dengan sombongnya kepadaku dan meninggalkan aku yang hanya berdiri kaku dengan tanpa bersuara. seketika bayangan andriana sudah menghilang,aku langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilku juga melaju pulang ke rumah.
setiba di rumah..
beberapa jam kemudian..
tok...tok...tok...
"ghea sayang. apa kamu sudah tidur sayang?" tanya nenekku kepadaku dan melihat ku yang masih terbaring di ranjang.
"hummm.. ada apa nek?" tanyaku kepada nenek ku.
"tadi siang ada kiriman surat dari pengadilan buat kamu." kata nenekku yang sambil memberikanku surat. aku membuka surat itu dan membaca surat itu. ternyata surat itu terisi besok aku harus hadir di sidang dengan membawa saksi. oh tidak,aku harus menghubungi riano.
"ada apa sayang? apa ada masalah?" tanya nenek kepadaku.
"tidak apa-apa nek. nenek lebih baik tidur saja. ini hanya undangan aku harus datang ke sana." kataku kepada nenek.
"baiklah nenek kan turun. tapi cucu nenek jangan malam tidurnya. nenek tidak ingin cucu nenek sakit." kata nenekku.
"ya sayang. nenek juga sayang cucu nek." kata nenek dengan tersenyum dan pergi meninggalkan ku dari kamarku. setelah nenek pergi,aku memencet ponselku dan menghubungi riano.
tut...tut...
"halo ano.."
"iya ghea.. ada apa?"
"aku hanya beritau besok aku mau sidang. apa kamu bisa ke sini besok pagi?" tanyaku kepadanya.
"bisa."
"makasih ya."
"ya. sudah malam. sana tidur. lagipula besok sudah sidang. aku nggak mau kamu kurang tidur."
"iya ano. aku tidur dulu ya.. sampai ketemu besok. selamat malam."
"iya selamat malam. selamat tidur."
aku pun mengakhiri pembicaraanku dengan riano di ponsel ku. kemudian,aku pun melanjutkan tidurku.
keesokan paginya...
pagi yang cerah membuatku gugup.
karena hari ini merupakan sidang terakhirku.. aku harus berani. tidak boleh gugup. ya. aku harus menahan ini.
di pengadilan hari selasa pukul 08:00.
__ADS_1
aku sudah di pengadilan dan duduk di depan ruang sidang yang sudah di temani kevin,shasha dan riano. giliranku masuk ke ruang sidang yang di temani kevin dan riano sebagai saksi mataku. sedangkan rama di temani sekretarisnya dan pengacaranya. beberapa menit kemudian, akhirmya sidang selesai. Dan hakim menyuruhku dan rama untuk menunggu hasilnya setelah jam istirahat. aku pun langsung ke kafe makan bersama dengan kevin,shasha dan Riano.
"brengsek rama. maksudnya apa kamu di fitnah. jelas-jelas dia yang selingkuh duluan malah kamu di tuduh selingkuh dengan riano." kata kevin yang sedang kesal.
"sudah vin. biarkan aja. yang penting kita tunggu hasilnya. aku yakin hasilnya terbaik buat ghea." kata riano yang langsung menepuk bahu kevin.
"kak,sudah. jangan marah terus. kasian kak ghea." kata shasha yang dari tadi memegang tanganku.
"tidak apa-apa sha. aku baik-baik saja kok. lebih baik kita makan bersama dan tidak perlu membahas ini lagi lagipula sebentar lagi keputusannya." kataku kepada mereka. mereka pun terdiam dan langsung menikmati makanan.
beberapa jam kemudian, akhirnya istirahat siang sudah berakhir. kini giliranku di panggil dan aku bersama rama masuk ke dalam ruang sidang. sedangkan mereka menunggu di luar. beberapa menit kemudian, akhirnya selesai sidang. begitu aku keluar dari ruangan sidang,mereka yang setia menemaniku langsung menemuiku setelah melihatku keluar.
"gimana kak hasilnya?" tanya shasha. aku hanya respon diam saja. dan aku langsung menemui rama dan andriana. aku pun mengulurkan tanganku untuk mengucapkan selamat kepada rama dan andriana.
"selamat ya rama,akhirnya kita sampai di sini. semoga setelah ini kalian bisa bahagia dan langgeng sampai tua. oh ya,andriana tolong jaga rama untuk tetap setia kepada mu." kataku kepada mereka,rama dan andriana.
"terima kasih ghea. oh ya,sesuai kataku yang kemarin kepadamu,aku pasti mengundangmu. ini aku berikan kartu undangan pernikahan kami, kami berdua sangat berharap kedatanganmu." kata andriana yang sedang merangkul manja kepada rama. sedangkan rama hanya diam melihatku saja.
"iya kami berdua pasti datang. kalian tidak perlu khawatir." kata riano kepada andriana.
"baiklah. kalau sudah tidak ada lagi,kami berdua pamit pulang duluan. permisi." kata andriana kepada ku dan riano. lalu,aku dan riano masuk ke dalam mobil.
"ada apa kalian lama sekali di luar. kami berdua lelah di sini?" tanya kevin kepadaku dan riano.
"tidak apa-apa bro. sudah sana nyetir." kata riano kepada kevin. lalu,kevin pun melaju mobil nya ke rumah sakit.
setiba di rumah sakit.
aku hanya duduk diam di ruanganku. melihat foto rama bersamaku di meja kerjaku. riano hanya diam melihat aku yang sedang berkalut.
"ghea." panggil riano kepadaku.
"eh,iya." kataku.
"kamu ini tidak sadar dari tadi aku duduk di sini. boring tau. dari tadi liat kamu melamun terus. jangan sedih terus. apa kamu lupa pesen aku?" tanya riano kepada ku.
"iya aku tau." kataku dengan lemas.
"sudah jangan bersedih. ini aku bawakan es krim kesukaanmu. ini makan es krimnya." kata riano yang langsung memberi aku satu es krim kesukaanku. saat kami makan bersama,riano sengaja mencolekku dengan jarinya yang sudah ada es krimnya ke wajahku. aku pun terkejut dengan ulah riano.
"duh. ano. mukaku kan jadi kena nih." kata ku kepadanya.
"biarin." katanya kepadaku. aku yang diperlakukan begitu,aku langsung membalas colek dengan sedikit es krim di wajahnya. lalu kami berdua pun tertawa.
"duh kan keliatan cantik kalau kamu tersenyum begini. kalau tadi,duh wajahmu jelek tau. hehehe." kata riano kepada ku.
"ih,riano. awas ya kalau nakal lagi." kataku kepadanya.
"awas apa ghea? minta aku cium pipimu kah? hehehe..."
aku langsung berdiri dan pura-pura meninggalkan nya. tapi riano langsung mencegah aku dengan menarik tanganku.
"ghea jangan pergi. jangan marah begitu. jujur aku sedih kalau kamu sedih. aku ingin kamu bahagia. aku sendiri bukan lelaki romantis. aku bingung. apa yang harus kulakukan yang membuat kamu kembali ceria." kata riano yang langsung memelukku dengan hangat.
"terima kasih riano." bisikanku ke telinga riano. riano hanya diam dan tidak melepas pelukan nya kepadaku.
tok...tok...tok..
"eh,maaf dok. maaf ganggu." kata perawatku. lalu,aku dan riano pun melepas pelukan nya.
"ya sudah. aku yang pergi dulu. oh ya,ghea,aku jemput kamu ya pulangnya. dah ya.." kata riano kepadaku. lalu,aku melanjutkan kerjaanku karena aku ada operasi.
__ADS_1