
Setelah mengetahui suaminya mempunyai istri baru, sikap Rosa menjadi berubah. Ia lebih terlihat menjadi pendiam dan juga tidak banyak bicara, dan selama seminggu ini Bayu pun belum kembali dari rumah istri barunya. Kabar yang Rosa dengar katanya mereka sedang bulan madu. Membuat hati Rosa semakin hancur saja.
Melihat mertuanya seperti ini, Mawar pun merasa tidak tega. Ia menjadi merasa bersalah karena sudah membocorkan pernikahan papa mertuanya ini. Dari sini Mawar juga menyadari sesuatu, jika amarah sudah menguasai hati maka semua hal tidak akan berakhir dengan baik.
Tapi bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi. Mawar pun ingin meminta maaf pada Rosa. Karena sudah menyakiti hatinya, ia ingin memulai kembali hubungan ini dengan baik. Dan mudah-mudahan saja Rossa mau mengerti dan bisa menerimanya menjadi menantu.
Saat ini Rosa sedang berada di taman kecil yang ada di halaman rumahnya, mertuanya ini sedang melamun. Mawar menghela napas panjang, ia sengaja membawa sarapan untuk Rosa. Karena pagi ini ia tidak ikut sarapan bersama dengannya, dan juga Satya dan lebih ingin menghabiskan waktunya di taman seperti ini hanya untuk melamun saja.
"Mah ... " panggil Mawar. Rosa yang sedang melamun pun langsung memalingkan wajahnya dan terlihat ia mengusap kasar pipinya. Mawar tahu jika mertuanya ini sedang menangis. Semakin merasa bersalah saja dirinya ini.
"Ada apa?" jawabnya tanpa melihat kearah Mawar.
"Ayo sarapan dulu,"
"Aku tidak lapar,"
__ADS_1
"Jangan menyiksa diri Mah. Dan aku mohon maafkan aku, aku bersalah padamu. Seharusnya aku tidak mengatakan semua ini, maaf." ucap Mawar sambil menundukkan kepalanya, jujur saja hatinya pun ikut sakit melihat Rosa seperti ini. Sebagai seorang perempuan dan juga seorang istri, Mawar sangat paham bagaimana perasaan Rosa saat ini.
Perlahan Rosa melihat ke arah Mawar kemudian ia pun menangis, Mawar pun tidak tega dan langsung memeluknya. "Maaf ... maafkan aku Mah, Seharusnya aku tidak berkata seperti itu, seharusnya aku tidak mengatakan semuanya, semua ini salahku. Andai saja aku tidak ada dalam kehidupan kalian. Mungkin Mamah tidak akan mengalami hal seperti ini, Maafkan aku ... maafkan aku," Mawar pun ikut menangis.
Dari kejauhan saat dia melihat kedua wanita yang sangat ia cintai sedang terluka hatinya, hatinya pun ikut merasa sedih dan juga terluka. Seharusnya Papanya tidak melakukan ini kepada mamanya, Satya tahu jika mamanya memang sangat bersalah akan tetapi bukan berarti ia harus diduakan olehnya. Bahkan Satya saja sangat sabar untuk melihat Rosa berubah, dan tak pernah sedikitpun ia membenci Rossa. Dan setiap hari namanya selalu ada dalam doa Satya, agar ia bisa berubah dan bisa menerima istrinya.
Satya kecewa bahkan sangat kecewa, tapi harus bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, semuanya sudah tidak bisa diubah lagi. Ia hanya bisa memberikan kekuatan kepada mamahnya, hanya itu saja yang bisa Satya lakukan.
"Kamu tidak bersalah Mawar, Mamahlah yang bersalah. Andai saya Mama tidak egois dan juga tidak selalu membencimu dan selalu membuat suami Mamah marah. Mungkin dia tidak akan melakukan hal ini."
"Hampir setiap hari dan setiap waktu suamiku selalu memberitahukanku, jika aku harus berubah dan jangan selalu menjadi seorang wanita yang egois. Tak henti-hentinya ia memberikan nasihat kepadaku. Namun, aku selalu mengabaikannya, dan malah rasa benci ku terhadapmu tertanam semakin besar. Itu adalah kesalahan terbesarku, jadi di sini kau sama sekali tidak bersalah akulah yang bersalah," ucap Rosa sambil menghapus air matanya.
"Tidak!" Satya yang mendengar percakapan mereka. Langsung menghampiri kedua wanita yang sangat ia sayangi dan cintai itu.
"Apapun yang terjadi kau tidak boleh meninggalkanku, aku sangat mencintaimu dan akan selalu begitu. Dan untuk Mamah, aku aku pun sangat menyayangimu. Jangan menangis lagi dan jangan bersedih ada aku disini," ucap Satya.
__ADS_1
Mawar dan Rosa semakin menangis tersedu-sedu, mereka menyesali tentang semua apa yang terjadi namun sayangnya semua yang terjadi tidak akan pernah kembali lagi. Tak ada jalan lain kecuali mereka harus bersabar dan menerima takdir yang telah Tuhan gariskan untuk mereka.
*
*
*
Akhirnya Mawar dan Rosa pun bisa hidup berdampingan dengan baik dan ini membuat Satya sangat bahagia. Rosa pun akhirnya menggugat cerai Bayu karena ia tidak ingin dimadu. Satya dan Mawar mendukung apapun yang membuat Rosa bahagia. Dan Satya dengan senang hati jika Rosa ingin tinggal bersama dengannya. Mawar pun sama sekali tidak keberatan dan merasa bahagia jika mertuanya ini ingin tinggal bersama dengannya.
Mawar akan selalu berusaha membuat Rosa bahagia, dan melupakan rasa sakitnya.
*
*
__ADS_1
*
Maaf kalau ada yang kecewa, tapi gak mungkin setiap cerita alurnya akan sama. Jadi, di sini aku mau bikin alur yang berbeda. Namun tetap dengan akhir yang bahagia 😊, jika Bayu bahagia dengan kehidupan barunya maka Rosa pun akan bahagia dengan kehidupan barunya juga. Dan di sini aku akan tetap bersikap dengan adil, jika Bayu mempunyai pasangan baru maka Rossa pun akan juga memiliki pasangan baru, yang lebih bisa menerimanya. Siapa dia? ikutin terus ceritanya ya 😊